content='7496bf2686970bfa' name='yandex-verification'/>

Thursday, March 1, 2018

Tidak terasa sudah hampir 2 tahun tinggal di Jerman, tidak sedikit teman, kerabat, dan kenalan yang berkomentar, "Enak ya tinggal di Eropa". Wajar sebenernya kalau berfikiran seperti itu, tinggal di negara maju dengan fasilitas yang baik dan terjamin, mulai dari pendidikan, kesehatan, tunjangan hidup, dan pensiun hari tua. Jawabannya tentunya ada enak dan ngga enaknya juga, walaupun tentunya aku akui, lebih banyak enaknya ketimbang enggak enaknya. Ya sudah pastilah enak Yang pasti tentunya happy banget, tinggal di negara orang dengan keluarga yang kamu cintai dan mencintai kamu juga, jadi kamu tidak merasa kesepian dan nelangsa karena berjauhan dari keluarga di Indonesia.
 
um die Welt ist mein Traum

Dari semua yang menyenangkan itu, tetap bagaimanapun juga ada plus dan minusnya. Aku akan membahas hal-hal yang menyenangkan sampai yang tidak menyenangkan selama aku tinggal di luar negeri. Tetapi untuk bahasan diawal akan aku mulai dengan hal-hal yang susah alias bagian yang tidak menyenangkan ketika tinggal di luar negeri. Lalu seperti apa sebenarnya rasanya tinggal di Eropa, benua yang jaraknya belasan ribu kilometer dari rumah nyamanku bersama keluarga di Indonesia?. Apa sih dukanya tinggal di Luar negeri (Eropa) ?,  aku coba membahasnya satu persatu: 

Kendala bahasa
 
kebetulan aku tinggal di Jerman Timur, di sebuah kota kecil bernama Oschatz. Tantangan pertama ketika tiba dan tinggal di sini jelas mempelajari bahasanya. Bagi kalian yang tinggal di kota besar seperti Berlin, Frankfurt, Hamburg, dan kota besar lainnya, tentunya tidak begitu sesusah aku, kenapa?. Karena ditempatku mayoritas adalah penduduk asli yang hampir tidak pernah berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. 
 
Dikota-kota besar tentunya kita masih menjumpai banyaknya imigrant dari Indonesia atau negara lain yang bekerja atau study, sehingga bahasa Inggris masih digunakan untuk berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Tetapi tinggal dikota kecil, tantangan dan kesulitannya jauh lebih besar,  kemampuan menggunakan bahasa Jerman secara mandiri ist Must!. 
 
Jangan dikira bahasa Jerman ini gampang dikuasai, karena buatku gramatikal bahasa Jerman ini susahnya ampun-ampun, selain itu orang Jerman juga banyak yang tidak terlalu suka menggunakan bahasa Inggris meskipun mereka bisa. Mereka seperti masyarakat Perancis yang bangga menggunakan bahasa ibu, dalam berkomunikasi sehari-hari termasuk dengan orang asing. 
 
Karena tinggal di negara berbahasa Jerman, aku jelas harus bisa (dan berupaya) memahami dan mengerti bahasa Jerman untuk bisa survive hidup di sini, tidak bergantung dengan suamiku yang memang native. Setiap hari Deutsch sprechen with native alias dengan suami, walaupun masih terbata-bata pengucapannya karena pakai lama mikir gramatik dan vocabularynya. 
 
Makanya salah satu syarat untuk menetap di Eropa adalah harus lulus tes bahasa nasional mereka, supaya bisa berbaur dan beradaptasi dengan masyarakat lokal. Untuk syarat yang satu ini, aku sangat mendukung karena memang sangat-sangat dibutuhkan dan berguna sekali  untuk komunikasi dasar.
Perbedaan budaya dan adat istiadat 

Ini sudah pasti, dimanapun kita menetap kita harus mengikuti adat dan budaya ditempat tinggal kita. Meskipun aku berasal dari negara dengan budaya timur, tapi aku juga harus belajar dan menghargai budaya di  tempat dimana aku tinggal sekarang. 

Hal pertama yang aku pelajari tentunya tentang kebiasaan masyarakat Jerman pada umumnya, apa yang boleh dan tidak boleh aku lakukan selama tinggal di Jerman. Sebagai pendatang,  jelas aku harus menghargai dan menghormati budaya mereka terutama toleransi, dan tenggang rasa, akan hak pribadi setiap orang. 

Jangan pernah menganggap dirimu paling benar atau suci semenatara orang lain itu buruk. Contoh : *. Hidup bersama sampai punya anak tetapi tidak menikah di Jerman bukanlah sesuatu yang taboo, hal ini sangat normal untuk budaya mereka. Jangan pernah mengatakan perilaku mereka tidak memiliki moral, hal seperti ini haruslah dihormati, seandainya untuk kita buruk, tidak perlu ditiru dan diikuti.  

* Masyarakat Jerman banyak yang tidak beragama atau tidak mengenal Tuhan, ada juga yang beragama kristen tetapi tidak pergi kegereja. jangan pernah kamu merasa dirimu paling suci, sementara menjudge mereka kafir seperti yang sering terjadi di Indonesia. 

Untuk hal semacam ini kalian bisa dijebloskan kepenjara karena melanggar hak asasi manusia. Walaupun mereka tidak beragama, pada kenyataannya perilaku dan moral mereka jauh lebih baik dari mereka yang mengaku beragama di Indonesia, yang kadang kata-katanya keluar makian dan sumpah serapah mengkafirkan orang lain.
Masalah hukum 

Setiap negara memiliki aturan hukum yang berlaku, Sesuatu yang biasanya di Indonesia normal, tetapi tidak bisa kamu terapkan disini. Contohnya jangan harap kamu bisa setel Music kenceng-kenceng dirumah, kalau tetanggamu merasa terganggu dan dia lapor polisi, urusannya bisa sampai dipenjara. 

Jangan harap juga bisa bawa mobil kebut-kebutan walaupun hanya melintas di jalan kampung, apalagi di jalan Tol. Dibeberapa tempat ada aturan yang harus kamu taati saat berkendara. kalau dilanggar kamera di jalan siap merekam pelanggaran yang kamu lakukan, dan siap-siap menerima surat tilang yang biayanya tidak sedikit.
Sulit  bersosialisasi 

Jelas sosialisasi sangat diperlukan. Kehidupan bersosialisasi orang Jerman tidak sama dengan kehidupan bersosialisasi orang Indonesia. Orang Jerman jarang yang bisa diajak ngerumpi, curhat-curhatan atau ngobrol ngalor ngidul, kongkow kemana-mana. 

Mereka ini orang-orang yang sangat  produktif tiap harinya. Mau ngajak jalan atau berkunjung harus buat janji dari jauh-jauh hari. Kita tidak bisa tiba-tiba nongol dirumah mereka (sambil bilang surprise..) tanpa membuat janji,  hal ini dipandang aneh dan sangat tidak sopan untuk mereka. 

Sungguh untuk yang satu ini, aku masih mengalami kesulitan untuk bersosialisasi, dan belum punya teman warga jerman yang bisa asyik aku ajak ngobrol. Salah satu cara untuk berbaur dengan masyarakat Jerman adalah dengan mengikuti Club sesuai hobby, tetapi terus terang karena masih punya baby, jadi waktuku masih banyak untuk my baby Kathleen. Semoga setelah Kathleen 2 tahun dan pergi sekolah, momy nya bisa ikut salah satu Club supaya bisa berbaur dan punya teman Jermandes.
Susah mencari makan (Restaurant hanya berpusat di Zentrum)

Di Luar negeri berbeda dengan di Indonesia yang banyak warung makan, atau penjual makanan lewat depan rumah. Beruntung karena sekarang aku tinggal di Pusat Kota (Zentrum), otomatis tidak kesulitan mencari tempat makan/Imbiss, (tempat menjual makanan tetapi lebih kecil dari restaurant) atau bakerei dan Restaurant. 

Tinggal keluar sebentar sudah banyak imbiss dengan pilihan makanan yang bervariasi. Repot kalau kamu tinggal tidak dipusat kota, karena pasti mau beli makan saja butuh transportasi, jadi ga boleh males masak. Kalau males masak pilihannya ya kelaperan karena ga ada tukang bakso sampai tukang siomay lewat depan apartemen.
Toko-toko tutup di hari minggu dan tanggal merah 

Berbeda dengan di Indonesia, jangan harap hari minggu bisa jalan-jalan ke Mall, seperti yang biasa dilakukan masyarakat Indonesia. Aturan di Jerman pada hari minggu dan hari libur lainnya toko-toko harus tutup. 

Di hari biasa Supermarket buka dari pagi jam 07 s/d jam 20.00, begitu juga dengan hari sabtu tetap melayani pelanggan secara jam normal. Tetapi untuk toko lain seperti Bakerei atau toko-toko private, buka dari jam 10 pagi s/d jam 5 sore, dan pada hari sabtu hanya buka sampai jam 12 siang. 

Tidak ada toko yang buka 24 jam. Hari minggu atau tanggal merah digunakan untuk quality time bersama keluarga, biasanya melakukan aktifitas bersama baik di rumah, pergi ke taman, atau pergi ke Museum.
Gaji pekerja rumah tangga di sana tidak murah 

Selain sangat mahal juga sulit mencarinya. Pembantu, baby sitter, tukang setrika, atau tukang masak, bahkan supir sangat mahal. Setiap warga Jerman melakukan semuanya sendiri, tanpa ada bantuan assistant,  tidak ada yang pakai pembantu. 

Kalau pun ada biasanya mereka pakai pembantu yang datang seminggu sekali dan bayarannya dihitung per jam. So if you Mom and wife, and also career woman, you do all your task by your self, so you must cooperation with your husband and your kiddos to do your home work together.
Transportasi

Kalau  tinggal di luar negeri di daerah kota besar, untuk nya sangat lengkap baik bus, tram, atau kereta. Tapi kalau tinggal di kota kecil seperti aku, kamu harus bisa dan mau nyetir sendiri, bahkan kadang harus rela jalan kaki. Kalau di Indonesia mobil cuma dimiliki oleh orang-orang berkecukupan, beda dengan di Eropa. 

Di sana semua orang punya mobil, karena satu-satunya transportasi ya mobil pribadi, karena kalaupun mau naik Taxi, ongkosnya mahal. Di sana juga jarang sekali ada motor, masih lebih banyak sepeda genjot. Setiap bis berangkat sesuai jadwal, kalau jam sibuk jadwalnya biasanya setiap 30 menit sekali, tetapi kalau jam normal tiap 1 jam sekali. 

Di luar negeri ketinggalan bis itu sengsara, mesti menunggu  tiga puluh menit, bahkan satu jam kemudian. Apalagi kalau pas winter, dan harus menunggu karena ketinggalan Bus dengan cuaca yang dinginnya extrim sampai minus. Disetiap halte ada jadwal keberangkatan bus, difoto time schedullenya supaya bisa menyesuaikan saat harus menunggu dihalte. Jangan sampai telat karena semua bis datang on time. 

Dulu waktu belum tinggal di Zentrum, aku biasanya menggunakan bus untuk pergi ke VHS untuk kursus Bahasa Jerman, dan saat itu liburan anak sekolahan, sampai di VHS ternyata guruku sakit sehingga tidak datang mengajar. Dari pada bengong dirumah, aku mampir untuk berbelanja makanan di Supermarket, setelah membawa 2 kantong besar belanjaan, ternyata karena libur sekolah, bis nya tidak operasi tiap 1 jam tetapi bis berikutnya akan datang 2 jam lagi. 

Karena aku tidak mau menunggu lama terpaksa aku pulang kerumah yang jaraknya cukup jauh, jalan sambil membawa 2 kantong belanjaan yang cukup berat, ketambahan saat itu aku lagi hamil besar. Ya Tuhan sambil jalan aku berdoa, agar tidak terjadi apa-apa denganku. Beberapa kali aku harus berhenti untuk beristirahat karena tidak mau sesuatu yang serius terjadi pada kandunganku. 

Puji Tuhan sampai rumah juga dengan perjuangan yang ekstra, begitulah repotnya kalau tidak punya mobil sendiri, (karena mobil kami hanya satu dan dipakai suamiku kerja), karena harus tergantung dengan bis.
Cuaca dan musim

Temen-temenku paling banyak bilang ke aku, "Wah enak ya, bisa main salju.". Oh nooooo nòo serius deh, salju itu cuma enak dilihat tapi ogah banget berlama-lama diluar menggigil kedinginan saat winter, apalagi aku ini masuk kategori manusia tropis. 

Salju yang cantik itu begitu meleleh jadi jorok, licin, membahayakan, pokoknya ngerepotin. Repotnya dimana?, kalau mau pergi pasti ribet, lima belas menit sendiri buat make baju dan atribut macam sarung tangan, syal, tutup kepala, atau bahkan longjohn kalau dinginnya ekstrem banget. 

Pakai baju saat musim dingin itu mesti berlapis-lapis, akibatnya badan jadi menggelembung. Mau pakai baju yang lebih santai juga gak mungkin, salah pakai baju bisa menggigil kedinginan karena dinginnya bisa sampai minus 15°C. Jalan dengan badan menggelembung dan harus melawan angin itu susah, berat Friends.. berat….begitu keluar, salju tinggi banget sampai buat jalan aja, kamu butuh energi super dan ekstra hati-hati karena jalanan sangat licin. 

Sebenernya kalau berjalan saat salju itu sebenernya aman, yang membahayakan kalau hujan lalu membeku dan menjadi es, inilah yang sering menyebapkan kecelakaan atau terpeleset bagi pejalan kaki. Biasanya dijalan ditaburi kerikil atau semacam garam untuk menghindari terpeleset. 

Kerepotan lainnya saat winter itu, kalau punya mobil tetapi tidak punya garasi dan mesti parkir di luar rumah. Tiap malam mesti nginget-nginget dimana terakhir kamu memarkir mobil, begitu mau bepergian datang harus bawa shovel untuk bersihin salju. masih mudah kalau tidak membeku, kalau sudah membeku dan jadi es, es yang terdapat dikaca depan harus dikerik sambil berharap enggak kepleset. 

Winter depresi dan perubahan mood di musim dingin karena tubuh kurang cahaya matahari. Ada beberapa kasus bunuh diri saat winter, karena memang winter ini membuat depresi karena mau apa-apa sangat sulit, serba menyebalkan karena dimana-mana lembap.
Biaya hidup yang sangat tinggi 

Apa-apa di sini itu mahal. kalian harus punya pekerjaan sekalipun kalian adalah mahasiswa. Makanan, pakaian, tempat tinggal baik rumah atau sewa sangat mahal, jadi memang harus berhemat. Boro-boro bisa tiap bulan belanja baju atau sepatu atau tas, seperti waktu di Indonesia, beli baju kalo ga butuh-butuh banget nunggu pas diskon (hahaha prinsip emak2 banget). 

kamu harus pandai-pandai menggunakan uangmu, supaya punya tabungan untuk kebutuhan lainnya, seperti pergi traveling ke negara eropa lainnya atau planning beli rumah suatu hari nanti. Prinsipnya usahakan agar jangan sampai kehidupan kita itu besar pasak daripada tiang.
Jauh dari Keluarga

Meskipun ada yang berfikir tidak terlalu dekat dengan keluarga, percayalah ada saat-saat kita merindukan keluarga.  Kalau di Eropa? enggak mungkin bisa mudik sering-sering. Selain kelelahan karena jarak tempuh yang jauh, kita harus memikirkan uang dan waktu juga. Gak mungkin kan ke Indonesia cuma semalam lalu balik lagi ke Eropa?. 

Sekali perjalanan dari Jerman ke jakarta dibutuhkan waktu tempuh 17 s/d 19 jam, ini aku estimasi sampai airport terdekat dikotaku yaitu Dresden. Dan untuk biayanya sendiri tergantung pesawatnya ratenya 800 s/d 1.000 euro (mak 15 juta) PP. Apalagi kalau peserta mudiknya banyak, so jadi kalau mau mudik harus nabung dulu dari jauh-jauh hari.
Begitulah duka atau susahnya tinggal di LN, aku yakin masing-masing orang punya kesulitanya sendiri saat berada di negara orang. Dibalik semua itu tentunya harus tetap disyukuri, karena semua suka dan duka memberikan warna buat kehidupan masing-masing. 

Jangan takut buat tinggal di Eropa, karena kepuasan, dan pengalaman hidup yang didapat di sana juga bakal imbang dengan sedihnya tinggal jauh dari keluarga dan sahabat di tanah air.  Raihlah mimpimu, jangan jadikan jarak yang jauh menjadi alasan untuk berhenti bermimpi. 

Pergilah sejauh mungkin untuk meraih cita-citamu jika itu memang yang kamu yakini, dan nanti ketika kamu kembali, kamu memiliki pengalaman yang sangat berharga dan belum tentu dimiliki orang lain.

Terus kalau sudah dibahas kesulitan yang biasanya dialami di LN, bagaimana dengan sukanya atau hal-hal yang menyenangkan?. Aku akan membahas di tulisanku berikutnya, gimana dengan kalian, ada yang berminat juga untuk suatu saat tingggal di luar negeri?. Atau ada yang punya pengalaman yang lebih asyik dari pengalamanku, silahkan dishare di kolom komentar.

Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.

Grüße
Reaksi:
Posted in

2 comments:

  1. Hai Yosefin wah lebih cepat tuutp supermarket ditemmpatmu ya, klo ditempatku tutupnya jam 22 . Trus ada 1 yg lbeih besar tutupnya tengah malam. OMG sampai minus 15 ya, ditempatku sampai minus 8 aja pagi2 tuh aku mau antar anakku ke TK, trus angin pula gilaa deh dinginya. Didalam rumah juga dingin. Emang thn ini parah sih musim dingin ini deh. Oh ya klo blogpot ada masukin tags ga sih? apa ga terlihat umum tags nya?. Tags ini berguna buat mereka yg mencari di mesin pencari, kalau tags/keywordnya cocok maka blogmu akan ditampilin di hasil pencarian. Klo utk tulisan ini masukin deh tags: menikah dan tinggal di jerman, blog tinggal di jerman, enaknya tinggal di jerman, tinggal di jerman, suka duka tinggal di jerman. Tadi aku coba cari pakai app dan cek di google keywordnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hallo kak nel,

      Kalau di wilayah Sachsen itu ga separah ditempat laen kak. Menurutku musim dingin yg sekarang ga separah tahun lalu. kami kebagian salju cuma seminggu diawal Dec thok, sisanya cma dingin aja. Nagh kemaren2 juga dinginnya ga banget2 kak, cuma pas akhir Feb dan maret ini mulai dinginnya -12 sd -15C. Kalo kami yang tinggal di sachsen bilang winter ohne schnee (hahaha asikk ga repot belepotan salju). Masalah Tag, nagh itu dia kak. gimana caranya untuk masukin Tag sih kak? aku pernah masukin di Edit HTML malah hasiln pencariannya ga muncul. Aku nyiasatinnya paka metode pencarian di tampilan postingku. Apa kakak punya panduan untuk masukin Tag blogspot?. Aku udah coba beberapa ikutin panduan mbah google by edit Html malah ga maksimal kak.

      Delete