content='7496bf2686970bfa' name='yandex-verification'/>

Thursday, 18 January 2018

Halo blogger semoga kalian  semua dalam keadaan sehat ya. Kali ini aku mau share pengalaman aku dan Silvio saat kami mendaftarkan Kathleen masuk Kinderkrippe (playgroup). Kami termasuk beruntung, karena kami tidak mengalami kesulitan saat mencari sekolah (kinderkrippe) untuk kathleen. Karena banyak cerita yang aku dengar, agak sulit untuk mendapatkan Kinderkrippe yang memang tidak banyak disetiap kota yang ada di Jerman. Dari sejak awal mertuaku memang sudah mengingatkan kami berdua, saat kathleen sudah lahir untuk segera mendaftarkan kathleen ke kinderkrippe.

Berbeda dengan di Indonesia, anak didaftarkan sebulan atau bahkan dua minggu sebelum masuk sekolah, keadaan seperti ini tidak  bisa dilakukan di Jerman. Kebanyakan orang tua di Jerman sudah mendaftarkan anak mereka pada saat anak masih dalam kandungan atau belum lahir. Kedengerannya *edan* ya, belum lahir kok sudah didaftarkan, tetapi kenyataannya memang begitu karena playgroup dan TK di Jerman tidak banyak, dan kapasitas tempatnya pun terbatas untuk setiap kelasnya.

Menurut informasi yang aku dengar, saat ini untuk pendaftaran ke Kinderkrippe persyaratan utamanya adalah anak harus lahir terlebih dahulu, baru kita bisa daftarkan, menunggu setelah kelengkapan akte kelahiran si anak kelar. Makanya begitu kathleen lahir baru umur beberapa minggu belum genap 1 bulan, karena aktenya juga sudah lengkap , kami langsung mendaftarkan kathleen ke playgroup walaupun masih 2 tahun kedepan.

Kami memang berencana memasukkan Kathleen untuk bersosialisasi dengan lingkungan preschool saat dia berusia 2 tahun. Kenapa terlalu cepat?, toh padahal aku juga tidak bekerja. Kami ingin kathleen mulai bersosialisasi dengan teman-teman seusianya,  dengan bahasa dan culture Jerman, karena jujur sehari-hari dia jarang bersosialisasi dengan anak-anak lain. Selain itu karena sehari-hari ia mayoritas  bersama momynya karena papanya bekerja, otomatis bahasa yang kami gunakan adalah bahasa Indonesia. Dengan mengirimnya bersosialisasi dengan anak-anak Jerman diharapkan ia akan mulai terbiasa juga berkomunikasi dalam bahasa Jerman.

Di Jerman setiap anak memiliki hak hukum untuk mengikuti taman kanak-kanak dari usia 3 sampai usia 6 tahun, saat wajib belajar dimulai. Beberapa taman kanak-kanak juga menerima anak-anak di bawah usia tiga tahun pada kelompok balita. Taman kanak-kanak dikelola oleh pemerintah daerah, organisasi keagamaan (umumnya gereja Protestan atau Katolik) atau oleh asosiasi swasta.

Ada beberapa jenis perawatan:


  • Kinderkrippe (penitipan anak), untuk bayi dan anak-anak sampai 3 tahun. Kinderkrippe berada di bawah pengawasan tenaga professional yang telah mengikuti pendidikan khusus mengurus anak. Preschool jenis ini tidak gratis dan biayanya bervariasi sesuai wilayah.
  • KITA (Kindertagesstätte) penitipan anak  3-6 tahun, biasanya kalau di kotamu tidak ada Kinderkrippe.
  • Kindergarten, Taman Kanak-kanak (untuk anak-anak berusia antara 3-6 tahun) bukan bagian dari sistem sekolah umum reguler dan tidak gratis. Uang sekolah biasanya berdasarkan pendapatan.
  • Schulhort, tempat penitipan anak setelah sekolah untuk murid sekolah dasar
  •  
Kebanyakan orang tua di Jerman itu keduanya bekerja,  sehingga tidak heran kalau di Jerman menawarkan banyak daycare dan Spielgruppe (kelompok bermain). Karena harus kembali bekerja, sementara sianak tidak ada yang menjaga dirumah, banyak orang tua yang mempercayakan keamanan anaknya dengan mengirimkan ke Kinderkrippe atau KITA sejak masih berusia 1 tahun. Anak-anak yang termasuk  golongan ini disebut ‘Vorschule’  atau Preschool.

Setiap Kinderkrippe biasanya memiliki jadwal dari jam 09.00 sampai 16.00. Tetapi untuk awal-awal penyesuaian, sianak  datang hanya beberapa jam setiap pagi, dan kemudian semakin lama, sampai sianak merasa nyaman dan mulai terbiasa bersosialisasi dengan lingkungan barunya. Biasanya untuk awal-awal diberlakukan dua hari seminggu masuk dari jam 9 pagi sampai 12.15 sore, tiga hari dalam seminggu masuk dari pukul 09.00-15.00.

Tidak seperti di Indonesia, banyak terdapat playgroup atau TK dengan banyak murid disetiap kelasnya, di Jerman jumlah muridnya dibatasi agar anak benar-benar berada dalam pengawasan maksimal. Kapasitas playgroup & TK biasanya terdiri dari 8 sampai 10 anak, maka tidak heran kan kalau persaingan untuk bisa masuk sangat ketat. Apalagi dikota-kota besar yang penduduknya banyak seperti di Berlin, Frankfurt, atau di Hamburg, jadi harus dari jauh-jauh hari memang harus didaftarkan kalau ingin mendapatkan tempat. 

Di pagi hari yang cerah, kami berdua mendorong kinderwagen kathleen menuju sekolah yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal kami. Kebetulan saat itu summer dan pas jam bermain anak-anak diluar. Kedatangan kami disambut seorang ibu yang ternyata Kepala Sekolah, yang menyapa dan menayakan kedatangan kami. Silvio menginformasikan bahwa kami berniat mendaftarkan anak kami ke playgroup, beliau mengajak kami ke kantornya untuk konsultasi.  

Untuk pendaftaran kami diminta mengisi formulir yang bisa diakses di web mereka. Selain itu kami juga diajak untuk melihat situasi sekolah (Tur singkat) baik di kelas, ruang bermain anak, dan beberapa ruang lainnya. Kesempatan bertemu dengan staf atau pengajar ini sangat penting,  untuk mengajukan beberapa pertanyaan untuk mendapatkan informasi yang detail. Di formulir yang kita isi ada kolom kapan anak kita mulai masuk TK. Beberapa hari kemudian kami segera mengembalikan formulir pendaftaran, yang kami antar langsung dengan memasukkannya di kotak pos, di depan lokasi Playgroup. Atau bagi kamu yang tidak sempat mengantar langsung, bisa juga dikirimkan melalui pos.    

Lalu bagaimana kalau kita terlambat mendaftar dan kesulitan mendaftarkan anak ke Kinderkrippe atau ke Kindergarten?. Jika hal ini terjadi maka kalian bisa datang ke kantor Jungendamt, untuk melaporkan kalau anak kita sudah berusia 3 tahun tetapi belum mendapatkan tempat di KITA. Memang kekurangannya, kalau kita  meminta kantor Jungendamt tadi yang mencarikan KITA, tentunya sianak akan ditempatkan di TK mana saja, tidak peduli jauh atau dekat, tidak peduli jenisnya apa, kita sebagai orang tua harus bisa  menerima keadaan itu. Jadi kurang enakkan?, maka dari itu kalau memang ingin mendaftarkan anak ke kinderkrippe atau kindergarten benar-benar harus direncanakan dari jauh hari.

Saranku : Memang sebaiknya untuk mendaftarkan anak ke kinderkrippe atau ke Kindergarten, memang harus dipersiapkan dari jauh-jauh hari. Mulai di list daftar Kinderkrippe atau Kindergarten di lokasi yang dekat dulu dengan rumah kalian, karena biasanya juga mereka mengutamakan menerima murid-murid yang rumahnya tidak jauh dari TK mereka. Lalu kalau sudah ketemu segera daftar dan jangan terlalu lama mengembalikan formulir pendaftaran. 

Dengan persiapan yang cukup, pastinya kita bisa memilih sekolah dengan fasilitas terbaik untuk buah hati kita. Pastinya amazing bangetkan kalau kita bisa mendapatkan sekolah dengan fasilitas terbaik dan lokasinya pun tidak terlalu jauh dari tempat tinggal kita.  Setelah 2 minggu kami mendapatkan surat bahwa kathleen sudah terdaftar disekolah yang kami inginkan. Thanks God, You guided us to give everything the best for our child. 


Kathleen future Kinderkrippe/Kindergarten
Front yard

Step berikutnya aku dan silvio akan mengajukan permohonan KITA Gutschein, untuk menentukan berapa banyak biaya yang harus kami bayar, yang disesuaikan dengan kebutuhan kami apakah akan mengambil kelas setengah hari atau waktu penuh. Karena seperti aku sampaikan di awal, bahwa untuk mendaftarkan anak di tingkat kinderkrippe atau kindergarten di Jerman tidak gratis, biayanya diperhitungkan dari pendapatan orang tua.

Cerita ini akan aku share berikutnya, karena kami baru akan mengajukan  KITA Gutschein akhir tahun 2018 (masih lama ya....hehehe....). Bagaimana dengan pengalaman kalian saat mendaftarkan sekolah untuk anak-anak tercinta?, terutama bagi kalian yang berada di luar negeri, bagaimana kebijakannya di tempatmu?, boleh dishare di kolom komentar dibawah ini.

Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.

Grüße








Posted in

2 comments:

  1. Sis.. Kalau kasusnya anak pindah ke Jerman saat usia 3 tahun gimana ya?
    Sekarang lagi cari KiTA sih, tapi ya begitu.. Penuh semua untuk tahun ini, sementara tahun depan mereka belum bisa pastikan. Apa langsung ke Jugendamt ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo mbak,

      Untuk kasus terlambat atau pindah langsung datang ke Jugendamt saja. Nanti mereka yang akan bantu untuk mencarikan KITA yang masih available, tapi minusnya ga bisa dapet yang dekat rumah. Semoga berhasil ya mbak.

      Grüße

      Delete