content='7496bf2686970bfa' name='yandex-verification'/>

Friday, September 2, 2016

HALLO readers saat ini aku mau berbagi tentang pernikahanku di Jerman. Setelah kemarin aku cerita tentang pernikahanku di Indonesia, berikut ini aku mau berbagi kebahagiaanku menikah di Jerman. Aku tiba di Jerman tanggal 17 Juni 2016, kurang lebih satu minggu sebelum pernikahan kami di laksanakan di Jerman. Waktu ini aku pakai untuk istirahat setelah penerbangan 27 jam Jakarta - Dresden, kenapa bisa selama itu, panjang ceritanya hehehe. 


Kami menikah di Standesamt Jerman tanggal 25 Juni 2016. Hari itu kami pilih untuk melegalkan pernikahan kami secara hukum negara, di Standesamt Kota Königsbrück. Untuk tahapan dan dokumen apa saja yang harus dipersiapkan, teman-teman bisa membaca ditulisanku sebelumnya klik disini. Tidak banyak persiapan yang aku lakukan di Jerman, karena semua dokumen sudah lengkap di urus oleh Silvio. Saran aku untuk kalian, apabila ingin menikah di Kantor Catatan Sipil Jerman (Standesamt), dalam pengurusan dokumen lebih baik diurus 6 bulan sebelum tanggal dan hari H. 

Happy Couple
Sungguh harus diperlukan waktu dan kesabaran yang extra untuk menyelesaikan semuanya satu persatu. Perkawinan yang diakui di Jerman adalah perkawinan yang dilakukan di Catatan Sipil yang dinamakan Standesamt. 

Seorang warga Jerman bisa menikah dengan bangsa apapun atau dengan yang beragama apapun. Syaratnya hanya harus ada bukti bawa seseorang yang mau kawin itu tidak beristri atau bersuami, karena Poligami atau Poliandri di Jerman tidak diperbolehkan. 


Der Eingang vom Standesmat
Kedua mempelai tidak akan ditanya tentang agamanya, karena perkawinan di Standesamt Jerman tidak berdasarkan satu peraturan agama. Biasanya pasangan yang sudah resmi menikah di Standesamt melanjutkan upaca pernikahan secara keagamaannya di tempat beribadahnya mereka, tetapi ini hanya keinginan dari kedua mempelai sendiri, dari pihak negara tidak ada keharusan. 

Informasi dari beberapa teman sebelum tanggal pernikahan dia, dia dipanggil pihak Catatan Sipil untuk penanda tanganan dokumen dan interview mengenai kesiapan dan keseriusan kita untuk menikah, masalah agama, penyakit, penambahan nama setelah menikah, adakah rencana pindah kewarganegaraan dan hal lain-lain yang dapat memicu terjadinya perceraian. 

Tempat Upacara Pernikahan
Interview ini menggunakan bahasa Jerman. Tetapi kalau ditempat ku sendiri di Sachsen, aku sama sekali tidak diwajibkan datang atau harus menjalankan interview di kantor Catatan Sipil Königsbrück seperti yang temanku jalani. 

Mungkin kebijakan dimasing-masing Standesamt berbeda disetiap daerah, dan aku beruntung tidak harus melewati itu. Waktu yang ditunggu tiba juga, pagi-pagi sudah datang perias yang akan merias aku. Ada 2 orang yang satu wanita masih muda yang menangani make up, dan yang lain wanita cukup umur yang menangani hairstyleku, untuk urusan makeup aku pasrahkan ke ibu mertuaku beliau yang mencarikan periasnya. Aku akan menggunakan kebaya warna pink yang sebelumnya aku pakai sebagai seragam pernikahan adikku, 2 tahun yang lalu.


Rencananya rambutku akan disanggul modern biar match dengan baju kebaya yang aku pakai. Hehehe waktu merias periasnya nanya make up nya soft atau thick, otomatis aku jawab soft karena ga mau keliatan medok. Tetapi ternyata ukuran soft untuk disini tidak seperti di Indonesia, ternyata softnya itu betul-betul soft dan lipsticknya pun terlihat tidak cocok dengan warna kulitku yang gelap. 

Membacakan nasihat perkawinan

Akhirnya aku minta untuk dipoles agak tebal sedikit dan lebih baik pakai lipstick properti sendiri yang kebetulan juga match dengan bajunya. Hehehe maklum memang ternyata kalau di Jerman itu berdandan benar-benar sangat tipis, berbeda dengan kita yang di Indonesia sedikit menor terutama pada saat pesta. 

Untuk tatanan rambut sendiri kein problem, alles gut begitu kata orang Jerman. Aku suka sanggulnya digelung tidak terlalu tinggi. Pernikahan di Standesamt akan diadakan jam 1 siang, setelah semua selesai kami siap-siap untuk berangkat. Thanks Vatter lent your gut Auto for our wedding and as our driver. 

Bersama mutter dan kerabat Silvio kami mulai berangkat menuju Standesamt. Pada saat tiba diStandesamt sudah banyak kerabat kami yang datang, seorang wanita cantik menyambut kami dipintu. 

Beliau nanti yang akan memandu jalannya pernikahan kami. Dan pada saat itu tidak semua kerabat bisa masuk kedalam, bingung juga kenapa yang bisa masuk hanya mutter, vatter, kakak Silvio dan kerabatnya. Ternyata menurut Silvio kalau mau mengikuti upacara pernikahan di Standesamt harus menggunakan sepatu dan berpakaian formal, dan memang pada waktu itu masih banyak tamu yang belum berkostum formal.


Our Wedding Ring
Upacara Pernikahan dimulai dengan, petugas dari Standesamt membacakan terlebih dahulu Nasihat Perkawinan dan Pernyataan Perkawinan, beberapa pertanyaan yang harus kita jawab mengenai kesanggupan dan niat tulus kita, untuk membina rumah tangga bersama. 

Semuanya disampaikan dalam bahasa Jerman. Oh iya karena yang menikah adalah warga negara Jerman dan warga negara asing, maka diwajibkan menyediakan penterjemah untuk metranslate apa yang disampaikan petugas saat upacara. 

Penyematan Cincin Kawin



Untuk penterjemah kami, ada kerabat Silvio yang bekerja sebagai guru, thanks Ute untuk bantuanya. Tetapi bila tidak ada penterjemah komunikasikan dengan petugas bahwa kamu tidak ada penterjemah, nanti mereka yang akan menyarikan penterjemah. Biasanya mereka akan meminta bantuan guru untuk membantu sebagai penterjemah, tentunya ada fee yang harus dikeluarkan sebagai ucapan terima kasih.
Penandatanganan Akte Pernikahan
 
Setelah itu acara dilanjutkan dengan Penyematan Cincin Pernikahan, dan terakhir adalah penanda tanganan berkas perkawinan.  Upacaranya sendiri tidak berlangsung lama hanya 30 sampai dengan 45 menit sampai selesai. Setelah Upacara selesai kita tinggal menerima ucapan selamat dari petugas Standesamt dan kerabat.


You and Me
Endlich Alles Gut


Keluarga Inti
 
Jangan lupa setelah ini ada administrasi yang harus dilengkapi, membayar biaya pernikahan di Standesamt sebesar 120 Euro, dan dapat dibayarkan sesegera mungkin. Ada beberapa document yang akan Kamu terima : Eheurkunde dan Marriage registration, yang mana pernikahan Kalian sudah resmi tercatat secara legal Dan diakui Oleh negara. 


Demikian ceritaku, semoga bisa bermanfaat untuk pembaca. Kebahagiaan ini selalu akan kubagi, sebagai ucapan syukur dari Penciptaku yang menghadirkan dia dalam hidupku.

Kalian Bisa mengikuti ceritaku berikutnya mengenai pernikahanku di Jerman, dengan mengklik dibawah ini:

https://www.bojonesilviostorylife.com/2016/08/pernikahanku-dengan-warga-negara-asing.html

 https://www.bojonesilviostorylife.com/2017/12/resepsi-pernikahan-kami-di-jerman.html

Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.
 



L O V E