content='7496bf2686970bfa' name='yandex-verification'/>

Wednesday, October 4, 2017

SEBELUM masuk winter,  aku dan silvio akan melakukan traveling ke negara tetangga yang tidak jauh dari wilayah domisili kami. Berhubung kami punya bayi yang baru berumur 4 bulan, agak riskan dan ribet juga kalau untuk pertamakalinya ke LN bepergian jarak jauh. 

Untuk pemanasan buat baby Kathleen,  kami berencana pergi ke Praha yang berbatasan dengan wilayah tempat tinggal kami di wilayah Sachsen. Perjalanan dari Jerman ke Praha membutuhkan waktu 4 jam dengan menggunakan mobil pribadi. Cuaca pagi itu begitu cerah dan cukup hangat, walaupun saat ini sudah masuk musim Herbst dengan cuaca yang biasanya  mulai dingin.

Mobil kami melaju ke arah perbatasan yang dihubungkan jalan tol. Pemandangan selama perjalanan dari jalan tol sangat indah, hamparan karpet hijau dengan tanaman yang sudah mulai menguning dibeberapa bagian. Setelah melewati border  memasuki wilayah Republik Ceko, kami berhenti mengambil Vignette (tanda untuk menggunakan highway dan express way).  

Kami harus membayar 12,50 euro untuk melalui jalan tol dan selama di Czech. Biaya berbeda tergantung berapa hari selama kamu berada di Czech, karena hanya 3 hari, kami membayar 12.5 Euro. Dan setelah itu kami diberi stiker dan ditulisi tanggal kedatangan dan lama berada di Czech, kemudian stikernya ditempeli di bagian kaca depan mobil. Pada saat keluar dari Czech kita tidak perlu membayar penggunaan jalan tol lagi. 

Hari Pertama

Praha merupakan kota bersejarah yang mmiliki nuansa kota lama yang menawan, dan termasuk salah satu kota dengan pemandangan paling cantik di Eropa. Praha terkenal memiliki menara serta puncak-puncak dan bangunan warna-warni beratap merah, kota  yang dijuluki 1000 menara menjadi salah satu situs warisan dunia UNESCO. 

Mata uang Czech adalah Koruna, yang mana 1 Euro sebesar 25 CZK.  Dari blog yang aku baca, lebih baik mengambil uang mellaui ATM dari pada menukar di Money Changer. Walaupun harga tukarnya tinggi, tetap aja ada biaya-biaya tambahan sehingga uang yang ditukar nilainya sama dengan pengambilan di ATM.

Sekitar pukul 11 siang kami tiba di Praha, Perjalanan kami mulai dengan menyusuri Old Town. Saat itu kami tiba di depan Astronomical Clock  yang berada di Old Town Square. Ada dua muka jam bagian atas dan bawah. Yang di atas menunjukkan posisi bulan dan bintang di angkasa dengan beberapa detail astronomis lain, yang di bawah menunjukkan bulan (kalender).  

Di bagian kiri  2 figure manusia berdampingan, yang satu mewakili Vanity mengagumi dirinya sendiri di cermin, (boneka yang mengaca) dan satu lagi melambangkan manusia yang serakah (Miser / Jew memegang tas emasnya).

Astronomical Clock
Sedangkan disisi kanan ada 2 figure  berdampingan, yang satu tengkorak melambangkan kematian dan satu lagi orang yang hidupnya bersenang-senang. Sedangkan  diatasnya ada jendela kecil, di jendela kecil di atas jam, terdapat figures kedua belas rasul Yesus. 

Setiap jam, figur rasul Yesus ini bergerak-gerak berputar, sebagai simbol Para Rasul yang memberkati kota. Clock Tower juga dihiasi dengan mantel senjata yang indah dan simbol kerajaan yang berbeda. Ada juga seekor ayam jantan yang berkokok setelah para Rasul telah menyelesaikan berkat mereka.  

Setelah figur-figur tersebut selesai bergerak, jam berdentang dan terdapat bunyi terompet. Setiap jam banyak orang berkumpul didepan jam ini untuk menyaksikan atraksi ini, makanya didepan jam Astronomical ini selalu ramai.


Di sekitarnya ada Powder Gate, sebuah gerbang kuno mistik dari abad ke-13, Church of Our Lady before Týn, gereja cantik dengan arsitektur gotik. Saint Nicholas Church yang berubah fungsi menjadi concert hall dan House of Black Madonna.  

Di Old Town Square ini tempat hampir seluruh turis internasional berkumpul. Suasananya sangat ramai sekali dengan turis dan sangat padat sekali, terus terang kurang nyaman bagi kami yang membawa bayi dengan situasi yang crowded. Kami hanya sebentar berada dikawasan ini, hanya berkeliling sebentar untuk mengambil beberapa foto.

Powder Gate
Old Town Square dengan berlatar Church of Our Lady before Týn

Sore hari menjauhi keramaian, kami berjalan melewati Charles Bridge, yang juga menjadi salah satu ikon kota Praha. Jembatan tertua di Praha ini secara strategis menghubungkan Old Town dan Lesser Town. Jembatan Charles ini sangat terkenal karena keindahan arsitektur 30 patung di kanan kiri jembatan.  

Patung bergaya Baroque menghiasi sepanjang sisi jembatan dengan deretan lampu  bergaya vintage. Disepanjang jembatan juga terdapat  penjual-penjual souvenir, dan pelukis karikatur, pemusik yang melakukan performance. Di kedua ujung jembatan terdapat gate atau menara tinggi yang digunakan untuk menjaga akses masuk ke jembatan kala dulu.

Gate menuju Charles Bridge
Di jembatan ini juga mengalir Sungai Vltava, sungai yang besar mengalir indah dibawahnya, dengan kapal-kapal wisata yang hilir mudik. kami melewati jembatan ini dan menikmati pemandangan cantik panorama Kota Praha. 

Rumah warna-warni bergenteng merah, puncak menara-menara dan Kastil Praha. Dan lagi-lagi di atas jembatan sangat penuh dengan turis yang berfoto, membeli suvenir, melakukan lukis wajah, atau berdiri dipinggir jembatan untuk menikmati keindahan sungai dan kota Praha,  suasananya sangat ramai dan berdesakkan.

Charles Bridge  
Panorama Sungai Vltava, tampak dari jembatan

Prague Castle, from Charles Bridge
Rumah-rumah bergenteng merah
Rumah-rumah bergenteng merah
Rumah-rumah bergenteng merah
My Family (Background Charles Bridge)
You & Me
Pelukis dan penjual suvenir di sepanjang jembatan
Dari Charles Bridge kami berjalan sambil mendorong Kathleen's Kinder wagen menuju ke arah New Town. Kami berhenti disebuah bangunan unik berupa gedung meliuk yang seperti pasangan sedang menari. Bangunan ini bernama Dancing House, gedung ini merupakan representasi dari pria dan wanita yang sedang menari, karena itulah disebut sebagai Dancing House. 

Dancing House
Bangunannya yang tergolong modern di sekitar gedung kuno semakin menarik perhatian semua pengunjung. Dancing House memiliki nama yaitu Fred dan Ginger. Bagian dalam dari gedung ini berupa kantor dan restoran Prancis yang menawarkan pemandangan Praha dari ketinggian. Kami tidak masuk kedalam gedung, tetapi mengambil beberapa foto berlatar sungai Vltava dengan pemandangan yang indah sebagai backgroundnya.

Muka asem ga suka difoto (Hahaha makasih papa mau dipoto juga)

Kathleen juga pose dunk, masa bobo terus
Panorama tepi sugai Vltava
Panorama tepi sugai Vltava
Panorama tepi sugai Vltava
Setelah lelah berjalan seharian, kami memutuskan untuk beristirahat menuju ke Hotel. 


Hari Kedua

Pagi-pagi kami memulai perjalanan menuju ke John Lenon Wall, ditembok itu terdapat sebuah mural untuk mengenang eksistensi John Lenon. Lokasinya berada di sebuah tembok di sekitar kota tua dekat dengan charles bridge. Untuk menuju kesana kalian tinggal menyeberangi Jembatan Charles Bridge lalu belok kiri melewati jalan Mestecka, berjalan lurus dan belok kekiri lagi.  

Lennon adalah pahlawan bagi pemuda, ketika komunisme memerintah, lagu-lagu pop barat dilarang oleh otoritas Komunis, dan terutama lagu-lagu John Lennon, beberapa musisi bahkan ada yang  dipenjara karena memainkannya.
 

John Lennon Wall
Momy und kathleen
Ketika John Lennon dibunuh pada tahun 1980, dia menjadi semacam pahlawan bagi beberapa orang muda dan fotonya dicat di dinding ini,  grafiti ini menjadi simbol  menentang pihak berwenang saat itu yang melarang untuk mengungkapkan perasaan dan kebebasan masyarakat Czech. Dengan melakukan ini, para aktivis muda tersebut mempertaruhkan penjara karena apa yang oleh pihak berwenang disebut "kegiatan subversif terhadap negara". 
Tapi ancaman penjara tidak menyulutkan untuk menggores grafiti  dalam bentuk lirik Beatles dan odes ke Lennon, lalu mereka melukis perasaan dan mimpi mereka sendiri di dinding. Tembok Lennon tidak hanya mewakili sebuah peringatan bagi John Lennon dan gagasannya untuk perdamaian, namun juga sebuah monumen untuk kebebasan berbicara dan pemberontakan non-kekerasan terhadap pemuda Czech melawan rezim tersebut. 

Setelah dari John lennon Wall kami menuju ke Petrin Hill, versi mini Menara Eiffel di Paris, yang terletak dikawasan Lesser Town. Di tempat ini,  kita bisa melihat pemandangan kota Praha nan cantik termasuk pemandangan Prague Castle. Rutenya sama setelah menyeberangi Jembatan Charles Bridge lalu belok kiri melewati jalan Mestecka, berjalan lurus kalau ke John Lenon Wall belok kekiri, menuju ke Petrin Hill belok kekanan ke  arah Malá Strana menuju ke Ujezd Street.

Funicular/ Cable car

Bangku Putih disekitar taman
Untuk naik ke Petrin hill bisa dengan berjalan kaki  mendaki bukit selama 30 menit. Pendakiannya curam, tapi jalannya menyenangkan, melewati kebun dan daerah berhutan.  

Atau bisa juga dengan menggunakan funicular dari stasiun Ujezd sampai stasiun Petrin. Kami memilih untuk menggunakan funicular karena berat tentunya harus membawa baby dengan  mendorong kinderwagen dengan jalan yang menanjak, sehingga kami mengantri panjang dan harus sabar karena akhir pekan Praha kedatangan banyak turis.

Petrin Hill Rose Garden
Ya bisa dibayangkan repotnya kami harus menjaga mood kathleeen agar tidak menangis selama mengantri. Funicular ini ada setiap 10-20 menit sekali, antriannya sendiri tertib lhooo ga ada dorong-dorongan atau menyela seperti keadaan di Indonesia. 

Coba kalau di Indonesia pasti sudah dorong-dorongan berebut masuk duluan.  Kami tak perlu membayar karcis untuk naik funicular karena kami memiliki Prague card. Funicular ini mempunyai 3 stasiun yaitu Ujezd, Nebozizek dan Petrin.

Rose Garden
Hamparan Rumput di Petrin Hill
Relaxe setelah jalan jauh
Di Petrin Hill juga terdapat sebuah observatorium, yang berisi museum dan teleskop besar yang terbuka untuk umum, aula cermin, gereja dan kafe. kami tidak naik ke atas Tower, karena antrian yang panjang dan anginnya terlalu kencang diatas tower bagi kathleen. kami memilih mennikmati keindahan taman mawar, dan rileks diatas hamparan rumput.

Antrian naik ke tower Petrin Hill
Buat kalian yang ingin naik, untuk menuju ke puncak bisa  dengan menggunakan lift,  membayar ekstra sebesar CZK 150, atau bisa juga dengan menaiki tangga berputar terdiri dari 299 anak tangga  (kalo yang ini gratis). Tapi sarannya lebih baik naik menggunakan lift, karena kalau menggunakan tangga sangat dingin karena tiupan anginnya sangat kencang, malah nanti jadi membeku.

Petrin Hill Tower
Dari informasi yang aku baca, dari atas tower ini pengunjung bisa dengan leluasa menyaksikan pemandangan cantik Praha tanpa terhalang ranting-ranting pepohonan gundul. Kamu akan merasakan sensasi ketika berada di atas, menara seolah bergoyang, karena efek tiupan angin yang berembus cukup kencang. Tetapi semuanya terbayar dengan view yang sangat indah terutama jika memandang pada malam hari melihat kota Praha bermandikan cahaya. 

Kami melanjutkan perjalanan kami menuju ke Prague Castle dengan berjalan kaki menuruni bukit. Perjalanannya menyenangkan dengan sajian pemandangan rumput hijau dan panorama kota Praha yang sangat indah. Kami lewat jalan atas, tetapi kalau kalian ingin mendapatkan pemandangan yang lebih indah bisa turun kebawah, berjalan menyusuri sungai Vltava. Kami memang memilih untuk mengunjungi Petrin Hill dahulu sebelum ke Prague Castle, dengan pertimbangan lebih mudah membawa kinderwagen jalan menuruni  bukit, dibandingkan berjalan menanjak menuju Castle.

Prague Castle
Kastil Praha Merupakan salah satu kompleks kastil terluas didunia. Dulunya kastil ini menjadi pusat pemerintahan kaisaran Romawi dan juga Presiden Cekoslovakia. Komplels kastil yang memiliki area luas berupa bangunan yang menawan serta taman yang indah dan juga pameran museum yang menarik. Di dalamnya komplex Castle terdapat St. Vitus Cathedral yang bernuansa gothic. Katedral ini menyimpan pesona tersendiri. Sisi-sisi yang runcing menjulang, hitam, ditambah patung-patung iblis semakin menambah kesan menyeramkan.

Prague Castle
Di belakang katedral terdapat area yang dinamakan Hradcany. Kompleks gereja Strahov Monastery, adalah salah satu yang tertua di Republik Ceko dan bergaya Baroque. Bangunan di sekitarnya tidak kalah cantik, adalah Schwarzenberg Palace. Pemandangan Golden Lane tidak boleh terlewatkan, yakni jalanan tersempit di kawasan Prague Castle  Di dalamnya terdapat miniatur-miniatur rumah di masa lalu lengkap dengan aksesorisnya.

Background Guard Castle
Terletak di atas bukit, Kastil Praha terlihat megah dengan menara-menara yang menjulang. Sangat indah berada disekitar Kastil Praha ini. kami berhenti menyaksikan landscape kota Praha dengan memandang rumah-rumah beratap merah khas kota tua, serta panoramanya yang indah. Ahhhh  seperti berada di negeri dongeng, menyaksikan semua keindahan ini.

Rumah-rumah beratap merah
Rumah-rumah beratap merah
Panorama Kota Praha
From Up Hill
Kami lalu melanjutkan perjalanan menuju Wenceslas Square, New Town yang terletak di kota baru yang menjadi pusat bisnis Praha. Pemandangan pada malam hari sangat indah, lantaran bangunan yang tertata rapi di kiri kanan jalan terlihat lebih eksotik. Dikedua sisi diapit pertokoan, Hotel, Cafe & Restauran dan Club malam. Di Wenceslas Square ini mempunyai landmark yang identik dengan patung St Wenceslas yang menunggang kuda dan Museum National Praha. Letaknya yang tidak jauh dari Stasiun Kota Praha. membuat tempat ini banyak dilalui turis Iternasional.

Wenceslas Square
St. Wenceslas stature
Waktu terbaik menikmati keindahan Praha adalah pada pagi hari. Namun suasana romantis akan kian terasa saat senja. Matahari yang meredup membuat siluet bangunan kota tampak begitu eksotis. Ditambah cahaya lampu, menambah kehangatan suasana kota menjelang malam hari

Hari ketiga 

Hari ini adalah hari terakhir kami di Czech. Sebelum kembali ke Jerman kami berencana mengunjungi Kutna Hora, yang dikenal dengan Bone Church. Kutna Hora adalah sebuah kota yang terletak di wilayah Bohemia Republik Ceko, berada di timur 1 jam dari Praha. Tempat ini terkenal menjadi rumah bagi Osuary Sedlec, sebuah kapel yang dihiasi dengan tulang manusia. Dalam kapel ini diperkirakan terdapat kerangka 40.000 sampai 70.000 orang. Tulang-tulang mereka telah disusun secara artistik untuk membentuk dekorasi dan perabotan untuk kapel.

Church Entrance
Inside Chapel
Chandelier from human bone
The Bone Church, menjadi salah satu tempat wisata paling banyak dikunjungi di Republik Ceko, Pada 1278, kepala biara Sedlec melakukan ziarah suci ke Yerusalem.  Dia mengambil segenggam tanah dari Golgatha yang dia ambil dari bukit tempat Yesus disalibkan. 

Dan membawanya kembali, lalu menyebarkannya di atas Pemakaman Sedlec. Karena pemakaman tersebut diberkati dengan tanah dari Tanah Suci, maka tempat tersebut menjadi tempat yang diinginkan untuk dikuburkan di Eropa.  

Ceiling of Chapel
skull head
skull head


Pada saat orang-orang Hussites (orang-orang Kristen Ceko) merebut Kutna Hora dan menyerang serta membakar gereja dan biara Sedlec di tahun 1421, puluhan ribu orang dimakamkan di sana. Setelah itu sebuah gereja Gothic dibangun di tengah pemakaman dengan kapel bawah tanah untuk digunakan sebagai tempat peringatan, untuk kuburan massal, dengan melakukan penggalian selama pembangunan kapel.






Selama konstruksi, ribuan tulang yang digali itu ditumpuk di tengah kapel. Baru pada tahun 1870 seorang seniman František Rint dipekerjakan untuk menata tulang-tulang yang digali, dan menambahkan sentuhannya sendiri, termasuk lampu gantung dan mantel Schwatzenberg, sehingga menghasilkan kapel dengan dekorasi tulang didalamya. 



Menyeramkan tapi kerenkan ? Buat aku gereja ini unik dan berbeda dari gereja lainnyaGereja di Kutna Hora menyampaikan  pesan positif. "semua ini bukan perayaan kematian, tapi ini melambangkan semua orang sama di hadapan takhta Allah". 

Suatu hari nanti aku dan Silvio berencana untuk kembali lagi ke Praha, menikmati kehidupan malam kota praha, duduk santai di Pub menikmati bir unik Czech, menikmati malam naik ke tower Petrin, atau menyusuri Charles bridge dan Prague castle yang bermandikan cahaya dimalam hari. Ibarat Seorang perempuan Praha memang eksotis dengan semua pesonanya. 

Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.  

Love and Grüße (Sept 2017)

Reaksi:
Posted in

0 komentar:

Post a Comment