content='7496bf2686970bfa' name='yandex-verification'/>

Thursday, November 7, 2019



Akhirnya tiba waktunya bagi anak kami Kathleen untuk masuk ke Kinderkrippe. Kathleen mulai masuk Krippe saat awal Juni, dan terus terang proses adaptasi Kathleen di Kinderkrippe masuk kategori sulit, ditambah dengan berbagai drama yang membuatku merasa sedih dan melankolis sebagai maminya.


Kathleen saat awal2 sekolah

Proses adaptasi di Kinderkrippe atau kindergarten, disebut Eingewöhnungszeit. Anak-anak harus terbiasa dengan lingkungan baru, teman baru, dan Erzieherin (pengasuh). Biasanya masing-masing anak membutuhkan masa adaptasi yang  berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Ada yang hanya 2 minggu, 3 minggu, bahkan ada yang sampai 1 bulan.  


Metode Eingewöhnungszeit disetiap KITA memiliki peraturan yang berbeda-beda, tetapi pada dasarnya memiliki schedule yang kurang lebih sama. Ada waktu berkumpul bersama sebelum sarapan, bernyanyi dengan gerakan, doa pagi, sarapan pagi bersama, ada waktu makan siang bareng, waktu kapan harus diantar, dan kapan harus dijemput, 


KITA di Jerman lebih banyak bermainnya,  baik diluar atau didalam ruangan. Di Jerman ada tiga durasi waktu: 25 Stunden Wöchentlich atau 25 jam per minggu (tidak termasuk sabtu-minggu), sianak berada di KITA selama 5 jam sehari. 35 Stunden Wöchentlich atau 35 jam perminggu, sianak berada di KITA setidaknya 6 jam perhari. 45 Stunden Wöchentlich atau 45 jam perminggu, sianak berada di KITA setidaknya 7 jam perhari. Jenis yang 25 jam biasanya jarang sekali untuk anak usia 3 tahun keatas. 

Hari 1, masuk KITA pkl.  09:00 

Waktu itu KITA group Kathleen mengadakan bermain diluar kelas, pergi ke taman kota dengan menggunakan traktor. Papanya yang menemani kathleen selama 2 jam bermain diluar. Nah di Hari 1 ini, Kathleen lebih suka mau pergi kemana saja yang dia suka, seperti saat dia bermain ke taman bersama papa dan momynya. Kalau diajak untuk bergabung pasti dia pergi. Kathleen masih takut-takut berbaur bersama teman lainnya, padahal teman-temannya mau bermain bersama Kathleen.

Hari ke 2, masuk KITA pkl.  09:00 

Dihari kedua aku dan Silvio datang ke KITA untuk menemani Kathleen selama di Krippe sampai pukul 11 siang. Sambil membawa semua kebutuhan Kathleen selama berada di Krippe, mulai dari hausschuhe sampai pakaian dan diapers. (untuk keterangan lengkapnya kalian bisa lihat diblogku sebelumnya). 

Dihari kedua ini Kathleen tidak ikut aktifitas makan pagi ataupun makan siang, hanya 2 jam berada di KITA. Aku dan Silvio hanya duduk disudut ruang, melihat Kathleen mulai bermain bersama teman-teman barunya. Aku tidak lama berada di Krippe, karena harus pulang untuk packing untuk liburan, dan papanya tinggal menemani kathleen sampai siang.

Dihari ke2 sianak memang total ditemani salah satu orang tua, baik saat si anak bersosialisasi didalam maupun saat bermain diluar ruangan, dihari ke2 ini semuanya berjalan lancar.

Jeda 1 Minggu Liburan ke Vienna

Setelah pulang liburan dari Vienna di hari selasa, seharusnya Kathleen mulai masuk krippe lagi hari kamis, setelah istirahat 1 hari dirumah. Tapi Kathleen tidak bisa berangkat ke Krippe karena sakit panas dan batuk. kami memutuskan Kathleen untuk istirahat selama 2 hari, dan mulai kembali aktifitas di krippe di hari senin.

Hari ke 3, setelah liburan dari Vienna & setelah sembuh dari sakit 

Hari 3 giliran aku yang menemani Kathleen ke Krippe. Saat itu aku mulai mengantar Kathleen dari jam 1/2 8 pagi sudah sampai di KITA. Kami berkumpul di Spielzimmer bersama anak-anak lainnya sebelum mengikuti Morgenkreiss atau lingkaran Pagi.   Anak-anak kumpul bareng, kemudian  nyanyi dan menari bersama. 

Kalau ada yang ulang tahun sianak duduk ditengah dan tiup lilin dirayakan bersama anak-anak lainnya. Aku menemani Kathleen duduk dibelakangnya untuk menemani ikut kegiatan Morgenkreiss. Anakku terlihat menikmati kegiatan bersama bersama teman-teman barunya. 

Pukul 8, Kathleen makan pagi untuk pertama kalinya bersama teman-temannya. Inilah PRku, karena selama ini Kathleen sangat susah untuk duduk diam menghabiskan makanan selama makan. Untuk makan pagi di orangtua menyiapkan sendiri bekal untuk  sianak makan bersama di KITA. 

Aku hanya duduk dibelakang Kathleen, dan mengamati kathleen yang duduk sendiri sambil makan bersama teman-temannya. Anakku hanya menyantap yoghurt tanpa mau menyentuh roti dan buah yang aku bawa. Inilah susahnya Kathleen, anakku ini picky terhadap makanan, susah sekali membiasakan makan roti atau buah selain apel dan pir.

Setelah selesai makan, Kathleen mulai bermain bersama teman-teman barunya. Ketika Kathleen sibuk dengan mainannya, si pengasuh menginstruksikan aku untuk keluar ruangan, dan menunggu diluar. 15 menit aku menunggu di luar Erzieherin menginstruksikan aku untuk meninggalkan Kathleen dan nanti menjemput kathleen lagi pukul 1/2 12 siang.

Ketika menjemput Kathleen, anakku sudah selesai makan dan sudah selesai melakukan kegiatan di Toilet, baik cuci tangan, gosok gigi, dan Pee. Ketika melihat momynya datang dia agak sedikit cuek, karena mengikuti temannya yang bersiap tidur. Wuahhh pintar sekali anakku tidak menagis selama ditinggal momy, info dari pengasuhnya semua berlangsung aman tanpa ada drama tangisan.

Hari ke 4

Hari ini aku kembali menemani Kathleen, setelah mengganti sepatu dengan Hausschuhe atau sandal rumah, melepas jaket dan menaruh tas, kathleen langsung bergegas masuk ke spielzimmer untuk bergabung dengan teman-temannya melakukan Morgenkreiss. Seorang wanita paruh baya menyambut kami, dan menanyakan keaku apakah akan ikut masuk dan bergabung menemani Kathleen. 

Aku meninggalkan Kathleen diruangan bermain dan bertanya ke Erzieherinnya, hari ini ikut bergabung atau tidak. Karena dilihat Kathleen tidak ada masalah, si pengasuh menginstruksikan untuk meninggalkan Kathleen dan menjemputnya lagi saat jam pulang.

Aku memang agak terlambat menjemput Kathleen jam 12.30 aku baru sampai krippe. Aku sempat mendengar suara Kathleen menangis digendongan pengasuhnya, dan hanya ada kathleen dan pengasuhnya. Rupanya di krippe tempat Kathleen, jam makan siang dimulai jam 11-11.30. 

Paling lambat jam 12.00 semua anak sudah harus masuk kamar untuk tidur siang, sementara anakku hanya 6 jam di Krippe,  jam sampai 12.30. Oghhhh ternyata sementara anak-anak lain pergi tidur sipengasuh menemani Kathleen bermain sebelum dijemput sampai pukul 12.30.

Melihat momynya datang menjemput Kathleen menangis keras, seperti dia protes, momy kemana sih. Hari itu dari informasi pengasuh krippe, Kathleen menangis terus dan hanya sedikit  menghabiskan makan pagi dan makan siangnya. Menu makan siang hari ini Kartoffel und Quark, jenis makanan ini aneh untuk Kathleen, karena memang aku jarang memasaknya.

Anakku mulai beradaptasi dengan Virus

Kalau sebelumnya Kathleen menangis terus dan tidak mau makan ternyata karena sakit. Sore itu Kathleen panas tinggi sampai 40 derajat C.  Setelah sebelumnya sakit dan sekarang sakit lagi, padahal sebelumnya anakku tidak pernah sakit. Seperti kata mertuaku, kalau anak-anak mulai masuk krippe atau kindergarten, biasanya sering sakit. 

Aku memang tidak membawa Kathleen kedokter lagi karena demam, karena sebelumnya setelah liburan dari Vienna dan kathleen demam, kami sudah membawanya kedokter.  Aku coba memberi obat oral atau Zäpfchen untuk menurunkan demamnya. Kathleen susah sekali makan dia hanya mau minum saja, dan ternyata baru ketahuan ada sariawan besar dimulutnya.

Dihari senin Kathleen sudah tidak begitu panas lagi, tetapi dari telinganya keluar air (congek dlm bhs Indo). Kami memutuskan membawa Kathleen ke dokter, dan dokter memberitahu Kathleen kena bakteri dan harus minum antibiotik dan istirahat selama 1 minggu.

Hari 5

Setelah total 2 minggu tidak ke KITA, kami harus mengulang lagi semuanya. Kebetulan pengasuh Kathleen pergi liburan selama 2 minggu, sehingga diganti dengan pengasuh lainnya. Aku menemani kathleen saat beraktifitas Morgenkreiss di spielzimmer. Lalu aku lanjut menemani Kathleen makan pagi, dan aku duduk dibelakang nya.

Pagi itu Kathleen hanya makan yoghurt tanpa menyentuh roti yang aku bawa. Setelah selesai makan pagi aku masih menemani Kathleen bermain sebentar dan ketika Kathleen tidak melihat, aku diminta untuk meninggalkan ruangan, dan diminta untuk datang lagi saat menjemput Kathleen pulang.

Saat aku menjemput Kathleen, aku mendengar Kathleen menangis setelah makan siang. Aku bersembunyi sampai anakku selesai beraktifitas di Toilet untuk cuci tangan dan buang air kecil dan sikat gigi. Setelah selesai  aku masuk keruangan, ketika melihatku tangis Kathleen tambah keras, seolah-olah kesal karena mamanya meninggalkannya.

Hari ke 6 

Saat sampai ke KITA Kathleen mulai menangis, saat masuk keruangan Morgenkreiss pun, Kathleen tidak mau ditinggal momynya. Aktifitas setiap Morningkreiss anak-anak harus duduk dikursi bernyanyi dan melakukan gerak bersama.

Agak sulit memang buat anak kecil harus duduk 20 menit, saat kathleen tidak melihat aku segera keluar ruangan. Tetapi tidak sampai 5 menit keluar, anakku sadar momynya tidak ada, dan dia menangis keras didalam, sementara pengasuh yang bertugas dimorgenkreiss tidak bisa menenangkannya. 

Akupun masuk kembali dan duduk dibelakang Kathleen, dan Kathleen terus memegang tangan momynya, karena tidak mau momynya menghilang lagi. Setelah selesai anakku langsung ikut makan pagi, tetapi tidak mau duduk sendiri untuk sarapan.

Seperti yang aku bilang kalau pengasuh Kathleen yang berpengalaman sedang liburan, sementara pengasuh lainnya harus ke Karriere schule dan digantikan oleh Kepala sekolah. Kepala sekoah ini orangnya kurang ramah, dan sedikit kaku dalam menghadapi anak-anak. 

Entah hanya perasaanku sendiri, aku merasa dia tidak ramah terhadap yang bukan WN Jerman. Saat tiba disekolah aku mengajak Kathleen salaman dan mengucapkan morgen, tetapi tanggapannya tanpa senyuman sambil membalas salaman anakku tetapi diam saja tanpa bicara, menghadapi seperti ini aku berusaha tidak ambil pusing.

Saat makan pagi Kathleen mau duduk sendiri untuk makan, dan anakku makan sendiri kembang kol yang memang kesukaannya. Dan yang menyebalkan adalah si kepala sekolah duduk disamping anakku, tapi tak sedikitpun dia memandang Kathleen, malah membelakangi dan mengajak bicara anak  lain yang ada didekatnya.

Aku tidak mengharapkan dia banyak bicara ke anakku tapi paling tidak, bisa memuji anakku disaat anakku mau makan sendiri. Gut Kathleen selbst essen atau apalah, semetara guru pengganti yang lain ramah mau tersenyum dan menanyakan roti yang Kathleen makan dengan butter atau tidak,  atau sekedar mendengar keluhanku karena Kathleen termasuk anak yang susah makan. 

Sedih aku, tetapi aku juga berusaha tenang dan berfikiran positip, karena bisa saja hanya perasaanku saja atau memang seperti itulah karakternya, walaupun bekerja dilingkungan anak-anak tetapi tidak punya jiwa menyelami ke anak.

Saat waktu bermain, karena Kathleen sudah mulai bermain bersama teman-temannya, aku bilang ke si Kepala sekolah, lebih baik aku tunggu di luar, dan dia pun bilang ya tanpa memandang keaku. Hahaha sabar-sabar ya bu, menghadapi seperti ini tidak semua manusia itu menyenangkan.

Saat aku keluar, Kathleen sadar momynya tidak ada, dan dia segera berlari mencari momynya, dan sikepala sekolah bilang Neinnnnn bleiben here dengan suara yang cukup keras. Duhhh Gusti dan anakku pun menangis keras.

Sambil merasa sedih berusaha untuk tega juga, karena terus terang aku tidak punya pengalaman menghadapi anak yang beradaptasi masuk sekolah. Saat menunggu diluar guru pengganti yang lain menghampiriku, seorang yang cukup umur dan memberitahuku untuk meninggalkan Kathleen saat ini dan kembali menjemput lagi nanti.

Saat aku menjemput Kathleen anakku belum selesai makan, aku biarkan dulu sambil menunggu diluar. Aku mendengar siKepala sekolah mengajak Kathleen untuk melakukan aktifitas toilet. Anakku menangis saat diajak dan melakukan aktifitas ditoilet bersama pengasuh lain. 

Saat selesai dan bertemu momynya lagi-lagi Kathleen berhambur kearahku sambil menangis. Aku bertanya apakah Kathleen menangis lama?, karena saat aku pergi meninggalkannya anakku menangis cukup keras. kata sipengasuh menangis tapi sambil dipeluk untuk ditenangkan. Aku percaya kalau sipengasuh pengganti mau melakukan itu, karena memang kelihatannya orangnya baik.

Hari ke 7

Hari ini aku ikut Kathleen masuk menemaninya Morgenkreiss, karena kuatir momy akan melarikan diri dia memegang tanganku terus. Dan yang agak sebel walaupun momynya ada didalam anakku tetap saja menangis. 

Saat makan pagi kathleen bener-bener tidak mau duduk sendiri, dia hanya mau duduk dipangkuanku. Agak kerepotan aku menghadapi Kathleen karena dia malah menangis terus tanpa mau makan. Melihat aku kerepotan, Si kepala sekolah akhirnya buka suara dan mulai membantu menenangkan Kathleen.

Akhirnya aku bilang lebih baik aku pergi dan tidak bersama Kathleen. Kalau ada aku Kathleen jadi sangat manja, kalau momynya tidak ada, mau tidak mau tidak ada pilihan. Akhirnya si Kepala sekolah mengambil Kathleen dari pangkuanku dan mulai menenangkan Kathleen.

Hatiku hancur banget waktu denger Kathleen menangis keras, antara tega dan tidak tega, semuanya harus dimulai nak. Saat aku menjemput Kathleen pengasuhnya bilang Kathleen menangis dan sambil di peluk untuk mendiamkannya.


Hari ke 8

Pagi itu aku menghantar Kathleen dan setiap pagi Kathleen selalu menangis kalau mulai berangkat ke KITA. Anakku sepertinya tertekan dan stress, situasi ini membuatku marah pada diriku sendiri, merasa menjadi ibu yang kejam untuk anakku.

Aku merasa Kathleen tidak bahagia keKrippe, perasaan ini membuatku berjanji untuk mengakhiri semua ini. Aku akan bertanya kepada pengasuh Kathleen apakah aku sudah salah meninggalkan Kathleen seperti sebelum-sebelumnya.

Pagi itu aku mulai berkomunikasi dengan pengasuh Kathleen, serius bertanya tentang masalah anakku yang sepertinya stress dan merasa tertekan. Aku ceritakan semuanya, dan berharap untuk diberitahu apa yang harus aku lakukan selanjutnya untuk membuat masa adaptasi ini berhasil, karena memang aku tidak punya pengalaman sama sekali. 

Hari ke 9

Hari itu aku dan papanya menghantar Kathleen ke Krippe. Aku sengaja mengajak papanya untuk melihat sendiri keadaan Kathleen di Krippe. Anakku tetap menangis dan tidak mau bergabung untuk mengikuti Morgenkreiss. 

Dia hanya mau dipangku sama Momynya. Kami menunggu sampai jam 8 waktu aktifitas Morgenkreis selesai dan lalu sarapan. Pengasuh Kathleen menghampiri kami dan mengajak Kathleen untuk bergabung makan. 

Anakku tidak mau berpindah gendongan dan menampik tangan pengasuhnya. Lalu anakku diambil dari gendonganku dan berpindah kepengasuhnya, sambil berpamitan anakku masih tetap menangis. Seperti janjiku bahwa aku akan mengikuti instruksi yang diberikan oleh pengasuh Kathleen, dan meninggalkannya untuk sarapan sampai datang menjemput Kathleen kembali. 

Hari ke 10-14

Selama 1 minggu ini Kathleen sarapan pagi dirumah bersamaku. Tidak mudah memang membiasakan anakku untuk sarapan menggunakan roti, kadang-kadang mau tetapi kadang-kadang tidak mau. selama 40 menit harus duduk bersamaku dimeja makan, makan atau tidak makan harus duduk dikursi.

Saat sampai Krippe sudah selesai waktu sarapan dan anakku tinggal bermain saja. Karena memang menurut pengasuhnya Kathleen selalu menangis saat waktu sarapan dan makan siang tetapi saat waktu bermain anakku merasa fun bermain baik diluar ataupun didalam ruangan. 

Dihari selasa pagi Kathleen panas lagi, ya ampun kenapa lagi dengan anakku ini. Aku sempat memberinya obat penurun panas dan rencananya tidak pergi ke Krippe. Tetapi setelah minum obat dan tidur beberapa jam panas anakku mulai turun. Jam 9 aku membawa anakku ke Krippe.

Aku hanya berdoa Kathleen tidak panas lagi. Memang saat ini setiap pagi aku memberikan Kathleen minum madu bersama lime untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya. Aku cuma memberi 1 sdt madu, 2 sdt lime dan sedikit air. Sudah pasti ditolaknya dan adegan pemaksaanpun terjadi, hahaha.

Selama 1 minggu ini saat menghantarkan Kathleen ke Krippe anakku masih tetap menangis. Dulu saat pengasuhnya mau mengambil alih dari tanganku, Kathleen sering berusaha menampik, atau bahkan tidak mau sama sekali. Sehingga harus terpaksa diambil alih.

Tetapi sekarang kalau pengasuhnya mau mengambil alih dari gendonganku, Kathleen sudah mau tanpa ditarik paksa, walaupun masih tetap menangis. Kali anakku berfikir gak mau juga tetap akan ditarik....(hahaha...maafkan kami ya sayang)

Saat aku atau papanya yang kebagian menjemput, saat melihat yang menjemput dia akan berlari sambil menangis dan lalu tertawa, wuahhh sudah ada kemajuan anakku sudah mulai terbiasa.

Hari ke 15

Ingat sekali waktu itu  hari Selasa, Pengasuh kathleen yang kemarin cuti hampir 2 minggu mulai masuk sekolah. Ines seorang wanita paruh baya yang sabar, dan anak-anak menyukai wanita ini. Saat Kathleen sampai ke krippe dan bertemu pertamakali dengan Ines, kami menyapanya dan anakku berlari ke arahnya dan memeluknya.

Padahal anakku baru bertemu Ines 3 kali, tetapi begitu bertemu lagi dia langsung memeluk Ines dengan senang. Aku juga sangat senang karena Ines sudah kembali lagi aktif di Krippe, pagi itu semua anak-anak gembira dan bermain bersama Ines.

Hari ke 16

Sepertinya anakku sudah mulai menikmati masa-masa indah di Krippe. saat pagi hari ke Krippe sudah tidak ada tangisan sejak berangkat dari rumah. Sampai di Krippepun Kathleen tidak menangis lagi saat harus berpisah dari momynya. Dan yang membuat aku bahagia anakku mau bergabung saat Morgeinkreis bermain dan bergabung dengan anak-anak lainnya.

Saat makan pagi pun sedikit-demi sedikit terbiasa dengan memakan roti, tidak semua bekal pagi dihabiskannya, tetapi anakku tetap mau makan. Begitupun dengan makan siang kalau ada nasi atau kentang dan nuddle pasti makannya banyak, walaupun untuk daging anakku agak susah makan.



Kamu sudah besar anakku

Hari-hari berikutnya Kathleen benar-benar merasa senang berada di Krippe. Pagi hari kalau momynya mengantar kekrippe, setelah berganti sepatu dan melepas jaket, maunya cepat-cepat masuk ke spielzimmer. 

Padahal momynya mau peluk-peluk sayang dulu diluar, tetapi anakku maunya langsung lari dan bergabung bersama teman-temannya. Menurut Erzieherinnya Kathleen aktif dan mau bergabung menari dan bernyanyi, ya anakku memang senang menari lompat-lompat dan bernyanyi, walaupun belum jelas liriknya tetapi kalau melodi sudah pas bisa mengikuti.


Selalu Berfikiran Positif 

Tentunya kunci kesuksesan agar anak bisa beradaptasi adalah kesabaran dan dukungan dari orang tua. Aku selalu berusaha untuk berfikir positif terutama untuk kasus kekesalanku dengan kepala sekolah Kathleen. 

Mungkin memang karena karakternya yang tegas dan memang tipikal dingin orang jerman jika belum kenal, membuat aku menganggap sikepala sekolah tidak ramah. Tetapi sekarang memang beda, entah karena memang sudah sering bertemu dan Kathleenpun tidak menangis lagi, Si kepala sekolah sering menyapa kalau bertemu dan normal seperti yang lain, walaupun memang jarang tersenyum (hahaha)


Kesayangan Momy n Papa

 
Menghadapi situasi yang seperti itu orang tua memang tidak boleh stress, karena kasihan juga sianak akan jadi double stress. Kuncinya adalah kesabaran, karena memang benar setiap anak memiliki keunikannya sendiri saat menjalani masa adaptasi disekolah.

Gimana dengan cerita kalian?, silahkan dishare di kolom komentar dibawah ini.

Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.

Grüße




Saturday, August 17, 2019

Bloggers Sind Sie glücklich? vergiss nicht immer glücklich. Menunggu kehadiran buah hati dalam kehidupan kita memang punya warna yang colorful. Senang sekaligus deg-deg an juga, dalam pikiran kita berusaha memberikan yang terbaik bagi anak-anak kita kelak. 

Sebelum kelahirannya ditengah keluarga, aku pun mulai disibukkan dengan mempersiapkan segala kebutuhan calon bayiku, baik pakaian, dan mempersiapkan kamar bayi dan perlengkapannya. 

Untuk urusan yang satu ini, memang semuanya dipasrahkan keaku, karena Silvio sibuk dengan pekerjaannya dan juga emang ga hobby untuk berbelanja. Hadehhhhhh keantusiasannya menyambut bayi dilakukan dengan cara yang berbeda, baekkkklahhhhh.

Saat usia kandungan ku 5 bulan, aku mulai sedikit-sedikit mempersiapkan perlengkapan untuk bayiku. Aku mulai rajin hunting barang perlengkapan bayi discount di outlet di kotaku. Aku jadi teringat waktu adikku hamil dan aku menemaninya hunting perlengkapan bayi di Tanah Abang. 

Keadaannya tentu 100 persen beda dengan keadaan ku di Jerman, disini apa-apa mahal. Kalau di Jakarta  1 Juta sudah dapet macem-macem, tapi disini hadehhhh apalah itu, hehehehe. Makannya aku harus kreatif  rajin - rajin hunting ke toko untuk yang satu ini.

Selain hunting di outlet terdekat rumah,  yang unik namun dinilai normal di Jerman adalah soal membeli pakaian atau perabotan prelove (secondhand). Masyarakat Jerman terbiasa berbelanja ke Flohmarkt untuk hunting barang-barang second baik mobel, accecories, pakaian.

Pakaian atau perlengkapan bayi cukup banyak dijual dengan harga yang terjangkau, asumsinya, karena bayi tumbuh cepat, maka kurang efisien selalu membeli barang baru yang harga setiap itemnya mahal. Kalau baru harga bisa 500 € bisa turun jadi 200€, dari yang 20€ bisa turun jadi 10 €, dsb dengan kualitas yang masih sangat bagus.


Wanddeco
Jadi jangan berfikir mereka yang datang adalah orang Jerman yang kere-kere, justru banyak kolektor yang mencari barang antik, dan memang mereka punya kebiasaan kalau bosan atau barang tidak terpakai lagi akan dijual di pasar Flohmarkt. 

Maka banyak sekali yang memanfaatkan pasar barang second selain untuk alasan berhemat tentunya. Sekali lagi bukan soal kelas, tapi soal efisiensi dan kualitas. Untuk membeli barang second berkualitas selain di Flohmarkt, kalian juga bisa membeli barang perlengkapan baik mobel bayi atau perlengkapan bayi melalui internet di ebay-kleinanzeigen.de .

Di web ini banyak dijual segala macam perlengkapan baik itu baru ataupun second. Saya biasanya mencari barang mobel perlengkapan bayi di web ini, walaupun second kalo pas ada yang bagus akan saya beli terutama barang yang dijual dikota tempat tinggal saya. Karena cara transaksinya, kita berinteraksi langsung dengan penjualnya, pembayarannya bisa by transfer atau cash ditempat. Dan untuk paketnya biasanya kalau barang mobel harus abholen alias ambil sendiri, kecuali untuk barang-barang kecil bisa dikirim by pos dengan ongkos kirim yang disepakati bersama.


Babybett
Selain pasar secondhand , ada juga kebiasaan yang menurutku sangat membantu dalam hal pengadaan perlengkapan bayi. Di Jerman teman atau kerabat sering saling memberikan barang-barang yang sudah tidak dipakai lagi, atau pinjam meminjam perlengkapan bayi kepada yang membutuhkan. 

Mama Silvio juga masih menyimpan beberapa perlengkapan saat Silvio masih bayi. Hahahaha padahal itu sudah lama sekali, ya sudah yang masih bagus tentunya aku ambil untuk anak kami. Menurut cerita mertuaku, disini banyak bayi menggunakan bed, baju, perabotan, sepatu, tas, mainan yang sama dengan yang dulu digunakan ortunya, hahahaha. Untuk kualitas barang jangan diragukan lagi, masih bagus meski sudah berpuluh-puluh tahun. Intinya mereka menggunakan secara turun-temurun. 

Wickeltisch
(Tempat ganti popok)

Perlengkapan apa saja yang biasa dipersiapkan saat menyambut kelahiran bayi? berikut ini aku share barang apa saja yang umumnya dipersiapkan untuk keperluan bayi.

Perlengkapan di perjalanan
  • babyschale
  • Kinderwagen / stroler
  • wickeltasche / tas untuk perlengkapan bayi
  • Tragetuch / gendongan bayi
  • Fußsack / kantong penghangat bayi
  • krabeldecke / selimut tebal
Untuk Menyusui 
  • Stillkissen / bantal menyusui
  • Milchpumpe / pompa asi
  • 2-3 Still BH / BH menyusui
  • Stilleinlagen / breast pads
  • Spucktücher / Kain saat menyusui bila gumoh
Botol Susu
  •  4-5  Milchfläachen / botol susu
  • 3-4  Anticholic Sauger / dot  susu anti sedak
  • Flaschenbürste / Sikat untuk membersihkan botol susu
  • Flaschenwärmer / penghangat botol (tidak harus)
  • Vaporisator  (tidak harus)
  • Dampf sterilisiergerät / sterilisasi botol susu (tidak harus)
  • 1 Thermosflasche / tempat air panas
  • 6  Lätzchen (penutup baju, tatakan baju)
Baju
  • 6 Bodys (größe 56/62)/ baju terusan pendek
  • 4-5 Strampler  baju terusan sampai kaki
  • 2 Strumpfhosen  / legging
  • 4 Babysöckchen / kaos kaki
  • 2 Baumwollpulls / sweater wol
  • 2 Mützchen /  topi baby
  • 2 Baumwolljäcken / jaket woll
  • 6 Mulltücher /  kain bedong
Mobel  & Diaper
  • Wickelkommode/ wickeltisch  ( tempat untuk mengganti popok)
  • Wärmelampe / lampu penghangat, bermanfaat saat ganti popok atau baju, untuk menjaga badan bayi tetap hangat 
  •  Calendulacreme / cream untuk mengatasi ruam atau kemerahan pada kulit bayi 
  • 1 Packung Windeln / diaper
  • Windeleimer / ember untuk membuang diaper (tidak harus)
  • Wickelunterlagen / perlak untuk ganti popok biasanya ditaruh diatas wickeltisch dan tahan air
  • Milde feuchttücher / Tisu basah

Perlengkapan Tidur

  • Stubenwagen / box bayi
  • Bettwäschegarnituren   / bed cover 
  • Betthimmel (tidak harus)
  • Einziehdecke / selimut bayi
  • Kirschkern- oder Dinkelkissen / bantal bayi
  • Matratzen/Matratzenauflage/ kasur bayi
  • 2 Spannbetttücher / sprei
  • 2 Schlafsäcke, lebih baik menggunakan pakaian panjang seperti ini dibanding pakai selimut supaya tidak menutupi hidung bayi.
  • 2 Schlafanzüge / piyama bayi
  • Nachtlicht / lampu tidur
  • 1 Nestchen (tidak harus, accecories box bayi)
  • Mobile / mainan bayi yang digantung di box bayi (tidak harus)
 Perlengkapan Mandi
  • Badewanne / bak mandi bayi
  • Bademantel /  kimono mandi 
  • 4 Waschlappen / washlap
  • Badethermometer / thermometer  untuk mengukur suhu  air saat  mandi
  • Babyhaarbürste / sisir
  • Babynagelschere/ guntuing kuku bayi
  • Fieberthermometer / thermometer mengukur suhu tubuh
  • Pflegeartikel : baby bath, baby Shampo,baby lotion,baby oil untuk pijat bayi ,untuk membersihkan pantat bayi. minyak telon, puder ato bedak, flege cream (untuk kelembapan kulit bayi   mencegah kekeringan, iritasi kulit untuk pencegahan luka dan peradangan, terutama di pantat dan pangkal paha daerah yg dilalui keringat, tinja dan urin)Wundschutzcreme baby untuk ruam popok
  • Sicherheitswattestäbchen / cotton bud baby
  • Nasensauger / penyedot ingus
  • Kapuzenbadetücher  / handuk berkerudung


Meine Tochter zimmer
Melakukan aktivitas membeli perlengkapan bayi ini punya keasyikan tersendiri buat aku, selain memang banyak perniknya dan sambil senyum-senyum sendiri membayangkan bayi kecilku nanti. 1 bulan sebelum kelahiran anak kami, semua kebutuhannya dan kamar bayi sudah bereit alias ready. 

Sambil kulirik keperutku yang semakin hari bertambah besar dan kubelai dia yang ada dirahimku" mommy dan papa menunggumu sayang. Lahir sehat dan sempurna dan jadi terang dalam hidupmu. 

Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.

Love you meine Tochter,

Momy und Papa

Saat ini adalah hari terakhirku di Belanda. Setelah menelan kekecewaan akibat ICE yang sedang strike dan tiada berkesudahan (uppss bahasaku...hehehe), pasrah kembali ke Germany dengan jadwal yang belum pasti. Tapi sebelumnya aku mau cerita dulu liburan terakhirku bersepeda menikmati beberapa kota di negeri Van De orange. 

Rencananya kami akan bersepeda menikmati pemandangan ladang tulip di Belanda. Jika anda sudah sampai di Belanda, jangan sampai melewatkan keindahan negeri ini, anda harus mencoba salah satu cara menikmati keindahan Belanda dengan menggunakan sepeda. Route terbaik untuk melihat ladang tulip bisa dimulai dari Haarlem -lisse -noordjwijk -Leiden. 

Karena kami tinggal di Amsterdam kami harus menggunakan kereta dari Amsterdam Central ke Haarlem, lama perjalannnya sekitar 15 menit by train , dan untuk tiketnya sendiri sekitar 7 euro. Begitu tiba di stasiun Haarlem kami langsung keluar mencari tempat penyewaan sepeda. Letaknya masih di komplek stasiun Haarlem. 

Begitu keluar dari pintu gate stasiun langsung keluar, jalan ke arah kanan, (kalo tidak salah dekat starbuck ). Bukan di pinggir jalan raya yaa tapi masih di komplex stasiun Haarlem, kalau bingung tanyakan saja lokasinya. Dipapan terpasang harga sewa for 24 hours 6 euro, tapi itu untuk sepeda yang tidak menggunakan gear, untuk yang menggunakan gear sewanya sebesar 10 euro. (Hemmm silvio sempat bingung ketika diminta 20 euro , karena di papan tertulis 6 euro, dan seperti itulah penjelasan mereka). 

Dan dimulailah petualangan kami bersepeda start dari Haarlem. Jangan lupa untuk membawa map selama diperjalanan. Karena ini penting sekali berhubung GPS off karena sulit sekali menemukan Wiffi gratis di eropa (ughhh Indonesia tidak pernah pelit untuk urusan ketersediaan Wiffi.....hehehe). 


Kami bersepeda santai menikmati rumah-rumah belanda yang cantik, merasakan udara yang segar dan lalu lintas yang sepi. Suasana bersepeda seperti ini tidak pernah bisa aku nikmati di Indonesia. Tanpa terasa 1.5 jam kami bersepeda santai dari Haarlem ke lisse, disertai serbuan angin, dan tidak menemukan ladang tulip sama sekali, hanya ladang rumput. 

Namun, begitu memasuki jalur Lisse - Harleem barulah semua rasa capai itu terbayar, Kami sangat terperangah menemukan Hamparan ladang-ladang tulip di kiri dan kanan jalan tanpa habis-habisnya menemani waktu tempuh Lisse - Harleem. 

Hamparan ladang tulip

Pemandangan yg luar biasa, dan begitu cantik menemukan ladang tulip seperti hamparan karpet merah. God Jesus that's amaze, like live in fairy land so gorgeous. Ada yang pernah berpendapat bahwa  Keukenhof sangat indah, tetap tidak bisa mengalahkan sensasi bersepeda menyusuri ladang-ladang tulip di bawah hamparan langit biru, and that is true....I prove it. 


Sebenernya waktu yang tepat untuk berkunjung melihat tulip adalah, pada akhir maret atau awal april karena saat itu tulip sedang blossom. Tulip dengan aneka warna dapat kita temui disana. Karena aku datang dibulan mei, sudah banyak ladang tulip yang sudah dipanen, tapi kami masih beruntung karena masih menemukan uncut red pretty tulip field. 


Memang untuk mampir keladang tulip ini gratis, karena memang letaknya dipinggir jalan. Kita diijinkan untuk melihat atau bahkan berfoto, namun hati-hati jangan sampai merusak ataupun memetik bunga , karena sangat merugikan bagi petani karena tanaman bisa rusak. Ada beberapa turis dari india yang memetik beberapa tulip..heyyy plis itu bukan milikmu, bagaimana kalau pada akhirnya dilarang untuk masuk ke area ladang tulip ?. 


Kita juga yang repot karena tidak bisa berfoto dengan tulip yang cantik-canti itu. So untuk kalian guys teman-teman Indonesia, please dont do that yaaa. Karena tidak niat untuk berkunjung ke Keukenhof, kami hanya mampir dan duduk sambil menikmati coffee latte kami di luar. Tapi buat teman-teman yang mau mampir untuk tiket harganya, tiket dewasa 16 €uro, anak-anak usia 4 - 11 tahun 8 €uro, dan rombongan 13.5 €uro. 

Untuk menuju Keukenhof bisa berangkat dari bandara Schiphol, Amsterdam atau setasiun Denhag Central, lanjut ke setasiun Leiden Central Station by train atau bus. Katanya lebih baik membeli tiket masuknya dilokasi Yang disediakan di setasiun Leiden, karena biasanya antriannya panjang bila membeli tiket di area keukenhof.  

Gate of keukenhof park

Kami melanjutkan lagi perjalanan kami ke leiden. Kota dengan beberapa Universitas yang terkenal. Kota ini sangat patut untuk dikunjungi karena merupakan salah satu kota tua Yang sangat menarik perhatian dengan bangunan-bangunan yang sangat menarik. kami sempat melewati jembatan yang dibawahnya melintas kapal-kapal mengantar wisatawan berkeliling. 

Leiden
Leiden


Pada saat dipusat kota dekat stasiun Leiden, kami sempat melewati bangunan unik seperti kubus yang sangat unik. Bangunannya sangat mencolok karena memang arsitekturnya sedikit berbeda dibandingkan dengan bangunan lainnya. benar-benar kota yang indah dan tenang. 


Karena sudah 3 jam kami bersepeda dan capek , akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke Haarlem, dan berhubung sangat lelah kembali ke Haarlem menggunakan sepeda, akhirnya kami memutuskan untuk kembali menggunakan kereta. 

Really awesome adventure in Netherland, pesona Netherland betul-betul membuatku berdecak kagum. Mudah-mudahan suatu saat nanti aku bisa berkunjung lagi ke tempat ini, of course with my little family Hopefully. 

Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.

May 2015 Efin~silvio
TUHAN menjadikan segala sesuatunya indah pada waktunya, 14 Juni 2016 That Our  Memorable Special Moment For us. Setelah disibukkan dengan segala kerumitan dan lika-liku yang harus kami jalani selama persiapan pernikahan, mulai dari mengurus segala docs untuk persyaratan menikah di Indonesia dan Jerman, baik urusan docs gereja, maupun dikantor Catatan Sipil Jerman (Standesamt), survei gedung, mencari vendor untuk catering dan EO, mengurus undangan, mencari souvenir, dan masih banyak lagi tentunya, akhirnya hari bahagia itupun tiba. 

Kami menikah di Jerman dan Indonesia. Pemberkatan secara katolik di Gereja St Fransisxus Xaverius Tanjung Priuk Jakarta Utara, dan pendaftaran perkawinan di Catatan Sipil Jerman, serta resepsi untuk keluarga Silvio di Jerman. Sebelumnya aku sempat galau menunggu  doc single statement yang harus dikirim Silvio dari Jerman. 

Doc ini untuk menyatakan bahwa silvio tidak terikat dengan pernikahan. Gereja Katolik membutuhkan pernyataan tertulis dari pemerintah Jerman untuk kepastian statusnya. Untuk di Indonesia sendiri membuat surat ini hanya membutuhkan waktu 1 minggu sudah kelar, tapi di Jerman membutuhkan waktu 7 minggu untuk kelarnya. 

Aku sempat menghadap pastur bagaimana   bila docs belum juga datang padahal pernikahan tinggal seminggu lagi. Sebenernya tidak mepet ya  waktu membuat doc ini, tapi aku tidak menyangka prosesnya harus lama seperti itu. Apabila tidak datang dalam minggu ini, berarti tidak diumumkan digereja walaupun tetap diberkati di Gereja. Karena Paling tidak harus diumumkan 3 minggu berturut-turut sebelum due date. 

Akhirnya tepat hari rabu suratnya selesai, bisa dikirim by email saja sudah cukup. Aku langsung menyerahkan semuanya kegereja, dan tepat dimisa hari sabtu nama kami diumumkan di pernikahan gereja. Salah satu keajaiban dari Tuhan, yang sebelumnya hampir saja membuatku frustasi.

Special Thanks untuk Romo Mariyanto CM yang sudah membantu pemberkatan kami. Terimakasih juga romo Abie untuk kanoniknya in Deutsch Sprechen. Uniknya pada waktu pemberkatan pernikahan, Romo Mariyanto mengundang peserta khusus pernikahan  2016 untuk turut menyaksikan acara pemberkatan kami. 

Puji Tuhan bisa dibayangkan saat itu gereja full dengan  banyak umat yang mendoakan untuk kebahagiaan kami kelak. Acara Pemberkatan di Gereja berlangsung sakral dan berjalan lancar. Karena pengantinnya WNA, maka pemberkatannya dilakukan dalam 2 bahasa, Indonesia dan Inggris.


Menuju Altar Suci
Sungkeman (pertama kali dilakukan silvio meminta restu dri ortu)
Umat yang mendoakan kami
kerabat Silvio
Kami berdua dengan orang tuaku
Happy Mothers
Brother & sista & my cute nephew

Malam harinya kami mengadakan resepsi di Anjungan Yogyakarta, Taman Mini Indonesia Indah. tamu yang kami undang tidak banyak sekitar 150 undangan. Ada beberapa tempat yang sebelumnya aku survei,  di Taman Jasmine, Anjungan Jawa Tengah dan Anjungan Yogyakarta. Karena calon pengantin prianya tinggal di luar negeri, terpaksa segala urusan pernikahan kami diurus oleh aku sendiri. 

Huuuhhhhhhh sangat rumit dan melelahkan, tetapi dinikmati saja. Sebenernya aku jatuh cinta dengan Anjungan Jawa Tengah, interiornya jawani banget. Bukan hanya itu bagian luarnyapun rapi, dengan taman rumput hijau yang tertata rapi. Belum lagi ada miniatur candi Borobudur dan pendopo kecil yang biasa  digunakan untuk pergelaran sendratari Ramayana. Tapi karena tamuku hanya 300 undangan terlalu besar untuk kami, karena di tempat ini bisa menampung 1000 undangan. Untuk Teman-teman yang mau menikah ditempat ini, sewa gedungnya sebesar 10 juta rupiah untuk tahun 2016.

Akhirnya pilihan aku dan keluarga jatuh di Anjungan Yogyakarta. Dengan pertimbangan tamu yang tidak banyak, akhirnya kami memilih ditempat ini. Jujur Kalau untuk tempat memang jauh dari kesan mewah seperti di Anjungan Jawa Tengah. Anjungan Yogyakarta lebih kecil dengan gedung semi outdoor, kapasitas untuk tamu 300 sampai dengan 600 undangan. Terdapat satu pendopo utama dengan 2 patung arca besar didepan pintu masuk. 

Untuk halamannya sendiri dikelilingi Oleh konblok dengan parkiran yang luas. Memang untuk halamannya jauh dari kesan rapi, tidak ada hamparan rumput hijau bahkan terkesan kurang rapi, dan agak kumuh karena ada kandang ayam diarea dekat andong. Anjungan Yogyakarta baru saja selesai direnovasi di bagian luar, tepatnya area samping yang biasa dipakai untuk rias bagi keluarga pengantin. Dari informasi yang aku peroleh tahun 2017 nanti mereka akan renovasi total area pendopo. Jadi mereka close untuk tempat resepsi di tahun 2017 nanti. 

Untuk Biaya sewa gedung sebesar 7 juta, termasuk fan besar dan Kursi. Tetapi perlu diperhitungkan juga apabila teman-teman Ingin menikah di tempat ini, karena harus memperhitungkan dengan tiket masuk. Tiket masuk TMII dikenakan biaya 10.000 rupiah per orang dan tiket mobil Rp. 10.000, mereka memberikan diskon 50 % bagi tamu undangan . Jadi untuk satu undangan berlaku untuk 2 orang tiket masuknya Rp. 10.000.
  
Anjungan Yogyakarta dimalam hari (becek karena habis hujan)
Dekorasi Entrance
Dekorasi Buku Tamu
Pergola pintu masuk, dengan 2 lukisan kami
menuju pelaminan

Bila Kalian akan menikah ditempat ini Kalian harus menggunakan catering rekanan gedung yang dimonopoli Oleh Pasar Minggu Catering. Bahkan pada saat saya booking tempat, pegawainya pun masih kekeh tidak boleh pakai Catering dari luar. Tetapi Setelah beberapa bulan keputusan mereka berubah, penyewa gedung boleh menggunakan catering dari luar tapi tetap dengan kekeh dekorasi harus dari gedung. 

Ternyata mengapa harus dekorasi dari gedung juga, karena ada salah satu pegawai mereka yang punya usaha dekorasi pelaminan dan gedung, jadi suka tidak suka harus menggunakan jasa mereka (loh kok jadi terkesan memanfaatkan ya, padahal belum tentu kita sreg dengan dekorasinya).  Beruntung karena sebulan sebelum hari H, aku bisa menggunakan dekorasi dari luar gedung. Walaupun tidak glamour tapi better dari dekorasi standart bawaan Anjungan Yogyakarta. Kok bisa dari luar padahalkan awalnya mereka kekeh, hemmm panjang ceritanya. Masih ada charge lain-lain, apabila teman-teman bawa catering dari luar.


Dekorasi meja VIP
Decoration dessert table
Decoration Buffe
Decoration gubukan
Pelaminan kami

Karena boleh Catering dari luar untuk Cateringnya aku menggunakan jasa Sawargi Service, marketingnya dengan teteh wulan. Sudah tahukan rekomendasinya tentang catering ini, sudah banyak yang menggunakan jasa mereka dan data-rata puas. Saya ambil paket all termasuk dekorasi kecuali periasnya saya contact sendiri dengan Putri Nawangsari. 

Untuk makanannya enak menurut tamu, aku pake organ tunggal dengan pilihan lagu mayoritas barat, singers nya ada 2 orang salah satunya mbak helen. Untuk MC nya bagus banget jawani den, dengan Bapak Jayadi. CP nya 08129990831. Pengalaman Waktu pernikahan kerabat yang menggunakan adat Yogyakarta, tetapi pada saat Kirab MC nya tidak fasih bahasa Jawa kromo, alias Jowo KW. Sehingga pada waktu Kirab jauh dari Kesan sakral. 

Tapi pak Jayadi top kok, jowo tulen dan suaranya bagus lho pak, suwun sudah menyumbangkan lagu di pernikahan kami. Untuk foto studio aku pakai jasa Rientop's photo HP: 08129341487. Untuk undangan aku pake jasa Mangunwerdoyo di Yogyakarta, HP. 085643224679 bisa by email lho undangannya banyak yang bagus, enggak pasaran dan harganya competitive. Untuk souvenir aku hunting dipasar Asemka.


Our Master of ceremony
Our Singer and Organ tunggal
Aku ada sedikit kekecewaan dengan Putri Nawangsari, bukan pertama kali keluarga kami menggunakan jasa perias ini. Karena jujur riasannya sangat jawani dan bagus hasilnya. Kami sudah 3 kali menggunakan jasa Perias Putri Nawangsari pimpinan tante Naning. Sudah paham bagi kami apabila mau menggunakan jasa beliau maka kami harus booking dari 1/2 tahun sebelumnya, dan DP Rp. 500.000 dengan harapan kami bisa menggunakan jasa beliau. 

Untuk survei baju pengantin dan fitting baju bisa dengan pegawai beliau mba nur, orangnya sabar dan helpful. Kami sudah membooking jasa tante Naning dihari special kami, dan tolong diingatkan pada saat saya menikah beliau yang rias. Karena di Putri Nawangsari ada 2 perias tante Naning dan Mas Atmo. Terakhir aku fitting baju dengan Silvio info dari Mba Nur beliau akan merias untuk Pemberkatan, dan pada saat di gedung akan dirias Oleh Mas Atmo. Ibuku sudah panik mendengarnya kok bisa padahal kami sudah booking jasa beliau 1/2 tahun sebelumnya artinya beliau akan menemani aku sampai Kirab digedung, dan memang seperti itu biasanya.

Tetapi alasan mereka karena pemberkatannku siang jam 12 mereka merias aku dari pagi dan jeda acara dari Pemberkatan ke resepsi cukup lama jadi beliau ambil riasan ditempat lain. Walaupun untuk riasan di gedung hanya tinggal touch up saja, tinggal meneruskan riasan pakem yang sudah dikerjakan oleh beliau sebelumnya, tetapikan sebagai costumer mereka saya mau ya beliau bisa menemani saya sampai kirab seperti biasanya, dan beliau juga yang memberikan touch up kesaya. 

Hemmmm aku Cuma bisa menahan diri dan berusaha untuk tidak marah. Informasinya beliau menerima job di hari yang sama karena malamnya ditempat yang satu ada acara panggih, yang mana beliau harus memandu. Tetapi kan tidak bisa seperti itu. Saya sempat mengirimkan WA ke beliau menanyakan perihal tersebut, dan jawabannya jangan kuatir mba karena Mas Atmo riasannya pun bagus dan saya jamin. 

Sebagai calon pengantin orang tuaku mengingatkan aku untuk pasrah dan lebih baik berdoa untuk kelancaran pada saat hari H nanti. Walaupun agak kecewa berusaha untuk menghibur diri dan terus berpikiran positif. Semoga kedepannya Putri nawangsari bisa lebih mengutamakan komitmen dan service total ke costumer, jika komitmen dengan salah satu costomer harus diselesaikan sampai tuntas.


Cucuk Lampah
Kirab  Manten
Kirab Manten
Our Parents
Wedding Kisses
My Family
Sista & Brother
Among Tamu
Hebrink kan gayanya
My guest book girls
Jawani kece badai

Dan Puji Tuhan pada saat hari H itu semuanya bisa berjalan dengan lancar. Mulai dari acara siraman, malam midodareni dengan acara doa di rumah kami, Pemberkatan, dan acara resepsi digedung. Langit Sangat cerah pada saat acara berlangsung walaupun sorenya Taman Mini sempat diguyur hujan. Tetapi berkat doa dari semuanya kami bisa menyelesaikan semua acara dengan selamat. 

Kesan dari tamu yang hadir juga meninggalkan kesan yang baik, selain mungkin juga penasaran karena pengantin lelakinya bule yang menggenakan pakaian Adat  Pengantin Basahan Yogyakarta. All Guests wanna take the picture with bridegroom (mungkin jarang-jarang ada pengantin bule). Dan aku sebagai orang Indonesia bangga memperkenalkan budayaku kepada suamiku dan keluarganya. 

Thanks untuk Mas Atmo yang sudah membuat aku tetap cantik dihari H saat resepsi, walaupun hanya meneruskan riasan sebelumnya. Thanks untuk teteh Wulan dan sawargi, dan panitia, teman2 semua, kerabat yang tidak bisa kusebutkan diblog ini. Thanks Jesus for everything for all peoples arround me.


You and Me
See yaa and Thanks
kalian bisa mengikuti ceritaku berikutnya mengenai pernikahanku di Jerman, dengan mengklik dibawah ini ;

https://www.bojonesilviostorylife.com/2016/09/menikah-di-catatan-sipil.html

 https://www.bojonesilviostorylife.com/2017/12/resepsi-pernikahan-kami-di-jerman.html

Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.
 
Efin And Silvio