content='7496bf2686970bfa' name='yandex-verification'/>

Sunday, April 30, 2017

BLOGGERS walaupun saat ini musim Frühling di Jerman, matahari kadang masih sembunyi, walaupun seharusnya saat ini sudah saatnya untuk muncul setelah dirindukan lama oleh kami. Saat ini usia kehamilanku memasuki usia 9 bulan, dan hari ini aku mau share pengalamanku selama kehamilan di trimester 3 ini. 

Kehamilan Trimester 3

Diusia kehamilan trimester ketiga pemeriksaan kehamilan menjadi 2 minggu sekali. Pemeriksaan yang dilakukan biasanya pemeriksaan CTG, pemeriksaan CTG dilakukan pada trimester ketiga (setelah 36 minggu) kehamilan. CTG bertujuan untuk mengukur denyut jantung janin dalam menanggapi gerakan sendiri. 

Bayi yang sehat akan merespon dengan peningkatan denyut jantung selama masa gerakan, dan denyut jantung akan berkurang saat istirahat. Kita diminta berbaring, dan Arzthilferin mengoleskan cairan dingin seperti jelly pada perut, untuk membantu mendapatkan sinyal yang kuat. Alat yang digunakan untuk memonitor jantung bayi ditempatkan pada perut, dan dibalut dengan sabuk elastis. 

Senangnya karena aku dapat mendengar denyut jantung janinku, aku diminta untuk menekan tombol pada mesin setiap kali bayi bergerak. Tetapi sepertinya sidedek ga suka kalau dipasangi alat seperti ini, karena setiap kali dipasangi alat CTG janinku jarang bergerak, tapi kalau sudah dilepas baru bergerak aktif (aduh sayangku ada-ada saja......). 


Pemasangan alat CTG


 
Hasil Pemeriksaan CTG

Pemeriksaannya cukup lama kurang lebih 30-40 menit untuk mengetahui hasil pemeriksaan ini. Setelah kelar dokter akan membaca hasil berupa print out dari denyut jantung janin kita. Aku kurang paham bagaimana cara membaca hasil pemeriksaan CTG ini, tetapi dokter akan menginformasikan kekita dengan bahasa yang bisa dimengerti orang awam seperti aku.  

Dikehamilan usia 7 bulan nafsu makanku meningkat bawaanya lapar terus (hehehe), mulut ini sudah enak diajak kompromi menikmati makanan enak. Silvio bilang makan saja yang suka, karena sebelumnya aku tidak bernafsu makan.

Saat usia kandungan 8 bulan selain CTG dokter juga melakukan pemeriksaan USG eksternal, dan beliau bilang berat bayiku 1,5 kg (waghhh amaze banget), pantes sekarang perutku sudah keliatan membesar. Berat badankupun meningkat 4 kg selama 2 bulan ini. 

Selain pemeriksaan USG eksternal dokter juga melakukan pemeriksaan pelvis atau panggul. Dikehamilan trimester ketiga ini setiap periksa kandungan kedokter, dokter pasti melakukan pemeriksaan ini. Pemeriksaan ini untuk melihat kesehatan organ reproduksi wanita, termasuk ukuran dan posisi organ di bagian perut.

Persalinan dapat berlangsung dengan baik atau tidak tergantung pada luasnya jalan lahir yang terutama ditentukan oleh bentuk dan ukuran-ukuran panggul. Makanya  pengukuran panggul ini perlu untuk melihat apakah persalinan dapat berlangsung normal atau tidak. 

Katanya bukan jaminan bagi wanita yang udah beberapa kali melahirkan anak  dianggap mempunyai panggul yang cukup luas. Walaupun begitu jalan lahir  yang dulunya tidak susah, kadang-kadang dapat menjadi sempit, misalnya kalau timbul tumor tulang (exostose, osteoma, osteofibroma dll) dari tulang panggul/ tumor dari bagian lunak jalan lahir.

Terus terang kurang nyaman untuk aku, karena aku harus duduk dikursi khusus, dan mengangkat kakiku keatas dengan posisi mengangkang, dengan menggunakan sarung tangan dokter memasukkan jari ke vagina, selagi menekan bagian bawah perut di bagian luar. Walaupun disana ada perawat dan pastinya dokterku bekerja secara profesional, tetap saja aku malu karena dokterku pria dan tidak terbiasa seperti itu. Tapi balik lagi ya sudahlah demi pemeriksaan untuk kesehatan aku dan janinku.


Kursi untuk pemeriksaan pelvic

Catatan kesehatan selama hamil trimester ketiga: 


  • Usia kehamilan 28 weeks  BB 51 kg 
  • Usia kehamilan 32 weeks  BB 53 kg 
  • Usia kehamilan 34 weeks  BB 55 kg 

Persiapan Melahirkan

Pada saat kandunganku memasuki usia 32 minggu aku mulai mencari hebamme (bidan). Disarankan untuk mencari Hebamme dari jauh-jauh hari, terutama bagi kamu yang tinggal dikota kecil seperti aku. Kalau tidak booking dari jauh-jauh hari pasti sulit, karena keterbatasan Hebamme. 

Kalian bisa mencari daftar nama mereka melalui internet dikota terdekat tempat tinggal kita, atau minta bantuan Freunarzt untuk memberikan list daftar Hebamme yang bertugas, biasanya mereka menyediakan list Hebamme yang masih aktif. 

Bidan ini yang nantinya akan membantu ibu hamil mulai kandungan 35 minggu sampai usia bayi 2 bulan. Bidan akan melakukan kunjungan kerumah untuk memantau dan membantu ibu dalam melakukan perawatan bayi atau membantu jika siibu ada keluhan selama kehamilan atau selama masa perawatan bayi. 

Semua biaya pelayanan bidan ditanggung oleh Asuransi, selama 12 kali melakukan kunjungan. Hebammeku seorang wanita muda dan cantik, namanya Kelly Merkel. Kelly memang bukan bidan yang bertugas di RS tempat aku melahirkan nanti, kelly bertugas di RS di kota Torgau didekat kota kami. 

Karena aku tinggal dikota kecil, di Oschatz tidak ada RS bersalin dikota kami, sehingga kami harus mendaftarkan diri untuk persalinan dikota terdekat tempat tinggal kami, dikota Riesa yang jaraknya 20 menit dari kota kami. Sebelumnya menurut Silvio, dikota Oschatz ada RS bersalin tetapi tutup 1 tahun yang lalu, mungkin karena merugi ya karena tidak terlalu banyak angka kelahiran dikota kami, karena penduduknya memang tidak banyak. 

Aku mulai mendaftarkan diri di RS bersalin Anmelden alias registrasi untuk Entbindungtermin aku, saat kandunganku berusia 34 minggu. Setelah menghubungi RS kami membuat janji untuk berkunjung ke RS tempat aku akan melakukan persalinan. 

Pada waktu itu  Hebamme dan krankenschwesterinnen yang kasih penjelasan singkat tentang proses kelahiran di rumah sakit setempat. Pada saat proses registrasi, aku di interview dengan Hebamme di RS, mengisi data, kemudian kita dikasih beberapa formulir yang salah satunya adalah Nabelschnurblut-für mehr als nur ein Leben

Selain itu kita juga dikasih formulir PDA atau Epidural, dan penjelasan mengenai fasilitas yang kita dapat jika aku melahirkan di RS. Kita diajak melihat langsung Kreißsaal dan melihat kamar pasien. Kita dikasih penjelasan tentang;  zimmer kita yang kita pilih nanti, berapa hari kita bakal nginep, baby dan ibu tentang menyusui dan pentingnya asi , fasilitas Mahlzeiten, baby photography juga lho dan itu gratis.

Hemmmm sebenernya selain kegiatan diatas  ada beberapa kegiatan yang ditawarkan untuk ibu hamil sebelum pra melahirkan. Buat kamu yang tinggal dikota besar tentunya kamu bisa mengikuti Geburtvorbereitungkurs atau kursus persiapan melahirkan, dan itu semua Gratis. 

Ditempatku ada 2 tempat yang menyelenggarakan kursus ini, tetapi saat aku mencoba menghubungi tempat kursus telat padahal kehamilanku waktu itu baru 32 minggu, sudah full katanya alias terlambat, dan tempat satunya tidak bisa dihubungi (aghhhh sedihnya).

Dari informasi yang aku baca, kursus ini 8 kali pertemuan dan setiap pertemuannya 2 jam, dan waktunya  seminggu sekali, Katanya sih pada saat usia kehamilan 29 atau 30 minggu harus mulai cari Geburtvorbereitungkurs

Kursus ini bisa diambil di klinik bersalin, rumah sakit atau hebammenpraxis ,yang menyediakan kursus ini. Kalau kamu sudah dapat tempat kursusnya, kamu tinggal kirim Anmeldung atau pendaftaran. Kamu akan mendapat E-mail dan surat bahwa kamu sudah terdaftar, dan tinggal tunggu aja waktu kursusnya.Kursus ini dicover asuransi, kalau suami ikut bayar 50 Euro untuk 8 kali datang.

Materi yang diajarkan:
  • Sesi 1: Latihan senam, materi anatomi dan fisiologi kehamilan, pijat, relaksasi, dan isi grafik tentang kehamilan
  • Sesi 2: Latihan senam, materi kontraksi, Latihan pernafasan saat kontraksi, Pijat, Materi perawatan bayi
  • Sesi 3: Latihan senam, Latihan pernafasan saat kontraksi, Pijat, Materi nyeri
  • Sesi 4: Latihan senam, Pijat pasca kontraksi , Materi proses melahirkan, Simulasi posisi saat kontraksi, Koreksi pernafasan saat kontraksi , Pijat
  • Sesi 5: Sesi kunjungan ke ruang melahirkan dan kamar inap
  • Sesi 6: Latihan senam Relaksasi, Materi anatomi dan fisiologi menyusui, Pijat ayah untuk ibu menyusui, Materi cara menyusui, Latihan posisi melahirkan
  • Sesi 7: Latihan senam, Materi kehidupan bersama bayi, masa nifas, Simulasi posisi kontraksi, Koreksi pernafasan saat kontraksi

Hiksss sedih banget kan, kalau melihat seperti ini yakin kursus ini recommended lah buat mamah muda kaya aku ini yang belum punya pengalaman melahirkan. Selain nambah ilmu juga nambah teman, tetapi apalah daya *TERLAMBAT SODARA*. Dan Silvio menghibur aku, mamanya dulu  juga tidak ikut kursus ini, toh  baik-baik saja. Iya tapikan bagus juga untuk aku yang boring karena ga punya kegiatan hanya dirumah saja, aghhhh suamiku ini, bisaaa ajaaa.

Selain kegiatan Vorbereitungkurs kita juga bisa mengikuti kegiatan Akupuntur, syaratnya setelah kehamilan masuk trimester 3. Biasanya disediakan di RS tempat kita melahirkan atau diklinik kebidanan. Katanya sih manfaatnya bisa mengurangi nyeri pada saat kontraksi maupun melahirkan, dan biasanya yang ditusuk hanya bagian kaki saja. 

Aku belum pernah punya pengalaman melakukan akupuntur tapi katanya sih  ada empat titik yang tusuk jarum per kaki. Pas ditusuk rasanya kaya sengkring seperti kesetrum, ngilu dikit tapi cepet hilang, yang paling sakit itu pas di jari kaki. Durasinya 20 atau 30 menit dengan biaya 15€, jadi tidak gratis lho. Akupuntur gratis diberikan pada saat proses bukaan,  kalau mau bisa minta akupuntur dan biayanya ditanggung askes.

Pada saat kehamilan memasuki usia 36 minggu, Freunarztku memberikan rujukan untuk melakukan pemeriksaan kehamilan di RS tempat aku akan melahirkan. Di Jerman berbeda dengan di Indonesia, kalau di Indonesia Gynekology yang memeriksa kandungan kita setiap bulanlah yang nantinya akan membantu kita pada saat proses persalinan. 

Tetapi di Jerman pada saat persalinan nanti Gynekologi di RS yang akan menghandle selama persalinan, bahkan informasi yang aku peroleh dari web yang saya baca, justru nanti bidanlah yang akan lebih berperan jika kehamilan terjadi secara normal.

Pemeriksaan kehamilan di RS di kota Riesa dilakukan oleh seorang Hebamme terlebih dahulu yang melakukan cek CTG. Puji Tuhan hasilnya bagus walaupun ada sedikit kontraksi. Lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan yang dilakukan dokter melalui USG. Dokter yang memeriksa aku sepertinya bukan dokter asli Jerman, karena tidak begitu banyak berbicara dalam memberikan keterangan saat USG. Biasanya kalau dokter Jerman pasti sudah banyak bicara menerangkan a sampai z dengan suami.

Berat janinku saat kehamilan 36 minggu 2,5 kg, waghhhh dedek tambah besar ya. Makanya sekarang sering banget uget-uget dalam perut momy, makin sempit ya tempat bermainnya?. Posisi kepala bayiku belum turun ke panggul tetapi kata dokter akan bertahap. Waghhh dek mudah-mudahan posisi kepalanya ready ya masuk ke panggul momy. 

Dokter juga menjelaskan persalinan biasanya terjadi pada minggu ke 39 sd 41. Kalau bayinya terlalu besar dan panggulnya kecil maka harus operasi Cesar begitu juga kalau setelah minggu ke 41 tidak ada tanda kelahiran maka akan dilakukan Cesar. Waduhhhh dek semoga momy bisa melahirkan normal ya, dibantu ya, dibantu  ya sayang.

Menjelang usia kandungan di minggu ke 38, ibu hamil sering mengalami kontraksi. Selanjutnya pada minggu ke 39 maka kondisi gerakan janin tengah siap menghadap jalan lahir. Selanjutnya di minggu akhir seperti pada usia kehamilan minggu ke 40 ditandai dengan kondisi rahim yang semakin sempit, dan biasanya pada minggu ini terjadi proses kelahiran. 

Dalam doaku semoga menjelang persalinan, kami semua diberikan kesehatanŕ dan pada saat persalinan nanti semuanya berjalan lancar, bayi kami lahir selamat kedunia sehat dan sempurna. Doakan ya teman-teman akupun sehat tak kurang suatu apapun.  Oke demikian shareku di kehamilan trimester ketiga, semoga berguna untuk kalian semua, terutama yang sedang menantikan datangnya sibuah hati.

Untuk temen-temen yang ingin membaca share kehamilan saya ditrimester sebelumnya, bisa diklik disini:
cerita kehamilan trimester kedua
cerita kehamilan trimester pertama

Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.

Grüße
Reaksi:
Posted in

0 komentar:

Post a Comment