content='7496bf2686970bfa' name='yandex-verification'/>

Thursday, June 28, 2018

Summer Holiday was over, dan liburan kali ini terasa istimewa karena orang tuaku datang mengunjungi kami ke Jerman. Sesuai rencana dari awal, kami memang berencana ingin menghabiskan liburan summer tahun ini ke Budapest Hungary. Berhubung kami berlibur dengan membawa pasukan, bayi dan orang tuaku yang sudah lanjut usia, otomatis kami harus memperhatikan kenyamanan untuk mereka semua. 

Selama tinggal di Budapest, seperti biasa kami menggunakan jasa Airbnb untuk memesan apartemen yang berlokasi di pusat kota Budapest. Biaya permalam untuk sewa apartemen dengan 2 kamar tidur sebesar 40 euro per malam. Sedangkan untuk transportasi dari Jerman menuju ke Budapest, kami menggunakan kereta api Deutsch Banh. Tiketnya perorang sebesar 100 Euro untuk pulang pergi. 

Kami berangkat menuju Budapest melalui stasiun Dresden Hauptbahnhof  dan transit di Praha. Perjalanan dari Jerman ke Praha kurang lebih selama 2 jam. Dan dilanjutkan perjalanan dari Praha menuju ke Budapest selama 6 jam.  Sore hari kami tiba di stasiun kereta Nyugati pályaudvar, dan melanjutkan perjalanan dengan bus kurang lebih sekitar 15 menit, menuju apartemen kami dikawasan Nádor utca, Budapest. 

Mata uang hungary adalah Forint, dan nilai tukar untuk 1 euro sebesar 310 Forint. Kalian bisa menukar di money changer atau mengambil uang melalui ATM, karena  nilai tukar yang cukup baik dibanding dengan penukaran di money changer bandara. DiBudapest kalian tetap bisa melakukan transaksi menggunakan Euro terutama untuk makan direstorant atau berbelanja disupermarket.

Kami berencana akan menghabiskan malam di Budapest selama 4 hari 3 malam, sebelum kami melanjutkan liburan kami selanjutnya ke Balaton Lake. Dikenal sebagai “Paris kecil di Eropa Tengah”, ada juga yang menyebutnya permata di Eropa Tengah. Ibukota Hungaria Budapest adalah salah satu tujuan terbaik di Eropa, terkenal akan arsitekturnya yang menakjubkan, sejarah, pemandian, dan kehidupan malam. 

Buda Castle at Afternoon
Kota ini terdiri dari dua sisi yang berbeda, Buda dan Pest di kedua sisi Sungai Danube. Di kawasan Buda terdapat jalan-jalan abad pertengahan dan rumah-rumah, beberapa museum dan reruntuhan Romawi , benteng, bangunan pemerintahan, dan atmosfir yang lebih mewah. Sedangkan Pest yang lebih dinamis bagian tersibuk di kota, yang dipenuhi dengan promenade, kafe. Kalian juga dapat mengunjungi Quarter Yahudi, dan pasar makanan yang terkenal.
 
1 st day 

Kami tiba di Budapest pada sore hari. Setelah check in di Apartemen kami di tengah pusat kota, mandi dan siap untuk mengexplore Budapest sambil mencari makan direstoran dekat apartemen kami.  Setelah selesai dinner tempat pertama yang kami kunjungi adalah:

St. Stephens Basilica (Szent István-bazilika) 

Lokasinya berada ditengah-tengah dan berdekatan dengan lokasi restoran-restoran, hanya 10 menit berjalan kaki dari Jembatan Rantai Széchenyi dan Parlemen Hungaria. Nama Basilika diambil dari nama Santo Stefanus I dari Hungaria, dan dianggap sebagai bangunan gereja paling penting di Hungaria.

Stephens Basilica
Interior Altar

Interior Langit-langit
Basilica berdiri setinggi 96m di atas kubahnya, bangunan menara lonceng yang mencolok, hingga interiornya benar-benar indah, dan kubahnya sangat mempesona. Interior Basilika Santo Stefanus berinterior emas, karya seni yang rumit dengan hasil akhir yang terlihat indah. Tiang terbuat dari  dari marmer merah dan lengkungan dihiasi dengan emas dan berkilau ketika matahari bersinar. Seluruh interior berwarna sangat cerah dan sangat indah dipandang.




Danube River

setelah makan malam dan berkunjung ke Stephens Basilica, kami melanjutkan perjalanan menuju ke Danube River. Danube adalah sungai kedua terpanjang di Eropa, dan tepiannya di Budapest adalah bagian dari situs Warisan Dunia Unesco. Sungai Danube memisahkan kawasan "Buda" dan "Pest". Jangan lewatkan untuk menikmati keindahan disekitar sungai Danube, terutama saat malam hari. Ketika Budapest mulai bermandikan cahaya, duduk dibench ditepi sungai Danube, sambil menikmati gedung Parlemen, jembatan Chain atau Buda Castle bermandikan cahaya Lampu.

Danube River at Night
Sambil berjalan di sepanjang kawasan pejalan kaki ditepi sungai Danube, kalian akan menemukan patung sepatu-sepatu di pinggir sungai. Sepatu-sepatu di Danube adalah sebuah patung karya Gyula Pauer dari Hungaria, memberikan penghormatan kepada orang-orang Yahudi yang terbunuh di tepi sungai pada tahun 1944-1945

Danube River with Margaret Island Bridge
Sepatu-sepatu di tepi sungai Danube, menggambarkan kisah perang yang mengerikan, dimana banyak orang Yahudi dipaksa untuk telanjang di tepi sungai Danube dan menghadap ke sungai. Sebuah regu tembak kemudian menembak para tahanan dari jarak dekat di belakang sehingga mereka jatuh ke sungai dan  hanyut.  Sepatu itu merupakan penghargaan bagi semua orang yang kehilangan nyawa mereka, tetapi juga mengingatkan kita dari sebuah peristiwa yang sangat menyedihkan.

Patung Sepatu di tepi Sungai Danube

Hungary Parlement
Setelah menyusuri sungai Danube,  kami lalu  mengunjungi Parlemen Hungary yang megah, gedung parlemen terbesar ketiga di dunia. Tur masuk ke Parlemen adalah kegiatan yang sangat populer dan diminati banyak turis. Kalian bisa membeli tiketnya di pintu gerbang utama, dan waktu tur untuk  keliling Parlemen, selama 45-50 menit setiap harinya. 

Parlemen at Afternoon

Parlement from infront
Sebagai ikon Budapest, gedung Parlemen Hungaria pantas untuk dilihat. Kubah besar di atas gedung merupakan arsitektur era Renaissance. Ada 10 halaman tengah, banyak kamar dan aula, dan menara berdekorasi rumit. Fasad dihiasi dengan 88 patung penguasa Hongaria, beberapa gargoyle dan lengkungan. 

We are with Parlemen background
Bagian dalamnya juga dihiasi lukisan, lukisan dinding, dan ornamen emas. The Holy Crown of Hungary (mahkota penobatan) dan lambang kerajaan dipajang di Copula Hall, yang juga memiliki langit-langit yang indah. Pada malam hari adalah waktu yang tepat, duduk ditepi sungai Danube, untuk mengagumi keindahan gedung ini saat bermandikan cahaya lampu.


Kami mengakhiri mengexplore menikmati malam di Budapest dihari pertama di Parlemen Hungary, dan kembali menuju apartemen kami untuk beristirahat, yang lokasinya hanya 20 menit dari gedung parlemen ini.

2nd Day

Dihari kedua kami melanjutkan kunjungan kami menuju alun-alun Heroes Square dan mengunjungi Taman kota Budapest yang cantik. Untuk menuju ke Heroes Square kalian dapat menyusuri  Andrássy Avenue. Andrássy Avenue adalah boulevard ikon yang berasal dari tahun 1872, dan salah satu jalan paling penting di Budapest

Selama menyusuri jalan ini, kalian akan disuguhi butik-butik mewah dan rumah-rumah tua yang artistik. Tepat disebelah kiri jalan terdapat gedung Opera Hungaria, begitu juga museum House of Terror. House of Terror adalah peringatan bagi para korban rezim komunis dan fasis abad ke-20. Dan di ujung Andrássy Avenue, kalian akan tiba di Heroes Square.

Opera House Budapest
House of Teror Museum

Hösök tere atau Heroes Square 

adalah alun-alun utama Budapest. Alun-alun ini adalah Situs Warisan Dunia UNESCO. Terletak di depan Taman Kota, di ujung Jalan Andrássy.

Heroes Square, saat acara Concert Music
Heroes Square merupakan Monumen millenial, yang dibangun pada tahun 1896 untuk memperingati ulang tahun ke 1000, kedatangan orang Hungaria di Cekungan Carpathian. Monumen ini terdiri dari dua lingkaran kecil di bagian atas yang simbol-simbol perang dan perdamaian, pekerjaan dan kesejahteraan, pengetahuan dan kemuliaan. 

My Parents with Heroes Square Background

Monumen Milenium
Di tengah-tengah Heroes square berdiri tiang korintus setinggi 36 meter, dengan patung malaikat Gabriel di atasnya memegang Mahkota Suci Hungaria. Di belakangnya ada dua deretan melengkung setengah lingkaran, membentuk Monumen Milenium yang menampilkan patung-patung raja, gubernur dan tokoh-tokoh terkenal dari sejarah Hungaria. 


City Park

Dibelakang Heroes Square, terdapat salah satu area hijau terbesar di Budapest. Ditaman ini banyak terdapat pohon oak yang berusia ratusan tahun, dan jalur untuk berjalan santai. Kami sangat menikmati berada di taman ini, karena selain luas dengan hamparan rumput hijaunya, sangat cocok bagi kami yang membawa anak untuk bebas bermain dan bersantai diatas rumput. Diarea City Park ini, juga terdapat beberapa bangunan Castle dan gereja.

City Park Budapest
We are Family
My Parents' smile
Atraksi parade mobil full of people drinks beer

Vajdahunyad Castle 

Vajdahunyad Castle, merupakan replika kastil Transylvania, dibangun pada tahun 1896, dengan berbagai gaya arsitektur yang ditemukan di Hungaria, bergaya Romanesque, Gothic, Renaissance, dan Baroque. Daerah ini awalnya berupa rawa, milik raja-raja Hungaria dan digunakan sebagai tempat berburu.

Vajdahunyad Castle


Meskipun puri ini tampak cukup tua, bangunan ini dibangun sebagai penghargaan atas penaklukan Hungaria atas lembah Carpathian seribu tahun yang lalu. Kalian dapat menaiki salah satu menara kastil, untuk menikmati pemandangan taman yang sangat indah, dan mengunjungi museum tentang pertanian Hungaria di dalam kompleks kastil.  


Gate Vajdahunyad Castle
Anonymus Stature
Kastil ini dikelilingi oleh danau buatan yang digunakan untuk berperahu di musim panas, dan berubah menjadi gelanggang es skating yang mengesankan di musim dingin. Di bagian halaman terdapat patung Anonymus, penulis sejarah abad pertengahan tanpa nama untuk Raja Béla, wajahnya tersembunyi oleh tudung.  

Lake for boating in summer
Lake for boating in summer

The Romanesque Chapel of Jak 

Di dalam kompleks kastil adalah salah satu chapel paling populer untuk pernikahan di Budapest, bergaya abad pertengahan yang indah dan motif dekoratif yang detail. Awalnya dibangun sebagai chapel dari biara Benediktin. Baik di luar maupun di dalam chapel dihiasi dengan patung-patung yang unik.

Church of Jak



Tips: Dibutuhkan waktu 2.5 s/d 3 jam untuk menuju ke Hero Square, Taman Kota dan Vajdahunyad Castle dengan berjalan kaki santai sambil menyusuri Andrássy Avenue. Jika terlalu jauh menurut ukuran kalian, kamu bisa menggunakan metro melalui jalur metro M1. Ada beberapa halte metro di sekitar Basilika, terutama Bajczy Zsilinszky dan Deak Ferenc ter. Transportasi menggunakan metro menjadi pilihan utama karena selain cepat juga cukup murah.

3rd Day

Kami memulai perjalanan hari ke 3 kami dengan berjalan kaki menyebrangi jembatan Chain yang terkenal, sebelum menuju ke kompleks Buda Castle.
 

Chain Szechenyi

Buda dan Pest dipisahkan oleh sungai Danube, dan tidak kurang dari delapan jembatan menghubungkan dua bagian kota. Yang paling terkenal dari jembatan ini adalah Jembatan Rantai Széchenyi. Chain Bridge adalah jembatan gantung terpanjang di Eropa dan jembatan permanen pertama untuk menyeberangi Sungai Danube.

Chain Bridge with Lion Stature
Jembatan gantung ini dirancang oleh insinyur Inggris William Clark, yang juga mendesain jembatan gantung Marlow yang melintasi Sungai Thames di Inggris. The Chain Bridge hampir sepenuhnya dihancurkan dalam Perang Dunia II dan hanya pilar-pilar yang tetap berdiri, jembatan ini dibangun kembali dan dibuka kembali pada tahun 1949. Yang menjadi ciri khas jembatan ini adalah, dua singa batu yang berdiri di kedua sisi jembatan. 

Chain Bridge with Buda Castle Background
Aku sangat menikmati berjalan di jembatan bersejarah ini, sambil melihat pemandangan terbaik dari Landmark Budapest yang sangat bagus dari tepi jembatan. Diatas jembatan ini adalah Buda Castle, rumah bagi bangsawan Hungaria di ibu kota Budapest. Jembatan ini juga layak untuk dilihat setelah matahari terbenam ketika, lampu mulai bersinar dengan semua kemegahannya.
  
Buda Castle Hill

Buda Castle melambangkan yang terbaik dari Budapest dan merupakan kompleks yang mengesankan. Kastil ini merupakan bagian dari Distrik Istana, yang memiliki beberapa rumah abad pertengahan dan Baroque, gereja dan bangunan lainnya.

Buda Castle at night from side of Danube River
Untuk transportasi ke kompleks Buda castle kalian bisa menggunakan metro, Szell Kalman ter adalah stasiun metro terdekat yang terletak di jalur M2. Jika menggunakan bus kalian bisa naik bus nomer 16 atau 16A,  dan langsung menuju ke puncak komplek Buda Castle. 

Station mengantri funicular
Sebagian besar turis biasanya pergi ke Castle Hill dengan menyeberangi Chain Bridge dan kemudian naik ke puncak Buda Castle dengan menggunakan furnicular, biayanya sebesar 6 euro per orang. Perjalanan menaiki puncak dengan furnicular sangat menyenangkan, tetapi memang cukup mahal. 

Pemandangan saat menaiki funicular

Berhubung pasukanku banyak baby dengan buggy dan 2 orang tua lansia, so furnicular menjadi alternatif pilihan jauh dari kelelahan fisik. Buat yang muda-muda lebih baik berjalan sehat menaiki bukit, karena katanya hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit dan juga tidak melelahkan secara fisik.

Apa saja yang bisa kalian explore saat kalian berada di komplek Buda Castle :

Sandor Palace

Begitu keluar dari furnicular, dari sisi sebelah kanan kalian akan melihat Istana Sandor. Istana sandor adalah kediaman resmi Perdana Menteri sampai 1944 dan sekarang adalah rumah bagi presiden Republik. Bangunan neoklasik ini dijuluki Gedung Putihnya Hungaria.


Royal Palace 

Istana Kerajaan, pernah menjadi kediaman Raja-raja Hungaria. Dibangun kembali beberapa kali karena kehancuran perang, dan terus dibangun ulang. Bangunan istana  ini merupakan perpaduan berbagai gaya arsitektur. Sekarang bangunan ini tidak lagi menjadi tempat tinggal raja, tetapi kini menjadi  museum sejarah Budapest dan Galeri Nasional Hongaria. Galeri ini memiliki koleksi besar lukisan, gambar, dan patung Hungaria. 

Habsburg Gate- Entrance to the Royal Palace

Royal Palace
Fisherman's Bastion (The Halászbástya

Benteng Nelayan Fisherman's Bastion adalah teras dengan arsitektur gaya neo-Gothic dan neo-Romanesque yang terletak di bukit Castle. Bertengger 48 meter di atas Danube dan terlihat cantik di atas Várhegy (Castel Hill).

Menara berbentuk kerucut

Sisi depan teras

Fisherman's Bastion dirancang dan dibangun pada akhir 1800-an, dan memiliki 7 menara berbentuk kerucut,  yang mewakili 7 suku Magyar yang mendirikan Hungaria saat ini.

Tangga-tangga menuju fisherman's
Selain dari tujuh menara yang mengesankan, dari tempat ini kalian akan disuguhi untuk menikmati pemandangan terbaik di Budapest. Kalian dapat melihat Sungai Danube, Jembatan Rantai Széchenyi dan Gedung Parlemen Hungaria yang sangat mengesankan dari tempat ini. 

My Parents

Matthias Church

Gereja Matthias The Church of Our Lady lebih dikenal sebagai Matthias Church dengan atap yang penuh warna terletak tepat di sebelah Fisherman's Bastion. Gereja berusia lebih dari 700 tahun, beratap genteng keramik terbuat dari ubin Zsonay dan inilah yang membuat gereja ini begitu unik. 

Gereja ini diambil dari nama Raja Matthias Corvinus, gereja Matthias telah menyelenggarakan banyak penobatan sejak dibangun pada abad ke-13, menjadikannya salah satu gereja terpenting di Hungaria. Penobatan raja Austria Franz Joseph dan istrinya Elizabeth,  dimahkotai di sini yang menandai pembentukan Kekaisaran Austro-Hungaria pada tahun 1867. Begitu juga dengan Habsburg dan terakhir, Karl IV dan Zita juga dinobatkan di gereja ini. 

Matthias Church
Beratap keramik Zsonay

Trinity Square 

Trinity square pada dasarnya adalah bagian utama dari Kota Tua. Di tengah alun-alun tepat didepan gereja, adalah tiang Trinity untuk memperingati akhir wabah epidemi. Tiang ini dihiasi dengan patung-patung malaikat kecil dan patung-patung orang kudus yang lebih besar, diakhiri oleh sebuah patung yang mewakili Tritunggal Mahakudus. Alun-alun ini dikelilingi oleh Arsip Pusat, Gereja Matthias dan Balai Kota Tua. 

My parent with trinity background

Maria Magdalena Tower 

Terletak di ujung utara Castle Hill, Maria Magdalena Tower adalah satu-satunya gereja yang diizinkan untuk tetap menjadi Kristen selama pemerintahan Turki. Sayangnya sebagian besar gereja hancur dalam Perang Dunia II dan hanya sebagian kecil dari itu telah dibangun kembali. Bagian  yang telah direkonstruksi adalah menara dan satu jendela Gothic. Di ujung halaman di depan gereja, ada struktur tinggi yang terlihat seperti jendela gereja. 




Margaret Island

Dari Buda Castle kami melanjutkan perjalanan ke Margaret Island dengan berjalan kaki menyusuri Danube river. Margaret Island merupakan  pulau alami di tengah Danube di pusat Budapest, dan merupakan tempat yang bagus untuk menghindari kebisingan dan hiruk pikuk pusat kota. 

Fountain Musical
Kalian bisa masuk ke Pulau ini melalui jembatan Margaret atau jembatan Árpád. Seluruh area adalah taman besar, area rekreasi paling populer di kota dengan banyak fasilitas olahraga, taman air, taman bunga, taman Jepang, kebun binatang kecil, air mancur musik, menara air, teater terbuka dan beberapa reruntuhan abad pertengahan.

Fountain Musical at night

Di tengah pulau berdiri sebuah Water Tower, menara ini juga menawarkan pemandangan panorama yang indah dari teras di bagian atas. Salah satu atraksi terbaik di tempat ini adalah Air Mancur Musikal. Air mancur musical ini sangat populer dan jadi atraksi favorit kami, saat atraksi air mancur ini dimulai, sambil diiringi iringan musik.


Malam di margaret island adalah hari terakhir kami di kota cantik ini. Budapest kota yang menarik dengan kultur Eropa Tengah yang unik dan jauh berbeda dengan negara-negara Eropa Barat. Demikian blogger ceritaku kali ini, segera dech pesen tiket untuk mengunjungi kota yang satu ini, dan sudah pasti ga akan menyesal.

Update terus ya ceritaku lainnya masih di Hungaria, ketika kami menghabiskan liburan kami di Lake Balaton. Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.

Grüße
Reaksi:
Posted in

0 komentar:

Post a Comment