content='7496bf2686970bfa' name='yandex-verification'/>

Wednesday, August 8, 2018

Sejak awal aku memang menerapkan pola pengasuhan mix untuk Kathleenku, dengan pengasuhan pola barat dan pengasuhan pola Indonesia. Begitupun pada saat mau tidur, dari bayi kami sudah membiasakan Kathleen untuk tidur sendiri di kamarnya. 

Di Indonesia sebagian besar pasangan muda masih tinggal bersama dengan orang tua atau keluarga besar. Tidak jarang satu rumah dihuni oleh beberapa keluarga, kemudian berbagi kamar bahkan tempat tidur, termasuk bayi dan orang tuanya. Mereka lebih memilih untuk tidur di ranjang yang sama dengan bayinya dengan alasan ingin membangun kedekatan. 

Dibarat kebanyakan orang tua memilih untuk tidur terpisah dari anak-anak mereka sejak masih bayi. Bayi tidur di tempat tidur bahkan di kamar sendiri, dengan alasan agar bayi menjadi lebih mandiri dan mampu membangun pola tidur yang baik. Kalau di Indonesia, menidurkan bayi dengan digendong atau ditimang-timang adalah lazim, tidak demikian halnya negara-negara barat, termasuk di Jerman, negara tempat tinggal kami saat ini. 

Sebelum tertidur kathleen sering kali menangis. Berbagai cara sudah kami lakukan, mulai dari menimang, menyanyikan lagu tidur, bahkan terkadang akupun melakukan yang biasa dilakukan oleh ibu-ibu di Indonesia, menggendong dengan kain  untuk membuatnya nyaman sebelum tidur. Terkadang dia sudah kelihatan lelap di pangkuanku, begitu diletakkan di boksnya, menangis dan bangun lagi. 

Memasuki usia tiga bulan, frekuensi menangis sebelum tidurnya mulai berkurang sedikit demi sedikit dan kathleen bisa tertidur kembali setelah selesai menyusui. Kami juga mulai mencoba menerapkan sleep training untuk bayi kami dengan harapan ia dapat belajar tidur tanpa harus selalu digendong. 

Kenapa membiasakan anak tidur sendiri sejak dini itu penting? 

Kebanyakan orangtua mengalami perubahan yang drastis dalam hidupnya begitu memiliki anak, kata orang “welcome to sleepless night”. Bayi memang membutuhkan perhatian ekstra dari ibu maupun ayah, terutama bagi si ibu tidak hanya menyesuaikan diri dengan kondisi tubuh, dan perubahan hormonal pasca melahirkan, melainkan juga pengasuhan bayi yang total. Pastinya kondisi ini sangat melelahkan mengingat pola tidur bayi baru lahir yang begitu singkat. 

Bagi kami yang tinggal di luar negeri, segala pekerjaan rumah maupun pengasuhan anak dilakukan sendiri, alias tanpa bantuan keluarga apalagi pembantu. Tidak hanya bayi yang membutuhkan waktu istirahat yang memadai, orang tuapun membutuhkan waktu istirahat dan waktu tidur yang cukup, agar tidak kelelahan dan kemudian menjadi stress hingga depresi, dan mengalami konflik dengan diri maupun pasangan. 

Intinya ayah dan ibu pun membutuhkan waktu untuk quality time bersama, relaxe utuk membangun suasana dan mood yang menyenangkan. Kalau ayah dan ibu memiliki pikiran yang relaxe tentunya hal ini sangat baik pula bagi perkembangan bayi.  

Terlalu lama tidur dengan orangtua juga kurang bagus, akan membuat bayi menjadi tergantung terus menerus pada kita. Selain itu, kebiasaan bayi tidur satu ranjang akan sulit dilepaskan ketika usia mereka bertambah. 

Kapan Waktu yang tepat untuk membiasakan anak tidur sendiri? 

Saat lahir Kathleen memang masih tidur sekamar dengan kami tetapi diranjang terpisah, Kathleen tidur di box bayinya. Pola Tidur bayi yang baru dilahirkan hingga usia 3 bulan, memiliki kebutuhan tidur hingga 18 jam sehari. 


Mereka bangun setiap 3-4 jam untuk minum susu. Kondisi ini cukup menyulitkan bagiku bila mengasuh bayi dari kamar berbeda, karena harus menyusui setiap 3-4 jam sekali. 

Kathleen's Room
Selain itu aku juga berusaha memperhatikan faktor keamanan bayi. Kathleen tidur tanpa menggunakan bantal dan selimut, tetapi hanya menggunakan sclafsack. Di Jerman para bayi diharuskan untuk tidur menggunakan sclafsack saja tanpa selimut. 

Play on the Comfort Carpet

Hal ini sangat penting, untuk menghindari kejadian kematian pada bayi karena tertutup selimutnya sendiri, orang tua tidak menanggapi bayinya menangis, menganggap mereka rewel, padahal mereka kesulitan bernafas karena tertutup selimut. 


Aku mulai memisahkan Kathleen tidur dikamarnya sendiri sejak usia 4 bulan. Bayi usia 4-12 bulan, memiliki pola tidur yang lebih regular dan panjang. Dengan waktu tidur-bangun yang lebih panjang, akan lebih memungkinkan bagi para bayi untuk tidur sendiri di ranjang mereka di kamar terpisah. Malam hari Kathleen hanya minta susu hanya 1-2 kali, sehingga tidak terlalu kesulitan untukku untuk bangun dan menyusuinya di saat jam tidur sedang lelap-lelapnya. 

Semakin mudah melatih anak untuk tidur sendiri sejak dini, karena setelah usia bayi lebih dari 4 bulan, otak mereka sudah semakin aktif, banyak gerak, sehingga tak lagi bisa menenangkan diri secara alamiah. Pada akhirnya, hal ini akan memengaruhi pola waktu tidur kita dan bayi. 

Menidurkan bayi di boxnya sendiri tanpa banyak digendong,  

Kalian bisa mulai untuk sleep training ini pada saat akhir pekan. Tujuannya agar mama dan papa, sama-sama memiliki banyak waktu untuk saling membantu mengajarkan anak belajar mandiri semenjak usia dini. Kamar bayi sebisa mungkin berdekatan dengan kamar orang tua, atau memiliki pintu penghubung. 

Atur suasana tidur yang nyaman, dengan suasana dan dekorasi kamar bayi  yang menenangkan. Atur penerangan lampu dalam kondisi temaram agar bayi cepat mengantuk, dan tidak perlu menggunakan pewangi ruangan. 15 menit sebelum jam tidurnya, aku sudah membawa kathleen kekamarnya. Cara ini untuk beradaptasi dan mengenali sekelilingnya sebelum bayi tertidur. 

Wickeltisch for Changing Diapers

Pastikan popok bayi dalam kondisi kering, bayi tidak demam, dalam keadaan kenyang dan tidak kepanasan/kedinginan. Setelah selesai disusui, dalam keadaan mengantuk namun masih sadar, taruh bayi di boksnya. Kami usahakan selalu meletakkan bayi di box pada saat dia terlihat mengantuk. 

Tanda-tanda bayi mulai mengantuk ketika ia menguap sambil mendesah dan bersuara, mulai menggosok mata, menangis keras, bayi menjadi gelisah dan menarik-narik telinganya, menaruh kepalanya pada bahu kita. 

Saat meletakkan bayi, umumnya mereka pasti akan menangis. Hal inipun terjadi denganku, ketika aku pergi kathleen pasti histeris walaupun semakin hari semakin berkurang. Dan orangtua baru yang belum berpengalaman, biasanya paling tidak tahan mendengar si kecil menangis keras sebelum tidur.  

Tunggulah selama 5 menit, jangan terburu-buru untuk menggendongnya kembali. Tenangkan bayi tanpa perlu mengangkatnya. Kathleen biasanya aku elus, dan bilang "Alles gut Kathleen, Morgen spielen wir wieder", memperbaiki selimutnya berkali-kali, mengusap-usap kepalanya sambil bersenandung, setelah itu tinggalkan

Bila masih menangis, datangi 5 menit kemudian dan biasanya aku bilang bahwa ia bisa tidur sendiri dan papa dan momy ada di dekat dia, kemudian tinggalkan lagi. Bila masih menangis terus, datangi 10 menit kemudian, kalau masih menangis juga, datangi 15 menit kemudian dan lakukan hal yang sama. Dengan cara ini, perlahan bayi kami akan tertidur kemudian.  

Wall Deco
Tentu meskipun begitu, tidak selalu setiap malam berjalan mulus, ada kalanya drama tangisan panjang tidak berhenti menangis, biasanya kami akan mengambilnya dari box dan menimangnya sampai tertidur. Bayi akan dapat tidur dengan pola yang reguler dan panjang seiring dengan bertambahnya usia mereka. Bahkan mereka sejak dini sudah mampu membangun kenyamanan dalam kamarnya. 

Manfaat memisahkan anak tidur dikamar sendiri sedini mungkin, 

Memisahkan anak di dalam kamar sendiri memiliki banyak manfaat, salah satnya untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada anak. Dengan terbiasa tidur sendiri, mereka tumbuh menjadi anak yang percaya diri, lebih berani dan lebih tidak bergantung pada orangtua.

Ada beberapa pendapat ketika bayi menangis meminta susu di malam hari, orangtua tidak perlu datang untuk memberikan susunya. Cara ini  untuk membuat bayi kembali tidur, dan menyamakan siklus tidur dengan orangtua. Selain itu juga untuk melatih anak disiplin, dan orangtua tidak dibuat letih menghadapi anak di tengah malam dan menghadapi pekerjaan di siang hari.  

Bagi aku sendiri, aku tidak sependapat dengan pola pengasuhan seperti ini. Aku sendiri menerapkan pola pengasuhan, ketika Kathleen bangun dan menangis karena lapar saat tengah malam atau dini hari, aku akan datang kekamar dan menyusuinya.  

Loundry box and Cupboard

Kami berusaha untuk tidak langsung mengambilnya begitu mendengar suaranya.  Si kecil terbangun biasanya karena haus/basah, apabila ia haus, ia akan terus menangis, tapi seringkali ia terbangun, berceloteh/menangis beberapa saat, dan jatuh tertidur kembali.

Mengapa bayi menangis?, karena bagi seorang bayi, semua yang mereka lihat, dan dengar  terasa asing. Mereka belum tahu apa-apa, mereka membutuhkan keamanan dan kenyamanan. Mengapa bayi yang menangis akan terdiam saat dipeluk oleh papa/mama?. Karena di saat bayi, degup jantung adalah satu-satunya suara, yang bayi kenal sejak dari dalam kandungan. Degup jantung, dan pelukan adalah dua hal yang memberikan mereka rasa aman. 

Aku tidak ingin  saat anakku  menangis di malam hari, tidak ada orangtua yang datang untuk menenangkannya. Jangan sampai tumbuh  persepsi  pada anakku  jika ia menangis, tidak ada yang menolongnya. Aku ingin ketika Kathleen tidur  diiringi kehangatan pelukan orangtuanya. Memberikan kehangatan yang mengantarkan rasa aman dan kenyamanan bagi anak, melalui pelukan orangtua. 

Pelukan yang kita berikan di saat bayi tidur, memberikan keyakinan, dan rasa aman pada anak bahwa ia berada di dalam lindungan orangtua. Sangat penting untuk memberikan anak kita keyakinan bahwa kita meyayanginya dari awal, dan sampai kapan pun.

Aku ingin kathleen tumbuh dengan karakter anak yang  Percaya Diri bukan *terlihat* percaya diri. Aku tidak ingin anakku memiliki kepercayaan diri yang semu. Percaya diri, hanya karena ingin mendapat pengakuan dari orang lain melalui pujian. Butuh orang lain untuk terus memuji dan mengatakan  kalau ia hebat berani tidur sendiri. 

Maka dari itu untuk menumbuhkan rasa percaya diri yang tumbuh dalam dirinya, aku berusaha agar anakku tumbuh dengan limpahan kehangatan dari orangtuanya. Ini semua adalah modal awal baginya untuk percaya pada dirinya sendiri. 

Hasil dari sebuah usaha dan kesabaran

Keberhasilan sleep training pada setiap bayi berbeda-beda. Kami menerapkan latihan ini, kurang lebih  sebulan secara konsisten, baru menampakkan hasil yang signifikan. Adakalanya kami flexibel, kami membawanya kekamar tidur kami, dan bercanda bersama sebelum tertidur. Setelah tertidur, kami memindahkannya kekamarnya sendiri. 

Saat sekarang usianya sudah 1 tahun, dan Puji Tuhan tidak ada kesulitan untuk tidur sendiri. Sebelum pergi tidur aku dan papanya membiasakan Kathleen untuk merapikan mainanya terlebih dahulu (aufräumen). Setelah itu aku mulai menyusui Kathleen sebelum tidur, sampai ia merasa kenyang. 

Kathleen Sleep Comfort in her Baby bed
Setelah itu giliran papanya yang membawanya ketempat tidur, dan biasanya sebelum tertidur papanya akan membacakan dongeng. Setelah papanya selesai membacakan dongeng, mencium Kathleen dan mengucapkan Gute Nacht. Biasanya Kathleen akan terlelap, walaupun kadang masih ada drama-drama tangisan, tetapi hanya sebentar saja karena dia sudah paham bahwa sekarang waktunya tidur. 

Dibutuhkan kesabaran dan penerapan disiplin walaupun sianak masih bayi. Untuk mewujudkannya harus yakin kalau anak kita pasti bisa, percaya kalau bayi kamu pintar. Tidak sedikit yang gagal melakukan Sleep Training ini dikarenakan mereka tidak tega melihat anaknya menangis dan akhirnya mengakhiri training ini. 

Intinya adalah, training ini memang tidak mudah. Ibu mana yang tega melihat anaknya menangis dengan histeris. Namun kalau kita sabar dan konsisten, training ini dapat memberikan hasil yang baik. Dan jangan lupa komunikasikan semua keputusan dengan pasangan kalian, karena malam-malam saat sleep training sangat melelahkan. 

Demikian sharingku kali ini, semoga bermanfaat buat kalian semua, super papa and mama. Bagaimana pengalaman seru kalian saat melatih anak untuk berani tidur sendiri?, boleh di share di kolom komentar dibawah ini. 

Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku. 

Grüße
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment