content='7496bf2686970bfa' name='yandex-verification'/>

Tuesday, March 28, 2017

BLOGERS diakhir musim dingin di Jerman, aku mau cerita mengenai pengalamanku hamil di trimester kedua ini. Saat ini kandunganku sudah memasuki usia 6 bulan. Dibulan ke 4 kehamilanku, aku mulai enak untuk makan. Walaupun untuk daging aku masih kurang suka tetapi masih bisa aku makan. Dibulan ke 4 aku masih muntah-muntah walaupun tidak terlalu sering seperti dibulan-bulan sebelumnya.
Saat usia kandunganku 4 bulan aku menjalani tes USG di RS dikota Grimma. Tes USG ini tidak dilakukan oleh ginekolog yang biasa mengontrol kehamilanku tiap bulan,tetapi dilakukan oleh seorang dokter berkeahlian khusus untuk melihat keadaan sibayi secara detail. Freunarztku mengirim aku ke RS yang lebih besar untuk kontrol lebih detail dengan alat yang lebih canggih  mengenai kesehatan janin saya.Test ini dilakukan 2 kali setelah 20 hari pengecekan pertama. Puji tuhan dua kali test hasilnya baik. 
Sebelumnya aku ditawari untuk melaksanakan Praena Test untuk mengetahui apakah bayi memiliki potensi bayi terkena down syndrome. Kehamilan diusia 35 tahun keatas memiliki risiko bayi dengan Down syndrome. Test ini dianjurkan diambil sebelum memasuki kehamilan minggu ke 20. Tujuannya, apabila ternyata hasil test menunjukkan bahwa bayi kita memiliki potensi down syndrom, orang tua diberikan pilihan apakah ingin melanjutkan kehamilannya atau tidak. Undang-undang kesehatan di Jerman, melegalkan melakukan aborsi untuk kasus bayi dengan risiko down syndrome. Prosedur test secara umum adalah dengan mengambil cairan air ketuban (menusukkan alat ke dalam perut hingga menembus rahim) dan meneliti cairan tersebut di Laboratorium.
Usia janin 16 weeks
Test ini memang prosentase kebenarannya cukup tinggi, namun resikonya kita bisa sampai kehilangan bayi kita dikarenakan pengambilan air ketuban dirahim. Meski beresiko dapat kehilangan bayi yang dikandung, beberapa ibu hamil memutuskan untuk mengambil test ini,terutama bagi wanita yang hamil diusia lebih dari 35 tahun atau memiliki riwayat keluarga down syndrom. Aku dan suami memutuskan tidak mengambil test ini. Dalam nama Yesus saja, kami memutuskan untuk menyerahkan pada kuasa Tuhan, Tuhan memberikan malaikat kecil ini untuk kami berdua, dan itu harus kami syukuri.
Dikehamilan minggu ke 25, aku baru merasakan gerakan-gerakan bayi, gerakannya sepeti orang kedutan.Tapi memang gerakannya masih sangat smooth sekali, untuk aku gerakannya masih terasa sangat jarang. Kontrol kedokter masih rutin aku lakukan setiap bulan. Berikut datanya:
Usia kehamilan 16 weeks, Berat badan 48 kilo,Tekanan darah 110/60
Usia kehamilan 20 weeks, Berat badan 49 kilo,Tekanan darah 115/70
Usia kehamilan 24 weeks, Berat badan 51 kilo,Tekanan darah 90/60
Horeee berat badanku naik 2 kilo. Entah kenapa kenaikan berat badanku tidak boom seperti ibu hamil pada umumnya. Mungkin karena pengaruh selera makan yaaa, coba kalau lagi hamil posisiku di Indonesia, weleh mungkin aku makan terus karena cocok urusan menunya. Buat aku saat hamil ini makanan Indonesia is the best hemmmmm yummy dah, tapi apa daya ga bisa setiap saat menikmati kuliner Indonesia.
Diakhir trimester kedua tekanan darahku rendah (hipotensi), aku diharuskan meminum Tardyferon 1 kali sehari. Hipotensi bisa mengenai siapa saja, termasuk ibu hamil. Pada kondisi ini, tekanan darah yang harusnya berada pada kondisi normal, nyatanya berada di bawah batas kenormalan. Bahaya darah rendah pada ibu hamil dan calon bayi, seperti berikut :
1. Bisa menyebabkan kelahiran yang tidak normal seperti prematur adalah salah satunya.
2. kondisi tubuh ibu hamil menurun, Resiko mengalami morning sickness, sindrom mual dan muntah yang terjadi saat pagi hari. Efek yang mungkin terjadi pada ibu hamil tersebut adalah rasa pusing dan sakit kepala, lemas, lesu, lunglai, kepala terasa berkeliling dan berputar-putar.
3. Mengganggu proses pertumbuhan si janin, Aliran darah yang berada dari jantung ke seluruh tubuh serta yang dari seluruh tubuh ke jantung mengalami perjalanan lambat. Padahal kondisi normalnya, darah harus segera di ganti dengan yang baru. Siapakah yang paling membutuhkan darah? Otak. Bukan hanya berpengaruh pada otak ibu, tapi juga pada otak janin yang ada di dalam perut. Padahal masa-masa ini merupakan masa otak janin sedang berkembang dengan pesat. Apabila kebutuhannya tidak terpenuhi, yang ditakutkan adalah janin mengalami kecacatan.
usia janin 20 weeks


Ditrimester kedua ini aku juga melakukan test CTG atau Cardiography, test ini untuk mengecek  denyut jantung bayi atau Herz Tone. Lumayan lama juga CTG ini. Kira2 membutuhkan waktu 45 menitan lah. Selain itu aku juga melakukan test Blood Sugar atau mengukur kadar gula dalam darah. Sebelum periksa jangan makan atau minum apa2 dulu, hanya air putih. Nanti pemeriksaan pertama, dicek normal tidak. Kemudian diminta menunggu satu jam, satu jam kemudian kamu akan diberi minum dan di cek lagi darahnya. Kalau misalnya gula darah kamu agak tinggi, kamu akan dirujuk ke Diabetologie, dokter khusus ahli diabetes. 
Usia janin 24 weeks, hidungnya mancung seperti papanya




Setiap kali datang selalu rutin untuk kontrol : pengambilan blood sample, jadi selalu ada pemantauan tentang Hb Anda. Berat Badan selalu ditimbang. Tekanan darah atau Blutdruck selalu di cek. Urine selalu di test, semua Informasi akan ditulis di Mutterpass.  Untuk vitamin yang aku minum masih Elevit, magnesium dan tambahan tardyferon. Semua biaya pengecekan kehamilan rutin tiap bulan ditanggung pihak asuransi. Kondisi si ibu dan janin sangat dikontrol secara detail oleh dokter kandungan.

Di usia kehamilan 24 weeks aku melakukan foto USG 3D, untuk melihat kondisi bayi secara lebih detail. USG 3D ini boleh dilakukan atau tidak, karena harus membayar sendiri tidak ditanggung asuransi. Biaya yang dikeluarkan cukup mahal buat aku (hehehe) 30 Euro, tapi biarlah untuk kenang-kenangan untuk bayi kami kelak.

Dikehamilan trimester kedua ini tidak ada keluhan berat yang aku alami, semuanya masih dalam batas normal. Hanya kadang-kadang aku merasakan perutku terkadang kencang diminggu ke 24. Punggung dan bahu  terasa pegal, paling enak kalau dipukul-pukul menggunakan remote TV (hahaha tugas silvio, untuk melakukan massage). Herannya biasanya rambutku rontok parah, tapi saat hamil ini aku tidak mengalami rontok rambut, padahal sebelumnya ditempat tidur dan dikamar mandi sering banyak rambut rontok, apalagi setelah menyisir rambut atau keramas.

Pada saat hamil aku mengalami keputihan, sehari bisa ganti pembalut 3 kali. aku lebih nyaman menggunakan pembalut, karena kalau tidak bisa boros underwear karena ngeplek. Saat hamil sebenarnya adalah hal yang normal ibu hamil mengalami keputihan. Peningkatan kadar estrogen dan meningkatkan aliran darah ke vagina membuat frekuensi dan kadar keputihan semakin meningkat di masa kehamilan. Keputihan yang saya alami berupa cairan jernih atau putih dan tanpa bau, tapi memang jumlahnya sangat banyak. Katanya sih kalau tidak berbau dan menimbulkan rasa gatal masih dianggap normal. Aghhh semoga kehamilan ini berjalan lancar, dan berusaha untuk menikmati kehamilanku walau jauh dari keluarga.

Demikian cerita kehamilanku ditrimester kedua ini, semoga bermanfaat. Untuk share cerita kehamilan berikutnya temen-temen bisa klik disini : cerita kehamilan trimester ketiga

Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.

Grüße

 
Reaksi:
Posted in

0 komentar:

Post a Comment