content='7496bf2686970bfa' name='yandex-verification'/>

Thursday, 8 June 2017

BLOGGERS kali ini biar agak berbeda shareku Kali ini, aku buat seperti diary disaat proses menjelang dan proses melahirkan. Saat ini kehamilanku masuk usia 38 minggu. Menurut perkiraan dokter anak kami akan lahir 23 mei 2017, jadi kurang 2 minggu lagi bayi kecil kami akan lahir. Berikut ini diary hari-hari menjelang persalinan anak kami: 


  • 11 mei 2017, kontrol kehamilan ke Freunarzt. Setelah usia kandungan 36 minggu frekuensi kontrolnya setiap 1 minggu sekali. Setiap minggu berat badan naik 1 kg, jadi total kenaikan berat badan sebanyak 10 kg sampai dengan minggu ke 38. Dokter seperti biasa melakukan tes vagina dengan memasukkan jari. Menurut dokter posisi kepala anakku sudah dibawah tetapi belum masuk ke pelvis, baru berada di pintu pelvis.
  • 18 mei 2017, kontrol kehamilan ke freunarzt, usia kandunganku saat ini 39 minggu. Berat badanku  bertambah 1 kg lagi, sekarang menjadi 39 kg. Dokterku melakukan tes vagina dengan memasukkan jari kedalam vaginaku. Tetapi Kali ini agak lama memasukkan jari kedalam vagina dengan menekan jarinya, hal ini membuat aku meringis kesakitan. Sepertinya  dokter ingin memastikan  posisi kepala bayiku,  posisi kepala mulai masuk ke pelvis, tetapi  belum turun kebawah. Wahh dek ayo donk masuk ke pelvis supaya Momy bisa lahiran normal. Aku Sering mengajak bayiku bicara, selain nasehat kehidupan aku juga bilang ke babyku supaya dibantu pas lahiran nanti. Hehehe katanya janin sudah bisa mengerti dan bisa memberi respon gerakan saat diajak berkomunikasi. Aku bilang kalau lahir normal, kita ga Perlu lama-lama di rumah sakit, kita bisa langsung maen Ketaman dek.....hehehe.
  • 22 mei, 3 hari kemudian jadwal kontrol lagi kedokter. Frekuensi kontrolnya semakin pendek. Dokter bilang oke Morgen ist die Termin.  Karena seperti prediksi dokter tgl 23 mei babynya lahir, tapi sepertinya dedeknya masih betah didalem perut momy. Pemeriksaannya kembali memasukkan jari kedalam vagina. Haduhhh dokter kembali bilang gut, tapi posisi bayi belum turun ke pelvis. Dokter menyarankan 2 hari lagi harus kontrol.
  • 24 Mei kembali kontrol kedokter, usia kandunganku saat itu 40 minggu. Kemarin sempat keluar lendir bercampur darah kecoklatan. Karena aku udah membaca beberapa artikel jadi ga panik lagi waktu hal ini terjadi. Dari artikel yang aku baca, keluar flek coklat disertai kontraksi rutin/konstan, dan perut kencang merupakan pertanda proses lahiran segera dimulai.  Malem harinya perutku kencang, katanya kalo perut kencang selama kehamilan merupakan pertanda bagus, ada aktivitas didalam rahim, janin sedang bergerak, atau sedang mencari jalan lahir. Tak jarang bahwa perut kencang juga di iringi ngilu di vagina.
  • Tanggal 25 sd 27 mei hari libur di Jerman. Ansencion day dan Man day. Aku berharap sidedek lahir dihari-hari libur ini, karena papanya ada dirumah. Tapi lagi-lagi anakku masih anteng diperutku. Liburan ini aku pakai untuk pergi berenang bareng Silvio, mumpung cuacanya panas jadi hangat kalo berenang diluar. Berenang selama kehamilan baik untuk meregangkan otot-otot yang kaku, selain aku memang hobby berenang. Cuaca Saat itu Kadang panas tapi Kadang dingin, aku agak kedinginan waktu lagi dipinggir kolam renang. Aku merasa ada cairan yang keluar dari vaginaku entah itu pipis atau air ketuban. Dari Yang aku baca air ketuban bisa merembes dalam jumlah banyak tapi juga bisa dalam jumlah Sedikit. Agak kuatir juga waktu itu tapi aku buat santai Karena besok jadwal kunjungan ke dokter di RS.
  • Tanggal 29 Mei, aku kembali kontrol ke freunarzt. kontraksi-kontraksipun sering aku rasakan walau frekuensinya belum teratur. Hemmm kelahiran bayiku bener-bener mundur 6 hari dari prediksi tanggal dokter. Dari hasil pemeriksaan terakhir posisi tidak berubah, kepala bayi belum juga turun sementara kehamilanku memasuki minggu ke 41. Berarti minggu terakhir toleransi kehamilan sementara keadaan masih tidak berubah. Dokter merujuk pemeriksaan langsung ke RS tempat aku akan melahirkan. Menurut beliau persalinan harus segera dilakukan. 
   

    Weghhh pulang kerumah dengan perasaan sedih dan berharap semuanya akan baik-baik saja. Oghhh Tuhan aku hanya bisa berdoa untuk kebaikan calon bayiku dan kesehatanku. Persalinan yg ideal biasanya terjadi di usia 38-41 minggu.  Aku berusaha untuk tetap tenang dan jaga asupan gizi untuk janinku. Beberapa teman menyarankan untuk tetap intens melakukan hubungan intim, karena sperma mengandung zat prostaglandin yang memicu kontraksi persalinan, sembari tetap rajin jalan kaki, dan latihan pernafasan hamil. 

    Demikian shareku kali ini,  Ikuti shareku berikutnya ya saat detik-detik persalinan yang penuh perjuangan menghadirkan buah hatiku dikehidupan kami berdua. Kalian bisa membaca shareku mengenai persalinanku selanjutnya Disini

    Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku. 


    Grüße

Posted in

0 komentar:

Post a Comment