content='7496bf2686970bfa' name='yandex-verification'/>

Sunday, 15 January 2017

MEMILIKI keturunan dan menjadi orangtua adalah anugerah yang indah yang  Tuhan berikan untuk kami berdua. Bahagia dan terharu banget waktu tahu kalau pada akhirnya aku hamil. Setelah kosong 2 bulan akhirnya kebahagiaan itu datang juga. Setelah telat 7 hari aku memang belum melakukan tes kehamilan melalui testpack, baru setelah telat 10 hari aku coba tes dengan testpack. Seneng banget waktu tahu ada tanda 2 garis yang berarti positip hamil, baru setelah itu aku buat janji untuk bertemu dokter kandungan.

Di Jerman dokter kandungan dikenal dengan sebutan Frauenartz atau Gynecology. Mulailah kami mulai browsing di internet Gynecology yang dekat di daerah tempat tinggal kami. Rencananya kami memilih seorang dokter perempuan tetapi apa daya, beliau full dan baru bisa ketemu beliau lagi 4 bulan kedepan. Welah dalah keburu besar dunk kandunganku. Akhirnya referensi dari klinik atau Praxis, kami di referensikan ke dokter Andreas Otlik, seorang Ginekologi pria, beliau sudah cukup berumur dan ramah.

Kunjungan Pertama


POSITIF
Dihari pertama kunjungan aku, Artzhelferin (asisten dokter), meminta aku untuk mengisi formulir mengenai data-data pribadi, pertanyaan apakah ada alergi pada obat tertentu, dan pertanyaan kapan tanggal terakhir menstruasi. Kebetulan karena kepingin hamil aku selalu mencatat kapan pertama kali dan terakhir aku menstruasi. Menanyakan mengenai riwayat penyakit atau vaksinasi yang sudah aku dapat selama ini. Di Jerman setiap anak hingga dewasa memiliki buku catatan kesehatan, vaksinasi apa saja yang sudah mereka dapat sepanjang hidup. Lhaaa kalau di Indonesia kita tidak punya catatan buku kesehatan, jadi hanya diingat-ingat saja dengan bantuan ortu vaksin apa saja yang pernah kita peroleh. Pada umumnya vaksinasi yang dianjurkan antara lain MMR,MMR VAX PRO (Masern, Mumps, Röteln yang dalam Bahasa Indonesianya adalah Campak, Gondongan dan Rubella (Campak Jerman): 

Dokter lalu melakukan pengecekan USG; menggunakan semacam alat yang mirip penis dan dimasukkan kedalam vagina. Pertama merasa aneh karena yang memeriksa seorang dokter pria, ya pasrah saja yang penting berusaha untuk percaya beliau profesional. Mungkin karena usia janin masih sangat kecil sehingga tidak bisa dideteksi dengan alat USG yang dilakukan diperut, sehingga membutuhkan alat yang dimasukkan kedalam vagina. And dokter said congragulation you will have baby, Hehehe aduh senangnya..


Setelah melakukan timbang berat badan, ditrimester pertama ini, aku diminta untuk Test TORCH (Toxoplasma gondii (toxo), Rubella, Cyto Megalo Virus (CMV), Herpes Simplex Virus (HSV)), Test TORCH ini disarankan dilakukan sebanyak 3 x selama kehamilan (Kehamilan minggu ke 10, 18-20, dan 35). Pemeriksaan lain yang aku lakukan adalah diantaranya pemeriksaan darah rutin (HB, trombosit, analisa hemoglobin, leukosit), golongan darah dan Rhesus, kencing rutin (urinalisa), hepatitis terutama hepatitis B & C serta gula darah.

Untuk nasehat selama kehamilan, dokter melarang makan Fresh meat, seperti salami, bacon, dll, semua harus diolah terlebih dahulu. Dokter menyarankan banyak makan sayur dan buah serta ikan. Karena aku hobby naik sepeda dokter memperbolehkan aku menggunakan sepeda tetapi tetap harus hati-hati dan pelan-pelan. Meminum obatpun harus sesuai dengan pantauan dokter, tidak bisa sembarang, dan jangan mengangkat beban yang berat, mengingat janin masih rawan keguguran.

Untuk pemberian suplemen (Vitamin) aku hanya diberikan Elevit tambahan vitamin dan mineral untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat bagi mother-to-be dan bagi perkembangan bayi yang sedang bertumbuh dari proses konsepsi, kehamilan, sampai menyusui, untuk mengurangi kemungkinan cacat lahir. Sedangkan untuk susu untuk bumil, tidak ada saran special harus minum susu khusus ibu hamil, apa saja bebas. Wehhh beda ya dengan di Indonesia yang rada ribet banyak macem, harus minum susu merk A, dan vitamin macem2, tapi disini so simply.


Kunjungan Kedua 

Kehamilan ditrimester pertama ini aku lalui dengan cukup berat. Mungkin karena belum punya pengalaman hamil dan jauh dari keluarga membuat aku merasa berat. Seminggu setelah tahu aku hamil, setiap pulang dari sekolah bahasa di volkhochschule aku selalu mengantuk, badanku terasa lemas dan tidak doyan makan. Aku juga mengalami mual dan muntah, mulut terasa pahit, dan penuh air liur. Dan parahnya aku benci mencium dan makan masakan Jerman. Aku benci masuk dapur untuk memasak, hehehe jadi terpaksa satu minggu itu Silvio hanya makan segala instant food kembali kejaman dia single. (makasih ya sayang untuk pengertiannya). Berat badanku saat hamil bukannya naik tetapi malah turun. Dari sebelum hamil berat badanku 51 kilo, saat hamil turun 3 kg. Aku tidak suka makan hanya buah dan roti manis, dan susu  saja yang bisa aku makan. Walaupun saat muntah makanan yang aku makan tidak keluar, tetapi tidak bisa makan daging, makanan Jerman membuat perutku mual. Satu minggu ini kondisiku sangat parah, karena asupan makanan yang masuk hanya buah dan susu. Tidak heran kalau kondisiku lemas, pucat karena selalu mual dan muntah, dan ini bisa berkali-kali. Akupun tidak suka minum kopi, mencium aroma kopi, karena Silvio menyukai koffee membuat kepalaku pusing dan muntah.


Harta karun yang aku pesan
Aku benci sekali setiap melihat Silvio enak makan makanan Jerman. sementara aku hanya melihat saja dengan roti manis atau buah. Aku kangen makanan dan masakan Indonesia. Wehhh mungkin inilah yang dinamakan ngidam, aku harus kekota besar untuk bisa mencicipi kuliner Indonesia. Terbayang bakso, mie ayam, opor,masakan Padang. Sedih sekali waktu itu, mau makan saja susah karena jauh dan harus menunggu suami libur kerja. Melihat kondisi ini Silvio merasa kasihan juga ke aku, dan kuatir tidak baik untuk perkembangan janin anak kami. Akhirnya karena iseng aku baca diWeb di Hamburg ada toko yang menjual bahan masakan Indonesia. Mulailah kami memesan di Tokoindonesia melalui online. Hehehe dan aku kalap, segala cabe, kemiri, sereh, laos, daun jeruk, kecap manis, kecap asin, bumbu instnt, dll semua aku pesan. kami berbelanja habis 50 Euro atau sekitar 750.000 dengan segala macamnya. Mahal ya?, habis gimana lagi namanya juga ngidam.

Setelah pesanan datang seperti menemukan harta karun, aku mulai bisa makan enak. Aku senang makan makanan Indonesia yang aku masak sendiri selama hamil. Hehehe lumayan ngirit 50 euro bisa jadi macem-macem masakan. Silvio terpaksa mengikuti selera kuliner Indonesia, karena cuma ini yang bisa kau makan, dan pastinya lahap nikmat. Kadang aku berfikir mungkin nanti anakku jadi vegetarian karena selama hamil aku tidak suka makan daging, baunya amis menusuk hidung. Dan mungkin selera anakku kuliner Indonesia yang pedas, karena lahap dan nikmat sekali aku setiap menyantap yang pedas-pedas. Hahaha seperti balas dendam, yang akhirnya kesampaian.


MUTTERPASS
Pada kunjungan kedua kedokter, setelah timbang badan, tes urin dan pengambilan darah, aku diberikan Mutterpass. Setiap ibu hamil mendapatkan Mutterpass berisi riwayat kehamilan siibu, dan wajib dibawa kemanapun kia pergi. Jika terjadi apa-apa dengan kita dokter akan mudah memantau. Dokter melakukan pemeriksaan USG masih menggunakan alat yang dimasukkan kedalam vagina, untuk melihat perkembangan bayi, dan setelah itu dokter melakukan pemeriksaan lain. Aku harus duduk disebuah kursi khusus yang bisa naik turun secara otomatis, dengan kaki diangkat seperti posisi mengangkang. Ya ampun malu sekali saya waktu itu, aduh tidak nyaman dan tidak terbiasa, mungkin karena beliau seorang dokter pria, beliau mengambil sampel lendir dicairan vagina saya. Ya sudahlah apapun aku lakukan demi kesehatan janinku.

Kunjungan Ketiga 


Janin usia 12 week
1 bulan kemudian aku melakukan kunjungan lagi kedokter. Dan bolehlah aku bangga, dengan kemampuan bahasa Jerman yang terbatas, dan dokter yang tidak terbiasa berbahasa Inggris, aku nekat dan terpaksa berangkat sendiri. Silvio tidak bisa mengantarkan aku tiap akan periksa kandungan karena pekerjaan. Walaupun dengan drama ngambek, akhirnya tetap berangkat pula, dan Puji Tuhan semuanya lancar walaupun dengan keterbatasan. Tinggal di kota kecil di Jerman, memang sangat dituntut untuk bisa berkomunikasi dalam bahasa Jerman. Karena disini yang mayoritas penduduk asli, jarang yang lancar berbahasa Inggris. Tidak seperti dokter-dokter di Indonesia yang lancar berbahasa Inggris, dokter disini tidak fasih berbahasa Inggris karena terbiasa berkomunikasi dalam bahasa Jerman. Kunjungan ketiga ini usia kehamilanku 3 bulan, seperti biasa melakukan pengecekan berat badan, urin, dan pemeriksan USG. Di usia 12 minggu dokter melakukan pengecekan USG dengan menggunakan alat melalui bagian atas perut. Perut diolesi dengan gel, dan menggerakan alat diatas perut, senangnya melihat bayiku semakin tumbuh besar, sehat terus ya anakku.

Berat badan dikehamilan Trimester 1

20.10.16, berat badan 48    KG
10,11,16, berat badan 49,1 KG
08,12,16, berat badan 49,4 KG

Ukuran Panjang Janin Trimester 1

Usia 6   week 5 day, 2,18 cm
Usia 9   week 1 day, 2,36 cm
Usia 12 week 4 day, 6,17 cm

Untuk semua pemeriksaan ke dokter, semuanya gratis ditanggung pihak asuransi kecuali untuk pembelian vitamin, menggunakan uang pribadi. Pemerintah Jerman memang sangat memperhatikan, dan memberikan fasilitas yang sangat baik untuk kesehatan. Tidak sia-sia jika setiap bulan pegawai di Jerman dikenakan potongan 35% untuk peningkatan fasilitas umum, pensiun dan juga kesehatan. Begitulah kalau kita tinggal di negara maju, mereka sangat memperhatikan maslah ini untuk jangka panjang, sehingga tidak memberatkan warga kedepannya.

Demikian cerita kehamilan pertamaku di Jerman. tunggu cerita berikutnya dikehamilan trimester ke2 dengan rasanya yang semakin hari semakin menakjubkan. Semoga informasi ini berguna unuk teman-teman semua. Untuk cerita kehamilan berikutnya temen-temen bisa klik disini : cerita trimester kedua  Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.

Januari 2017
Gruße
















Posted in

2 comments:

  1. Selamat ya mbak Efin tuk anugerah Tuhan luar biasa ini. Masuk ke blog ini dari postingan tulip Keukenhoff. Salam kenal

    ReplyDelete
  2. Salam kenal juga....semoga rute jalan2 menukmati tulip sukses...

    ReplyDelete