content='7496bf2686970bfa' name='yandex-verification'/>

Tuesday, November 27, 2018

Beberapa waktu yang lalu, aku dan keluarga kecilku liburan bersama ke kota Gdansk atau Danzig Polandia. The Tricity (Trójmiasto in Polish) ini  dibentuk oleh 3 kota berbeda: Gdańsk, Gdynia & Sopot. Mereka relatif dekat satu sama lain, tetapi masing-masing dari mereka memiliki identitas mereka sendiri.

Kota terbesar di Wilayah Trójmiasto Ini adalah pelabuhan utama Polandia dan juga kota terbesar keempat di Polandia. Di masa lalu kota ini menjadi salah satu kawasan komersial paling penting di Eropa. Gdansk adalah kota yang indah yang terletak di Laut Baltik, sebuah kombinasi sempurna untuk menikmati arsitektur kota tua, tetapi juga untuk bersantai di pantai.

Gdanks Center

Banyak wisatawan saat berkunjung ke Polandia lebih memilih tempat populer lainnya seperti Warsawa, Krakow, dan Wroclaw dari pada berkunjung kekota ini. Dari beberapa blog global yang aku baca, setelah mereka berkujung ke kota Gdansk, lalu dibandingkan dengan Warsawa, Krakow ataupun Wroclaw, kota ini menjadi favorit mereka selama berada di Polandia. Untuk menjelajahi kota ini bisa dilakukan dalam 1 hari, tetapi jika kalian ingin mendapatkan pengalaman terbaik, rencanakan untuk menghabiskan setidaknya dua hingga tiga hari di sini. 

Mata uang Polandia adalah Złoty, dan untuk kursnya 1 Euro sama dengan 4 Złoty (PLN). Stasiun utama kota Gdansk adalah Gdansk Glowny, tetapi kami tidak tinggal di pusat kota. Rencananya kami akan menghabiskan liburan kami di Polandia selama 4 hari 3 malam. Kami tinggal di Apartemen yang kami booked melalui Air Bnb di kawasan Gdańsk Wrzeszcz, 5 menit dari Gdansk Glowny.

Berikut ini aku share untuk Itinerary dan tempat menarik yang wajib kamu kunjungi selama berada di kota Gdansk Polandia.

Day 1

Kami tiba di Gdanks sore hari pukul 17.00, setelah melakukan perjalanan panjang dari Jerman selama 10 Jam. Kami menggunakan kereta Eurail dan kali ini mengambil fasilitas first class, dan harus pindah kereta selama 4 kali untuk transit. Untuk cerita perjalanan kami menggunakan Eurail, akan ku ceritakan di blogku selanjutnya.

Kali ini kami memang melakukan perjalanan saat musim dingin tiba. Suhu udara minus 1 menyambut kami, disertai langit yang sudah gelap. Ya memang saat musim dingin dieropa, jam 4 sore langit sudah gelap. Berbeda saat musim semi atau musim panas, langit mulai gelap jam 22.00. 

Inilah minusnya liburan dimusim dingin terutama membawa batita, setelah tiba tujuan kami hanya mencari restoran untuk menikmati makan malam, dan sebentar saja menikmati kota disekitar Gdańsk Wrzeszcz. Suhu yang dingin membuat kami kembali ke Apartemen untuk beristirahat setelah perjalan panjang di kereta, dan mempersiapkan perjalanan untuk besoknya.

Day 2


Malbork Castle  

Malbork Castle  juga disebut Castle of the Teutonic adalah salah satu istana terbesar di dunia. Hanya memerlukan perjalanan singkat dengan kereta api dari Gdansk menuju ke Castle cantik ini.

Malbork Castle

Sejarah Malbork Castle

Kastil Malbork dibangun oleh Ksatria Teutonik (tentara salib Roma-Katolik Jermana) pada abad ke-13 dan selesai pada 1406 setelah penaklukan Old Prussia.  Selama 500 tahun berikutnya, kastil berpindah tangan beberapa kali, bolak-balik antara kepemilikan Jerman dan Polandia.  

Selama Perang Dunia II, lebih dari separuh benteng dihancurkan,  dan setelah Perang Dunia II kastil kembali menjadi bagian dari Polandia dan mengalami restorasi besar dari kerusakan Perang Dunia II, dan kebakaran pada tahun 1959. 

Kastil Malbork sekarang berdiri sebagai bangunan batu bata terbesar di Eropa. Sekarang Castle ini menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO dan objek wisata populer di Polandia. 

Transportasi menuju ke Malbork Castle

Untuk bepergian ke Malbork Castle dari Gdansk adalah dengan menggunakan kereta api. Dari Gdansk Glowny, stasiun kereta api utama di Gdansk. kami menggunakan kereta api lokal atau Kereta Regio (R), kereta ini berhenti disetiap pemberhentian, dan perjalananannya memakan waktu 43 hingga 55 menit. Untuk tiketnya 13.50 PLN sekali jalan (sekitar 3 euro). Kereta ini adalah jenis kereta kelas komuter tanpa nomer tempat duduk. Walaupun harganya murah tetapi tetap tepat waktu. 

Malbork Kaldowo Train Station

Untuk mendapatkan View Castle yang menarik, lebih baik menggunakan kereta jenis regio atau kereta lokal. Aku sarankan kalian turun sebelum stasiun kereta utama Malbork yaitu turun di stasiun Malbork Kałdowo, karena kereta jenis ekspres (EIC) tidak akan berhenti di stasiun ini. Begitu turun dari stasiun Malbork kaldowo, kalian dapat menikmati pemandangan kastil yang sangat indah dari sisi lain Sungai Nogat. 

View To the Castle

Sekitar 15 menit berjalan kaki ke kastil dari Malbork Kałdowo, kastil itu tampak begitu dekat, sehingga membuat kami semangat melangkah, menikmati suguhan pemandangan cantik dalam balutan udara yang dingin.   

Main Gate Malbork Castle

Tiket masuk ke Malbork Castlesaat musim panas sebesar 39,50, PLN, tiket masuk saat musim dingin 29,50 PLN. Tiket termasuk biaya panduan audio untuk penjelasan tour keliling Castle. Pengunjung biasanya menghabiskan waktu sekitar tiga setengah jam untuk tour keliling Castle. 


Some Statues Background

Menyusuri area Malbork Castle sangat luas, kastil ini adalah kastil terbesar di dunia, sehingga kalian perlu bersiap untuk berjalan-jalan. Untuk menuju ke beberapa kamar, kalian harus berjalan naik dan turun beberapa anak tangga dan beberapa di antaranya agak curam dan sempit. 

Malbork Castle Well

Panduan audio akan mengarahkan kalian untuk tur keliling kastil. Audio ini dilengkapi dengan GPS, sehingga tahu dimana lokasi kita saat itu, sehingga tidak ada tekan tombol atau mencari nomor berikutnya di dinding. Setelah mengarahkan kalian disuatu tempat berikut penjelasannya diarea tersebut, audio akan kembali mengarahkan  menuju ke tempat berikutnya sampai di point terakhir. 

View in Malbork Castle

View in Malbork Castle

Untuk cerita lengkapnya mengenai tour kami di Malbork Castle, kalian dapat melihatnya di blogku selanjutnya, bersambung ya....... 
  

Gdansk

Sejarah Singkat Gdansk  

Selama ratusan tahun, kota Gdansk bolak-balik dari wilayah Jerman dan wilayah Polandia. Dibawah pemerintahan Jerman, kota itu bernama Danzig. Pada tanggal 1 September 1939, pertempuran pertama Perang Dunia II dimulai di luar Gdansk. Pasukan Jerman memenangkan kemenangan mudah, tidak hanya di Gdansk, tetapi di seluruh Polandia. 

Selama Perang Dunia II, Polandia menderita di bawah kekuasaan Nazi, sampai "dibebaskan" oleh Soviet pada tahun 1945. Setelah berada di bawah kekuasaan komunis, hal-hal di Polandia hampir sama parahnya dengan keadaan di bawah kekuasaan Nazi. 

Pada tahun 1980, di galangan kapal Gdansk, gerakan serikat buruh Solidaritas dimulai. Gerakan damai ini adalah salah satu pemberontakan besar pertama terhadap rezim komunis dan akhirnya menyebabkan jatuhnya kekuasaan komunis pada tahun 1989. 

Pada akhir Perang Dunia II, Gdansk mengalami serangan udara berat oleh pasukan Sekutu dan Soviet. Kota ini dibangun kembali pada 1950-an dan 1960-an. Pemerintah Polandia tidak ingin membangun kembali kota, dengan arsitektur asli Jerman yang merupakan bagian dari penampilan sebelum perang. Sekarang, kota ini lebih terlihat berarsitektur Belanda dan Prancis daripada Jerman, jauh berbeda dari tahun 1939. 


The Old Town, berjalan sepanjang Dlugi Targ 

Setelah melakukan tour di Malbork Castle, kami kembali ke kota Gdansk. Pusat kota bersejarah, tempat yang indah untuk memulai eksplorasi, dengan beberapa arsitektur memukau yang sangat dipengaruhi oleh tradisi Jerman dan Polandia. Jalan-jalan yang berwarna-warni di Jalan Dluga adalah tempat kuno untuk berkelana, bahkan untuk beberapa jam.


Golden Gate

Perjalanan menyusuri Dlugi Targ dimulai memasuki Golden Gate dan berjalan menuju pelabuhan. Dlugi Targ juga dikenal sebagai Pasar Panjang atau Royal Way, jalan utama melalui melalui jantung Gdansk. Keseluruhan jalan hanya sepanjang 500 meter, kalian dapat berjalan dari satu ujung ke ujung lainnya hanya dalam waktu sepuluh menit, tetapi ada beberapa tempat menarik untuk dikunjungi sepanjang jalan ini  


Arsitektur di Dlugi Targ

Sepanjang Dlugi Targ  terdapat kafe dan toko-toko yang berjajar di jalan dan menara Town Hall yang ikonik. Pada siang hari, tempat ini sangat ramai, tetapi pada malam hari atau pada jam-jam awal pagi, suasananya tenang dan damai. 


Dlugi Targ
Dlugi Targ at night

Neptune Fountain

Patung perunggu dewa laut yang populer ini, pertama kali didirikan pada tahun 1549 dan kemudian diubah menjadi bentuk air mancur seperti saat ini pada tahun 1633. Untungnya selama Perang Dunia II air mancur terhindar dari kehancuran karena dipisahkan dan disembunyikan dengan harta Gdańsk lainnya. 

Neptunus kembali ke Pasar Panjang pada tahun 1954 dan dipulihkan pada tahun 2011/12. Air mancur Neptunus adalah tempat foto yang sangat populer untuk para turis selama di Gdansk, termasuk akupun gak ketinggalan mengabadikan momment disini.

Neptune Fountain


Artus Court


tepat di belakang air mancur Neptunus adalah Artus Court, yang dulunya merupakan tempat pertemuan bagi para pedagang dan pejabat, dan sekarang menjadi museum. 


Artus Court

Main Town Hall

Spire Town Hall, dengan replika emas Raja Zygmunt Agustus di puncaknya, dibangun pada akhir abad ke-14 sebagai pusat pemerintahan kota. Balai Kota menjadi tuan rumah banyak raja Polandia.


Town Hall Gdansk

Balai Kota Utama terletak di Dlugi Targ, di sebelah air mancur Neptunus, cukup cari menara jam Gothic berwarna hijau. Balai kota adalah tempat lain yang menawarkan pemandangan dari puncak menara, kalian bisa mendaki Tower Town Hall untuk mendapatkan pemandangan terbaik kota Gdansk. 

Dlugi Targ berakhir di Gerbang Hijau


Green Gate from Dilugi Targ
Green Gate from Green Bridge

Motlawa River

Dari Gerbang Hijau, seberangi jembatan hijau dan berjalan ke utara menyusuri sungai menuju pantai yang indah. Untuk pemandangan terbaik, aku sarankan berjalan di kedua sisi Sungai Motlawa. 



Motlawa River

Motlawa River

Berjalan-jalan di tepi laut Pulau Granary, dari sini kalian bisa melihat pemandangan terbaik di tepi pantai, termasuk derek raksasa (Zuraw). Crane ini digunakan ratusan tahun yang lalu untuk memuat kargo ke dalam kapal. Massa raksasa adalah simbol dari hari Gdansk sebagai kota perdagangan penting. 


Waterfront Motlawa river

Seberangi sungai dan berjalan di Dlugie Pobrzeze, jalan yang membentang di sepanjang bangunan bata. Kalian akan melewati beberapa restoran, kafe dan pertokoan. Jika mau lanjut sebrangi jembatan gantung pejalan kaki dan mengambil foto di tanda kota Gdansk. 


Zuraw took from another side

Dlugie Pobrzeze

Mariacka Street


Kemudian lanjutkan perjalanan manuju ke salah satu jalan paling unik di Gdansk. Jalan ini mempertahankan beberapa arsitektur tua Gdansk, dengan beranda besar ditepi jalan.


Mariacka Street
Mariacka Street akan berakhir di dekat Gereja St. Mary. Masuki salah satu gereja batu bata terbesar di Eropa dan jika kalian punya banyak energi, kalian bisa menaiki 408 anak tangga ke puncak menara lonceng untuk pandangan lain ke arah Gdansk.  

European Solidarity Centre (Europejskie Centrum Solidarnosci) 

Di museum ini, kalian bisa mempelajari tentang peristiwa historis oposisi Polandia terhadap pemerintahan komunis. Mengenang peristiwa yang mengarah pada gerakan solidaritas dan bagaimana proses damai ini membantu mengubah Polandia dari negara komunis ke negara demokratis. 

Solidarnosci adalah salah satu faktor penting yang menyebabkan jatuhnya komunisme, tidak hanya di Polandia, tetapi di negara-negara Eropa tengah dan timur lainnya. Biaya untuk masuk sebesar 20 PLN (termasuk panduan audio).


European Solidarity Center

Museum Perang Dunia Kedua 

Museum Perang Dunia Kedua Ini adalah salah satu museum terbaik di Polandia. Perang Dunia II sangat mempengaruhi Polandia, dimuseum ini pengunjung dapat mempelajari bagian penting dari sejarah Polandia, mencakup peristiwa yang mengarah ke Perang Dunia II dan dampak perang terhadap Polandia. 

Rata-rata kunjungan berlangsung sekitar tiga jam. Tiketnya dapat dipesan secara online, untuk menghindari menunggu di antrean tiket.  Biaya untuk masuk ke museum ini sebesar 23 PLN , panduan Audio sebesar 5 PL. 


World War II Museum
Sungguh pengalaman yang menyenangkan selama berada di Gdansk Polandia. Walaupun cuacanya begitu dingin tidak menyurutkan minat kami untuk tetap menikmati keindahan setiap sudut kota yang cantik ini.

Jika kalian ingin mengikuti cerita kami saat kami menghabiskan waktu di Gydania dan Sopot, kalian dapat mengikutinya di cerita blogku DiSINI

Traveling Around the World is our Dream, and can share as detail the beautiful place for you is happiness for me.

See yaaa guys and Grüße.

Nov 2018, Familie Hübner



Saturday, November 17, 2018

kereta api merupakan salah satu moda transportasi favorit karena selain aman, nyaman, murah dan tepat waktu. Buat kalian yang ingin keliling Eropa, kereta api menjadi alternatif yang efisien untuk menghubungkan antar negara, atau sering disebut dengan istilah EuRail. 

EuRail merupakan kerjasama berbagai operator kereta api antar negara di Eropa, yang memungkinkan wisatawan mancanegara menggunakan satu tiket terusan untuk berkeliling negara-negara Eropa selama jangka waktu tertentu. 


Ada kereta lintas negara seperti kereta Jerman (DB), kereta Belgia (B-Rail), kereta Perancis (TGV) dan sejenisnya. Kereta tersebut menawarkan berbagai pilihan tarif dan kelas dan biasanya mempunyai jadwal dan rute perjalanan sendiri. Jika naik pesawat, memang bisa menghemat waktu, namun harga tiket jatuhnya bisa mahal (apalagi kalau sampai ingin keliling 24 negara). 

Letak stasiun kereta api di Eropa rata-rata adalah di tengah kota, dan tujuan wisata dapat dicapai dengan mudah baik dengan berjalan kaki maupun dengan public transport yang tersedia. Kalau masih punya banyak waktu dan mau berjalan-jalan dulu, kita bisa menitipkan barang bawaan di Deposit Counter yang ada di tiap stasiun.


Tiket EuRail ini juga bermacam-macam jenisnya, 

  • One Country Pass, hanya 1 negara dgn beberapa pilihan jangka waktu.
  • Regional Pass, pilihan 2 negara yg saling bertetangga dan beberapa jangka waktu.
  • Select Pass, pilihan 3,4, atau 5 negara yang saling bertetangga dan beberapa jangka waktu.
  • Eurail Global Pass, sampai dengan 24 negara dan beberapa pilihan jangka waktu perjalanan.
Perjalanan dari Jerman ke Amsterdam

Aku sudah 2 kali ini menggunakan kereta Eurail, yang pertama ditahun 2015 saat kami menikmati liburan ke Netherland. Kami menggunakan kereta ICE, tetapi sayang perjalanan kami kacau balau karena terjadi strike atau mogok kerja para masinis dan karyawan ICE. 

Bukan kali pertama di Jerman  terjadi mogok karyawan, terutama yang berhubungan dengan layanan public transportasi baik pesawat ataupun kereta. Karena mogok karyawan, kami sampai harus diover-over menggunakan kereta lain. Yang tadinya tidak transit di Köln harus transit beberapa jam di Köln.

Perjalanan kami jadi kacau balau, kami juga harus bermalam didalam Cabine kereta di Frankfurt, bener-bener edan. Mereka menyediakan hotel tetapi dari pada repot-repot ya sudahlah bermalam didalam cabine kereta juga jadi. Ya hal ini ga mungkin kalau bawa anak kecil, mau ga mau harus mengurus juga untuk mendapatkan hotel.

Beruntung kami bisa minta kelonggaran AIR Bnb kalau terjadi strike, sehingga kami harus merubah schedulle untuk stay disana. Saat kembali ke Jermanpun kami minta diundur sehari dari jadwal kepulangan awal. Ya kami tetap mengambil liburan 3 hari 2 malam di Amsterdam.

Saat pulangpun kami harus mencari tiket pagi-pagi sekali karena ternyata walau sudah 3 hari, karyawan ICE masih melakukan mogok kerja. Kami tetap bisa kembali dihari yang sudah ditentukan tetapi tidak bisa menuju ke stasiun Leipzig, tetapi hanya sampai di Berlin. Dari Berlin kami diberi fasilitas akomodasi taxi menuju ke Leipzig. Semua biaya untuk akomodasi taxi, ditanggung pihak DB. 

Beruntung liburan kami tetap menyenangkan walaupun kelelahan.


ICE Eurail

Untuk cerita traveling kami di Netherland kalian dapat lihat di sini:

http://www.bojonesilviostorylife.com/2015/06/tempat-menarik-di-amsterdam-belanda.html

http://www.bojonesilviostorylife.com/2015/06/cantiknya-kincir-angin-di-zaanse-schans.html

http://www.bojonesilviostorylife.com/2015/08/bersepeda-menikmati-ladang-tulip-di.html

http://www.bojonesilviostorylife.com/2015/07/indahnya-desa-nelayan-volendam.html

Perjalanan dari jerman menuju Budapest, transit di Praha

Kali ini aku mau cerita pengalamanku ditahun ini, saat kami liburan musim panas ke Budapest Hungary bersama kedua orang tuaku, yang kebetulan mengunjungi kami di Jerman. Untuk transportasi dari Jerman menuju ke Budapest, kami menggunakan kereta api Deutsch Banh, tiketnya perorang sebesar 100 Euro untuk pulang pergi.   

Kami berangkat menuju Budapest melalui stasiun Dresden Hauptbahnhof  dan transit di Praha. Perjalanan dari Jerman ke Praha kurang lebih selama 2 jam. Dan dilanjutkan perjalanan dari Praha menuju ke Budapest selama 6 jam. 



Buat kalian yang membawa anak-anak, akan lebih baik jika melakukan reservation untuk tempat duduk terlebih dahulu. Kami memesan tempat di Cabine untuk 5 orang, satu Cabine berisi 6 kursi. Untuk tiket anak-anak dibawah usia 11 tahun tidak dikenakan biaya atau gratis. Walaupun gratis mereka tetap diperhitungkan untuk mendapat tempat duduk. Didepan pintu cabine terdapat tanda bahwa tempat duduk sudah dipesan. 


Ribut dengan bule karena tempat duduk

Awalnya aku sangat menikmati perjalan kami, tetapi setelah beberapa lama kereta sangat penuh, kurang lebih  1 jam sebelum tiba di Praha. Mulai banyak orang yang celingak celinguk mencari tempat kosong. Karena Kathleen tidak bisa duduk tenang, kadang berdiri kadang duduk, ada seorang wanita yang masuk menuju Cabine kami.

Seharusnya kalau seperti ini diingatkan bahwa tempat duduk sudah dipesan semua, sehingga dia tidak berhak untuk duduk ditempat yang sudah dipesan. Dia langsung duduk karena saat itu aku menggeser posisi dudukku, hingga dia duduk di kursi  untuk Kathleen. 

Nah masalah mulai timbul waktu Kathleen mau tidur, sebelumnya aku memangku Kathleen dipangkuanku. Karena merasa sudah memesan lalu aku bilang ke suamiku untuk meminta siwanita bule tadi untuk beranjak dari kursinya karena kami memerlukan untuk Kathleen tidur.

Tetapi si wanita bule itu tidak mau pergi, dia beralasan punya tiket dan bilang memesan juga. Suamiku tau dia berbohong tetapi tidak mau ribut, malah dia memilih untuk memangku Kathleen (bikin jengkelkan). Yang membuatku lebih jengkel lagi, dia bilang nomer tempat duduk yang dipesannya adalah, tempat duduk yang diduduki bapakku.

Tau kalau dia ini pembohong naik darahlah aku, aku gak terima dibohongi seperti itu, naluriku sebagai ibu berusaha memberikan kenyamanan buat anak kami. Karena aku sudah emosi, akhirnya aku turun tangan juga, menyuruh dia untuk meninggalkan tempat duduk. Aku masih menggunakan bahasa yang sopan, meminta dia untuk menunjukkan tiket.

Wanita itu berbicara menggunakan bahasa Slavic ( Czech) dan  tidak bisa berbahasa Inggris. Dia tetap kekeh untuk duduk tanpa mau menunjukkan tiket. Karena jengkel aku meminta tiket ke suami dan melihat secara langsung nomer tempat duduk yang sudah kami pesan. Dan memang betul kami memesan 5 tempat duduk termasuk untuk Kathleen, dan satu lagi memang dipesan orang lain.

Aku bilang tunjukan tiketmu kalau memang kamu sudah memesan, karena aku tahu kamu berbohong, kalau tidak mau pergi saya akan menghubungi security untuk mengusir anda. Dia tetap beragumen dengan bahasanya dan tetep kekeh duduk. Karena aku sudah jengkel tingkat tinggi akhirnya aku berteriak mengusir wanita itu.....Get Out dengan suara yang super kencang membuat semua mata menuju ke Cabine kami.

Suasana didalam Cabine

Melihat aku berteriak akhirnya siwanita beranjak sambil mengaku bahwa dia memang punya tiket tetapi tanpa reservation. Dia keluar disambut orang-orang yang bertanya ada apa. Mereka mengecek tanda reservation yang tertera didepan pintu cabine, dan memang semua tempat duduk di cabine kami  sudah dipesan semua.

Dari pengalamanku ini, buat kalian yang berpergian dengan anak kecil, akan lebih baik jika memesan tempat duduk karena sudah pasti mendapat tempat tidak perlu mencari-cari lagi kursi yang tidak ada tanda reseved. Dan kalau kamu sudah memesan tempat duduk jika ada yang duduk ditempatmu, kalian bisa meminta mereka untuk pergi sambil menunjukan reservasi tempat duduk yang sudah dipesan. 

Jangan biarkan orang lain duduk ditempatmu walaupun itu tempat duduk untuk jatah baby sekalipun, katakan sejak awal sudah dipesan. Ingat walaupun bayi sekalipun, kereta diEropa memberikan jatah tempat duduk secara gratis untuk bayi dan anak-anak. 

Wanita bule ini mungkin berfikir bahwa Kathleen tidak mendapat jatah tempat duduk. Wanita itu masih berdiri diluar didepan Cabine kami, ketika ada petugas yang melakukan control tiket dia masih berusaha untuk menanyakan apakah memang semua tempat duduk dicabine kami sudah dipesan semua. Padahal tidak perlu bertanya juga, seharusnya sudah paham karena didepan pintu cabine sudah tertulis reserved. 

Entah karena malu karena aku bentak, atau juga mau turun akhirnya wanita ini pergi dari depan Cabine kami. Prinsipku ga perduli kamu bule atau bukan,  selama aku benar aku pasti fighting. Jangan anggap remeh wanita asia, apalagi berani melakukan kebohongan keaku.

Tidak semua tempat duduk bisa melakukan reservasi online


Perjalanan kami dari jerman ke Budapest, harus 2 kali pindah kereta. Dari Dresden jerman menuju ke Praha, kami bisa melakukan pemesanan tempat duduk dengan durasi perjalanan selama 2 jam. Tetapi untuk kereta berikutnya dari Praha ke Budapest kami tidak bisa melakukan reservation melalui internet.


Jadi kalau kalian melakukan pemesanan tiket tanpa reservation, otomatis kamu bebas duduk dimana saja asalkan tempat duduk yang ada tidak ada tanda reserved. Ada beberapa Jalur padat yang tidak bisa melakukan reservation tempat duduk secara online. Nah yang begini nih bikin repot apalagi bawa bayi dan dua orang lansia dengan banyak barang. Praha itu termasuk negara yang banyak dikunjungi turis, dan biasanya dari sini mereka akan melanjutkan perjalanan ke negara lain, tidak heran stasiun kereta api di Praha merupakan salah satu stasiun besar yang sibuk.

Economy Class, 6 seats every cart
Saat kereta datang orang mulai naik mencari tempat duduk dan kondisinya didalam kereta full sekali. Jadi ingat jaman naik kereta api di Indonesia saat mudik lebaran. Memang kondisinya teratur tidak ada yang dorong-dorongan, tapi panik juga mencari tempat kosong untuk 5 orang. Haduh ampun dah....aku gendong Kathleen, suamiku bawa tas Carier besar dan buggy yang tidak dilipat. Bapakku yang tua bawa tas Carier besar, ibuku bawa tas ransel dan tas perlengkapan Kathleen.

Situasi didalem sibuk, kereta padat karena tiap orang berusaha menemukan tempat duduk. kamipun harus mondar-mandir mencari tempat kosong, rentang renteng kesana kemari dengan banyak barang bawaan. Kami harus melihat tanda diatas tempat duduk apakah ada tulisan *reserved*, kalau ada ya jangan diduduki pasti akan diusir, harus cari yang tidak ada tanda reserved.


Cabine Class

Akhirnya suamiku dapet tempat duduk untuk aku dan Kathleen, dan mencari lagi untuk kedua orang tuaku dan dia. Kebetulan ternyata di wagen yang kami duduki, 3 bangku sudah dipesan, terpaksa 4 orang yang tadinya memberikan tempat duduk untuk aku, malah harus pergi karena ternyata bangkunya sudah reserved, bersyukurlah bukan bangkuku yang dipesan. 

Cepat-cepat aku ambil satu bangku yang kosong untuk ibuku, dan ternyata dibelakang wagen kami ada satu lagi yang kosong, dan dipakai untuk bapakku duduk. Dan Silvio lebih memilih untuk berdiri, karena sudah capek mondar-mandir. Cukup banyak penumpang yang tidak mendapat tempat duduk dan memilih berdiri atau duduk dilantai digerbong untuk sepeda.

Cabine Class

Jadi ga cuma di Indonesia kan naik kereta harus berdiri, memang saat weekend atau summer holiday biasanya kereta full. Perjalanan menuju ke Budapest memakan waktu 6 jam, walaupun tidak dapat tempat duduk bukan berarti 6 jam berdiri terus. Setelah 1,5 jam lesehan akhirnya Silvio dapet tempat duduk juga.

Sebenernya kalau mau hunting, biasanya distasiun berikutnya pasti ada yang turun sehingga ada tempat kosong. Kalau kita yang young sih ga masalah lesehan pulak, nah ini bayi include lansia, kan repot kalo pake acara harus lesehan. Ga masalah kalau kalian harus duduk terpisah-pisah yang penting dapat tempat duduk dulu, Karena memang sulit menemukan tempat duduk langsung untuk satu keluarga kumpul bareng.

Untuk cerita traveling kami selama di Budapest, kalian bisa melihat ceritanya disini:



http://www.bojonesilviostorylife.com/2018/06/budapest-hungaria-permata-di-eropa.html


Perjalanan pulang dari Budapest ke Jerman

Saat kembali dari Budapest melalui stasiun Nyugati, kereta sudah ready dan menunggu penumpang naik. Jadi suasananya santai dan tidak penuh penumpang. Tetapi setelah 2 jam saat memasuki stasiun Bratislava Slovakia, kereta mulai penuh disesaki penumpang yang baru naik.

Posisi aku dan Silvio saat itu sedang berada di bar kereta memesan minuman, sementara kathleen sedang tidur bersama orang tuaku. Melihat situasi ini kami memutuskan segera kembali karena pasti banyak yang berusaha untuk mencari tempat duduk.

Susah payah mencari jalan akhirnya sampai juga ditempat duduk kami. Dan benar saja satu tempat duduk yang tersisa sudah diisi pemesannya. Ibuku langsung laporan kalau tadi banyak yang mau duduk ditempat kami, dan dengan bahasa yang terbatas dengan body language ibuku bilang, papa and momy baby essen. Hahaha canggih juga emakku ini, yang penting berani menjelaskan.

Kami kembali transit di Praha menuju ke stasiun Dresden Jerman, Suasana didalam kereta tidak penuh, dan kami pun sudah melakukan pemesanan tempat duduk. Satu cabine yang seharusnya berisi 6 orang diisi oleh kami satu keluarga. kami tiba di dresden sore hari dan langsung kembali menuju ke Oschatz.

Liburan selalu punya cerita yang menarik dan sudah pasti jadi pengalaman yang berharga seumur hidup. Ada yang punya pengalaman lain, menggunakan tranpostasi kereta eurail di eropa?, kalian boleh mensharenya di kolom komentar.

Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.


Grüße