content='7496bf2686970bfa' name='yandex-verification'/>

Thursday, November 30, 2017

Hallo Blogger, saat ini bayi kecilku sudah masuk usia 6 bulan. Seneng banget loh melihat anakku tumbuh sehat dan aktif dengan asupan asi yang cukup. Puji Tuhan anakku diberikan makanan yang berlimpah sehingga bisa memberikan exclusive asi untuk 6 bulan awal. Kali ini aku mau cerita  aktifitas setelah melahirkan terutama untuk ibu dan bayi.

Hanya tinggal berdua dengan bayi kecil, rutinitas yang sama berulang kali kadang membosankan juga lho. Walaupun setiap hari aku selalu membiasakan untuk mengajak kathleen, berjalan-jalan dengan kinderwagen untuk menghirup udara yang fresh. Untuk menghilangkan rasa bosan , aku berusaha mencari kesibukan dengan ikut kegiatan pemulihan badan setelah melahirkan, mencari  suasana baru berinteraksi dengan teman, pokoknya aktifitas yang bisa membuat mood jadi enak dan bayi pun jadi happy.


Rückbildungskurs


Setelah masa nifas berakhir, ada fasilitas lain yang dibiayai oleh pihak asuransi, yang bertujuan untuk mengembalikan kebugaran tubuh para wanita, dengan melakukan senam pemulihan pasca melahirkan. Latihan pasca melahirkan merupakan langkah penting bagi seorang ibu baru, untuk kembali ke bentuk lama mereka setelah melahirkan.

Rückbildungsgymnastik tidak hanya membuat kita fit lagi, manfaat lain membantu pengembalian otot-otot perut dan panggul serta organ kewanitaan kita kembali lagi seperti sebelum hamil. Dan menghindari terjadinya kelainan seperti pipis keluar sendiri, penurunan rahim, berkurangnya seksualitas atau nyeri punggung. 

Selama kehamilan otot-otot ini menopang berat yang lumayan, kemudian pada saat melahirkan pun otot-otot ini melakukan kerja ekstra untuk mengeluarkan bayi. Senam ini sangat berguna unruk  melatih otot pelvis, perut, kaki, panggul serta punggung. Bagi yang melahirkan normal biasanya boleh mengikuti kursus ini 6 minggu setelah melahirkan, sedangkan bagi yang menjalani operasi caesar, luka jahitan harus disembuhkan dulu, kurang lebih setelah 8-10 minggu. Kursus ini sebaiknya diselesaikan paling tidak 9 bulan setelah melahirkan. Kursus ini juga merupakan kesempatan baik bagi banyak ibu untuk berhubungan dengan ibu lainnya.

Trainer Rückbildungskurs biasanya dilakukan  oleh Hebamme,  dan yang ditanggung pembayarannya oleh pihak asuransi adalah jika kursus diajarkan oleh Hebamme. Kalau trainernya bukan Hebamme, biasanya kamu harus membayar sendiri biaya kursusnya 6 euro per jam , karena tidak ditanggung oleh pihak asuransi. Biasanya tempat kursus ini jadi satu dengan tempat praktek Dr Obgyn  (Freunarzt).

Tadinya ketika Kathleen usia 2 bulan aku mau langsung ikut, tetapi sudah full. usut punya usut ternyata untuk mengikuti kursus ini paling tidak sudah mendaftar jauh-jauh hari. Setelah melahirkan sebaiknya sudah daftar untuk booking tempat, karena memang pesertanya tidak banyak hanya 8 sampai dengan 10 orang dan selalu full booked.

Setelah lama menunggu hampir 2  bulan lebih, akhirnya aku dapat kelas untuk ikut kursus. Itu juga setelah aku nekat dengan bahasa Jerman yang terbatas mencoba percaya diri untuk datang dan bertanya langsung ke Hebame, kebetulan tempatnya masih satu lokasi dengan praktek dokter Obgynku. Setelah masa nifas selesai dan kontrol ke Freunarzt, sekalian aku mampir kelantai dua untuk bertanya mengenai kursus ini, dan sekalian mendaftar.  

Kursus ini biasanya dilakukan selama 10 kali pertemuan dengan durasi setiap pertemuan selama 1 jam, dan biasanya dilakukan pada pagi hari. Di kursus ini aku bisa membawa bayiku ikut serta. Masing-masing peserta mendapat alas, dan di depan alas disediakan matras untuk menaruh bayi. Senam sambil membawa bayi kecil itu enggak mudah lho, tergantung mood bayinya.

Waktu pertama kali gabung kathleen terus menangis karena masih asing mungkin ya bergabung dengan bayi-bayi lain, dan memang saat itu kathleen bayi paling kecil usianya dibandingkan bayi-bayi lainnya. Hebamme  memangku kathleen sambil duduk diGymball dari awal senam sampai selesai. So kalau begini momynya bisa konsentrasi senam kalau babyku anteng , hehehe.

Suasananya ramai dengan tangisan dan celotehan bayi. Jangan kuatir jika bayi kita rewel dan menangis jerit-jerit, semuanya maklum dan bukan menjadi  masalah. Trainer akan membantu menenangkan maupun menggendong bayi kami, seperti baby kathleen yang sampai pertemuan kedua masih dipangku Hebamme. Kursus ini disampaikan dalam bahasa Jerman, hehehe sedikit-sedikit aku paham apa yang disampaikan trainerku. Kalau gerakan yang aku lakukan salah, biasanya trainerku akan mengoreksi gerakanku.

Kursus pemulihan biasanya melibatkan empat fase berikut: pemanasan, peregangan, pengencangan, dan relaksasi. Peserta kursus biasanya melakukan senam sambil berbaring di matrass. Hebamme melakukan beberapa instruksi senam, dan karena aku tidak terlalu fasih bicara bahasa Jerman, jadi sambil clinguk-clinguk liat temannya yang lain melakukan gerakan senam. Sebenernya latihannya sama seperti gerakan senam kegel yang dilakukan di Indonesia seperti , gerakan menjepit, tahan dan lepas untuk mengencangkan otot panggul dan vagina. 

Beberapa gerakan dilakukan berdua-dua menggunakan Gymball. Saling berhadap-hadapan dengan tangan diletakkan diatas gymball dengan gerakan mengguncang-guncangkan tangan, gerakan ini berguna untuk melatih kekuatan otot lengan. Atau sambil berbaring kaki diatas Gymball, menggerakkkan kaki kekiri dan kanan untuk otot pinggul.

Latihan ditutup dengan relaksasi membantu untuk kembali ke kehidupan sehari-hari. Peserta tetap dalam keadaan berbaring diiringi dengan lantunan musik yang lembut. Dan Hebamme membacakan beberapa tips, dan kata-kata yang bertujuan untuk memberikan support dan ketenangan pikiran si ibu. 

Sebenernya tujuan ikut kegiatan ini selain untuk pemulihan, yang lebih penting adalah membuat aku membuka diri dalam bersosialisasi. Memang selama senam aku jarang berbicara dengan peserta lain, karena kemampuan bahasa Jermanku yang minim, ya kalau ditanya baru jawab sambil senyum-senyum, atau berusaha membuka percakapan ringan dengan sesama ibu. Aku berusaha untuk percaya diri berinteraksi dengan komunitas Jerman dengan segala keterbatasanku, dan tentunya untuk melatih kathleen bersosialisasi juga dengan bayi-bayi lain. 

Selain melakukan senam untuk mengembalikan kebugaran tubuh, juga harus seimbang dengan mengkonsumsi makanan sehat, dan melakukan olah raga lain seperti berenang atau naik sepeda. 

Demikian ceritaku kali ini. Nanti aku sambung lagi dengan kegiatan lain yang bisa dilakukan oleh ibu dan bayi. "Gimana keseruan aktivitas kalian dengan buah hatimu?, info dunk ke aku keseruan lain, yang mungkin bisa menjadi referensi aktifitas menarik lainnya".

Grüße