content='7496bf2686970bfa' name='yandex-verification'/>

Tuesday, November 27, 2018

Beberapa waktu yang lalu, aku dan keluarga kecilku liburan bersama ke kota Gdansk atau Danzig Polandia. The Tricity (Trójmiasto in Polish) ini  dibentuk oleh 3 kota berbeda: Gdańsk, Gdynia & Sopot. Mereka relatif dekat satu sama lain, tetapi masing-masing dari mereka memiliki identitas mereka sendiri.

Kota terbesar di Wilayah Trójmiasto Ini adalah pelabuhan utama Polandia dan juga kota terbesar keempat di Polandia. Di masa lalu kota ini menjadi salah satu kawasan komersial paling penting di Eropa. Gdansk adalah kota yang indah yang terletak di Laut Baltik, sebuah kombinasi sempurna untuk menikmati arsitektur kota tua, tetapi juga untuk bersantai di pantai.

Gdanks Center

Banyak wisatawan saat berkunjung ke Polandia lebih memilih tempat populer lainnya seperti Warsawa, Krakow, dan Wroclaw dari pada berkunjung kekota ini. Dari beberapa blog global yang aku baca, setelah mereka berkujung ke kota Gdansk, lalu dibandingkan dengan Warsawa, Krakow ataupun Wroclaw, kota ini menjadi favorit mereka selama berada di Polandia. Untuk menjelajahi kota ini bisa dilakukan dalam 1 hari, tetapi jika kalian ingin mendapatkan pengalaman terbaik, rencanakan untuk menghabiskan setidaknya dua hingga tiga hari di sini. 

Mata uang Polandia adalah Złoty, dan untuk kursnya 1 Euro sama dengan 4 Złoty (PLN). Stasiun utama kota Gdansk adalah Gdansk Glowny, tetapi kami tidak tinggal di pusat kota. Rencananya kami akan menghabiskan liburan kami di Polandia selama 4 hari 3 malam. Kami tinggal di Apartemen yang kami booked melalui Air Bnb di kawasan Gdańsk Wrzeszcz, 5 menit dari Gdansk Glowny.

Berikut ini aku share untuk Itinerary dan tempat menarik yang wajib kamu kunjungi selama berada di kota Gdansk Polandia.

Day 1

Kami tiba di Gdanks sore hari pukul 17.00, setelah melakukan perjalanan panjang dari Jerman selama 10 Jam. Kami menggunakan kereta Eurail dan kali ini mengambil fasilitas first class, dan harus pindah kereta selama 4 kali untuk transit. Untuk cerita perjalanan kami menggunakan Eurail, akan ku ceritakan di blogku selanjutnya.

Kali ini kami memang melakukan perjalanan saat musim dingin tiba. Suhu udara minus 1 menyambut kami, disertai langit yang sudah gelap. Ya memang saat musim dingin dieropa, jam 4 sore langit sudah gelap. Berbeda saat musim semi atau musim panas, langit mulai gelap jam 22.00. 

Inilah minusnya liburan dimusim dingin terutama membawa batita, setelah tiba tujuan kami hanya mencari restoran untuk menikmati makan malam, dan sebentar saja menikmati kota disekitar Gdańsk Wrzeszcz. Suhu yang dingin membuat kami kembali ke Apartemen untuk beristirahat setelah perjalan panjang di kereta, dan mempersiapkan perjalanan untuk besoknya.

Day 2


Malbork Castle  

Malbork Castle  juga disebut Castle of the Teutonic adalah salah satu istana terbesar di dunia. Hanya memerlukan perjalanan singkat dengan kereta api dari Gdansk menuju ke Castle cantik ini.

Malbork Castle

Sejarah Malbork Castle

Kastil Malbork dibangun oleh Ksatria Teutonik (tentara salib Roma-Katolik Jermana) pada abad ke-13 dan selesai pada 1406 setelah penaklukan Old Prussia.  Selama 500 tahun berikutnya, kastil berpindah tangan beberapa kali, bolak-balik antara kepemilikan Jerman dan Polandia.  

Selama Perang Dunia II, lebih dari separuh benteng dihancurkan,  dan setelah Perang Dunia II kastil kembali menjadi bagian dari Polandia dan mengalami restorasi besar dari kerusakan Perang Dunia II, dan kebakaran pada tahun 1959. 

Kastil Malbork sekarang berdiri sebagai bangunan batu bata terbesar di Eropa. Sekarang Castle ini menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO dan objek wisata populer di Polandia. 

Transportasi menuju ke Malbork Castle

Untuk bepergian ke Malbork Castle dari Gdansk adalah dengan menggunakan kereta api. Dari Gdansk Glowny, stasiun kereta api utama di Gdansk. kami menggunakan kereta api lokal atau Kereta Regio (R), kereta ini berhenti disetiap pemberhentian, dan perjalananannya memakan waktu 43 hingga 55 menit. Untuk tiketnya 13.50 PLN sekali jalan (sekitar 3 euro). Kereta ini adalah jenis kereta kelas komuter tanpa nomer tempat duduk. Walaupun harganya murah tetapi tetap tepat waktu. 

Malbork Kaldowo Train Station

Untuk mendapatkan View Castle yang menarik, lebih baik menggunakan kereta jenis regio atau kereta lokal. Aku sarankan kalian turun sebelum stasiun kereta utama Malbork yaitu turun di stasiun Malbork Kałdowo, karena kereta jenis ekspres (EIC) tidak akan berhenti di stasiun ini. Begitu turun dari stasiun Malbork kaldowo, kalian dapat menikmati pemandangan kastil yang sangat indah dari sisi lain Sungai Nogat. 

View To the Castle

Sekitar 15 menit berjalan kaki ke kastil dari Malbork Kałdowo, kastil itu tampak begitu dekat, sehingga membuat kami semangat melangkah, menikmati suguhan pemandangan cantik dalam balutan udara yang dingin.   

Main Gate Malbork Castle

Tiket masuk ke Malbork Castlesaat musim panas sebesar 39,50, PLN, tiket masuk saat musim dingin 29,50 PLN. Tiket termasuk biaya panduan audio untuk penjelasan tour keliling Castle. Pengunjung biasanya menghabiskan waktu sekitar tiga setengah jam untuk tour keliling Castle. 


Some Statues Background

Menyusuri area Malbork Castle sangat luas, kastil ini adalah kastil terbesar di dunia, sehingga kalian perlu bersiap untuk berjalan-jalan. Untuk menuju ke beberapa kamar, kalian harus berjalan naik dan turun beberapa anak tangga dan beberapa di antaranya agak curam dan sempit. 

Malbork Castle Well

Panduan audio akan mengarahkan kalian untuk tur keliling kastil. Audio ini dilengkapi dengan GPS, sehingga tahu dimana lokasi kita saat itu, sehingga tidak ada tekan tombol atau mencari nomor berikutnya di dinding. Setelah mengarahkan kalian disuatu tempat berikut penjelasannya diarea tersebut, audio akan kembali mengarahkan  menuju ke tempat berikutnya sampai di point terakhir. 

View in Malbork Castle

View in Malbork Castle

Untuk cerita lengkapnya mengenai tour kami di Malbork Castle, kalian dapat melihatnya di blogku selanjutnya, bersambung ya....... 
  

Gdansk

Sejarah Singkat Gdansk  

Selama ratusan tahun, kota Gdansk bolak-balik dari wilayah Jerman dan wilayah Polandia. Dibawah pemerintahan Jerman, kota itu bernama Danzig. Pada tanggal 1 September 1939, pertempuran pertama Perang Dunia II dimulai di luar Gdansk. Pasukan Jerman memenangkan kemenangan mudah, tidak hanya di Gdansk, tetapi di seluruh Polandia. 

Selama Perang Dunia II, Polandia menderita di bawah kekuasaan Nazi, sampai "dibebaskan" oleh Soviet pada tahun 1945. Setelah berada di bawah kekuasaan komunis, hal-hal di Polandia hampir sama parahnya dengan keadaan di bawah kekuasaan Nazi. 

Pada tahun 1980, di galangan kapal Gdansk, gerakan serikat buruh Solidaritas dimulai. Gerakan damai ini adalah salah satu pemberontakan besar pertama terhadap rezim komunis dan akhirnya menyebabkan jatuhnya kekuasaan komunis pada tahun 1989. 

Pada akhir Perang Dunia II, Gdansk mengalami serangan udara berat oleh pasukan Sekutu dan Soviet. Kota ini dibangun kembali pada 1950-an dan 1960-an. Pemerintah Polandia tidak ingin membangun kembali kota, dengan arsitektur asli Jerman yang merupakan bagian dari penampilan sebelum perang. Sekarang, kota ini lebih terlihat berarsitektur Belanda dan Prancis daripada Jerman, jauh berbeda dari tahun 1939. 


The Old Town, berjalan sepanjang Dlugi Targ 

Setelah melakukan tour di Malbork Castle, kami kembali ke kota Gdansk. Pusat kota bersejarah, tempat yang indah untuk memulai eksplorasi, dengan beberapa arsitektur memukau yang sangat dipengaruhi oleh tradisi Jerman dan Polandia. Jalan-jalan yang berwarna-warni di Jalan Dluga adalah tempat kuno untuk berkelana, bahkan untuk beberapa jam.


Golden Gate

Perjalanan menyusuri Dlugi Targ dimulai memasuki Golden Gate dan berjalan menuju pelabuhan. Dlugi Targ juga dikenal sebagai Pasar Panjang atau Royal Way, jalan utama melalui melalui jantung Gdansk. Keseluruhan jalan hanya sepanjang 500 meter, kalian dapat berjalan dari satu ujung ke ujung lainnya hanya dalam waktu sepuluh menit, tetapi ada beberapa tempat menarik untuk dikunjungi sepanjang jalan ini  


Arsitektur di Dlugi Targ

Sepanjang Dlugi Targ  terdapat kafe dan toko-toko yang berjajar di jalan dan menara Town Hall yang ikonik. Pada siang hari, tempat ini sangat ramai, tetapi pada malam hari atau pada jam-jam awal pagi, suasananya tenang dan damai. 


Dlugi Targ
Dlugi Targ at night

Neptune Fountain

Patung perunggu dewa laut yang populer ini, pertama kali didirikan pada tahun 1549 dan kemudian diubah menjadi bentuk air mancur seperti saat ini pada tahun 1633. Untungnya selama Perang Dunia II air mancur terhindar dari kehancuran karena dipisahkan dan disembunyikan dengan harta Gdańsk lainnya. 

Neptunus kembali ke Pasar Panjang pada tahun 1954 dan dipulihkan pada tahun 2011/12. Air mancur Neptunus adalah tempat foto yang sangat populer untuk para turis selama di Gdansk, termasuk akupun gak ketinggalan mengabadikan momment disini.

Neptune Fountain


Artus Court


tepat di belakang air mancur Neptunus adalah Artus Court, yang dulunya merupakan tempat pertemuan bagi para pedagang dan pejabat, dan sekarang menjadi museum. 


Artus Court

Main Town Hall

Spire Town Hall, dengan replika emas Raja Zygmunt Agustus di puncaknya, dibangun pada akhir abad ke-14 sebagai pusat pemerintahan kota. Balai Kota menjadi tuan rumah banyak raja Polandia.


Town Hall Gdansk

Balai Kota Utama terletak di Dlugi Targ, di sebelah air mancur Neptunus, cukup cari menara jam Gothic berwarna hijau. Balai kota adalah tempat lain yang menawarkan pemandangan dari puncak menara, kalian bisa mendaki Tower Town Hall untuk mendapatkan pemandangan terbaik kota Gdansk. 

Dlugi Targ berakhir di Gerbang Hijau


Green Gate from Dilugi Targ
Green Gate from Green Bridge

Motlawa River

Dari Gerbang Hijau, seberangi jembatan hijau dan berjalan ke utara menyusuri sungai menuju pantai yang indah. Untuk pemandangan terbaik, aku sarankan berjalan di kedua sisi Sungai Motlawa. 



Motlawa River

Motlawa River

Berjalan-jalan di tepi laut Pulau Granary, dari sini kalian bisa melihat pemandangan terbaik di tepi pantai, termasuk derek raksasa (Zuraw). Crane ini digunakan ratusan tahun yang lalu untuk memuat kargo ke dalam kapal. Massa raksasa adalah simbol dari hari Gdansk sebagai kota perdagangan penting. 


Waterfront Motlawa river

Seberangi sungai dan berjalan di Dlugie Pobrzeze, jalan yang membentang di sepanjang bangunan bata. Kalian akan melewati beberapa restoran, kafe dan pertokoan. Jika mau lanjut sebrangi jembatan gantung pejalan kaki dan mengambil foto di tanda kota Gdansk. 


Zuraw took from another side

Dlugie Pobrzeze

Mariacka Street


Kemudian lanjutkan perjalanan manuju ke salah satu jalan paling unik di Gdansk. Jalan ini mempertahankan beberapa arsitektur tua Gdansk, dengan beranda besar ditepi jalan.


Mariacka Street
Mariacka Street akan berakhir di dekat Gereja St. Mary. Masuki salah satu gereja batu bata terbesar di Eropa dan jika kalian punya banyak energi, kalian bisa menaiki 408 anak tangga ke puncak menara lonceng untuk pandangan lain ke arah Gdansk.  

European Solidarity Centre (Europejskie Centrum Solidarnosci) 

Di museum ini, kalian bisa mempelajari tentang peristiwa historis oposisi Polandia terhadap pemerintahan komunis. Mengenang peristiwa yang mengarah pada gerakan solidaritas dan bagaimana proses damai ini membantu mengubah Polandia dari negara komunis ke negara demokratis. 

Solidarnosci adalah salah satu faktor penting yang menyebabkan jatuhnya komunisme, tidak hanya di Polandia, tetapi di negara-negara Eropa tengah dan timur lainnya. Biaya untuk masuk sebesar 20 PLN (termasuk panduan audio).


European Solidarity Center

Museum Perang Dunia Kedua 

Museum Perang Dunia Kedua Ini adalah salah satu museum terbaik di Polandia. Perang Dunia II sangat mempengaruhi Polandia, dimuseum ini pengunjung dapat mempelajari bagian penting dari sejarah Polandia, mencakup peristiwa yang mengarah ke Perang Dunia II dan dampak perang terhadap Polandia. 

Rata-rata kunjungan berlangsung sekitar tiga jam. Tiketnya dapat dipesan secara online, untuk menghindari menunggu di antrean tiket.  Biaya untuk masuk ke museum ini sebesar 23 PLN , panduan Audio sebesar 5 PL. 


World War II Museum
Sungguh pengalaman yang menyenangkan selama berada di Gdansk Polandia. Walaupun cuacanya begitu dingin tidak menyurutkan minat kami untuk tetap menikmati keindahan setiap sudut kota yang cantik ini.

Jika kalian ingin mengikuti cerita kami saat kami menghabiskan waktu di Gydania dan Sopot, kalian dapat mengikutinya di cerita blogku DiSINI

Traveling Around the World is our Dream, and can share as detail the beautiful place for you is happiness for me.

See yaaa guys and Grüße.

Nov 2018, Familie Hübner



Reaksi:
Posted in

0 komentar:

Post a Comment