content='7496bf2686970bfa' name='yandex-verification'/>

Tuesday, October 16, 2018

Kentang dan nuddle (pasta) merupakan makanan kabohidrat, yang biasanya selalu disajikan di Jerman bersama menu lainnya. Panganan yang berbahan dasar kentang rebus ini, selalu hadir hampir di setiap pesta maupun acara-acara tradisional di Jerman.  

Kartoffelsalat memang bukan makanan asli dari Jerman, hampir setiap negara di Eropa mempunyai Kartoffelsalat versinya masing-masing. Kartoffelsalat cocok disajikan untuk segala musim, apalagi menjelang natal. Biasa disajikan selagi dingin, disimpan dalam kulkas sebelum disantap. 

Karttofelsalat biasanya disajikan dan disantap bersama sosis jerman ( Bratwurst), schnitzel atau fillet ayam goreng tepung khas Jerman, ataupun sebagai pendamping barbeque-an. 

karttofelsalat yang versi Jerman Selatan, dibuat tanpa campuran sayur seperti ketimun, sedangkan karttofelsalat dari Jerman Utara itu mirip dengan selera orang Amerika, dicampur mayoinase.  Di Jerman Kartoffelsalat yang paling diminati adalah yang disajikan dengan Öl (minyak) dan Essig (cuka), atau dengan mayonnaise. 

Kartoffelsalat yang aku buat ini, mengikuti resep yang biasa dibuat oleh keluarga suamiku. Kami membuatnya dengan menambahkan Fleischsalat yang siap pakai, yang biasa dijual di supermarket di Jerman. 

Berikut untuk bahan dan cara pembuatannya :

Bahan-bahannya:

  • 1 kg kentang (kartoffeln) 
  • 1 päckung fleischsalat siap pakai
  • 1 sdt mustard  (Senf)
  • 1 sdm Mayonnaise (leichte Salat Mayonnaise)
  • 4 acar Mentimun (Gewürze gurken), potong kotak-kotak.
  • 2 sdm cuka apel (essig) 
  • 1 bawang bombay (Zwiebeln)
  • 2 telur rebus (Eier hartgekocht), potong kotak-kotak
  • Garam (Salz)
  • Merica (Pfeffer) 
  • 1sdm Schmand 
Cara Pembuatannya : 

  • Kupas dan rebus kentang, jangan sampai overcook. Setelah matang lalu di haluskan dengan garpu
  • Masukkan bawang bombay, fleischsalat, mustard, mayonnaise, acar mentimun, dan cuka apel.
  • Aduk-aduk hingga merata.
  • Tambahkan garam, merica dan schmand, dan telur rebus , aduk-aduk kembali hingga merata.
  • Simpan didalam kulkas beberapa saat sebelum disantap.


Leckere Kartoffelsalat


Kartoffelsalat yang lezat siap disantap bersama wurst, schnitzel dan menu barbeque lainnya. Selamat mencoba dan semoga syukaaa.


kalian juga bisa mencoba resep masakan Jerman lainnya:



ayam-saus-putih-huhnerfrikassee

resep-chili-con-carne-resep-masakan.html

baked-potato-with-broccoli-cheese-sauce.html

Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.


Grüße 

Monday, October 8, 2018

Bersyukur sama Tuhan sejak hari pertama Kathleen lahir, aku tidak mengalami kesulitan dengan masalah ASIku. ASIku sangat lancar dan banyak keluar, sehingga lebih dari cukup untuk menyusui bayi kecilku. Tidak terasa saat ini bayi kecil mungil itu sudah berusia 16 bulan, tumbuh sehat, pintar dan gemes untuk selalu sun pipi gembulnya.

Keadaan di Jerman tidak sama seperti di Indonesia, yang mayoritas ibu memberikan ASI sampai usia 2 tahun bahkan ada yang lebih dari usia itu. Kalau di Jerman biasanya siibu hanya memberikan eksklusif ASI  hanya sampai usia 6 bulan, dan setelah itu stop ASI dan diganti dengan sulfor. Dokter anakpun tidak mewajibkan siibu untuk memberikan ASI sampai 2 tahun, tetapi memang wajib ASI eksklusif untuk 6 bulan pertama. 

Hal ini karena memang biasanya si ibu berada dirumah full untuk cuti 6 bulan sampai dengan 1 tahun, setelah itu si ibu mulai kembali bekerja. Kenapa kok enggak tetap menyusui?, kan bisa dipompa saat bekerja seperti ibu-ibu di Indonesia. Budaya di Jerman memang sangat berbeda jauh, saat si ibu memutuskan kembali bekerja sianak pun mulai dititipkan di KITA atau daycare sejak bayi. 

Dan suasana bekerja di Jerman tidak seperti di Indonesia yang bisa minta ijin kapan saja untuk memompa ASI. Disini karyawan sangat disiplin saatnya meninggalkan tempat kerja hanya saat istirahat saja. Saat istirahatpun hanya 30 menit dan dua kali, tetapi karena pekerjaan sangat mengejar dateline dan sibuk, bahkan tidak jarang mereka hanya istirahat satu kali. 

Pengalaman ini share dari suamiku mengenai teman-teman kerja wanita dikantornya. Makanya tidak heran, kalau mereka tidak melanjutkan ASI karena tidak ada waktu untuk urusan pompa mempompa ASI, karena harus fokus dengan tanggung jawab pekerjaannya. 

Aku sendiri karena memang full mom dan tidak bekerja, rencananya mau memberikan ASI eksklusif untuk Kathleen sampai usia 18 bulan. Tetapi apa dikata, anakku ini sangat susah makan karena nenen. Dia sangat picky urusan makanan, enggak mau makan sayuran atau buah, enggak mau juga makan-makanan yang bertekstur agak keras.

Papa's baby

Berat badannya memang stabil, tapi ya itu vitaminnya masih ketolong karena menyusui, karena momynya makan apa saja yang sehat-sehat. Hal ini terus terang jadi membuatku kuatir karena dibandingkan anak-anak lain, mereka sudah pandai makan apa saja bahkan termasuk yang bertekstur keras. 


Haduhhh berhubung diusia 2 tahun nanti kathleen sudah masuk sekolah, jadi lebih baik harus dibiasakan dari sekarang untuk tidak tergantung dengan menyusui. Supaya Kathleen mulai membiasakan diri untuk makan makanan  tanpa pilih-pilih termasuk yang memiliki tekstur keras.

Sejak 7 bulan aku sudah membiasakan Kathleen minum dari cangkir kuping, dan kalau pergi keluar rumah minum susu dari dot, nenen hanya bila dirumah saja. Ketika memutuskan untuk menyapih Kathleen, sempat berfikir bakalan lama nih, untuk membiasakan anakku tidak nenen lagi, karena pada awal proses penyapihan, anak biasanya rewel dan gelisah. 

Tapi surprised untuk kathleen hanya membutuhkan waktu 3 hari , untuk membiasakan dia tidak nenen lagi saat mau tidur, dan terbangun ditengah malam karena haus. Berikut aku share ya, papa dan mama pengalamanku membiasakan kathleen untuk tidak nenen lagi:

1st Day

Dramapun dimulai, saat Kathleen haus mulai ingat sama nenen momynya, tapi aku berusaha mengalihkan dan memberikan minum di cangkir. Kadang dia mau tetapi kadang ogah juga, terpaksa payudaraku aku olesi dengan sedikit minyak kayu putih. Tentu saja dia ga mau karena ada rasa pahit dan sedikit pedas, sambil aku bilang igit,igit,igit,igit (untuk mengungkapkan sesuatu yang jijik dalam bahasa Jerman). 

Saat tidur siang dia menangis histeris  minta nenen karena ngantuk, aku tetep bertahan untuk tidak memberi Katleen nenen. Terpaksa aku mengolesi payudaraku dengan minyak kayu putih berkali-kali, sambil merayu kathleen minum susu dari botol. 

Biasanya Kathleen tertidur dipelukanku sambil nenen. Saat tidak nenen lagi, kathleen tetap maunya bobo sambil dipeluk momynya. Jadi aku peluk Kathleen di atas perutku, sambil tiduran dan menepuk-nepuk pantatnya, dan tidak terlalu lama  rewel akhirnya bisa tidur siang juga tanpa nenen.

Saat tidur malam dramapun terjadi lagi, anakku ingat lagi dengan nenen, dan rewel karena mau tidur. Minyak kayu putihpun kembali dioleskan, Kathleen berkali-kali menangis menarik-narik bajuku, sambil kuperlihatkan payudaraku dan bilang igit,igit,igit,igit lagi. Setiap mau nenen, aku oleskan minyk kayu putih, supaya dia tidak suka dan menganggap susu ibunya tidak enak. 

Tidur malam ini lebih susah ketimbang tidur siang, rewelnya pun ampun-ampun dengan drama susu botol. Setelah dibelai-belai sambil bobo diperut momynya hampir 1 jam, akhirnya kathleen bobo juga, setelah lelap baru dipindahkan kekamarnya.

Saat tengah malam Kathleen terbangun minta susu. Karena payudaraku sudah sangat bengkak, dan kathleen bener-bener ga mau berhenti nangis, teriak-teriak tengah malem bikin stress momy dan papanya juga lho. Akhirnya aku pasrah juga memberi kathleen nenen. Hufff sambil berjanji dalam hati kalau besok sudah bener-bener harus strict. 

Momy's Mädchen

2nd Day

Dipagi hari seperti biasa kathleen sarapan sambil minum susu vollmilch (susu cair) dari cangkirnya. Aku menyediakan saft atau tee dicangkir, jadi kalau Kathleen haus dia tinggal minum. Saat mau tidur siang kembali lagi minta nenen momynya, aku sudah membuatkan susu dibotol, tapi tetep ga mau minum sambil drama nangis-nangis.

Masih berusaha untuk minta nenen momynya, kembali lagi aku olesi payudaraku dengan minyak kayu putih, tapi kathleen sudah tau kalau itu enggak enak, jadi bajuku hanya ditarik-tarik saja. Setiap kali bajuku dibuka, aku selalu bilang igit igit dan dia jadi ilfil, hahaha. 

Dramanya disiang hari ini, ga mau minum dari botol dan terus rewel, sampai  akhirnya aku coba ganti pake cangkir, eghh ternyata mau mimik. Pokoknya suka-suka kathleen deh, harus diikuti moodnya yang penting enggak nenen. Seperti biasa bobo diatas perut  momy,  sambil dipeluk dan dielus-elus kepalanya. Yesss berhasil bobo siang dihari kedua tanpa nenen.

Malam harinya sebelum bobo, jam setengah delapan udah dikasih susu dulu. Kali ini mau minum pake botol, sambil dielus-elus momynya. Masih terus inget nenen dan selalu tarik-tarik baju momynya, disodori nenen sambil bilang igit, dia langsung jadi ilfil sambil nutup mulutnya. Agak lama terjaga baru bisa bobo setelah ditepuk-tepuk punggung dan dielus kepalanya.

Waktu tengah malam terbangun pun, kathleen sudah mau diberi susu botol. Minumnya sambil dipangku momynya, waktu susunya sudah habis, Kathleen ga mau bobo sendiri momynya harus nemenin kathleen bobo dulu diatas karpet. Sambil dielus-elus akhirnya anakku tertidur juga. Ditengah malam ga ada lagi tangisan lama seperti dihari pertama, sebentar nangis hanya karena gak mau ditinggal bobo sendiri. Yess sukses bobo lagi saat tengah malam tanpa nenen.


3rd Day

Dihari ketiga bobo siangnya sudah gak minta nenen lagi. Tidur siang seperti biasa didekapan momynya dengan susu botol. Dimalam haripun bobo tanpa drama-drama lagi. Jam tujuh dikasih susu, jam setengah delapan dibawa papanya kekamar untuk bobo sendiri. 

Nangis sebentar karena pisah sama momynya, tapi sebentar aja karena bobonya ditemenin papa dikamar sambil dibacakan dongeng. Jam delapan papanya keluar dari kamar Kathleen, dan anakku tidur sendiri tanpa nangis. 

Kathleen juga sudah tidak bangun lagi ditengah malam, hanya terbangun jam 11 dan minum susu botol lalu tidur lagi ditemenin momynya, bobo diatas perut momy seperti biasanya. Kathleen baru terbangun lagi saat pagi hari jam 8 pagi.

Ahhhhh nikmatnya boboku, dan akhirnya berhasil juga menyapih Baby girlku. Semuanya butuh perjuangan dan niat, niat untuk tega demi kebaikan terutama saat sianak merengek. Kalau sianak sudah terbiasa dengan situasi terbaru ini, dia akan menyesuaikan dan no drama nangis lagi.

Sehari Kathleen minum susu formula sebanyak 2 kali, sekali minum 100ml-120 ml. Makannya pun bagus sarapan pagi dengan roti dan susu cair, siang dan malam makan makanan yang sama seperti makanan papa dan momynya. 

Dreirad fahren

Tips Sukses:

Berusahalan untuk menanamkan mindset menyapih "Person to Person", Bukan "Person to Thing".  Mengubah kebiasaan anak merasakan bahwa kenyamanan ada di payudara ibu, dengan menggantikannya ke bentuk-bentuk emosional lain berupa pelukan saat proses penyapihan. 

Selain itu memang dibutuhkan kesiapan mental si ibu. Kesiapan mental ibu juga memerlukan dukungan dari lingkungan, terutama ayah (suami) sebagai sosok yang dapat memberikan kenyamanan selain ibu, bisa dengan cara mengajak anak bermain, membacakan cerita saat tidur. 

Berbicaralah pada anak tentang keinginan kita untuk menyapihnya. Walaupun kemampuan komunikasinya berlum berkembang baik, jelaskan pada anak secara logis, mengapa ia harus berhenti menyusu pada ibunya. Misalkan, karena anak sudah berusia 2 tahun, sudah pintar makan nasi, buah, sayur dan sebagainya. 

Bersikap lembut tetapi tegas dan konsisten. Lakukanlah penyapihan dengan sabar dan tidak terburu-buru karena sikap ibu dalam menyapih berpengaruh pada kesiapan si balita.  

Mengenai ASI pasca penyapihan:

Para ibu yang menyapih anaknya pasti akan merasakan sakit yang cukup berat pada payudaranya. Ini karena air susunya sudah  tidak disedot lagi oleh anaknya. Payudara akan terasa keras dan sedikit terasa berat, tersentuh sedikit wuuuuiiih sakitnya pakai banget, bisa menjerit. Sedikit demi sedikit payudara akan normal kembali. 

Karena sayang untuk membuang ASIku, 2 hari aku memompa payudaraku, dan susunya diberikan ke Kathleen menggunakan botol. Suplai ASI akan berkurang secara bertahap seiring dengan berkurangnya bayi mengisap payudara.

Ternyata menyapih itu tidaklah sesulit yang aku duga. Aku membayangkan akan "bertempur" secara batin, karena anakku akan menangis setiap malam minta nenen. Karena menyusui itu fungsinya tidak hanya sebagai penyalur gizi, tapi juga penenang batin si anak. Lebih jauh dari itu adalah sebagai jembatan hubungan batin ibu-anak.  

Nach der Kirche

Semoga semua ibu yang memutuskan menyapih anaknya, bisa menjadikan pengalamanku ini sebagai gambaran. Demikian pengalamanku kali ini, bagaimana cerita kalian melewati masa-masa saat menyapih buah hati kalian?


Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.

Grüße