content='7496bf2686970bfa' name='yandex-verification'/>

Saturday, November 28, 2015

HAI.....senang sekali bisa punya waktu untuk menulis blog ini lagi, ditengah kesibukan kantor yang padat. kali ini aku akan share mengenai tempat-tempat cantik lainnya di Jerman. Masih di daerah Dresden Jerman Timur, bagi para pecinta hiking  dan panjat tebing, kalian wajib untuk datang kesini. 

Here we go, that place name is Bastei Brücke. Dinamakan Bastei-Brücke, Bastei adalah nama daerah tinggi ini , dan arti dari Brücke sendiri adalah jembatan. Bastei adalah sebuah Pegunungan Batu Karang yang berada di ketinggian 194 m, terletak di sungai Elbe di Elbe Sandstone Mountains Jerman, daerah dekat Rathen. Bastei berada dalam  Saxon Switzerland National Park, dan merupakan land mark taman nasional ini. 

 


Kawasan ini hanya berjarak 40 km dari kota Dresden, di pinggiran sungai Elbe di perbatasan Germany dan Republik Ceko. Untuk mencapai Venue ternyata kita harus memarkir mobil di batas kompleks pegunungan, dan disediakan parking area untuk yang membawa mobil. Desa Rathen adalah Pusat Pemberhentian akhir bagi para pengunjung. Beberapa pengunjung Juga ada yang memilih berangkat dari arah lain. Mereka berangkat dari Kurort Rathen Stop di dresden. Dari stasiun ini berjalan kira-kira 200 meter untuk selanjutnya naik Ferry menyebrangi sungai elbe, dengan membayar 1,50Euro. Menurut info suasananya menyenangkan, aku sendiri jujur belum pernah mencoba rute dari Dresden berkano ria menuju bastei, next time harus dicoba menggunakan rute ini.

                                        

Bagi penggemar hiking, biasanya menempuh perjalanan dengan berjalan kaki, dengan mendaki beberapa tanjakan terjal, atau bersepeda dengan jalan naik turun. Tapi bagi anda yang tidak ingin menghabiskan banyak energi untuk menikmati tempat ini, anda bisa menggunakan shuttle buses. Ongkos shuttle buses untuk setiap orang sebesar 1,5 euro, atau bisa membeli Family ticket sebesar 4 Euro. 

Kami memarkirkan mobil kami dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Sebenarnya aku mau naik bis yang disediakan untuk pengunjung. Tetapi silvio tidak mau menunggu lama, karena memang bis beroperasi setiap 30 menit sekali. (daripada menunggu lebih baik berjalan menikmati pemandangan), dia bersikeras mengajakku untuk Hiking......oghhhhhhh pleaseeeeee.....Mulailah kami start untuk hiking....

Saat kami memulai berjalan, mata kami dimanjakan oleh keindahan alam yang sangat indah. Tampak dari jauh menjulang bukit dan padang yang hijau dihiasi warna kuning bunga-bunga camomile yellow. Disisi paling kiri dan kanan disediakan tempat untuk pedestrian dan pengendara sepeda. Perjalanan kami lumayan jauh 40 menit berjalan santai. Setelah melewati hamparan padang kami mulai melewati area hutan. Pohon besar disisi jalan, dan jalanan yang menanjak membuat cukup lelah, buat aku yang jarang melakukan aktivitas hiking.


Pemandangan indah menuju Bastei
Green Carpet Sceniery
Udara yang bersih cukup membuat rasa lelah kami terbayar dengan keindahan alam disana. Akhirnya sampai juga kami di venue. Sebelum masuk kami sempat mampir untuk menikmati secangkir hot chocolate, yang menghangatkan badan kami dari temperature dingin di Jerman. Setelah itu mulailah kami menaiki satu persatu anak tangga untuk menikmati keindahan Bastei.

              

Bastei dibentuk oleh erosi air lebih dari satu juta tahun yang lalu. Tebing-tebing yang menjulang tinggi dan pepohonan yang menempel pada batu, serta pemandangan indah Elbe benar-benar akan membuat setiap orang terpesona, mengingatkan kita pada Grand Canyon yang ada di Amerika.

                      

Saat terindah menikmati kawasan ini adalah pada autumn, hutan dengan daun-daunnya yang menguning. Tempat ini sangat aman dan terawat dengan baik, seperti tangga dan jembatan logam sebagai akses penghubung, untuk melihat formasi batuan besar. 

Beberapa bagian terlihat sedikit mengerikan buat mereka yang takut akan ketinggian, karena harus berjalan pada jembatan sempit dengan jurang yang dalam. Tapi untukku pemandangan ini sungguh luar biasa, dari atas jembatan kita dapat melihat pemandangan yang menakjubkan pada lembah dibawahnya.


Jembatan panjang yang
menghubungkan batu satu ke yang lainnya 


Jembatan yang menghubungkan batu ke batu
Anak tangga yang dibuat untuk memudahkan pengunjung

Selain sebagai lokasi hiking, Bastei juga terkenal untuk panjat tebing, mereka mengatakan Bastei surga bagi para climber. Tempat ini sungguh akan menantang adrenalin anda.


Surga bagi pecinta panjat tebing

Formasi batuan menjulang tinggi


Batuan yang besar dengan formasi yang unik, pohon-pohon yang menempel pada tebing, dan panorama yang indah disepanjang sungai Elbe. Warna kuning, orange, dan dedaunan merah terlihat sangat indah melengkapi warna cokelat keabu-abuan dari batu-batu, sangat selaras dengan langit cerah berwarna biru.

            

  

Reruntuhan benteng abad ke 11 masih bisa dilihat diatas menara batu alam di taman. Dimanapun anda melihat, semua panoramanya sangat indah, yang membuat anda berada dipuncak dunia. Siapapun yang melihatnya akan mengatakan bahwa semua ini, sebuah mahakarya yang sangat indah dari Maestro hebat bernama "Tuhan", menakjubkan dan luar biasa.


Pemandangan cantik dari atas,
Elbe River with Cammomile Flower
Semoga informasi ini bisa menjadi referensi untuk para traveller, jika suatu saat nanti mengunjungi Jerman. Semoga bisa menjadi referensi, karena saya sangat merekomendasikan tempat ini sebagai tujuan wisata anda. Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.

Love
Efin




Wednesday, October 14, 2015

SETELAH kemarin aku cerita tentang liburanku di Belanda, kali ini aku mau berbagi pengalamanku saat aku berada di Jerman. Saat ini silvio tinggal dan bekerja di Oschatz di kota kecil di Jerman Timur. Karena tidak begitu jauh dari Oschatz, rencananya kami mau menikmati keindahan dan romantisme kota Dresden. Kami berkendara menggunakan mobil menuju dresden kurang lebih 1 jam dari Oschatz.

Dresden adalah ibukota Sachen, salah satu negara bagian jerman yang terletak di sebelah timur, yang berbatasan dengan Prague, Ceko. Dresden merupakan kota terbesar ke empat setelah Berlin, Hamburg,dan Köln. Dresden adalah kota yang cantik dan bersejarah. Ada beberapa Universitas terkenal juga di kota ini, dan silvio juga mengenyam pendidikan universitasnya di kota cantik ini. Dua bagian kota Dresden yang cukup menarik adalah Altstadt (old city ) yang dipenuhi dengan bangunan yang tua tetapi sangat terawat dan cantik, dan Neustadt (new city ) dipenuhi dengan restaurant, bar, kafe, serta mural.


Altmark
Kami berjalan menuju pusat kota melewati setasiun kereta api yang besar dan sibuk, dan kami juga menyusuri pertokoan yang ramai sebelum sampai di daerah yang bernama Altmark. Altmark adalah ruang terbuka public yang tertua, sekaligus tempat penting. Mulanya tempat ini merupakan pasar gelap, yang sering digunakan untuk transaksi barang curian. Kini tempat ini dipenuhi dengan bangunan modern, dengan area ruang publik yang menarik. Disekitar Altmark dipenuhi dengan beberapa penjual souvenir, makanan, bahkan area permainan

Bangunan modern di Dresden
pertokoan yg ramai
Suasana disekitar Altmark
penjual souvenir & food stall

Frauenkirche
Gereja Protestan Jerman ini amat cantik, yang selesai direkonstruksi tahun 2005 lalu. Gereja dengan interior dan ornament ceiling yang indah, telah menarik minat seluruh dunia. Tercatat setelah kembali berdiri dari puing-puing kehancuran, Frauenkirche telah dikunjungi lebih dari 2 juta orang. Ticket masuknya seharga 5 Euro, anda bisa naik ke atas menara dan menikmati kota Dresden dari atas kubah. Lokasi ini dikelilingi oleh banyak sekali bangunan bersejarah yang bagus.

                         


Frauenkirche dikelilingi bangunan
cantik disekitarnya      

Catedral Dresden
Dikenal juga dengan Dresdner Dom, tempat ibadat umat Katolik ini kental bernuansa Barok, sekaligus menjadi gereja terbesar di negara bagian Saxony. Memasuki bagian dalam gereja ini, terdapat ornament hiasan yang mewah, mimbar Roccoto yang dibuat Balthasar Pelmoser, organ indah karya Silberman Gottfried, serta Pieta Dresden gaya China yang adalah buah cipta Friedrich Press. Di bagian bawah tanah, kita bisa menemukan sarkofagus kaum Wettins lalu sebuah kotak yang katanya berisikan jantung raja Augustus.


Tampak depan Catedral Dresden
Bagian belakang  Catedral Dresden

Lembah Elbe
Adalah sebuah warisan budaya dunia, terbentang sepanjang 20 km, lokasi ini adalah bagian dari daerah urban sekaligus badan sungai alami dan lereng. Pemandangan disekitar sungai Elbe ini sangat cantik, bangunan dengan arsitek menarik, sungai yang bersih sungguh membuat suasanan hati damai.

                 
Cantiknya pemandangan
disekitar sungai Elbe
Brühl's Terrace
Tempat ini juga dinamakan Balkon Eropa, panjangnya sekitar 930 meter, berada disamping bagian depan Kathedrale. Dari sini terlihat Jembatan Augustus dan bagian kota lain dari Sungai Elbe.

               
Dengan latar Augustus Bridge

Albertinum
adalah museum seni terkenal di Dresden, yang dibangun antara tahun 1884-1887 oleh Carl Adolf Canzler di atasa tanah bekas gudang senjata. Museum ini memang dibangun untuk dijadikan sebagai museum bagi penduduk. Sejak tahun 1889, museum ini memiliki koleksi pahatan yang menarik termasuk Lemnian Athena. Sempat hancur di tahun 1945, museum ini dibangun kembali di tah di tahun 1953. Museum ini buka dari pukul 10.00 pagi sampai 18.00 sore setiap Rabu-Senin.

                 


Augustus Bridge
adalah jembatan tertua di kota Dresden. Dibangun antara tahun 1907 dan 1910. Pada abad 18, Wilhelm Kreis dan Theodor Klette merangcang 9 lengkungan dibangun untuk memberikan jalan yang lebih luas untuk lalu lintas sungai. Jembatan ini menghubungkan Innere Neustadt di utara (tepi kanan) dengan daerah bersejarah di bagian selatan (tepi kiri)
 
                  


Der Zwinger
Bangunan luar biasa ini dibangun selama 18 tahun, Oleh Pöppelmann, dari tahun 1710 hingga 1728. Bekerja sama dengan pemahat Permoser, Ia pada mulanya mendesain tempat ini sebagai sebuah orangery dan tempat perhelatan berbagai festival, lalu menjadi tempat exhibition. Halaman dalamnya cukup lapang dan bagus untuk bersantai-santai. Lalu sebuah gapura di barat didesain serupa mahkota raja, mewah dan anggun. Sesuai dengan fungsinya kini sebagai tempat exhibition, tempat ini memiliki gallery dan museum, seperti Old Master Pictures Gallery, Armoury (Rüstkammer), Porcelain Collection, Zoological Museum, dll raja.

                 
Both of us with
                      Zwinger background                   

Fürstenzug
yang dalam Bahasa Inggris berarti “Procession of Princes” adalah mural/gambar dinding terbesar yang menampilkan potret leluhur dari 35 Margrave, pemilih, adipati dan raja-raja dari House of Wettin antara 1127 dan 1904. Fürstenzug dikenal sebagai karya seni porselen terbesar di dunia. Siluet khas, ditangkap dalam lukisan terkenal oleh Bernardo Bellotto dan oleh pelukis Norwegia Johan Dahl Kristen. Mural ini terletak di sepanjang dinding luar Stallhof (Stables Courtyard), kastil Dresden dan pada awalnya dicat antara 1871 dan 1876 untuk merayakan pering4atan 800 tahun Dinasti Wettin, keluarga penguasa Sachsen. Untuk menghindari kerusakan karena cuaca, mural ini digantikan dengan sekitar 23.000 ubin porselen Meissen antara 1904 dan 1907. Dengan panjang 102 meter (335 kaki).


                      


SemperOper Haus
Semperoper dibangun pada tahun 1838-1941 oleh Gottfried Semper. Halaman depannya berdiri patung kaisar dengan kuda tunggangannya. Bangunan indah ini sempat pula dihanguskan api pada tahun 1869, lantas rebuilt lagi dari tahun 1871-1978, seturut gaya High Renaissance’s Gottfried oleh putra Gottfried sendiri, Manfred Semper.

                   


                 
Pesona Dresden akan membuat siapapun terkena sihir,  untuk berdecak kagum akan eksotisme dan suasana kota yang romantis. Tidak akan pernah bosan untuk berkunjung lagi ke kota cantik ini. Kalau kalian sempet berlibur ke Jerman, I recommend this city for you....Thats so gorgeous.


       

Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.

August 2015
Efin~silvio

Thursday, June 18, 2015

HELLo Guys again, i wanna share my 2nd day, when i got vacation in Netherland. Dihari kedua ini kami berencana màu mengunjungi Zaanse Schans dan desa nelayan Volendam. 

Zaanse Schans 

Untuk berkunjung ke Zaanse Schans ada 2 cara, bisa menggunakan kereta maupun bus dari Amsterdam Central Sation.  Kebetulan kami menuju kesana menggunakan kereta api, menuju ke Stasiun Koog Zaandijk, lama perjalanannya kurang lebih 17 menit. Apabila menggunakan bis, anda bisa naik bis jalur 391 (warna merah) dari Amsterdam Central, perjalananya kurang lebih 45 menit. Bus ke Zaanse Schans bisa anda temukan dibelakang gedung Stasiun Amsterdam Centraal, jika anda masuk dari pintu utama Amsterdam Central , maka anda lurus saja ke belakang hingga menemukan deretan bus.

Begitu sampai di stasiun Koog Zaandijk, cuaca sangat cerah matahari bersinar tetapi tidak menyengat jadi tetap aja dingin untuk ukuran aku ( hehehehe) . Dari stasiun Koog Zaandijk, kami masih harus jalan sekitar 20 menit menuju area desa wisatanya. Sepanjang jalan menuju lokasi, banyak terpasang informasi seputar sejarah Zaanse Schaans, dalam bahasa Inggris dan bahasa Belanda. Jalan lurus saja nantinya anda akan menemukan sebuah vending machine berisi free map, terus berjalan sampai anda menemukan pertigaan dan berbelok kearah kiri.
Aroma wangi coklat  tercium dari suatu pabrik coklat yang juga sudah berumur ratusan tahun. Terus berjalan lurus, anda akan menemukan windmill yang sangat besar, tepat dipinggir jalan. kincir angin ini dikenal dengan  De Bleeke Dood MeelMoelen, yang memiliki fungsi untuk mengolah tepung


De Bleeke Dood Meel Moelen

Setelah melewati windmill pertama, kami menyeberang jalan, belok kearah kanan menuju kesebuah jembatan besar yang begitu megah (Julianabrug). Saat menyusuri jembatan inilah sebelum tiba di kawasan wisata Zaanse Schans kami melewati pemukiman yang sebagian besar rumahnya masih berasitektur kuno Rumah-rumah tua khas Belanda yang terbuat dari Kayu, yang sebagian besar dindingnya berwarna hijau dan merupakan ciri khas rumah warga di wilayah Zaandstad. Kalo lagi beruntung, kita bisa melihat prosesi jembatan diangkat untuk memberikan jalan bagi kapal besar yang lewat di bawahnya (sayangnya kami tidak mendapatkan kesempatan itu).


Dari atas jembatan , pemandangan indah
zaanse schans sudah bisa dinikmati
Rumah cantik berdinding hijau
dari tepi jembatan



View windmills dari tepi jembatan                 
Pose at Julianabrug

Setelah menyeberangi jembatan, sampailah kami di pintu masuk Zaan Schans. Untuk masuk kearea ini tidak dikenakan biaya alias free, kecuali ketempat2 tertentu. Rumah-rumah kayu berdinding warna hijau, sangat unik dan terlihat cantik, seperti rumah-rumah  di negeri dongeng. Yang menarik di kawasan wisata Zaanse Schans kita bisa melihat produk traditional Belanda, yaitu pabrik pembuatan keju sekaligus toko penjualan keju, dan pabrik pembuatan sepatu kayu bakiak atau klompen (the Wooden Shoe Workshop the Zaanse Schans) yang tidak dipungut biaya masuk.



Memasuki gerbang Zaanse Schans, kita akan disambut
dengan rumah2 cantik bak negeri dongeng



Sebenarnya aku tidak begitu tertarik pergi ke museum, tetapi karena pergi ke museum dan mempelajari hal history adalah hobby silvio, akhirnya ikut jugalah menemani masuk. Untuk masuk ke museum Zaans pengunjung dikenakan biaya 10 euro perorang, kami diberikan alat yang digunakan sebagai panduan untuk menjelaskan segala isi yang terdapat di museum. Ada pilihan beberapa bahasa yang bisa dijadikan pilihan. Museum Zaans menyimpan koleksi artefak dan lukisan mengenai kehidupan orang Belanda ratusan tahun yang lalu. Meseum perusahaan-perusahaan ternama yang awalnya berdiri di Zaandam, seperti Verkade Paviljoen (produsen makanan coklat dan kue). Ada pula museum dari supermarket tertua dan terbesar di Belanda saat ini, yaitu Alberthijn yang berdiri pada tahun 1887. Lalu ada Bakkerij museum (museum pembuatan roti dan kue). Disini kita bisa melihat proses pembuatan kue dan cokelat,  beserta peralatan yang digunakan pertama kali oleh pabrik. Dipintu masuk museum dijual cokelat yang menurutku enak dan cukup murah 1 euro, wuah sayang cuma beli 2 pcs tau gitu beli banyak untuk oleh2 ditanah air. So not too bad lagh ikut masuk kedalam.

Selain museum tersedia pula toko-toko cinderamata, restoran dengan interior dan makanan khas Belanda. Tetapi waktu itu kami memilih menikmati outdoor,  dengan membeli sepotong chocolate cake dan apple pie plus hot coffee....wuahhhh pas banget makannya sambil menikmati indahnya atmosfer Zaanse Schans. Suasananya begitu tenang dan damai wuihhhh jarang-jarang banget dapetin moment seperti ini di Jakarta yang sangat bising dan semrawut.

Wisatawan bersantai dengan latar belakang
windmills
Suasana disekitar museum Zaans
sangat indah seperti lukisan
Padang rumput hijau yang teratur dan rapi,
Air yang jernih dan udara yang bersih
Beauty and fascinating of Zaanse Schans       
The environment  Soothe of soul
Wisatawan yang berkunjung ke kawasan ini dari berbagai penjuru dunia. Mereka mengakui kincir angin merupakan bangunan tradisional yang bentuknya sangat unik sehingga terlihat mempesona. Mereka juga menjadi lebih kagum karena ternyata kincir angin itu mempunyai fungsi yang sangat berarti bagi kehidupan orang Belanda dahulu dan sekarang. Saat ini kincir angin sudah menjadi obyek wisata yang sangat menarik. Jika kita ingin lebih mengenalnya bersama dengan warisan budaya lainnya, Zaanse schans menjadi salah satu tempat yang menarik untuk dikunjungi. Semoga postingan ini bermanfaat untuk anda semua. Next aku akan menceritakan jalan-jalan kami selanjutnya di Volendam.

 Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.

Grüße