content='7496bf2686970bfa' name='yandex-verification'/>

Thursday, June 13, 2019

SAAT ini Kathleen sudah berusia 2 tahun, dan sudah saatnya anak kami masuk Kinderkrippe atau Preschool. Di Jerman dari usia 7 bulan sampai dengan 1 tahun, sebagian orang tua sudah menitipkan anaknya ke Kinderkrippe (daycare), karena alasan pekerjaan. Tetapi banyak juga yang baru memasukkan anaknya ke kinderkrippe setelah sianak berusia 2 tahun. 

Kalau dulu sebelumnya aku pernah membahas mengenai KITA gutschein, ternyata tidak setiap negara bagian di Jerman menawarkan KiTa Gutschein (subsidi penitipan anak). Biasanya KiTa Gutschein hanya diberikan dikota-kota besar seperti Berlin yang biaya hidupnya cukup tinggi, sehingga diberikan subsidi penitipan anak. Sementara dikota tempat tinggal kami di Oschatz tidak ada subsidi untuk KITA Gutschein. 

Hari pertama di Kinderkrippe
1 bulan sebelum ulang tahun Kathleen yang ke 2 tahun, kami menelpon KITA untuk membuat janji bertemu untuk kelengkapan administrasi bagi anak kami. KITA atau Kindertagesstätte dikenal sebagai tempat penitipan anak bagi anak-anak usia preschool dan TK atau kalau di Jerman disebut Kindergarten. 

Kami tiba disambut kepala sekolah untuk mengurus urusan birokrasi dan administrasi sebelum anak kami masuk. 

Kathleen mit Freunde

Berikut ini beberapa administrasi yang harus kami lengkapi: 

1. Bescheinigung über die ärztliche untersuchung und die ärztliche impfberatung, catatan atau surat keterangan sehat dari dokter. Suamiku menelepon Kinderarzt kathleen (dokter anak), untuk menanyakan pembuatan surat ini. Setelah membuat janji, aku hanya menyerahkan surat ini ke siperawat. Perawatnya sendiri tidak melakukan cek kesehatan ke Kathleen, hanya melihat buku catatan kesehatan anakku dan menuliskannya pada kertas yang diberikan KITA dan memberikan stempel sesudahnya. Biaya pembuatan surat ini sebesar 22 Euro. 

2. Betreuungsvertrag, mengenai data kedua orang tua, dan data sianak, dan data kapan sianak mulai masuk KITA. 

3. Ermittlung der Betreuungsbeiträge und Verpflegungskosten, mengenai berapa lama sianak berada di KITA, dan berapa biaya yang harus dikelaurkan orang tua setiap bulannya. Karena aku belum bekerja, kathleen mengikuti kelas kita selama 6 jam, include makan siang di KITA. Berikut ini rincian biaya yang harus kami keluarkan setiap bulannya; 

  • Biaya setiap bulan untuk 6 jam sebesar 158,67 Euro atau sekitar Rp. 2,327,000 perbulan. 
  • 3,75 Euro setiap porsi makan siang (20 hari), atau sekitar Rp. 1,125,000 per bulan 
  • 0,15 Euro untuk minum (20 hari), atau sekitar Rp. 45,000 
Total Biaya Kita untuk 6 jam per bulan, yang harus kami bayarkan sebesar 233 Euro atau sekitar Rp. 3,497,000. Baik saat di Kinderkrippe dan Kindergarten si orang tua harus membayar sendiri biaya perbulannya, nanti saat Grundschule atau SD baru diberikan secara gratis untuk pendidikan anak. 

4. Einwilligung zur zahnärztlichen Untersuchung, Orang tua diminta persetujuannya untuk diperbolehkan atau tidak, sianak milakukan pengecekan rutin dari dokter gigi ke sekolah. 

5. Ich entbinde zahnarzt flouridierung von ärtzlichen schweigerpflicht, masih hubungannya dengan dokter gigi, form ini berisi persetujuan dari orang tua untuk pemberian Fluoride varnish N5 pada gigi anak. Flouride N5 ini berguna untuk memperkuat gigi dan mencegah terjadinya kerusakan gigi. Kenapa diminta pesetujuan karena dibeberapa kasus, bagi anak yang sensitif terhadap flouride, bisa menimbulkan pembengkakan lokal pada mukosa mulut, tetapi memang kasusnya sangat jarang terjadi. 

6. Dauervollmacht, data siapa saja yang diperbolehkan menjemput anak disekolah, selain kedua orang tua sianak. 

7. Angaben für das Gruppenbuch, mengenai data anak, data orangtua dan pekerjaannya, data orangtua menikah atau tidak, siapa saja yang akan dihubungi jika ada kasus emergency. 

8. Formulir persetujuan sianak diperbolehkan atau tidak untuk diambil fotonya, untuk kegiatan krippe, seperti presentasi diluar atau didalam krippe, dan untuk keperluan homepage KITA. Ya di Jerman masalah privacy seseorang memang sangat dihargai, kalau oraang tua tidak menginginkan foto anaknya untuk dipublikasi, maka pihak sekolahpun harus menyortir foto-foto yang ada.

Tur Sekolah 


Setelah kami menerima kelengkapan administrasi sekolah, dan berbicara diruang kepala sekolah hampir kurang lebih selama 1 jam. Kepala sekolah mengajak kami keluar ruangan untuk keliling melihat situasi baik didalam maupun diluar ruang kelas. kami berkunjung ke ruang kelas untuk anak-anak kinderkrippe dan Kindergarten, ruang bermain, dapur, ruang makan, toilet , hampir semua tempat kami kinjungi untuk tur KITA. 


Kathleen fährt ein Traktor

Kebetulan saat itu saatnya anak-anak bermain diluar, dengan cuaca yang hangat. Kami juga bertemu dengan pendamping Kathleen dan berbincang sebentar, dan membuat janji untuk berbincang lebih jauh lagi mengenai perkembangan dan kebiasaan serta minat anak kami. 


Picnic (aktifitas di taman)


Wawancara dengan Pendamping KITA 

1 minggu setelah bertemu dengan Kepala sekolah untuk kelengkapan administrasi dan tur Kita, kami bertemu dengan pendamping Kathleen. Kami dibawa masuk keruangan tempat bermain khusus anak-anak 3 tahun kebawah.

Tempat menggantung tas, baju lumpur, sepatu 

Kami disambut dengan minuman teh hangat, sambil berbincang mengenai perkembangan Kathleen, minat dan kebiasaannya. Sementara Kathleen bermain sendiri dengan mainan yang disukainya. Ia merasa seperti menemukan harta karun, mainan yang banyak ragamnya. 




Tempat mengganti popok, dan toilet anak



Untuk kelas anak dibawah 3 tahun terdiri dari 12 anak, 7 anak perempuan, dan 5 anak laki-laki. Percakapan ini penting, agar sipengasuh tahu kebiasaan dan minat anak kita, saat nanti mulai beradaptasi di KITA. 



Tempat untuk menyikat gigi

Perlengkapan yang harus dipersiapkan untuk keperluan KiTa. 

  • Ransel atau tas sekolah untuk membawa bekal makan pagi 
  • Wickelunterlage, atau kain untuk alas mengganti pampers 
  • 2 set pakaian cadangan, yang disesuaikan dengan musim (celana dalam, kaus kaki, kaos dalam) 
  • Hausschuhe (sandal rumah) 
  • Sisir 
  • Feuchttücher atau tisu basah 
  • Windeln atau diapers 
  • Sikat gigi 
  • Pakaian saat hujan (Regensachen): Gummistiefel atau sepatu boot saat hujan dan matschhose (jas hujan atau pakaian untuk bermain lumpur) 
  • 3 lembar foto untuk ditempatkan di gadrobe, tempat tidur, dan tempat dikamar mandi 
  • membayar 5 Euro untuk mengganti odner, yang digunakan sebagai diary kathleen selama di KITA (untuk yang ini nanti aku ceritakan diberikutnya) 
Karena aku belum bekerja, seperti yang aku infokan sebelumnya Kathleen hanya sampai setengah hari berada di KITA (5 Jam). Makan pagi berikut makan siang dilakukan di KITA, tidak sampai tidur siang di KITA, kecuali kalau mungkin nanti aku bekerja penuh, kami perlu memikirkannya lagi berapa lama waktu yang diperlukan untuk menitipkan Kathleen di KITA. 

Jenis makanan di KITA 

Makan pagi (Frühstück) 

KITA tidak menyiapkan makan pagi, siorang tua yang harus mempersiapkan bekal untuk makan pagi bagi sianak tiap harinya. Biasanya menunya roti, dengan mentega, selai manis dan madu, atau daging irisan tipis, keju, dan bahkan beberapa Leberwurst. Kita juga bisa menambahkan joghurt, buah atau sayuran dan susu. 


Contoh bekal makan pagi

Makan siang
 


Menu makan siang biasanya disiapkan fresh food, bukan instant food (dimasak langsung oleh koki KITA). Beberapa aneka menu yang dihidangkan seperti seperti: 

  • Kartoffeltaschen, Möhren Orangen Suppe (Sup wortel dan oranye). 
  • Fischschnitzel mit Kartoffeln und Remoulade (Ikan goreng dengan kentang dan saus remoulade).
  • Kartoffeltaschen, Brokkoli und Curry Soße (kantong kentang yang diisi, brokoli, dan saus kari). 
  • Penne mit Bolognese (penne pasta dengan saus tomat berbahan dasar daging) 
  • Spätzlepfanne (mie Schwabian, keju dan sayuran) 
Di beberapa sekolah menyediakan makanan bio (organik) atau bahkan vegetarian. Memperhatikan menu makan ini penting, karena tentu saja aku ingin kathleen tumbuh jadi anak yang bahagia dan sehat.

Sebenarnya Kathleen bisa saja makan siang dirumah karena aku tidak bekerja, tetapi aku sengaja membiarkan Kathleen untuk makan siang bersama di KITA. Karena terus terang aku juga ingin menerapkan disiplin keanakku untuk makan di meja makan sampai makanan habis. 

Selama ini Kathleen memang mau makan dimeja makan, tetapi tidak pernah bertahan lama duduk dikursi untuk makan sampai habis. Kalau dirumah karena cuma dengan papa dan mamanya, kalau dilarang bermain sebelum makanan habis pasti dia akan menangis. Mudah-mudahan kalau di KITA melihat teman-temannya yang lain bisa duduk tenang makan bersama, semoga anakku bisa membiasakan diri dengan budaya makan disini.

Demikian ceritaku mempersiapkan semua perlengkapan buah hatiku. Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.

Grüße


Reaksi:
Posted in

0 komentar:

Post a Comment