content='7496bf2686970bfa' name='yandex-verification'/>

Tuesday, August 29, 2017

Di Jerman bagi wanita Yang sudah menikah, akan dipanggil mengikuti nama keluarga suami, kecuali jika kamu hanya tinggal bersama tanpa pernikahan, maka kamu akan tetap menggunakan nama keluargamu sendiri. Kalau akhirnya mereka berpisah dan si istri menikah lagi, jadi si istri pakai nama suami barunya. Kalau belum menikah lagi, wanita tersebut tetap pakai nama belakang suami mereka. Ada orang-orang yang pakai dua nama dan ada yang hanya satu nama saja alias pakai nama keluarga suami saja

Di Jerman kalau ditanya nama, maka yang dimaksud adalah nama belakang (nach name /familienname). Begitupula saat bertegur sapa secara formal, orang akan memanggil kita dengan nama belakang kita, kecuali dengan teman atau kerabat kita bisa bertegur sapa dengan nama depan kita. Didepan pintu rumah dan kotak surat juga tertera hanya nama keluarga suami tanpa nama depan.

Sejak pertama menikah dengan Silvio, aku menggunakan nama aku sendiri Widirahayu. Selama 1 tahun aku belum merubah namaku menggunakan nama keluarga suami.  Waktu itu karena aku berfikir merasa belum Perlu dan tidak mau repot merubah semua dokumenku di Indonesia, terbayang langsung dengan birokrasi yang ada di Indonesia.

Setelah Kathleen lahir, atas saran petugas Standesamt beliau menyarankan aku untuk menggunakan nama keluarga suami. Hal ini penting Karena ketika Kathleen sekolah nanti, pihak sekolah pasti akan bingung, diakte anakku menggunakan nama ayahnya sedangkan namaku masih menggunakan nama terakhirku, karena biasanya kasus seperti itu, hanya ayah dan ibu tanpa menikah. Menurut info dari beliau hanya merubah nama dipaspor saja, tidak perlu merubah semua doc2 ku di Indonesia.

Akhirnya karena pasporku dan Ausweißku juga akan habis masa berlakunya, sekalian deh aku mengurus perubahannya. Berikut ini aku Share Syarat dan tahapan pengurusan penambahan nama keluarga suami (Familien Name). Syarat-syaratnya:
  • Datang ke Standesamt setempat dengan membawa : paspor , Ausweiß, dan Akte pernikahan
  • Pihak Standesamt  akan menyiapkan dokumen yang diperlukan , berupa formulir yang nantinya akan diisi bersama-sama dengan pegawainya pada saat wawancara.
  • Di Jerman setiap nama  terdiri dari nama depan, nama tengah dan nama keluarga (Familien Namen). Tetapi karena  di Indonesia tidak menggunakan nama depan dan nama belakang (nama keluarga), tetapi menggunakan nama lengkap kita saja.  Pegawainya menyampaikan, bahwa menurut hukum Jerman, nama kita musti dipisah antara nama depan (vornamen) dan nama keluarga (nachnamen). Karena aku tidak punya nama keluarga, berdasarkan hukum Jerman aku harus menambah nama keluarga dulu, baru ditambahkan nama keluarga suami. 
  • Setiap perubahan nama biayanya 25 euro. Aku membayar 50 euro, memasukkan nama Widirahayu sebagai familien Nameku, dan merubah ke Nama keluarga suamiku. Lho kok ga langsung merubah kenama keluarga suami? Toh aku memang tidak punya nama keluarga. Tapi begitulah hukum yang berlaku di Jerman harus memisahkan nama terakhir kita sebagai familien namen kita dulu baru dirubah kembali menggunakan nama keluarga suami. Hemmmm nambah dech budget yg seharusnya cukup 25 euro. 
  • Setelah interview selesai dan kita menandatangani dokumen tersebut maka officially, nama kita sudah berubah dan ini sah menurut hukum Jerman
Dokumen yang kita dapatkan adalah Akte Nikah yang diperbaharui (ada tambahan nama keluarga suami), Bescheinigung über Namensänderung, Erklärung zur Namensführung in der Ehe unter Beachtung ausländischen Rechts.  Setelah Jadi perubahan namaku menjadi Yosefin Respati Hübner dari sebelumnya aku menggunakan nama Yosefin Respati Widirahayu.

Setelah kita menambahkan Familien name keluarga jangan lupa untuk merubah data Aufenthalstitel, mengganti dengan tambahan nama baru (membayar biaya pembuatan lagi sekitar € 106) Informasikan juga perubahan nama ini ke pihak Verschicerung (Asuransi Kesehatan) dan Perbankan (bila kita memiliki rekening) serta pihak yang dirasa perlu mengetahui penambahan nama kita.   Setelah itu tinggal lapor perubahan data ke KBRI


Form Pencatatan Perkawinan


Form perubahan nama

Lapor Penambahan Familien Name di KBRI di Jerman

Perubahan Data Amandemen data adalah penambahan, pengurangan, atau perubahan data pemegang paspor karena alasan tertentu. Aku melakukan penambahan nama keluarga suami, sekaligus dengan memperpanjang paspor yang sudah habis masanya. Sebelum melakukan Penambahan Nama Keluarga suami, kita melakukan terlebih dahulu pencatatan perkawinan kita ke KBRI. Jadi sekaligus ya pencatatan perkawinan sekalian dengan penambahan nama keluarga suami. Aku kurang yakin untuk pengurusan Familien Name ini, untuk pengurusan persyaratan dokumennya apakah bisa melalui pos atau tidak, kalian bisa menyakan langsung informasinya ke email berikut : 
consular@indonesian-embassy.de

Di alamat email ini, kalian juga bisa meminta formulir  pencatatan perkawinan, formulir permohonan SK atau legalisasi dokumen perorangan, dan formulir Permohonan Penambahan Nama.

Beikut ini syarat-syarat yang harus kalian siapkan:  


  • Memiliki nomor registrasi diri di KBRI  (telah terdaftar di KBRI)
  • Mengisi  formulir  pencatatan perkawinan, formulir permohonan SK atau legalisasi dokumen perorangan, dan formulir Permohonan Penambahan Nama.
  • Akte kelahiran  ( Pelapor dan Akte Kelahiran suami/istri)
  • Paspor  (Pelapor dan paspor suami/istri)
  • Personal Ausweiß (pelapor dan suami/istri) 
  • Sertifikat Perkawinan
  •  
Bila amandemen data yang telah jadi akan dikirimkan kembali melalui jasa pos, harap sertakan amplop balasan beralamat lengkap dan perangko secukupnya (sebaiknya surat tercatat Einschreiben) Prosesnya tidak lama hanya butuh 7 hari kerja . Tampilan pada paspor di halaman pertama tetap sama seperti paspor sebelumnya, nama di passport depan masih menggunakan nama lama. . Perubahan infonya berada di halaman 5,  pada catatan pengesahan  akan diinformasikan penambahan Familien Name suami karena pernikahan. Disitu  tertulis dengan huruf besar dan bold nama baru kita (nama asli + familien namen suami).

Pada halaman pengesahan namaku tertera Yosefin Respati Widirahayu Hübner bukan Yosefin Respati Hübner, hal ini dikarenakan kalau aku mau merubah nama, sama seperti nama yang tertera pada docku di Jerman aku harus mengurus  perubahan namaku di pengadilan di Indonsia. Hal ini tidak aku lakukan, alasannya  simpel karena aku tidak tinggal di Indonesia, jadi apa kepentingan aku ganti nama di Indonesia?. Ganti nama perlu urus ke notaris lalu ke pengadilan, makan waktu dengan birokrasi yang rumit. So aku memutuskan tidak perlu merubah nama asliku, semua docku di Indonesia masih menggunakan nama asli tanpa Familien Name suamiku. Hanya docku di Jerman dan paspor yang mencantumkan Familien name suami.

Buat kalian yang belum sempat melakukan penambahan nama keluarga suami bisa dilakuakan segera, karena sangat mudah dan tidak rumit. Cukup Jelaskan shareku kali  ini, semoga bermanfaat untuk pembaca. 

Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.

Grüße

Thursday, August 17, 2017

Blogger untuk pertama kalinya aku share mengenai resep masakan. Selama di Jerman aku berusaha untuk menyibukkan diri dengan apa saja selain beres-beres rumah, bertanam, masak, atau backen. Maklum ibu RT jadi kegiatannya ga jauh-jauh dari itu. 

Kali ini aku share cara membuat Mexico Bun atau lebih dikenal di Indo dengan Roti Boy. Siapa yang ga kenal dengan roti yummy ini yang punya aroma khas koffee, rasanya yang nikmat menjadi salah satu roti favoritku dan silvio. Karena jarang yang jual di Jerman, akhirnya kepingin  juga buat sendiri supaya puas makannya.

Resep ini aku buat dari pengalaman beberapa kali gagal, terutama saat membuat adonan roti, entah rotinya keras, atau ga bisa mengembang. Kegagalan yang sebelumnya karena saat menguleni, aku menuang air secara langsung, padahal seharusnya bertahap dan mencampur butter sebelum adonan kalis. 

Kegagalan lain yang sering aku lakukan adalah menggunakan susu yang panas, padahal seharusnya susu hangat. Susu yang panas justru mematikan ragi, sehingga tidak bisa mengembang. Nah untuk memastikan ragi yang kita gunakan aktif atau tidak kita bisa mencampur susu hangat (bukan panas), tambahkan ragi, lalu diaduk, lalu tambahkan gula pasir. Diamkan selama 10 menit sampai berbuih dan biasanya ragi akan naik keatas.

Satu hal lagi jangan pernah mencampur ragi dengan garam. Hal ini dapat menyebapkan ragi mati sehingga adonan tidak bisa mengembang. Selalu berikan garam saat tahap akhir menguleni.

Sambil terus browsing menperbaiki kegagalan sebelumnya akhirnya berhasil juga, makanya sekarang aku mau berbagi keberhasilannku membuat roti dengan rasa yummy. Berikut resepnya:

Bahan Roti

  • 250 gr tepung terigu (mehl)
  • 50 gr gula pasir (zucker)
  • 1 tsp ragi  (hefe)
  • 100 ml  warm milk (suam-suam kuku)
  • 10 gr susu bubuk (milch pulver)
  • 2 kuning telur kocok (aku hanya pake kuning telur saja supaya mendapatkan tekstur roti yang lembut)
  • 30 gr butter unsalted
  • 1 sdt vanilla essence
  • 1/2 sdt garam


Cara Membuat:

  • Campur ragi, gula pasir, kedalam susu hangat (bukan susu pana, pastikan susu dalam keadaan hangat, jadi sebentar saja memanaskan diatas kompor). Diamkan selama  5-8 menit, hal ini untuk mengaktifkan ragi.
  • Campur tepung terigu dan susu bubuk, dan kuning telur kocok.  Lalu masukan susu sedikit demi sedikit sambil diadon menjadi adonan yang kalis. (Jangan menuang susu langsung semuanya tetapi secara bertahap). 
  • Proses menguleni bisa menggunakan spatula atau mixer dengan spiral.
  • Setelah itu bisa dilanjutkan diuleni dengan tangan. Kalau adonan kebanyakan air jangan panik bisa ditambah tepung sedikit lagi. 
  • Setelah adonan tidak lengket ditangan baru masukan garam, vanila essence dan butter, sambil diuleni menjadi adonan yang kalis elastis. Cirinya adonan kalis elastis adalah tidak lengket ditangan dan kalau ditarik memanjang tidak mudah sobek.
  • Setelah itu taruh diwadah alumunium atau di wadah kayu dan ditutup dengan plastic wrap atau serbet basah. 
  • Diamkan selama 1 jam sampai adonan mengembang 2 kali lipat.

Bahan Toping:

  • 1 tsp kopi hitam + 2 tsp air panas , campur
  • 30 gr unsalted butter
  • 30 gr gula halus, disaring  (Puderzucker)
  • 30 gr tepung protein tinggi (mehl)
  • 38 gr telur kocok
  • 1 sdt koffee essence
Cara Membuat:

  • Kocok gula halus bersama telur. Lalu masukkan campuran kopi dan kaffee essence.
  • Masukan butter sambil terus dikocok
  • Masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit sampai tercampur rata.
  • Tempatkan adonan pada semprotan spruit

Penyelesaian:

  • Kembali ke adonan roti, kempeskan adonan roti dan bagi menjadi 9 bagian masing- masing 50 gr.
  • 1 bulatan dibagi menjadi 8 bagian bulatan kecil (dikira-kira)
  • Tutup lagi dengan plastik wraping dan biarkan selama 10 menit
  • Masukan salted butter ke masing-masung bulatan kecil
  • Isi masing-masing adonan besar (50gr) dengan salted butter(salzig butter) dan dibulatkan lagi,.
  • Taruh di loyang yang sudah diolesi butter dan dialasi kertas roti (backpapier) dan biarkan mengembang lagi kurang lebih 30-40 menit.
  • Setelah mengembang semprotkan dengan topping kaffee, secara memutar
  • Panggang dalam oven suhu 180 C selama 15 menit
  • Mexico Bun lezat bisa segera disantap selagi hangat.

Roti boy efin homemade

Roti setelah diberi topping,
Sebelum dipanggang

Roti buatanku ga kalah sama roti buatan counter. Hasil rotinya punya tekstur yang lembut, dan wangi coffeenya hmmmmm betul-betul bikin nagih. Aku suka rasa asin dari mentega asin ini, saat memberi mentega asin aku beri agak banyak.

Demikian shareku semoga berhasil dan bisa memanjakan keluarga dengan roti buatan sendiri.Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.

Grüße