content='7496bf2686970bfa' name='yandex-verification'/>

Wednesday, 14 December 2016

TULISAN ini aku buat untuk temen-temen bule hunter, yang mendambakan punya pacar atau pasangan hidup bule. Banyak teman  yang bilang ke aku dan berharap, titip ya kalo di Jerman ada bule yang baik, tolong kenalin ke saya. Weghhhhh jujur untuk yang satu ini sampai saat ini belum ada bule Jerman yang aku perkenalkan ke temanku. Selain aku belum punya banyak teman pria bule, aku sendiripun belum bertemu teman bule pria, yang minta dicarikan jodoh wanita Indonesia. Aku sendiri tidak mempunyai tips atau trik jitu untuk mendapatkan pasangan hidup pria atau wanita bule.

Banyak teman yang bertanya bagaimana aku bertemu dan bisa punya suami bule. Dan selalu selama ini aku jawab suamiku adalah temannya temanku, dan berkenalan lebih intense melalui internet. Baru melalui tulisan pada blog ini aku jujur bilang, pertama kali aku bertemu dan berkenalan dengan suamiku melalui situs penyedia jodoh. Bukan bermaksud menutupi fakta yang sebenarnya, tetapi jujur aku sendiri terlalu malas untuk memberikan penjelasan detail pertemuanku dengan suamiku.

Kalau aku cerita aku ketemu melalui situs jodoh pasti mereka akan berfikir, aghhhhh paling bule abal-abal, bule ga bener yang cuma pingin seneng-seneng. Haduhhhh untuk menghindari pikiran-pikiran seperti ini, lebih baik aku jawab, dia temannya temanku, dan memang ajaib tidak banyak pertanyaan, dan pikiran serta statement negatif yang keluar, justru banyak yang berkomentar Paling enggak, kalau kenal pasti udah tau latar belakangnya baik atau enggak.

Disini aku mau menjelaskan tidak semua situs penyedia jodoh itu, berisi orang-orang brengsek yang mau iseng, tetapi banyak juga pria baik yang serius berteman dan mencari jodoh melalui situs penyedia jodoh. Saat ini banyak situs jodoh yang beredar dijagat net, ada badoo.com, indonesiacupid.com, dan masih banyak lagi. Aku sendiri ga terlalu hafal dan tidak banyak aktif diberbagai situs penyedia jodoh.Tetapi salah satu situs yang aku ikut aktif adalah asiandating.com.

Namanya asian sudah pasti sebagian yang terdaftar disini cari temen atau jodoh orang asian. Banyak yang serius ingin berteman, tetapi tidak sedikit juga yang brengsek. Tinggal bagaimana kamu pintar-pintar memfilter mereka. Usahakan untuk berteman dengan mereka yang mempunyai domain berbayar. Dalam arti kalau mereka memang niat mencari jodoh, pasti dia mau membayar subscribe agar bisa berbicara dengan semua orang.

Sebenarnya ini cuma salah satu contoh sebagai akses untuk mencari teman bule, temen-temen bisa berkenalan baik melalui situs penyedia jodoh ataupun dari berbagai social media lainnya, bukankah sekarang begitu mudahnya untuk mengakses dunia luar melalui internet?.

Pertama-tama yang musti temen-temen sadari adalah, asahlah kemampuan Bahasa Inggris kalian, karena tanpa komunikasi yang baik sangat sulit untuk menjalin hubungan yang intense dengan siapapun, so bahasanya harus paham betul paling tidak ada satu bahasa yang bisa kalian pahami bersama. Setelah punya kenalan teman bule usahakan menjalin komunikasi langsung by web cam, supaya yakin bahwa mereka memang account asli bukan fake. Jangan salah lhoooo banyak pria-pria negro berkulit hitam, yang menggunakan foto bule-bule tampan, untuk memikat hati wanita polos yang klepek-klepek sama rayuan maut mereka. Padahal mereka palsu dan mirisnya penipuan seperti ini dijadikan profesi untuk mencari penghasilan, brengsekkkkkkannnnnnn.

Hemmmmm bule juga manusia ya sama seperti kita, kalau ada bule yang belum pernah face to face tapi bilang CINTA ama kita, apalagi ada yang bilang mau nikah, hemmmmmm yakinlah mereka hanya bule iseng. Karena pengalaman aku berteman dengan bule di internet, justru yang bule baek-baek itu jarang mau mengutarakan cinta mereka melalui net, tanpa face to face dan saling mengenal terlebih dahulu. Jadi samakan dengan orang kita, kita juga ogah tau-tau bilang CINTA, padahal ketemu juga belum pernah, nagh sama lah dengan mereka itu. Paling ga kalau sudah intens chat by cam melalui internet, kalian bisa tau penampakan dia seperti apa, syukur-syukur bisa melihat aktivitas mereka langsung.

Aku pernah punya pengalaman kenalan sama pria bule melalui facebook, pria keturunan Timur tengah tetapi lahir dan besar di UK dan bekerja di Canada. Duh berkenalan hampir 4 bulan dia setia chat setiap hari dengan perbedaan waktu 13 jam. Waktu itu chatnya belum pake cam, biasalah sesumbar tebar kata cinta padahal belum pernah ketemu. Aku sih ga nanggepin 100 % serius ngarep, Cuma sempet mikir apa bener ada yang kaya gitu.

Owkehhhh selama belum menyinggung soal uang baiklah aku layanin. Jadilah kita berpacaran didunia maya, tetapi Setelah 4 bulan itu dia sulit dihubungi selama 2 minggu, dan menghilang dari peradaban. Dan muncul lagi sambil ngaku-ngaku kalau dia sudah dimutasi dari kantornya di Canada ke UK. Tiba-tiba muncul lagi, dia minta tolong dengan kata-kata manisnya, untuk dikirimkan pinjaman uang yg banyak jumlahnya. Hadohhhhhhh mulai ilfill saat itu juga, hahahaha keliatan daghhh belangnya, apa yang aku takutkan selama ini kejadian. Dia bilang karena dia pindah ke UK, accountnya belum aktiv di UK seperti terblock, sehingga tidak bisa menarik uangnya.Wegghh dia pikir kita cewek-cewek bodoh yang termakan dengan kata-kata cinta, percaya gitu saja kirim uang dalam jumlah besar. Kalau pun aku punya uang tidak akan sebodoh itu aku kirim. Hemmm itu hanya contoh ya, dari akal-akalan busuk mereka.

Temen-temen pasti berfikir punya pasangan bule itu enak subsidi uang lancar, bisa dapet banyak hadiah. Hemmm tergantung ya, ada bule yang memang royal mengirimkan hadiah-hadiah, seperti bule Italy atau Amerika dan France yang royal. Tetapi itupun sebatas hadiah tidak menjadikan mereka ATM kita. Sekarang balik lagi ke temen-temen kalian mau menjadikan pasangan hidup, atau pasangan senang-senang?. Kalau untuk bangga-banggaan punya pacar bule, kalian bisa menjadikan mereka ATM kalian untuk senang-senang, tetapi kalau untuk menjadikan mereka pasangan hidup, buang jauh-jauh pikiran itu.

Sama seperti lelaki Indonesia, merekapun akan mencari orang yang tepat, untuk dijadikan pasangan hidup mereka. Kalau kalian matre, sudah pastilah tujuannya hanya untuk fun saja, yakin jarang ada bule sampai mau mengajak kalian menikah, kalaupun ada mungkin satu, dua orang karena mungkin kamu cantiknya kayak artis and model top.

Aku berpacaran dengan suami selama 3 tahun. Dalam 3 tahun itu setiap hari kami intense chat dengan perbedaan waktu 5 s/d 6 jam. Saat berpacaran 5 bulan  silvio memutuskan untuk bertemu aku ke Indonesia.  Tidak pernah aku paksa untuk datang justru aku ingin  melihat sampai sejauh mana keseriusan dia. 2 minggu di Indonesia, 5 hari menginap dirumah aku dengan fasilitas apa adaya. Hehehe bonus nyamuk dan panas karena tidak ada AC.

Lalu dia traveling sendiri ke Yogyakarta, Bromo, dan Lombok. Dan terakhir ditutup dengan liburan di Bali 5 hari bersama aku. Ditahun ke dua hubungan kami , Silvio mengundang aku liburan ke Jerman bertemu keluarganya. Kalau mereka merasa NYAMAN & SERIUS, biasanya mereka akan mengajak kita untuk berkenalan dengan keluarganya. Ini kesempatan kita untuk mengenal kehidupan pasangan kita lebih jauh lagi.

Aku bertemu dengan keluarga besarnya, teman teman dekatnya, semuanya untuk memastikan bahwa tidak ada satupun yang ditutup-tutupi. Puji Tuhan segalanya berjalan lancar. Setelah perkenalan dengan keluarga besarnya, mulailah kami memikirkan keseriusan untuk hubungan kami.

Awalnya tidak mudah,  karena kedua orang tua silvio dan silvio sendiri, beranggapan lebih baik kumpul bersama, nanti setelah ada kecocokan barulah menikah. Tidak salah kalau mereka berfikir seperti itu, karena lingkungan mereka seperti itu. Normal disana kumpul bersama punya anak tanpa terikat pernikahan. Bahkan ada pendapat untuk apa menikah kalau pada akhirnya nanti bercerai. Pelan-pelan aku memberi pengertian kepada pasangan, bahwa tidak normal hidup seperti itu, untuk aku yang memiliki budaya Asia. Dan yang lebih berprinsip adalah, gaya seperti itu bukan style aku. Sebagai seorang Katolik, aku pun tidak bisa menjadikan perbedaan dalam rumah tangga kelak, sebagai alasan untuk bercerai. Bagi kami yang katolik apa yang dipersatukan Tuhan, tidak dapat diceraikan oleh manusia.

Aku tidak memaksa silvio untuk tetap menikah dengan aku,  kalau pemikiran  itu tidak bisa dia terima.  Aku tekankan, kalau mau hidup bersama dengan aku, ya menikah secara katolik, dan dilegalkan secara hukum perkawinan Negara. Dan pada akhirnya memang dialah, pasangan yang Tuhan kirim untuk membahagiakan aku. Dan memang dari silvio sendiri ada niat tulus untuk hidup bersama membentuk keluarga. Saat bahagia itupun tiba, tanggal 14 Mei 2016,  adalah hari suci untk kami berdua berjanji setia dihadapan Tuhan.          

Begitulah ceritaku bersama silvio sebelum kami bersama terikat dalam pernikahan. Kisah ini hanya cerita, semoga bisa menjadi inspirasi untuk teman-teman, yang ingin menjalin hubungan serius dengan bule. Pada intinya dengan siapapun kita akan berkomitmen, dimulailah dengan niat yang tulus, dan pasti akan diberikan kemudahan untuk mendapatkannya. Bagaimana dengan  pengalaman kalian ? apa ada yang punya cerita romansa dengan mas bule juga? kalian boleh menshare cerita kalian dikolom komentar

Untuk yang pingin tahu kelanjutan story love kami, kalian bisa berkunjung ke cerita kami berikutnya. Klik disini ya:
Menikah dengan Warga Negara Jerman
Menikah di Catatan Sipil Jerman (Standesamt)
resepsipernikahan kami di jerman

Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.

Danke un Gruße,

14 Desember 2016
Efin und Silvio
Posted in

6 comments:

  1. Luar biasa mba,, selamat ya mba

    ReplyDelete
  2. Wah,, mbak. Inspiratif banget 💑💑 aku juga udah ketemuan langsung sama bule Rusia yg aku kenal via facebook. Kami berteman sejak 23 Januari 2017, dan tgl 8 Juni 2017 dia memutuskan utk mengunjungi Indonesia. Dia nginap d rumah orangtua saya hingga hari kepulangannya (16 Juni 2017). Tapi kenapa ya sikapnya dingin banget sama saya selama d Indonesia?? :( :( Hanya saja dia bersikap hangat pada orangtua dan adik laki2 saya. Kan jadi bingung... 😢😢😢

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo diandra....dijalani saja lebih dahulu,mungkin dia mau berteman terlebih dahulu sama kamu. Setau saya kalau bule itu orangnya commit dan fair. Kalau suka mereka akan menyatakan perasaan mereka kalau enggak ya enggak. Kalau merasa nyaman mereka pasti punya niat u serius.Bawa dalam doa kalau jodoh semakin didekatkan kalau bukan agar dijauhkan.Hopefully always find a colourful of life.

      Delete
  3. Hai Yosefin ternyata kamu ngeblog juga ya. Saya cari komen lamamu, ternyata kamu dulu yang nanya penggunaan micin untuk tanaman :D . Eh ternyata sama kita ya ketemu suami di online date :D . Kalau dari pihak keluarga dan teman2 aku sih ga ada yang reseh pas kubilang ketemu suami di online date. Aku cerita pula di blog, dan pernah jadi nara sumber 3 majalah & koran gitu deh hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hallo kak nela,

      duh senengnya aku kakak sempetin waktu mampir ke blog ku. Yoi kak kita samaan ketemu suami by chatdating, sama2 pake asiandating pulak ya. Iya aku baca blog kaka tentang kaka jdi narasumber di koran n majalah n membuat traffic blog kak nel jadi naik ya. Aku dari awal dateng ke Jerman selalu ngikutin apdate tulisanmu kak, tetapi memang saya jarang comment. baru 1 tahun ini aku mulai serius menulis, karena selaen membantu blogger jga aku buat sebagai diary kehidupan aku disini. NOTE : buat yang mampir ke blogku jangan lupa baca blognya mba nela juga www.pursuingmydream.com you will fun with her experienceas long as stay in germany.

      Grüße kak nella

      Delete