content='7496bf2686970bfa' name='yandex-verification'/>

Friday, February 1, 2019

Halo apa kabar bloggers?, ga  terasa udah tahun baru 2019, dan lama banget ga nulis blog. Karena terus terang kesibukanku ngurus Kathleen yang lagi aktif-aktifnya, membuat siemak udah lunglai ga punya tenaga untuk ngetik dimalam hari.

Selain karena alasan perpindahan blogku, yang kembali menggunakan blogspot, dan memakan waktu peralihan yang lama banget hingga 1 bulan lebih, membuat aku jadi menunggu dulu sampai proses peralihannya selesai. 

So ngomong-ngomong mengenai perpindahan website, kalian tidak bisa lagi mengakses  menggunakan webku yang lama https://bojonesilviostorylife.com, sekarang aku kembali ke rumah awal di https://bojonesilvio.blogspot.com.

Kali ini aku mau share ke kalian mengenai inspeksi atau pemeriksaan kendaraan di Jerman (TÜV). Kejadian ini bermula saat Silvio mau melakukan TÜV, dan kami terkejut sekali dari hasil inspeksi kendaraan harus melakukan banyak perbaikan yang totalnya sebesar 700 Euro atau sekitar Rp. 10,500,000. 

Kok mahal banget ya, pokoknya bikin mumet banget dah, sebenernya biaya perbaikan 2 tahunan ini lumrah untuk orang Jerman, karena memang sifatnya yang rutin. 2 tahun lalu kami juga harus mengeluarkan biaya perbaikan, tetapi tidak terlalu mahal hanya sebesar 200 Euro. Nah mulai dari sini aku mau share kekalian apa sih TÜV itu dan kenapa penting banget, sharenya disimak ya...

Pengertian TÜV,

Di Jerman sangat jarang melihat mobil yang penyok, dan banyak mengeluarkan asap  berwarna hitam karena rusaknya knalpot, karena memang peraturannya sangat keras untuk semua kendaraan. Gesellschaft für Technische Überwachungsverein atau TÜV adalah, suatu perusahaan yang bertugas mengecek kondisi teknis kendaraan. 


TÜV Experts

Di Jerman hanya GTÜ ini yang boleh melakukan apa yang disebut inspeksi kendaraan menyeluruh, menyetujui kelaikan jalan mobil dan truk Jerman. Setiap kota memiliki minimal satu hingga dua tempat di mana bisa melakukan TüV. Biaya Hauptuntersuchung (inspeksi teknis) akan dikenakan biaya sekitar 55 Euro. Abgassuntersuchung (inspeksi emisi) juga dilakukan bersama dengan yang teknis dan biayanya sekitar 30-40 Euro.

Undang-undang Jerman mengatur bahwa mobil harus diperiksa pertama kali setelah 3 tahun pertama, setelah itu mobil harus diperiksa setiap 2 tahun sekali. Setiap 2 tahun mobil-mobil di jerman harus menjalani inspeksi kendaraan, untuk memastikan apakah mobil itu memenuhi standar keamanan dan keselamatan yang berlaku di Jerman. Hal ini bukan hanya karena kerapian khas Jerman,  atau kebanggaan pemiliknya, tetapi karena mereka harus rutin melakukan pengecekan dan diberi persetujuan TÜV menurut hukum.

Bagian apa saja yang dilakukan pengecekan,

TÜV sendiri  menguji keamanan instalasi teknis, mesin, dan kendaraan bermotor.  Bagian yang diperiksa mulai dari:

  • Peralatan: Plat nomor, cermin, klakson, takometer, interferensi radio. 
  • Lampu: Lampu depan, lampu rem, lampu belakang, lampu parkir.
  • Tempat duduk dan kelengkapan sabuk pengaman.
  • Sistem pengereman: Fungsi rem, perjalanan pedal, tabung dan pipa rem, drum dan disk rem, bantalan rem. 
  • Ban / roda: Kerusakan ban atau roda, pelindung underride, peredam kejut, bantalan roda, balok gandar.
  • Keselamatan kebakaran untuk komponen bahan bakar / gas dan kabel listrik Emisi gas buang.
  • Body mobil.
  • Steering (pengemudian).
  • Sistem keamanan elektronik.
  • Sistem pembuangan harus berfungsi baik.

Stiker TÜV

warna-warna stiker juga menunjukkan kapan inspeksi TÜV berikutnya harus dilakukan. Warna biru, kuning, coklat, merah muda, hijau, oranye diulang setiap enam tahun. Pada 2018, misalnya, kendaraan akan diuji dengan stiker berwarna hijau. Pada 2019 mobil akan diuji dengan stiker berwarna oranye. Begitu tahun berikutnya dimulai, warna sebelumnya akan kehilangan validitasnya. Stiker warna merah muda dari 2017 tidak lagi digunakan, dan telah digantikan oleh stiker berwarna hijau. 


Expired Feb 2019


Cara membaca stiker TÜV, 

contoh Angka "10", akan habis masa berlakunya di bulan Oktober. Untuk mengetahui bulan untuk pengecekan berikutnya kalian bisa lihat tepat pada angka lurus (seperti angka pada jarum jam 12).  Lingkaran dalam menunjukkan angka "18" untuk tahun  2018. 

Jadi dari stiker berwarna hijau ini, inspeksi utama akan jatuh tempo pada Oktober 2018. Sangat mudah dilihat, bahkan saat melaju kencang di jalan raya. Dan bahkan pengemudi dapat dengan mudah membaca di stiker, ketika tanggal tes tertunda. Stiker ini juga mempermudah bagi  polisi atau pejabat dari ketertiban umum, untuk melakukan pengecekan apakah stiker sudah kedaluwarsa. 


Stiker TÜV yang kedaluwarsa

peringatan dan denda terancam selama lebih dari dua bulan, pengemudi tidak boleh mengemudi dengan stiker yang kadaluwarsa. Denda bila jatuh tempo terlambat hingga 2 bulan ancaman dendanya sebesar 15 euro, terlambat 2 hingga 4 bulan, dendanya sebesar 25 Euro. Terlambat 4 hingga 8 bulan, dendanya sebesar 60 Euro dan ada satu poin di FlensburgJika kerusakan mobil membahayakan bagi keselamatan di jalan, polisi dapat segera menariknya dari peredaran.

Tanpa stiker TÜV, kendaraan tidak dapat dilisensikan atau dikendarai. Jika kendaraan gagal uji inspeksi TÜV, karena ada satu titik karat atau penyok di lokasi yang kritis, lampu yang rusak atau sistem pembuangan yang tidak berfungsi kendaraan itu harus dideregistrasi dan dikeluarkan dari jalan. 

Ketika ditemukan cacat atau kerusakan pada mobil, pemilik mobil diharuskan untuk memperbaiki kekurangan yang telah dicek, atau berisiko kehilangan kendaraan sekaligus membayar denda yang besar. Sebagai aturan kerusakan harus diperbaiki dalam waktu 1 bulan, selain membawa laporan pemeriksaan, mereka juga harus membawa sertifikat pendaftaran kendaraan dan laporan untuk semua modifikasi yang disebut presentasi ulang. 

Dilema beli mobil baru atau perbaikan mobil yang mahal,

Kembali ke cerita kami, mobil kami memang mobil lama yang umurnya sudah 18 tahun. kami memang sudah ada dana untuk membeli mobil baru, tetapi Silvio maunya lebih baik membeli rumah dulu daripada beli mobil. Yo wes aku juga manut aja, tapi kalau sudah rusak sampai harus perbaikan sampai 700 Euro sayang juga lebih baik beli mobil baru.

Karena mobilnya lama, rencananya pertengahan tahun 2020 kami mau membeli mobil baru. Terus kalau mau beli mobil baru kenapa harus perbaiki mobil, kan sayang tuh 700 euro terbuang?. Masalahnya untuk membeli mobil baru kami hanya punya waktu 3 mingguan, mana cukup waktu untuk search ke dealer. 

Sedangkan kalau tetap mengemudi dengan stiker yang kadaluwarsa, peraturan disini sangat ketat. Kalau di Indonesia kita bisa nekat tetap mengemudi, bahkan dengan kendaraan tanpa surat lengkap atau tanpa SIM. Di Jerman mana bisa seperti itu, selain karena memang ketat, mental mereka sendiri sudah terdidik untuk tertib dan taat pada hukum sejak kecil. 

So kalau aku membisikkan kata-kata *setan* daripada bayar perbaikan lebih baik didenda toh dendanya enggak begitu mahal, sudah pasti suamiku menolak. Buat mereka melakukan pelanggaran hukum itu sangat memalukan, karena ini merupakan kewajiban yang harus ditaati. 

Jadi yahhhh, akhirnya kami tetap melakukan perbaikan dengan biaya yang super mahal. Rencananya mobil lama akan dipakai aku dulu setelah belajar mengemudi mobil, kalau tahun-tahun berikutnya ternyata harus membayar perbaikan yang mahal yah akan dijual. 

Bagaimanapun buat kami yang tinggal di kota kecil, transportasi mobil sangat dibutuhkan untuk menghemat waktu, dan biaya dari pada harus menggunakan taxi. 

Pentingnya melakukan inspeksi kendaraan secara rutin,

Pentingnya inspeksi kendaraan secara rutin, tidak hanya untuk keselamatan pengemudi, tetapi juga untuk keselamatan orang lain sesama pengguna jalan. Dan meskipun inspeksi semacam itu mahal, tetapi tetap memberikan keuntungan bagi pengemudi dan kendaraan itu sendiri. Keberhasilan program inspeksi atau pengecekkan kendaraan secara rutin terbukti  dapat mengurangi jumlah kecelakaan di jalan raya.

Demikian shareku kali ini, bagaimana dengan kalian?, punya pengalaman juga melakukan perbaikan kendaraan yang biayanya super mahal?.


Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.




Grüße



Reaksi:
Posted in

0 komentar:

Post a Comment