content='7496bf2686970bfa' name='yandex-verification'/>

Saturday, November 17, 2018

kereta api merupakan salah satu moda transportasi favorit karena selain aman, nyaman, murah dan tepat waktu. Buat kalian yang ingin keliling Eropa, kereta api menjadi alternatif yang efisien untuk menghubungkan antar negara, atau sering disebut dengan istilah EuRail. 

EuRail merupakan kerjasama berbagai operator kereta api antar negara di Eropa, yang memungkinkan wisatawan mancanegara menggunakan satu tiket terusan untuk berkeliling negara-negara Eropa selama jangka waktu tertentu. 


Ada kereta lintas negara seperti kereta Jerman (DB), kereta Belgia (B-Rail), kereta Perancis (TGV) dan sejenisnya. Kereta tersebut menawarkan berbagai pilihan tarif dan kelas dan biasanya mempunyai jadwal dan rute perjalanan sendiri. Jika naik pesawat, memang bisa menghemat waktu, namun harga tiket jatuhnya bisa mahal (apalagi kalau sampai ingin keliling 24 negara). 

Letak stasiun kereta api di Eropa rata-rata adalah di tengah kota, dan tujuan wisata dapat dicapai dengan mudah baik dengan berjalan kaki maupun dengan public transport yang tersedia. Kalau masih punya banyak waktu dan mau berjalan-jalan dulu, kita bisa menitipkan barang bawaan di Deposit Counter yang ada di tiap stasiun.


Tiket EuRail ini juga bermacam-macam jenisnya, 

  • One Country Pass, hanya 1 negara dgn beberapa pilihan jangka waktu.
  • Regional Pass, pilihan 2 negara yg saling bertetangga dan beberapa jangka waktu.
  • Select Pass, pilihan 3,4, atau 5 negara yang saling bertetangga dan beberapa jangka waktu.
  • Eurail Global Pass, sampai dengan 24 negara dan beberapa pilihan jangka waktu perjalanan.
Perjalanan dari Jerman ke Amsterdam

Aku sudah 2 kali ini menggunakan kereta Eurail, yang pertama ditahun 2015 saat kami menikmati liburan ke Netherland. Kami menggunakan kereta ICE, tetapi sayang perjalanan kami kacau balau karena terjadi strike atau mogok kerja para masinis dan karyawan ICE. 

Bukan kali pertama di Jerman  terjadi mogok karyawan, terutama yang berhubungan dengan layanan public transportasi baik pesawat ataupun kereta. Karena mogok karyawan, kami sampai harus diover-over menggunakan kereta lain. Yang tadinya tidak transit di Köln harus transit beberapa jam di Köln.

Perjalanan kami jadi kacau balau, kami juga harus bermalam didalam Cabine kereta di Frankfurt, bener-bener edan. Mereka menyediakan hotel tetapi dari pada repot-repot ya sudahlah bermalam didalam cabine kereta juga jadi. Ya hal ini ga mungkin kalau bawa anak kecil, mau ga mau harus mengurus juga untuk mendapatkan hotel.

Beruntung kami bisa minta kelonggaran AIR Bnb kalau terjadi strike, sehingga kami harus merubah schedulle untuk stay disana. Saat kembali ke Jermanpun kami minta diundur sehari dari jadwal kepulangan awal. Ya kami tetap mengambil liburan 3 hari 2 malam di Amsterdam.

Saat pulangpun kami harus mencari tiket pagi-pagi sekali karena ternyata walau sudah 3 hari, karyawan ICE masih melakukan mogok kerja. Kami tetap bisa kembali dihari yang sudah ditentukan tetapi tidak bisa menuju ke stasiun Leipzig, tetapi hanya sampai di Berlin. Dari Berlin kami diberi fasilitas akomodasi taxi menuju ke Leipzig. Semua biaya untuk akomodasi taxi, ditanggung pihak DB. 

Beruntung liburan kami tetap menyenangkan walaupun kelelahan.


ICE Eurail

Untuk cerita traveling kami di Netherland kalian dapat lihat di sini:

http://www.bojonesilviostorylife.com/2015/06/tempat-menarik-di-amsterdam-belanda.html

http://www.bojonesilviostorylife.com/2015/06/cantiknya-kincir-angin-di-zaanse-schans.html

http://www.bojonesilviostorylife.com/2015/08/bersepeda-menikmati-ladang-tulip-di.html

http://www.bojonesilviostorylife.com/2015/07/indahnya-desa-nelayan-volendam.html

Perjalanan dari jerman menuju Budapest, transit di Praha

Kali ini aku mau cerita pengalamanku ditahun ini, saat kami liburan musim panas ke Budapest Hungary bersama kedua orang tuaku, yang kebetulan mengunjungi kami di Jerman. Untuk transportasi dari Jerman menuju ke Budapest, kami menggunakan kereta api Deutsch Banh, tiketnya perorang sebesar 100 Euro untuk pulang pergi.   

Kami berangkat menuju Budapest melalui stasiun Dresden Hauptbahnhof  dan transit di Praha. Perjalanan dari Jerman ke Praha kurang lebih selama 2 jam. Dan dilanjutkan perjalanan dari Praha menuju ke Budapest selama 6 jam. 



Buat kalian yang membawa anak-anak, akan lebih baik jika melakukan reservation untuk tempat duduk terlebih dahulu. Kami memesan tempat di Cabine untuk 5 orang, satu Cabine berisi 6 kursi. Untuk tiket anak-anak dibawah usia 11 tahun tidak dikenakan biaya atau gratis. Walaupun gratis mereka tetap diperhitungkan untuk mendapat tempat duduk. Didepan pintu cabine terdapat tanda bahwa tempat duduk sudah dipesan. 


Ribut dengan bule karena tempat duduk

Awalnya aku sangat menikmati perjalan kami, tetapi setelah beberapa lama kereta sangat penuh, kurang lebih  1 jam sebelum tiba di Praha. Mulai banyak orang yang celingak celinguk mencari tempat kosong. Karena Kathleen tidak bisa duduk tenang, kadang berdiri kadang duduk, ada seorang wanita yang masuk menuju Cabine kami.

Seharusnya kalau seperti ini diingatkan bahwa tempat duduk sudah dipesan semua, sehingga dia tidak berhak untuk duduk ditempat yang sudah dipesan. Dia langsung duduk karena saat itu aku menggeser posisi dudukku, hingga dia duduk di kursi  untuk Kathleen. 

Nah masalah mulai timbul waktu Kathleen mau tidur, sebelumnya aku memangku Kathleen dipangkuanku. Karena merasa sudah memesan lalu aku bilang ke suamiku untuk meminta siwanita bule tadi untuk beranjak dari kursinya karena kami memerlukan untuk Kathleen tidur.

Tetapi si wanita bule itu tidak mau pergi, dia beralasan punya tiket dan bilang memesan juga. Suamiku tau dia berbohong tetapi tidak mau ribut, malah dia memilih untuk memangku Kathleen (bikin jengkelkan). Yang membuatku lebih jengkel lagi, dia bilang nomer tempat duduk yang dipesannya adalah, tempat duduk yang diduduki bapakku.

Tau kalau dia ini pembohong naik darahlah aku, aku gak terima dibohongi seperti itu, naluriku sebagai ibu berusaha memberikan kenyamanan buat anak kami. Karena aku sudah emosi, akhirnya aku turun tangan juga, menyuruh dia untuk meninggalkan tempat duduk. Aku masih menggunakan bahasa yang sopan, meminta dia untuk menunjukkan tiket.

Wanita itu berbicara menggunakan bahasa Slavic ( Czech) dan  tidak bisa berbahasa Inggris. Dia tetap kekeh untuk duduk tanpa mau menunjukkan tiket. Karena jengkel aku meminta tiket ke suami dan melihat secara langsung nomer tempat duduk yang sudah kami pesan. Dan memang betul kami memesan 5 tempat duduk termasuk untuk Kathleen, dan satu lagi memang dipesan orang lain.

Aku bilang tunjukan tiketmu kalau memang kamu sudah memesan, karena aku tahu kamu berbohong, kalau tidak mau pergi saya akan menghubungi security untuk mengusir anda. Dia tetap beragumen dengan bahasanya dan tetep kekeh duduk. Karena aku sudah jengkel tingkat tinggi akhirnya aku berteriak mengusir wanita itu.....Get Out dengan suara yang super kencang membuat semua mata menuju ke Cabine kami.

Suasana didalam Cabine

Melihat aku berteriak akhirnya siwanita beranjak sambil mengaku bahwa dia memang punya tiket tetapi tanpa reservation. Dia keluar disambut orang-orang yang bertanya ada apa. Mereka mengecek tanda reservation yang tertera didepan pintu cabine, dan memang semua tempat duduk di cabine kami  sudah dipesan semua.

Dari pengalamanku ini, buat kalian yang berpergian dengan anak kecil, akan lebih baik jika memesan tempat duduk karena sudah pasti mendapat tempat tidak perlu mencari-cari lagi kursi yang tidak ada tanda reseved. Dan kalau kamu sudah memesan tempat duduk jika ada yang duduk ditempatmu, kalian bisa meminta mereka untuk pergi sambil menunjukan reservasi tempat duduk yang sudah dipesan. 

Jangan biarkan orang lain duduk ditempatmu walaupun itu tempat duduk untuk jatah baby sekalipun, katakan sejak awal sudah dipesan. Ingat walaupun bayi sekalipun, kereta diEropa memberikan jatah tempat duduk secara gratis untuk bayi dan anak-anak. 

Wanita bule ini mungkin berfikir bahwa Kathleen tidak mendapat jatah tempat duduk. Wanita itu masih berdiri diluar didepan Cabine kami, ketika ada petugas yang melakukan control tiket dia masih berusaha untuk menanyakan apakah memang semua tempat duduk dicabine kami sudah dipesan semua. Padahal tidak perlu bertanya juga, seharusnya sudah paham karena didepan pintu cabine sudah tertulis reserved. 

Entah karena malu karena aku bentak, atau juga mau turun akhirnya wanita ini pergi dari depan Cabine kami. Prinsipku ga perduli kamu bule atau bukan,  selama aku benar aku pasti fighting. Jangan anggap remeh wanita asia, apalagi berani melakukan kebohongan keaku.

Tidak semua tempat duduk bisa melakukan reservasi online


Perjalanan kami dari jerman ke Budapest, harus 2 kali pindah kereta. Dari Dresden jerman menuju ke Praha, kami bisa melakukan pemesanan tempat duduk dengan durasi perjalanan selama 2 jam. Tetapi untuk kereta berikutnya dari Praha ke Budapest kami tidak bisa melakukan reservation melalui internet.


Jadi kalau kalian melakukan pemesanan tiket tanpa reservation, otomatis kamu bebas duduk dimana saja asalkan tempat duduk yang ada tidak ada tanda reserved. Ada beberapa Jalur padat yang tidak bisa melakukan reservation tempat duduk secara online. Nah yang begini nih bikin repot apalagi bawa bayi dan dua orang lansia dengan banyak barang. Praha itu termasuk negara yang banyak dikunjungi turis, dan biasanya dari sini mereka akan melanjutkan perjalanan ke negara lain, tidak heran stasiun kereta api di Praha merupakan salah satu stasiun besar yang sibuk.

Economy Class, 6 seats every cart
Saat kereta datang orang mulai naik mencari tempat duduk dan kondisinya didalam kereta full sekali. Jadi ingat jaman naik kereta api di Indonesia saat mudik lebaran. Memang kondisinya teratur tidak ada yang dorong-dorongan, tapi panik juga mencari tempat kosong untuk 5 orang. Haduh ampun dah....aku gendong Kathleen, suamiku bawa tas Carier besar dan buggy yang tidak dilipat. Bapakku yang tua bawa tas Carier besar, ibuku bawa tas ransel dan tas perlengkapan Kathleen.

Situasi didalem sibuk, kereta padat karena tiap orang berusaha menemukan tempat duduk. kamipun harus mondar-mandir mencari tempat kosong, rentang renteng kesana kemari dengan banyak barang bawaan. Kami harus melihat tanda diatas tempat duduk apakah ada tulisan *reserved*, kalau ada ya jangan diduduki pasti akan diusir, harus cari yang tidak ada tanda reserved.


Cabine Class

Akhirnya suamiku dapet tempat duduk untuk aku dan Kathleen, dan mencari lagi untuk kedua orang tuaku dan dia. Kebetulan ternyata di wagen yang kami duduki, 3 bangku sudah dipesan, terpaksa 4 orang yang tadinya memberikan tempat duduk untuk aku, malah harus pergi karena ternyata bangkunya sudah reserved, bersyukurlah bukan bangkuku yang dipesan. 

Cepat-cepat aku ambil satu bangku yang kosong untuk ibuku, dan ternyata dibelakang wagen kami ada satu lagi yang kosong, dan dipakai untuk bapakku duduk. Dan Silvio lebih memilih untuk berdiri, karena sudah capek mondar-mandir. Cukup banyak penumpang yang tidak mendapat tempat duduk dan memilih berdiri atau duduk dilantai digerbong untuk sepeda.

Cabine Class

Jadi ga cuma di Indonesia kan naik kereta harus berdiri, memang saat weekend atau summer holiday biasanya kereta full. Perjalanan menuju ke Budapest memakan waktu 6 jam, walaupun tidak dapat tempat duduk bukan berarti 6 jam berdiri terus. Setelah 1,5 jam lesehan akhirnya Silvio dapet tempat duduk juga.

Sebenernya kalau mau hunting, biasanya distasiun berikutnya pasti ada yang turun sehingga ada tempat kosong. Kalau kita yang young sih ga masalah lesehan pulak, nah ini bayi include lansia, kan repot kalo pake acara harus lesehan. Ga masalah kalau kalian harus duduk terpisah-pisah yang penting dapat tempat duduk dulu, Karena memang sulit menemukan tempat duduk langsung untuk satu keluarga kumpul bareng.

Untuk cerita traveling kami selama di Budapest, kalian bisa melihat ceritanya disini:



http://www.bojonesilviostorylife.com/2018/06/budapest-hungaria-permata-di-eropa.html


Perjalanan pulang dari Budapest ke Jerman

Saat kembali dari Budapest melalui stasiun Nyugati, kereta sudah ready dan menunggu penumpang naik. Jadi suasananya santai dan tidak penuh penumpang. Tetapi setelah 2 jam saat memasuki stasiun Bratislava Slovakia, kereta mulai penuh disesaki penumpang yang baru naik.

Posisi aku dan Silvio saat itu sedang berada di bar kereta memesan minuman, sementara kathleen sedang tidur bersama orang tuaku. Melihat situasi ini kami memutuskan segera kembali karena pasti banyak yang berusaha untuk mencari tempat duduk.

Susah payah mencari jalan akhirnya sampai juga ditempat duduk kami. Dan benar saja satu tempat duduk yang tersisa sudah diisi pemesannya. Ibuku langsung laporan kalau tadi banyak yang mau duduk ditempat kami, dan dengan bahasa yang terbatas dengan body language ibuku bilang, papa and momy baby essen. Hahaha canggih juga emakku ini, yang penting berani menjelaskan.

Kami kembali transit di Praha menuju ke stasiun Dresden Jerman, Suasana didalam kereta tidak penuh, dan kami pun sudah melakukan pemesanan tempat duduk. Satu cabine yang seharusnya berisi 6 orang diisi oleh kami satu keluarga. kami tiba di dresden sore hari dan langsung kembali menuju ke Oschatz.

Liburan selalu punya cerita yang menarik dan sudah pasti jadi pengalaman yang berharga seumur hidup. Ada yang punya pengalaman lain, menggunakan tranpostasi kereta eurail di eropa?, kalian boleh mensharenya di kolom komentar.

Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.


Grüße
Reaksi:
Posted in

2 comments:

  1. OMG deh si ibu tuh ga tau malu ya, mungkin krn ga ngerti bhs dia dikira kamu bakalan merelakan bangkumu Yos, klo ketemu org model begitu lagi sih langsung lapor aja ke petugas, drpd kita yg naik darah :D .

    ReplyDelete
  2. heheh yang ini ajaib kak nel, orang barat biasanya paling sportif malu untuk yang namanya bohong. Prinsipnya ga mau rame kak sampe panggil security,ya coba diselesaiin baek baek. Tapi rupanya dia milih ndableg. hehehe

    ReplyDelete