content='7496bf2686970bfa' name='yandex-verification'/>

Wednesday, May 15, 2019

Cuaca di Jerman saat ini walaupun sudah masuk musim semi, tetap saja dingin. Paling enak dingin-dingin seperti ini pastinya makan yang berkuah panas, untuk menghangatkan badan. Akhirnya kepikiran juga pingin masak Sop iga yang yummy, langsung dech kepingin eksekusi. 

Ada beberapa bahan rempah yang tidak aku ikutkan seperti Cengkih, karena papanya Kathleen enggak terbiasa makan makanan yang beraroma rempah seperti ini. Buat aku sih yummy banget, tapi berhubung untuk disantap bersama ya harus disesuaikan dengan selera bersama. Resep Sop iga ini banyak berseliweran di Internet, aku coba beberapa resep, dan yang ini cocok dengan slera kami. 

Berikut aku share bahan dan cara pembuatannya. 

Bahan-Bahannya:
  
  • 300 gr iga sapi   
  • 1/2 sdt kayu manis bubuk ( Zimt)  
  • 1/2 sdt pala bubuk (Muskatnuss)
  • 2 buah kentang, potong dadu 2  
  • 2 buah wortel, iris bulat 
  • 2 batang daun bawang, potong 1 cm 
  • 2 buah tomat merah, potong 8
  • 1 sendok makan kecap manis 
  • 1 sendok teh kaldu bubuk 
  • 1 sdm butter untuk menumis

Bumbu yang dihaluskan:

  • 1 buah bawang bombay (Zwiebel)
  • 3 siung bawang putih (Knoblauch), aku cuma pakai 2 buah. Orang Jerman banyak yang tidak menyukai knoblauch, mereka tidak suka aromanya, sehingga jarang menggunakan knoblauch pada masakan Jerman.
  • 2 sdt garam 
  • 1 sdt merica putih bubuk (Pfeffer)

Pelengkap:


Sambal
Jeruk nipis

Cara Membuat:


  • Rebus iga bersama 1 liter air , kayu manis hingga iga empuk, buang kotoran yang mengapung 
  • Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan bumbu ke dalam rebusan iga. 
  • Masak hingga iga empuk, Masukkan kentang,dan tambahkan , garam, dan kaldu bubuk. Masak hingga kentang setengah matang. Masukkan wortel, tomat dan kecap manis. 
  • Masak hingga semua bahan matang. Tambahkan irisan daun bawang, aduk sebentar. 
  • Angkat, sajikan sop iga hangat disertai pelengkap, dan  siap disantap.



Tipsnya untuk mendapatkan Sop Iga yang Endesss, saat merebus iga dagingnya harus betul-betul di rebus sampai empuk, supaya meresap sampai sum-sum.


Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.






Grüße



Saturday, May 4, 2019

Berawal dari pengalaman liburan musim dingin yang lalu, saat kami liburan ke Polandia, saat berada di border Polandia, kami diminta untuk menunjukkan paspor kami bertiga. Merasa liburan berkali-kali ke negara eropa lainnya, tidak pernah diminta menunjukkan paspor, kamipun tidak membawa paspor hanya berbekal Personalausweis saja. 

Apalagi identitas untuk anak kami Kathleen, aku hanya menunjukkan kartu asuransi anakku tanpa membawa akte kelahiran apalagi paspor. Untung saja kami tidak digelandang karena identitas paspornya tidak ada. Setelah kami memberi penjelasan panjang lebar dan cukup alot, terutama bagi aku yang bukan warga negara unieropa, akhirnya kami bisa lolos juga.



Karena pengalaman ini, dan sebentar lagi kami akan liburan summer, kamipun berencana untuk membuat paspor untuk Kathleen, supaya enggak ribet harus membawa akte kelahiran sebagai pengganti paspor. Mengingat proses pembuatan paspor untuk anak di Jerman ini, prosesnya cepat, dan terjangkau biayanya. Paspor bisa langsung jadi pada hari kita mengajukan permohonan paspor, selama memiliki semua syarat dokumen yang diperlukan. 

Karena Kathleen lahir dari orang tua berbeda bangsa, maka ia memiliki kewarganegaraan ganda (Dual citizenship). Untuk anak berkewarganegaraan ganda, si anak bisa punya paspor Jerman dan Indonesia, tetapi terlebih dahulu sianak harus membuat paspor Jerman, sebelum membuat paspor Indonesia. Karena salah satu syaratnya orangtua harus menunjukkan, kalau si anak sudah punya paspor Jerman.  


Kinderreisepass

Untuk mengajukan permohonan  paspor anak, kalian bisa langsung datang ke Stadverwaltung Bürgerbüro Rathaus (kantor pemda setempat), ditempat tinggal kalian di Jerman. Berikut ini syarat untuk membuat Paspor Jerman untuk anak: 


  • Sianak pemohon paspor berkebangsaan Jerman (salah satu orang tua adalah orang Jerman, atau anak tersebut memenuhi syarat sebagai warga negara Jerman karena alasan lain). 
  • Sianak harus hadir langsung saat mengajukan permohonan paspor. 
  • Kedua orang tua (jika orang tua memiliki hak asuh bersama (Sorgerecht)), maka kedua orang tua harus hadir. Jika orangtua si anak tidak dalam ikatan pernikahan lagi, maka orangtua yang mendapat hak asuh anak, dapat mengajukan permohonan paspor, dan harus memperlihatkan bukti berkas hak asuh . 
Untuk Dokumen yang dibutuhkan : 

  • Berkas Akte kelahiran anak
  • Pas foto ( aku menggunakan foto Biometrik). Kita bisa langsung datang ke studio foto, dan tinggal bilang mau bikin foto untuk membuat paspor anak. karenaa Kathleen sudah hampir 2 tahun, dia disuruh duduk sendiri. Dan dramapun dimulai, ya sudah pasti susah, karena susah untuk diarahkan duduk tenang. Walaupun hasilnya enggak memuaskan dan jauh dari kata bagus, ya sudahlah harus bisa ikhlas nrimo, karena hanya dua kali pengambilan foto.  Biaya fotonya sebesar 14 Euro (Rp.231.000) dapat 4 buah foto. 
  • Personalausweis (kartu izin tinggal) atau paspor orang tua. 

Saat di Rathaus kami hanya ditanya warna mata Kathleen, dan berapa tinggi badan anak kami. Karena enggak yakin berapa tinggi badan Kathleen saat ini, yang jelas semakin tinggi, si petugas meminta kami untuk mengukur tinggi badan yang disediakan di Rathaus. 

Selama pengajuan pembuatan papsor, kami tidak direpotkan untuk mengisi data yang  panjang, kami hanya diminta untuk menandatangani beberapa dokumen. Hanya butuh waktu kurang lebih 15-20 menit paspor sudah jadi. 

Biaya pembuatan paspor Jerman anak 13 Euro (Rp. 214.000). Paspor anak Jerman berlaku selama 6 tahun, jika ingin memperpanjang paspor anak di Jerman biayanya sebesar € 6 (Rp. 90.000), Jika sianak sudah berusia 10 tahun, sianak bisa menandatangani sendiri paspornya. 


Paspor untuk anak berkewarganegaraan ganda, berlaku sampai sianak berusia 18 tahun. Sianak nantinya harus memilih mau jadi warga negara Indonesia atau warga negara Jerman. Kalau si anak belum bisa memutuskan, diberi tambahan waktu untuk berpikir sampai usia anak 23 tahun. 

Jika sampai usia 23 tahun tidak melepaskan kewarganegaraan dari negara lain, ia tidak bisa lagi mendapat paspor Jerman. Yang bersangkutan menjadi warganegara asing dan harus meminta ijin tinggal kalau ingin menetap di Jerman. 

Bagaimana mudah dan cepat bukan pembuatan paspor anak di Jerman?. Siap-siap deh untuk berangkat liburan ketempat yang menarik dan udah pasti menyenangkan, karena bepergian bersama keluarga.

Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.


Grüße