content='7496bf2686970bfa' name='yandex-verification'/>

Thursday, May 26, 2016

Saat ini aku sedang mempersiapkan pernikahanku dengan silvio. Kebetulan pemberkatan akan dilakukan di Indonesia, dua kali resepsi, di Indonesia dan Jerman. 

Sementara untuk legalisasi, aku akan menikah di Standesamt di Jerman. Mulailah aku disibukkan dengan urusan surat-surat, dan birokrasi yang ada di Indonesia. Thanks to my Lord karena aku bekerja dilapangan, sehingga bisa mengatur waktu secara flexible. 

Saranku untuk mempersiapkan semua dokumen ini paling tidak 6 bulan sebelum hari H, karena agak ribet dan menyita banyak waktu.

Berikut ini aku share langkah-langkah pembuatan visa menikah di Jerman. 

1. RT dan RW, Minta surat pengantar menikah, surat domisili, dan surat keterangan belum menikah,  dari RT dan RW                           
     
2. Kelurahan, Surat yang sudah di stempel RT dan RW dibawa kekelurahan. Masalah mulai timbul disini, petugas front desk menginformasikan bahwa surat domisili tidak bisa diterbitkan lagi berdasarkan SK gubernur, kalau domisili sama dengan KTP maka tidak perlu lagi surat domisili. Mulailah panik dan sipetugas front desk yang kekeh tetap mengatakan tidak bisa, walaupun aku jelaskan bahwa surat domisili sebagai syarat wajib yang harus dipenuhi. 

Akhirnya aku pun bersikeras untuk bicara langsung dengan atasannya, singkatnya akhirnya Surat itu bisa aku peroleh dengan bernegosiasi dengan mereka. Katakan Surat domisili ini merupakan salah satu syarat wajib yang harus dipenuhi, dan ID Card kita sendiri tidak berlaku di LN, sehingga butuh keterangan dari pemerintah RI mengenai daerah domisili kita. 

Itu syarat resmi yang harus dibuat untuk legalisasi di Kedutaan. Dan apabila ketika berbicara dengan petugas front desk tidak berhasil, lebih baik bicara langsung dengan atasan mereka, agar segera bisa diambil keputusan.

3. Kecamatan, Surat domisili tadi dibawa kekecamatan dan di legalisir, jangan lupa minta specimen pak Camat sekalian, karena nanti di Kemenkumham akan dicocokkan apakah sama di document  dengan specimen pejabat setempat. 

4. Catatan Sipil atau KUA, karena aku beragama nasrani aku membuat Surat keterangan belum menikah dan akte kutipan ke 2 di Catatan Sipil. Untuk akte kutipan ke2 ini tidak bisa dibuat di Suku Dinas karena semua akte berpusat di Dinas Catatan Sipil di grogol. Alamatnya JL Letjen. S. Parman No. 7 Tomang, Grogol Petamburan. 

Dokumen yang kita bawa dari kelurahan dan Kecamatan dibawa untuk didaftarkan dan membuat SKBM. Jangan lupa minta specimen tanda tangan kepala dinas di kepegawaian di Lantai 3 . 

Jadi ada 3 berkas yang diurus disini Surat Keterangan Belum Menikah, Akte Kelahiran Kutipan ke2 , dan Specimen Kepala dinas, lama pembuatannya selama 1 minggu.

5. Kemenkumham, lokasinya  didaerah kuningan diseberang Pasar Festifal. Langsung naik ke lantai 3 ke bagian AHU atau Imigrasi. Ditempat ini antriannya cukup panjang tetapi cepat pelayanannya. Jangan lupa untuk ambil nomor antrian. Siapkan docs asli dan FCnya @ 1 lembar, dan jangan lupa materai sesuai jumlah yang akan dilegalisir. Untuk biayanya Rp. 25.000 per lembar. 

Specimen pejabat di Catatan Sipil dan Kecamatan akan di cross check di sini, makanya jangan sampai terlewat. Hal ini terjadi padaku, ketika semua sudah complete, satu doc Surat domisili dari Kecamatan tidak disertai specimen Pak Camat. Mereka bilang maaf suratnya tidak bisa diproses, whattttttttssss noooo aku sudah menghabiskan tenaga kesana kemari dan ditolak. 

Akhirnya aku minta lagi bertemu dengan atasan mereka dan bernegosiasi agar specimen dikirim by fax atau email. Akhirnya si ibu mengijinkan specimennya diberikan saat pengambilan doc. Thanks my "Jesus" tidak mungkin kan kalau aku harus mondar mandiri dan suratku ditolak karena tidak complete. Untuk waktu penyelesaiannya 3 hari surat sudah bisa diambil.

6. Departmen Luar Negeri, lokasinya ada di Jl.Pejambon No. 6, Gambir. Kalau dari arah senen setelah melewati hotel Amaris ada plang RSPAD belok kekiri ikuti jalan. Kantornya deket dengan Gereja Imanuel. 

Masuk menuju ruang konsuler, jangan lupa persiapkan materai sesuai jumlah berkas yang ingin dilegalisir, karena jika tidak ada materai kita harus keluar gedung. Tidak ada foto copy center  di Deplu. Setelah mengantri tiba giliranku tiap berkas biayanya 10.000 dan lama penyelesaiannya 1 hari sudah selesai.

7. Kontak Penterjemah, untuk menterjemahkan semua berkas. Dibeberapa Standesamt ada yg semua docs diterjemahkan di Jerman, tetapi ada yang minta diterjemahkan di Indonesia. Masing-masing Standesamt mempunyai kebijakannya masing-masing. 

Penterjemah disini adalah penterjemah tersumpah yang  terdaftar di web kedutaan. Aku menggunakan jasa bapak Tayasmen Taka. HP: 081298839869 / 081315961306 di Jalan Pemuda I no.7 Rawamangun. Documents bisa dikirim by email dan diantar ke kedutaan. Beliau orangnya helpful, untuk lamanya 1 hari bisa langsung jadi, biayanya Rp. 150.000 per lembar terjemahan. Kalau 1 lembar akte kelahiran dan lembar sebaliknya yg dilegalisir oleh kementrian, jadi 1 berkas akte kelahiran RP. 150.000 @ 2 : RP. 300.000 (if you read my writing, thanks for your help Mr Kaka)

8. Vollmacht zur Anmeldung der Eheschliebung, surat ini dikeluarkan oleh Stamdesamt di Jerman. Isinya adalah kita memberikan kuasa kepada calon di Jerman, untuk menyerahkan semua doc kita ke Standesamt yang nantinya akan dilanjutkan ke Pengadilan Tinggi di Kota kita menikah. Formatnya -masing Standesamt berbeda, jadi minta pasangan untuk mengirim by email. 

Surat ini nantinya akan ditanda tangani di Kedutaan, jadi tidak perlu ditandatangani dulu dirumah. Untuk mengisi surat ini sebenarnya ada yang mengisi bersama dengan penterjemah, tetapi isi surat Vollmachtku tidak begitu banyak, aku minta silvio Kirim dalam 2 versi, Englisch dan Deutsch. 

Aku minta bantuan silvio untuk mengisinya, dan kita harus tahu apa maksud dan isi surat itu. Karena pada saat aku di Kedutaan aku ditanya apa maksud isi surat yang dikirim, aku jelaskan bahwa calonku yang menterjemahkan isi surat ke dalam bahasa Deutsch - Englisch. Aku sampai print email translation yang silvio Kirim ke aku.

9. Kedutaan Jerman, legalisir dokumen. Semua docs yang sudah dilegalisir di Kemenkumham dan Deplu dilegalisir di kedutaan Jerman. Tidak perlu membuat appointment langsung datang saja ke bagian konsuler. Pelayanannya sampai Pkl. 11.30, lokasinya di lantai dasar. 

Jangan lupa membawa Pasport untuk menyelesaikan segala urusan yang berhubungan dengan kedutaan. Biaya legalisir akte @ Rp. 300.000, legalisir SKBM sebesar Rp. 670.000, Vollmacht doc sebesar Rp.300.000, dan legalisir Pasport sebesar Rp. 300.000.

Aku mengirimkan docs yang sudah ready langsung ke silvio, menggunakan jasa DHL. Harganya Rp. 800.000 perkilo dan 2 hari sudah sampai di Jerman. Pastikan docs yang kamu kirim sudah complete, karena saya harus dua kali mengirim docs, otomatis mahal saudara-saudara. 

Tadinya pihak Standesamt said Vollmacht tidak perlu dikirim, padahal dari referensi beberapa blog yang saya baca, harus menyertakan Vollmacht pada saat calon kita menyerahkan semua surat-surat untuk penyelidikan di Court. Hemmm ternyata itu benar selain Vollmacht, mereka juga meminta copy last 3 months salary. 

Karena mahalnya DHL akhirnya pasrah juga menggunakan jasa Pos Indonesia. Lumayan untuk jasa pos internasional biayanya sekitar Rp. 300.000, sampai 4 sd 5 hari. Sebenarnya kalau waktunya tidak terbaru-buru lebih baik menggunakan Jasa Pos Indonesia, bisa dijadikan pilihan juga untuk menekan biaya, kalau waktunya masih panjang.

10. Ehefähigkeitszeugnis, atau Single Stetement or SKBM versi Indonesia, Surat ini adalah surat yang menyatakan Kalau calon kita single dan tidak terikat dengan pernikahan. Kalau Kamu mau menikah di Luar Jerman, surat ini sebagai pengantar dari pemerintah Jerman ke negara yang dituju untuk melaksanakan pernikahan. 

Sebenarnya bagi aku yang mau menikah diStandesamt Jerman tidak memerlukan surat ini, tetapi karena saya akan melaksanakan Pemberkatan di Gereja Katolik, maka Romo yang memberkati saya meminta surat ini juga, untuk memastikan bahwa calon mempelai tidak terikat dengan pernikahan. hemmmm disinilah perasaan kuatir galau dan stres bercampur. 

Bagaimana tidak untuk membuat Surat ini dibutuhkan waktu 7 minggu. God yang membuat stres adalah pihak Standesamt Jerman tidak tahu kapan surat itu jadi. Only wait and see, setiap ditanya kapan akan jadi. Menurut mereka Surat itu dari Standesamt dikirim lagi ke pengadilan tinggi di Kota besar, dan penyelidikannya sangat ketat. Entah karena penyelidikannya yang ketat atau apa, tetapi birokrasinya lebih parah dari Indonesia. Sedangkan di Indonesia surat seperti ini hanya butuh waktu 7 hari alias seminggu. 

Aku sangat stres dalam penantian Surat ini, karena aku harus kejar-kejaran dengan waktu yang mepet. Karena hampir mau pengumuman pernikahan digereja tetapi Surat belum datang juga. Tetapi Tuhan Yesus Maha baik, hari kamis surat sampai di Indonesia sehingga hari sabtu bisa diumumkan di gereja.

11. Bescheinigung Über die Anmeldung der Eheschließung, dokumen untuk mendaftarkan pernikahan kita di kantor Catatan Sipil Jerman. Disitu tertera tanggal pelaksanaan pernikahan, dan untuk pengurusan surat ini hanya 1 hari saja.

Dokumen yang harus disiapkan pihak calon mempelai WNA

1. Paspor
2. Verpflichtungserklärung, minta calon suami untuk membuat surat ini dikantor imigrasi. Surat ini sebagai jaminan bahwa Selama berada di Jerman ditanggung oleh pihak calon suami.(untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di blog saya sebelumnya)
3. Bescheinigung Über die Anmeldung der Eheschließung

Dokumen yang dipersiapkan Oleh calon mempelai WNI

1. Semua docs calon mempelai WNA dibawa kekedutaan, dan syarat lain yang bisa dilihat di Web Kedutaan Jerman di Jakarta.

Sebelum menyerahkan semua dokumen ke Kedutaan, terlebih dahulu membuat janji kekedutaan by web mereka. Lakukan make appointment dari jauh-jauh hari. Jangan seperti aku, sudah membuat appointment dari 2 bulan sebelumnya. 

Tetapi karena docs Silvio telat datang, aku langsung batalkan tetapi tidak melakukan appointment lagi, akibatnya ketika bulan mei mau apply visa appointment full booked sampai akhir Mei, ya ampun Tuhan. Akhirnya aku meluncur juga kekedutaan, info dari mereka agar aku mengirimkan email pribadi ke bagian visa untuk meminta schedule direct appointment. Alamat emailnya visastelle@jaka.diplo.de

Akhirnya keesokannya aku mendapat jawaban, sched untuk appointment visa dirrect seminggu kemudian. Ughhhh lumayan lah, kenapa lumayan karena sebenarnya aku sudah membeli tiket dari jauh hari. Seharusnya tanggal 21 mei aku ke Jerman bersama suami, tetapi karena keterlambatan docs harus di resched lagi, dan yaa biaya menjadi bertambah karena perubahan tiket pesawat. 


Saran aku apabila visa belum pasti jangan membeli tiket terlebih dahulu. Pastikan visa sudah ditangan baru membeli tiket. Sampai talisan ini dibuat aku masih menantikan Visa aku jadi. Mudah-mudahan ditanggal 17 Juni ini aku bisa berkumpul bersama suami di Jerman. 

Masing-masing orang memiliki kesulitannya sendiri dalam proses pembuatan Visa menikah di Jerman, dan aku yakin mereka memiliki cerita yang menarik Dan berliku didalamnya. Semoga pengalamanku ini bisa berguna untuk teman-teman yang akan, atau sedang melakukan proses pembuatan Visa menikah di Jerman. 

Apabila Ada pertanyaan silahkan mengirimkan pertanyaan, dan jika informasi dalam tulisan ini berguna bagi teman-teman mohon meninggalkan Saran yang sangat berguna bagi kemajuan penulis.  

Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.

Jakarta, 25 Mei 2016
L O V E : Efin & Silvio