content='7496bf2686970bfa' name='yandex-verification'/>

Thursday, March 22, 2018

MASIH ingat rasanya ketika pertamakali, aku membawa pulang bayi mungilku dari rumah sakit. Dengan berjalannya waktu, bayi yang dulu mungil itu Puji Tuhan saat ini tumbuh sehat dan aktif. 

Diusia 7 – 9 bulan, tahap perkembangan motorik kasar pada anak ditandai dengan kemampuan untuk mulai merangkak, berdiri dan berjalan. Sedangkan untuk motorik halusnya ditandai dengan kemampuan anak untuk meraih, menggenggam dan menjatuhkan sesuatu. Kali ini aku mau share tentang milestone Kathleen diusia 7-9 bulan. 

Usia 7 bulan 

Diusia 7 bulan ketika diajak jalan-jalan menggunakan strolernya (kinderwagen), kathleen sudah tidak mau lagi dibaringkan. Ketika dibaringkan dia akan mengangkat kepalanya, minta diposisikan duduk. 

Kathleen senang sekali waktu pertama kali di dudukkan di stroler, selama jalan-jalan matanya sibuk liat kesana kemari. Sepertinya dia enggak mau melewatkan pengalaman baru ini, dengan tidur distroler seperti sebelumnya, alhasil begitu sampai dirumah baru tertidur pulas karena kecapekan. 


Kathleen juga sedang memasuki fase mengambil, dan memasukan apa saja ke mulutnya. Dia juga sudah dapat memegang dua benda yang berbeda pada waktu bersamaan, dan juga sudah dapat menjatuhkan mainannya berulang-ulang. Diusia ini dia sudah dapat mengontrol kepalanya tegak, dan dapat duduk sendiri tanpa ditopang. 

Kathleen sudah mengerti dan hafal siapa-siapa orang yang dekat dengannya dan siapa yang tidak. Kalau momynya menghilang sebentar dia akan menangis, maunya terus menempel ke momynya. Pokoknya harus ada salah satu yang dia kenal, baru dia akan tenang dan enggak cemas. Bayi akan bereaksi negatif jika bertemu dengan orang asing. Biasanya dia akan rewel, berulah, atau bahkan menangis jika bertemu dengan orang-orang yang tidak dikenalnya. 

Di usia 7 bulan Kathleen sudah mulai senang mengangkat dan menurunkan bokong serta pungungnya. Kathleen juga sudah mulai mengerti arti bahasa, dia sudah mulai merespon ketika aku berkata “nein”, walaupun kadang-kadang belum tentu mengikuti laranganku. Dia juga memberi respon membalikkan kepalanya waktu aku memanggil namanya. 

Kathleen sudah bisa berekspresi dengan wajahnya tersenyum lebar atau cemberut. Bayiku juga sudah bisa berkomunikasi secara vokal dengan membuat berbagai suara berbed - beda, tertawa, berceloteh “da da da” menggunakan bahasa bayi. Aku juga mengajarkan Kathleen untuk bersalaman dan bertepuk tangan. Berlatih tepuk tangan sambil mendengar lagu anak-anak, dapat memberikan rangsangan untuk menguatkan otot-otot lengan dan jari-jari bayi. Kalau digendong momy atau papanya, Kathleen akan meloncat-loncatkan kakinya. 
 
Aku sudah memberikan kathleen makanan tambahan asi sejak usia 5 bulan. Biasanya aku membuat puree untuk menu pagi dan sore hari, dengan menambahkan räpsöl sebanyak 1 sdt. Makanan tambahan yang aku berikan ke Kathleen mencakup 4 sehat 5 sempurna. 

Untuk kabohirat biasanya aku menggunakan kentang atau ubi (sußkartofeln). Untuk protein hewani biasanya aku campur dengan memilih salah satu baik ayam, daging, atau salmon. Protein nabati atau sayurannya biasanya aku menggunakan kembang kol, brokoli, kacang polong, wortel, buncis, atau kapri. Nah aku juga menambahkan buah seperti apel, pisang, pir, alpukat, atau melon. 

Semuanya aku rebus (±) 15 menit dan aku blender menggunakan hand mixer. Ahhh praktis deh,cepat mengolahnya, dan yang pasti sehat dan si bocah lahap setiap makan. Memang enak sih karena manis dari ubi nya, aku memang jarang menggunakan campuran kentang lebih banyak menggunakan ubi. 

Tidak perlu menambahkan garam, karena bayi 0 – 12 bulan, indera perasa asinnya pun belum berfungsi. Dari yang aku baca juga, reaksi bayi terhadap garam sangat sensitif. Begitu dia menerima garam dari makanannya, tekanan darahnya akan melonjak tinggi. Hal ini dapat berdampak jangka panjang. 

Satu tahun pertama, usahakan makanan yang diberikan pada bayi tidak diberikan garam sama sekali. Dalam ASI, sayuran, kacang-kacangan dan daging sebenarnya sudah terdapat kandungan garam alami yang mencukupi kebutuhan bayi. 

Usia 8 Bulan 

Beberapa bayi dari usia 7 bulan sudah mulai merangkak, walaupun pada umumnya kemampuan merangkak dapat dilakukan bayi di usia 8-10 bulan. Di usia 8 bulan ini, Kathleenku belum mau merangkak, aku baru tersadar saat ibuku bertanya apakah Kathleen sudah mulai merangkak diusia 8 bulan ini. Kesalahan kami, selama ini kami kebanyakan mendudukan kathleen disofa bersama kami, sehingga tidak ada kesempatan untuk belajar merangkak di space yang luas. 

Akhirnya kami mulai banyak meletakkan kathleen di lantai beralaskan karpet, setiap aku pancing dengan mainannya dia akan melipat kakinya seperti mau merangkak, tetapi tidak mau mengangkat pantatnya. Kalau diajarkan merangkak dengan mengangkat pantatnya dia malah menagis (hadehhh). 

Dia sudah bisa mengungkapkan kekesalannya dengan bilang hhhhhhh, setiap dijejer mainan kesukaannya dia akan mencoba meraih, otomatis sama momynya langsung dijauhkan secara perlahan, dan anaknya pun jadi mangkel trus menangis. Sepertinya Kathleen tidak tertarik merangkak, tetapi dia akan senang sekali kalau diberdirikan sambil berpegangan pada kursi atau meja. 

Dari yang aku baca, tidak semua bayi melalui tahapan kemampuan merangkak karena merangkak bukan suatu kepandaian dan keharusan dalam suatu proses tumbuh kembang bayi. Bayi yang tidak melewati tahapan ini mungkin kemampuannya langsung meningkat ke tahapan berdiri dan berjalan. Melihat hal ini aku memberikan rangsangan bagi Kathleen, untuk duduk sehingga dapat memperkuat punggung dan bahu. 

Kathleen sangat senang jika diberi buku, terutama buku bacaan bergambar. Kami sering membaca atau melihat buku berwarna bersama, dan membiarkan Kathleen untuk membolak-balikkan halaman. Dia juga sudah mengenal gambar binatang, dan bus yang ada di kamarnya. Dia bisa meninjukkan jika ditanya yang mana singa (ein löwe), jerapah (eine Giraffe), monyet (ein Affe), maupun buaya (ein Krokodil). Dia selalu tertarik untuk mencabut semua wall sticker didinding ataupun deco yang ada kamarnya.  

Kathleen juga sudah mulai meniru perilaku orang di sekitarnya, dia paling suka diajak main ciluk ba. Dari usia 3 bulan kathleen memang suka bermain ciluk baa, dan ia akan tertawa terbahak-bahak. Diusia 8 bulan ini dia tidak hanya tertawa kalau diajak bermain cilukba, tetapi sudah ada tambahan kata mengucapkan baaa sambil membuka tanganku atau menarik sesuatu yang menutupi wajahku. 

kathleen juga sudah dapat makan biskuit finger food sendiri. Aku membiasakan Kathleen untuk duduk sendiri sambil mengambil dan memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Rangsangan ini selain bermanfaat untuk memperkuat otot punggung dan bahunya, juga berguna untuk melatih keterampilannya dalam menjumput dan menggenggam, di saat masa tumbuh gigi (teething). 

Kathleen mulai tumbuh gigi diusia 8 bulan. Gigi susu pertama biasanya dimulai dengan gigi seri pada rahang bawah dan disusul dengan gigi seri pada rahang atas. Yeay.....yang ditunggu akhirnya muncul juga, ya akhirnya Kathleenku mulai tumbuh gigi. Belum kelihatan tetapi akarnya sudah muncul. Agak susah untuk melihat apakah gigi anakku mulai tumbuh, karena dia selalu menutupinya dengan lidah. Tidak sengaja maminya meraba gusi, dan taraaaa. 

Menurut yang aku baca, setelah gigi mulai tumbuh, mulailah membersihkan gigi dengan menggunakan kain yang lembut dan lembab. Bersihkan setiap permukaan gigi dan batas antara gigi dan gusi secara seksama namun lembut. Kita juga dapat juga membersihkannya dengan menggunakan sikat gigi khusus bayi/anak yang memiliki bulu yang lembut dan kepala sikat yang kecil. 

Tidak perlu menggunakan pasta gigi pada saat ini, tetapi basahilah dengan menggunakan air matang. Bersihkanlah gigi 2x/hari. Tetap jangan biarkan bayi tidur sambil minum susu menggunakan botol susunya. Hal ini akan menyebabkan kerusakan pada gigi anak. 

Usia 9 Bulan 

Di usia ini aku mulai memperkenalkan Kathleen dengan cangkir minuman plastik berwarna yang memiliki dua gagang. Aku membiarkannya untuk menggenggam dan belajar minum sendiri. tapi hati-hati ya, jangan tinggalkan bayi sendirian, jaga jangan sampai bayi tersedak dan bantu apabila si kecil menjatuhkan cangkir minumnya. 

Akhirnya blogger, diusia 9 bulan ini Kathleen mulai memperlihatkan kemampuannya untuk merangkak. kalau dibulan sebelum-sebelumnya, kami harus sedikit memaksa dia untuk belajar merangkak, tapi kali ini secara alami dia menunjukan kemampuan itu. 

Jadi ceritanya Kathleen mulai tertarik memegang kabel dan kotak listrik. Mulailah dia merangkak pelan untuk memegang kabel dan kotak listrik. Woowww otomatis momynya langsung sigap melarang, menjauhkan si bocah dari kotak listrik. Tapi justru malah membuat Kathleen semakin penasaran, biarpun dijauhkan sejauh-jauhnya, secara natural merangkak mendekat ke kabel dan kontak listrik. 

Mulai dari situ anakku mulai pintar merangkak. Hahaha lucu juga kalau dipikir, supaya momynya senang dan diijinkan main dengan kabel dan kontak listrik, mulai show off krabbeln (merangkak). Karena kathleen sudah mulai menjelajah kesemua sudut rumah, papanya mulai melakukan beberapa pengamanan termasuk yang berhubungan dengan listrik. 

Yang paling mengasyikkan saat ini bagi kathleen, ia sudah bisa diajak bermain permainan yang ada di taman. Ayunan khusus bayi, kuda-kudaan adalah favoritenya saat ini. Walaupun masih winter, udara dingin ataupun salju bukan halangan bagi kathleen untuk tidak bermain di taman. Terkadang disaat matahari muncul aku ajak dia untuk duduk-duduk dirumput taman. 

Diusia 9 bulan ini kami melakukan kunjungan ke dokter untuk imunisasi. Kathleen sudah mendapatkan suntikan Hepatitis B untuk ke3 kalinya. Dokter juga memberikan tablet Fluoretten untuk pertumbuhan giginya. Senangnya melihat buah hati kami tumbuh sehat dan aktif. Dan yang membuat kami bahagia, kami bisa melewati musim winter ini, puji Tuhan dalam keadaan sehat.

Demikian shareku kali ini mengenai buah hati kami, bagaimana dengan pengalaman kalian sebagai papa dan mama muda?. Kalian bisa share pengalaman kalian di kolom komentar. 

kalian juga bisa mengikuti ceritaku mengenai milestone babyku di cerita sebelumnya:

https://www.bojonesilviostorylife.com/2017/10/merawat-bayi-0-3-bulan.html

https://www.bojonesilviostorylife.com/2018/01/merawat-bayi-4-6-bulan.html

Jika ingin mengikuti update tulisanku, kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.

Grüße

Thursday, March 1, 2018

Tidak terasa sudah hampir 2 tahun tinggal di Jerman, tidak sedikit teman, kerabat, dan kenalan yang berkomentar, "Enak ya tinggal di Eropa". Wajar sebenernya kalau berfikiran seperti itu, tinggal di negara maju dengan fasilitas yang baik dan terjamin, mulai dari pendidikan, kesehatan, tunjangan hidup, dan pensiun hari tua. Jawabannya tentunya ada enak dan ngga enaknya juga, walaupun tentunya aku akui, lebih banyak enaknya ketimbang enggak enaknya. Ya sudah pastilah enak Yang pasti tentunya happy banget, tinggal di negara orang dengan keluarga yang kamu cintai dan mencintai kamu juga, jadi kamu tidak merasa kesepian dan nelangsa karena berjauhan dari keluarga di Indonesia.
 
um die Welt ist mein Traum

Dari semua yang menyenangkan itu, tetap bagaimanapun juga ada plus dan minusnya. Aku akan membahas hal-hal yang menyenangkan sampai yang tidak menyenangkan selama aku tinggal di luar negeri. Tetapi untuk bahasan diawal akan aku mulai dengan hal-hal yang susah alias bagian yang tidak menyenangkan ketika tinggal di luar negeri. Lalu seperti apa sebenarnya rasanya tinggal di Eropa, benua yang jaraknya belasan ribu kilometer dari rumah nyamanku bersama keluarga di Indonesia?. Apa sih dukanya tinggal di Luar negeri (Eropa) ?,  aku coba membahasnya satu persatu: 

Kendala bahasa
 
kebetulan aku tinggal di Jerman Timur, di sebuah kota kecil bernama Oschatz. Tantangan pertama ketika tiba dan tinggal di sini jelas mempelajari bahasanya. Bagi kalian yang tinggal di kota besar seperti Berlin, Frankfurt, Hamburg, dan kota besar lainnya, tentunya tidak begitu sesusah aku, kenapa?. Karena ditempatku mayoritas adalah penduduk asli yang hampir tidak pernah berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. 
 
Dikota-kota besar tentunya kita masih menjumpai banyaknya imigrant dari Indonesia atau negara lain yang bekerja atau study, sehingga bahasa Inggris masih digunakan untuk berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Tetapi tinggal dikota kecil, tantangan dan kesulitannya jauh lebih besar,  kemampuan menggunakan bahasa Jerman secara mandiri ist Must!. 
 
Jangan dikira bahasa Jerman ini gampang dikuasai, karena buatku gramatikal bahasa Jerman ini susahnya ampun-ampun, selain itu orang Jerman juga banyak yang tidak terlalu suka menggunakan bahasa Inggris meskipun mereka bisa. Mereka seperti masyarakat Perancis yang bangga menggunakan bahasa ibu, dalam berkomunikasi sehari-hari termasuk dengan orang asing. 
 
Karena tinggal di negara berbahasa Jerman, aku jelas harus bisa (dan berupaya) memahami dan mengerti bahasa Jerman untuk bisa survive hidup di sini, tidak bergantung dengan suamiku yang memang native. Setiap hari Deutsch sprechen with native alias dengan suami, walaupun masih terbata-bata pengucapannya karena pakai lama mikir gramatik dan vocabularynya. 
 
Makanya salah satu syarat untuk menetap di Eropa adalah harus lulus tes bahasa nasional mereka, supaya bisa berbaur dan beradaptasi dengan masyarakat lokal. Untuk syarat yang satu ini, aku sangat mendukung karena memang sangat-sangat dibutuhkan dan berguna sekali  untuk komunikasi dasar.
Perbedaan budaya dan adat istiadat 

Ini sudah pasti, dimanapun kita menetap kita harus mengikuti adat dan budaya ditempat tinggal kita. Meskipun aku berasal dari negara dengan budaya timur, tapi aku juga harus belajar dan menghargai budaya di  tempat dimana aku tinggal sekarang. 

Hal pertama yang aku pelajari tentunya tentang kebiasaan masyarakat Jerman pada umumnya, apa yang boleh dan tidak boleh aku lakukan selama tinggal di Jerman. Sebagai pendatang,  jelas aku harus menghargai dan menghormati budaya mereka terutama toleransi, dan tenggang rasa, akan hak pribadi setiap orang. 

Jangan pernah menganggap dirimu paling benar atau suci semenatara orang lain itu buruk. Contoh : *. Hidup bersama sampai punya anak tetapi tidak menikah di Jerman bukanlah sesuatu yang taboo, hal ini sangat normal untuk budaya mereka. Jangan pernah mengatakan perilaku mereka tidak memiliki moral, hal seperti ini haruslah dihormati, seandainya untuk kita buruk, tidak perlu ditiru dan diikuti.  

* Masyarakat Jerman banyak yang tidak beragama atau tidak mengenal Tuhan, ada juga yang beragama kristen tetapi tidak pergi kegereja. jangan pernah kamu merasa dirimu paling suci, sementara menjudge mereka kafir seperti yang sering terjadi di Indonesia. 

Untuk hal semacam ini kalian bisa dijebloskan kepenjara karena melanggar hak asasi manusia. Walaupun mereka tidak beragama, pada kenyataannya perilaku dan moral mereka jauh lebih baik dari mereka yang mengaku beragama di Indonesia, yang kadang kata-katanya keluar makian dan sumpah serapah mengkafirkan orang lain.
Masalah hukum 

Setiap negara memiliki aturan hukum yang berlaku, Sesuatu yang biasanya di Indonesia normal, tetapi tidak bisa kamu terapkan disini. Contohnya jangan harap kamu bisa setel Music kenceng-kenceng dirumah, kalau tetanggamu merasa terganggu dan dia lapor polisi, urusannya bisa sampai dipenjara. 

Jangan harap juga bisa bawa mobil kebut-kebutan walaupun hanya melintas di jalan kampung, apalagi di jalan Tol. Dibeberapa tempat ada aturan yang harus kamu taati saat berkendara. kalau dilanggar kamera di jalan siap merekam pelanggaran yang kamu lakukan, dan siap-siap menerima surat tilang yang biayanya tidak sedikit.
Sulit  bersosialisasi 

Jelas sosialisasi sangat diperlukan. Kehidupan bersosialisasi orang Jerman tidak sama dengan kehidupan bersosialisasi orang Indonesia. Orang Jerman jarang yang bisa diajak ngerumpi, curhat-curhatan atau ngobrol ngalor ngidul, kongkow kemana-mana. 

Mereka ini orang-orang yang sangat  produktif tiap harinya. Mau ngajak jalan atau berkunjung harus buat janji dari jauh-jauh hari. Kita tidak bisa tiba-tiba nongol dirumah mereka (sambil bilang surprise..) tanpa membuat janji,  hal ini dipandang aneh dan sangat tidak sopan untuk mereka. 

Sungguh untuk yang satu ini, aku masih mengalami kesulitan untuk bersosialisasi, dan belum punya teman warga jerman yang bisa asyik aku ajak ngobrol. Salah satu cara untuk berbaur dengan masyarakat Jerman adalah dengan mengikuti Club sesuai hobby, tetapi terus terang karena masih punya baby, jadi waktuku masih banyak untuk my baby Kathleen. Semoga setelah Kathleen 2 tahun dan pergi sekolah, momy nya bisa ikut salah satu Club supaya bisa berbaur dan punya teman Jermandes.
Susah mencari makan (Restaurant hanya berpusat di Zentrum)

Di Luar negeri berbeda dengan di Indonesia yang banyak warung makan, atau penjual makanan lewat depan rumah. Beruntung karena sekarang aku tinggal di Pusat Kota (Zentrum), otomatis tidak kesulitan mencari tempat makan/Imbiss, (tempat menjual makanan tetapi lebih kecil dari restaurant) atau bakerei dan Restaurant. 

Tinggal keluar sebentar sudah banyak imbiss dengan pilihan makanan yang bervariasi. Repot kalau kamu tinggal tidak dipusat kota, karena pasti mau beli makan saja butuh transportasi, jadi ga boleh males masak. Kalau males masak pilihannya ya kelaperan karena ga ada tukang bakso sampai tukang siomay lewat depan apartemen.
Toko-toko tutup di hari minggu dan tanggal merah 

Berbeda dengan di Indonesia, jangan harap hari minggu bisa jalan-jalan ke Mall, seperti yang biasa dilakukan masyarakat Indonesia. Aturan di Jerman pada hari minggu dan hari libur lainnya toko-toko harus tutup. 

Di hari biasa Supermarket buka dari pagi jam 07 s/d jam 20.00, begitu juga dengan hari sabtu tetap melayani pelanggan secara jam normal. Tetapi untuk toko lain seperti Bakerei atau toko-toko private, buka dari jam 10 pagi s/d jam 5 sore, dan pada hari sabtu hanya buka sampai jam 12 siang. 

Tidak ada toko yang buka 24 jam. Hari minggu atau tanggal merah digunakan untuk quality time bersama keluarga, biasanya melakukan aktifitas bersama baik di rumah, pergi ke taman, atau pergi ke Museum.
Gaji pekerja rumah tangga di sana tidak murah 

Selain sangat mahal juga sulit mencarinya. Pembantu, baby sitter, tukang setrika, atau tukang masak, bahkan supir sangat mahal. Setiap warga Jerman melakukan semuanya sendiri, tanpa ada bantuan assistant,  tidak ada yang pakai pembantu. 

Kalau pun ada biasanya mereka pakai pembantu yang datang seminggu sekali dan bayarannya dihitung per jam. So if you Mom and wife, and also career woman, you do all your task by your self, so you must cooperation with your husband and your kiddos to do your home work together.
Transportasi

Kalau  tinggal di luar negeri di daerah kota besar, untuk nya sangat lengkap baik bus, tram, atau kereta. Tapi kalau tinggal di kota kecil seperti aku, kamu harus bisa dan mau nyetir sendiri, bahkan kadang harus rela jalan kaki. Kalau di Indonesia mobil cuma dimiliki oleh orang-orang berkecukupan, beda dengan di Eropa. 

Di sana semua orang punya mobil, karena satu-satunya transportasi ya mobil pribadi, karena kalaupun mau naik Taxi, ongkosnya mahal. Di sana juga jarang sekali ada motor, masih lebih banyak sepeda genjot. Setiap bis berangkat sesuai jadwal, kalau jam sibuk jadwalnya biasanya setiap 30 menit sekali, tetapi kalau jam normal tiap 1 jam sekali. 

Di luar negeri ketinggalan bis itu sengsara, mesti menunggu  tiga puluh menit, bahkan satu jam kemudian. Apalagi kalau pas winter, dan harus menunggu karena ketinggalan Bus dengan cuaca yang dinginnya extrim sampai minus. Disetiap halte ada jadwal keberangkatan bus, difoto time schedullenya supaya bisa menyesuaikan saat harus menunggu dihalte. Jangan sampai telat karena semua bis datang on time. 

Dulu waktu belum tinggal di Zentrum, aku biasanya menggunakan bus untuk pergi ke VHS untuk kursus Bahasa Jerman, dan saat itu liburan anak sekolahan, sampai di VHS ternyata guruku sakit sehingga tidak datang mengajar. Dari pada bengong dirumah, aku mampir untuk berbelanja makanan di Supermarket, setelah membawa 2 kantong besar belanjaan, ternyata karena libur sekolah, bis nya tidak operasi tiap 1 jam tetapi bis berikutnya akan datang 2 jam lagi. 

Karena aku tidak mau menunggu lama terpaksa aku pulang kerumah yang jaraknya cukup jauh, jalan sambil membawa 2 kantong belanjaan yang cukup berat, ketambahan saat itu aku lagi hamil besar. Ya Tuhan sambil jalan aku berdoa, agar tidak terjadi apa-apa denganku. Beberapa kali aku harus berhenti untuk beristirahat karena tidak mau sesuatu yang serius terjadi pada kandunganku. 

Puji Tuhan sampai rumah juga dengan perjuangan yang ekstra, begitulah repotnya kalau tidak punya mobil sendiri, (karena mobil kami hanya satu dan dipakai suamiku kerja), karena harus tergantung dengan bis.
Cuaca dan musim

Temen-temenku paling banyak bilang ke aku, "Wah enak ya, bisa main salju.". Oh nooooo nòo serius deh, salju itu cuma enak dilihat tapi ogah banget berlama-lama diluar menggigil kedinginan saat winter, apalagi aku ini masuk kategori manusia tropis. 

Salju yang cantik itu begitu meleleh jadi jorok, licin, membahayakan, pokoknya ngerepotin. Repotnya dimana?, kalau mau pergi pasti ribet, lima belas menit sendiri buat make baju dan atribut macam sarung tangan, syal, tutup kepala, atau bahkan longjohn kalau dinginnya ekstrem banget. 

Pakai baju saat musim dingin itu mesti berlapis-lapis, akibatnya badan jadi menggelembung. Mau pakai baju yang lebih santai juga gak mungkin, salah pakai baju bisa menggigil kedinginan karena dinginnya bisa sampai minus 15°C. Jalan dengan badan menggelembung dan harus melawan angin itu susah, berat Friends.. berat….begitu keluar, salju tinggi banget sampai buat jalan aja, kamu butuh energi super dan ekstra hati-hati karena jalanan sangat licin. 

Sebenernya kalau berjalan saat salju itu sebenernya aman, yang membahayakan kalau hujan lalu membeku dan menjadi es, inilah yang sering menyebapkan kecelakaan atau terpeleset bagi pejalan kaki. Biasanya dijalan ditaburi kerikil atau semacam garam untuk menghindari terpeleset. 

Kerepotan lainnya saat winter itu, kalau punya mobil tetapi tidak punya garasi dan mesti parkir di luar rumah. Tiap malam mesti nginget-nginget dimana terakhir kamu memarkir mobil, begitu mau bepergian datang harus bawa shovel untuk bersihin salju. masih mudah kalau tidak membeku, kalau sudah membeku dan jadi es, es yang terdapat dikaca depan harus dikerik sambil berharap enggak kepleset. 

Winter depresi dan perubahan mood di musim dingin karena tubuh kurang cahaya matahari. Ada beberapa kasus bunuh diri saat winter, karena memang winter ini membuat depresi karena mau apa-apa sangat sulit, serba menyebalkan karena dimana-mana lembap.
Biaya hidup yang sangat tinggi 

Apa-apa di sini itu mahal. kalian harus punya pekerjaan sekalipun kalian adalah mahasiswa. Makanan, pakaian, tempat tinggal baik rumah atau sewa sangat mahal, jadi memang harus berhemat. Boro-boro bisa tiap bulan belanja baju atau sepatu atau tas, seperti waktu di Indonesia, beli baju kalo ga butuh-butuh banget nunggu pas diskon (hahaha prinsip emak2 banget). 

kamu harus pandai-pandai menggunakan uangmu, supaya punya tabungan untuk kebutuhan lainnya, seperti pergi traveling ke negara eropa lainnya atau planning beli rumah suatu hari nanti. Prinsipnya usahakan agar jangan sampai kehidupan kita itu besar pasak daripada tiang.
Jauh dari Keluarga

Meskipun ada yang berfikir tidak terlalu dekat dengan keluarga, percayalah ada saat-saat kita merindukan keluarga.  Kalau di Eropa? enggak mungkin bisa mudik sering-sering. Selain kelelahan karena jarak tempuh yang jauh, kita harus memikirkan uang dan waktu juga. Gak mungkin kan ke Indonesia cuma semalam lalu balik lagi ke Eropa?. 

Sekali perjalanan dari Jerman ke jakarta dibutuhkan waktu tempuh 17 s/d 19 jam, ini aku estimasi sampai airport terdekat dikotaku yaitu Dresden. Dan untuk biayanya sendiri tergantung pesawatnya ratenya 800 s/d 1.000 euro (mak 15 juta) PP. Apalagi kalau peserta mudiknya banyak, so jadi kalau mau mudik harus nabung dulu dari jauh-jauh hari.
Begitulah duka atau susahnya tinggal di LN, aku yakin masing-masing orang punya kesulitanya sendiri saat berada di negara orang. Dibalik semua itu tentunya harus tetap disyukuri, karena semua suka dan duka memberikan warna buat kehidupan masing-masing. 

Jangan takut buat tinggal di Eropa, karena kepuasan, dan pengalaman hidup yang didapat di sana juga bakal imbang dengan sedihnya tinggal jauh dari keluarga dan sahabat di tanah air.  Raihlah mimpimu, jangan jadikan jarak yang jauh menjadi alasan untuk berhenti bermimpi. 

Pergilah sejauh mungkin untuk meraih cita-citamu jika itu memang yang kamu yakini, dan nanti ketika kamu kembali, kamu memiliki pengalaman yang sangat berharga dan belum tentu dimiliki orang lain.

Terus kalau sudah dibahas kesulitan yang biasanya dialami di LN, bagaimana dengan sukanya atau hal-hal yang menyenangkan?. Aku akan membahas di tulisanku berikutnya, gimana dengan kalian, ada yang berminat juga untuk suatu saat tingggal di luar negeri?. Atau ada yang punya pengalaman yang lebih asyik dari pengalamanku, silahkan dishare di kolom komentar.

Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.

Grüße