content='7496bf2686970bfa' name='yandex-verification'/>

Wednesday, December 14, 2016

TULISAN ini aku buat untuk temen-temen bule hunter, yang mendambakan punya pacar atau pasangan hidup bule. Banyak teman  yang bilang ke aku dan berharap, titip ya kalo di Jerman ada bule yang baik, tolong kenalin ke saya. Weghhhhh jujur untuk yang satu ini sampai saat ini belum ada bule Jerman yang aku perkenalkan ke temanku. Selain aku belum punya banyak teman pria bule, aku sendiripun belum bertemu teman bule pria, yang minta dicarikan jodoh wanita Indonesia. Aku sendiri tidak mempunyai tips atau trik jitu untuk mendapatkan pasangan hidup pria atau wanita bule.

Banyak teman yang bertanya bagaimana aku bertemu dan bisa punya suami bule. Dan selalu selama ini aku jawab suamiku adalah temannya temanku, dan berkenalan lebih intense melalui internet. Baru melalui tulisan pada blog ini aku jujur bilang, pertama kali aku bertemu dan berkenalan dengan suamiku melalui situs penyedia jodoh. Bukan bermaksud menutupi fakta yang sebenarnya, tetapi jujur aku sendiri terlalu malas untuk memberikan penjelasan detail pertemuanku dengan suamiku.

Kalau aku cerita aku ketemu melalui situs jodoh pasti mereka akan berfikir, aghhhhh paling bule abal-abal, bule ga bener yang cuma pingin seneng-seneng. Haduhhhh untuk menghindari pikiran-pikiran seperti ini, lebih baik aku jawab, dia temannya temanku, dan memang ajaib tidak banyak pertanyaan, dan pikiran serta statement negatif yang keluar, justru banyak yang berkomentar Paling enggak, kalau kenal pasti udah tau latar belakangnya baik atau enggak.

Disini aku mau menjelaskan tidak semua situs penyedia jodoh itu, berisi orang-orang brengsek yang mau iseng, tetapi banyak juga pria baik yang serius berteman dan mencari jodoh melalui situs penyedia jodoh. Saat ini banyak situs jodoh yang beredar dijagat net, ada badoo.com, indonesiacupid.com, dan masih banyak lagi. Aku sendiri ga terlalu hafal dan tidak banyak aktif diberbagai situs penyedia jodoh.Tetapi salah satu situs yang aku ikut aktif adalah asiandating.com.

Namanya asian sudah pasti sebagian yang terdaftar disini cari temen atau jodoh orang asian. Banyak yang serius ingin berteman, tetapi tidak sedikit juga yang brengsek. Tinggal bagaimana kamu pintar-pintar memfilter mereka. Usahakan untuk berteman dengan mereka yang mempunyai domain berbayar. Dalam arti kalau mereka memang niat mencari jodoh, pasti dia mau membayar subscribe agar bisa berbicara dengan semua orang.

Sebenarnya ini cuma salah satu contoh sebagai akses untuk mencari teman bule, temen-temen bisa berkenalan baik melalui situs penyedia jodoh ataupun dari berbagai social media lainnya, bukankah sekarang begitu mudahnya untuk mengakses dunia luar melalui internet?.

Pertama-tama yang musti temen-temen sadari adalah, asahlah kemampuan Bahasa Inggris kalian, karena tanpa komunikasi yang baik sangat sulit untuk menjalin hubungan yang intense dengan siapapun, so bahasanya harus paham betul paling tidak ada satu bahasa yang bisa kalian pahami bersama. Setelah punya kenalan teman bule usahakan menjalin komunikasi langsung by web cam, supaya yakin bahwa mereka memang account asli bukan fake. Jangan salah lhoooo banyak pria-pria negro berkulit hitam, yang menggunakan foto bule-bule tampan, untuk memikat hati wanita polos yang klepek-klepek sama rayuan maut mereka. Padahal mereka palsu dan mirisnya penipuan seperti ini dijadikan profesi untuk mencari penghasilan, brengsekkkkkkannnnnnn.

Hemmmmm bule juga manusia ya sama seperti kita, kalau ada bule yang belum pernah face to face tapi bilang CINTA ama kita, apalagi ada yang bilang mau nikah, hemmmmmm yakinlah mereka hanya bule iseng. Karena pengalaman aku berteman dengan bule di internet, justru yang bule baek-baek itu jarang mau mengutarakan cinta mereka melalui net, tanpa face to face dan saling mengenal terlebih dahulu. Jadi samakan dengan orang kita, kita juga ogah tau-tau bilang CINTA, padahal ketemu juga belum pernah, nagh sama lah dengan mereka itu. Paling ga kalau sudah intens chat by cam melalui internet, kalian bisa tau penampakan dia seperti apa, syukur-syukur bisa melihat aktivitas mereka langsung.

Aku pernah punya pengalaman kenalan sama pria bule melalui facebook, pria keturunan Timur tengah tetapi lahir dan besar di UK dan bekerja di Canada. Duh berkenalan hampir 4 bulan dia setia chat setiap hari dengan perbedaan waktu 13 jam. Waktu itu chatnya belum pake cam, biasalah sesumbar tebar kata cinta padahal belum pernah ketemu. Aku sih ga nanggepin 100 % serius ngarep, Cuma sempet mikir apa bener ada yang kaya gitu.

Owkehhhh selama belum menyinggung soal uang baiklah aku layanin. Jadilah kita berpacaran didunia maya, tetapi Setelah 4 bulan itu dia sulit dihubungi selama 2 minggu, dan menghilang dari peradaban. Dan muncul lagi sambil ngaku-ngaku kalau dia sudah dimutasi dari kantornya di Canada ke UK. Tiba-tiba muncul lagi, dia minta tolong dengan kata-kata manisnya, untuk dikirimkan pinjaman uang yg banyak jumlahnya. Hadohhhhhhh mulai ilfill saat itu juga, hahahaha keliatan daghhh belangnya, apa yang aku takutkan selama ini kejadian. Dia bilang karena dia pindah ke UK, accountnya belum aktiv di UK seperti terblock, sehingga tidak bisa menarik uangnya.Wegghh dia pikir kita cewek-cewek bodoh yang termakan dengan kata-kata cinta, percaya gitu saja kirim uang dalam jumlah besar. Kalau pun aku punya uang tidak akan sebodoh itu aku kirim. Hemmm itu hanya contoh ya, dari akal-akalan busuk mereka.

Temen-temen pasti berfikir punya pasangan bule itu enak subsidi uang lancar, bisa dapet banyak hadiah. Hemmm tergantung ya, ada bule yang memang royal mengirimkan hadiah-hadiah, seperti bule Italy atau Amerika dan France yang royal. Tetapi itupun sebatas hadiah tidak menjadikan mereka ATM kita. Sekarang balik lagi ke temen-temen kalian mau menjadikan pasangan hidup, atau pasangan senang-senang?. Kalau untuk bangga-banggaan punya pacar bule, kalian bisa menjadikan mereka ATM kalian untuk senang-senang, tetapi kalau untuk menjadikan mereka pasangan hidup, buang jauh-jauh pikiran itu.

Sama seperti lelaki Indonesia, merekapun akan mencari orang yang tepat, untuk dijadikan pasangan hidup mereka. Kalau kalian matre, sudah pastilah tujuannya hanya untuk fun saja, yakin jarang ada bule sampai mau mengajak kalian menikah, kalaupun ada mungkin satu, dua orang karena mungkin kamu cantiknya kayak artis and model top.

Aku berpacaran dengan suami selama 3 tahun. Dalam 3 tahun itu setiap hari kami intense chat dengan perbedaan waktu 5 s/d 6 jam. Saat berpacaran 5 bulan  silvio memutuskan untuk bertemu aku ke Indonesia.  Tidak pernah aku paksa untuk datang justru aku ingin  melihat sampai sejauh mana keseriusan dia. 2 minggu di Indonesia, 5 hari menginap dirumah aku dengan fasilitas apa adaya. Hehehe bonus nyamuk dan panas karena tidak ada AC.

Lalu dia traveling sendiri ke Yogyakarta, Bromo, dan Lombok. Dan terakhir ditutup dengan liburan di Bali 5 hari bersama aku. Ditahun ke dua hubungan kami , Silvio mengundang aku liburan ke Jerman bertemu keluarganya. Kalau mereka merasa NYAMAN & SERIUS, biasanya mereka akan mengajak kita untuk berkenalan dengan keluarganya. Ini kesempatan kita untuk mengenal kehidupan pasangan kita lebih jauh lagi.

Aku bertemu dengan keluarga besarnya, teman teman dekatnya, semuanya untuk memastikan bahwa tidak ada satupun yang ditutup-tutupi. Puji Tuhan segalanya berjalan lancar. Setelah perkenalan dengan keluarga besarnya, mulailah kami memikirkan keseriusan untuk hubungan kami.

Awalnya tidak mudah,  karena kedua orang tua silvio dan silvio sendiri, beranggapan lebih baik kumpul bersama, nanti setelah ada kecocokan barulah menikah. Tidak salah kalau mereka berfikir seperti itu, karena lingkungan mereka seperti itu. Normal disana kumpul bersama punya anak tanpa terikat pernikahan. Bahkan ada pendapat untuk apa menikah kalau pada akhirnya nanti bercerai. Pelan-pelan aku memberi pengertian kepada pasangan, bahwa tidak normal hidup seperti itu, untuk aku yang memiliki budaya Asia. Dan yang lebih berprinsip adalah, gaya seperti itu bukan style aku. Sebagai seorang Katolik, aku pun tidak bisa menjadikan perbedaan dalam rumah tangga kelak, sebagai alasan untuk bercerai. Bagi kami yang katolik apa yang dipersatukan Tuhan, tidak dapat diceraikan oleh manusia.

Aku tidak memaksa silvio untuk tetap menikah dengan aku,  kalau pemikiran  itu tidak bisa dia terima.  Aku tekankan, kalau mau hidup bersama dengan aku, ya menikah secara katolik, dan dilegalkan secara hukum perkawinan Negara. Dan pada akhirnya memang dialah, pasangan yang Tuhan kirim untuk membahagiakan aku. Dan memang dari silvio sendiri ada niat tulus untuk hidup bersama membentuk keluarga. Saat bahagia itupun tiba, tanggal 14 Mei 2016,  adalah hari suci untk kami berdua berjanji setia dihadapan Tuhan.          

Begitulah ceritaku bersama silvio sebelum kami bersama terikat dalam pernikahan. Kisah ini hanya cerita, semoga bisa menjadi inspirasi untuk teman-teman, yang ingin menjalin hubungan serius dengan bule. Pada intinya dengan siapapun kita akan berkomitmen, dimulailah dengan niat yang tulus, dan pasti akan diberikan kemudahan untuk mendapatkannya. Bagaimana dengan  pengalaman kalian ? apa ada yang punya cerita romansa dengan mas bule juga? kalian boleh menshare cerita kalian dikolom komentar

Untuk yang pingin tahu kelanjutan story love kami, kalian bisa berkunjung ke cerita kami berikutnya. Klik disini ya:
Menikah dengan Warga Negara Jerman
Menikah di Catatan Sipil Jerman (Standesamt)
resepsipernikahan kami di jerman

Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.

Danke un Gruße,

14 Desember 2016
Efin und Silvio

Monday, October 3, 2016

GUTEN MORGEN alles, weeeghhh dingin sekali Udara di Jerman saat ini. Padahal baru memasuki musim Herbst tapi hujan terus dan matahari sembuyi dibalik awan. Hari ini aku mau cerita kekalian hal apa saja yang harus kalian urus ketika tiba di Jerman. Saat ini sudah bulan ke 3, aku menetap di Jerman, jadi ingat kesibukanku pertama kali tiba di negara ini. Ada beberapa Hal yang harus aku urus ketika aku tiba pertama kali di Jerman salah satunya adalah Aufenthaltstitel,  atau kartu Identitas mengenai data diri kita, atau KTP kalau diIndonesia, selain lapor diri untuk membuat Meldebestätigung, dan membuat Kartu Asuransi Kesehatan. Nah untuk lebih jelasnya akan aku share satu persatu supaya kalian bisa  lebih  jelas.


Lapor  diri ke Landslord 

Karena kamu mau tinggal disuatu tempat yang baru, otomatis Kamu harus lapor diri dulu sebagai Warga baru. Landslord disini maksudnya adalah pemilik wohnung di mana kita akan tinggal. Sebenarnya tidak wajib, jadi bisa ya dan juga tidak harus. Karena disana tetangga juga cuek dengan urusan pribadi kalian, atau bahasa halusnya menghargai pribadi masing-masing orang, tidak akan kusuk-kusuk dibelakang meributkan dengan siapa kalian tinggal saat ini. Kalau di Indonesia pasti sudah jadi pergunjingan kalau kita tinggal dengan orang baru dan tidak lapor, padahal itu adalah suami atau istri sendiri. Tapi di Jerman orang selalu menghargai setiap privasi setiap orang, dan sudah lumrah jika tinggal bersama tanpa menikah. Itulah salah satu perbedaan budaya antara timur dan barat. Tapi untuk aku sendiri waktu itu suamiku melapor bahwa saat ini sudah menikah dan tinggal bersama dengan istri WNA.

Membuat Meldebestätigung

Meldebestätigung adalah surat domisili tempat tinggal kamu. Mengurusnya di kantor Einwohnermeldeamt dikota tempat tinggal Kamu. Untuk pengurusannya kurang lebih 2/3 hari sudah jadi. Data diri nama, alamat, tanggal pembuatan, dan stempel pengesahan. Surat ini sebagai data diri bahwa kamu terdaftar tinggal di Kota tempat domisili kamu. Kabarnya Kalau kita pindah Kota, kita harus mendaftar atau lapor diri di Einwohnermeldeamt tempat domisili kamu.

Membuat Aufenthaltstitel
Kartu ini sangat penting bagi kita yang akan menetap disini, semacam KTP kalau kita berada diIndonesia. Dalam setiap kegiatan formal (berurusan dengan lembaga formal, ke dokter, sekolah, pekerjaan, kedutaan, asuransi, dll kartu ini selalu digunakan), itulah mengapa kartu tersebut menjadi sangat penting kepemilikannya.  Masa berlaku kartu biasanya berbeda-beda di setiap Bundesland-nya dan berbeda setiap peruntukannya (baik mengikuti suami atau istri, belajar, bekerja atau lainnya). Untuk imigran baru seperti aku  yang pindah dengan alasan mengikuti suami, aturan masa berlaku Aufenthaltstitel pertamaku adalah satu  (1) tahun. Untuk penduduk asli Jerman mereka memegang kartu PERSONALAUSWEIß, sedangkan untuk pendatang atau immigrant, kita mendapatkan kartu Aufenthaltstitel. Keduanya intinya sama sebagai identitas personal diri kita. Untuk membuatnya kita harus membuat di kantor LANDRATSAMT tempat tinggal kamu. Kalau saya membuat di kantor Landratsamt Delitsch.

Berikut adalah hal yang saya lakukan untuk membuat Aufenthaltstitel :
  1. Hubungi pihak Landratamt untuk membuat janji pertemuan (Termin) untuk pembuatan Aufenthaltstitel  .
  2. Isi formulir yang dikirimkan oleh pihak Landratamt dan bawa ke Landratsamt sesuai waktu pertemuan yang sudah di sepakati (Termin).  
  3. Kalau sudah dapat termin kita tinggal datang untuk membuat Aufenthaltstitel, datang ke Landratsamt  Regional tempat tinggal kita. Waktu datang menemui petugas didepan pintu petugas, aku melihat papan dengan tulisan berbagai Abjad. Karena nama aku Widirahayu, aku datang ke pintu untuk inisial nama W. Hehehe begitulah di Jerman mungkin supaya memudahkan ya.  
  4. Foto terbaru, aku sendiri pakai pass foto yang 80% wajah yang aku bawa dari Indonesia. 
  5. Paspor asli , dan pertanyaan singkat seperti warna mata, tinggi badan, dan juga cap sidik jadi pakai biometrik kaya di Jakarta, tapi hanya jari telunjuk kanan kiri aja. terus dikasih kuitansi untuk membayar.
  6. Untuk biayanya sebesar 120 Euro.  Pembayarannya dimesin otomatis bukan di zimmer si petugas. Kalau di Indonesia seperti bayar ke bank trus balik lagi keruangan lagi. Waktu itu Silvio yang melakukan pembayaran dan aku hanya menunggu didalam ruangan. Serahkan kuitansi yang sudah kamu bayarkan dan akan langsung diselesaikan oleh petugas.
Kartu yang dibuat tidak langsung jadi. Tetapi kurang lebih sekitar 1 sampai 2 bulan kartu kamu baru jadi. Nantinya kamu bisa ambil di Landratsamt di perwakilan kota terdekat, bukan dilandratsamt Regional tempat disaat kamu membuat  Aufenthaltstitel.  Oh ya pada saat kamu membuat Aufenthaltstitel, jangan lupa untuk minta dibuatkan surat pengantar untuk kursus bahasa Jerman di Volhokschule dikota terdekat tempat kamu tinggal. Karena tanpa surat ini kamu tidak bisa ikut kursus yang disediakan pemerintah Jerman bagi para pendatang.

Membuat Kartu Asuransi Kesehatan
Sewaktu aku berangkat ke Jerman, sebenarnya aku sudah punya asuransi yang aku beli di Indonesia. Tetapi itu hanya untuk beberapa bulan saja ya. Jadi ketika aku tiba, aku langsung mengurus surat Asuransi kesehatanku. Biasanya jadi satu dengan asuransi milik suami. Untuk pilihannya ada banyak pilihan tetapi aku menggunakan AOK Ausransi. Untuk Syaratnya hanya pasport dan  Meldebestätigung dan Akte pernikahan kita.

Demikian share aku kali ini untuk teman-teman yang akan menetap di Jerman. Semoga tulisan ini bermanfaat, dan bisa menjadi petunjuk bagi teman-teman yang akan memulai kehidupan baru di Jerman. 

Kalian bisa mengikuti blogku selanjutnya Klik Disini untuk mendapatkan informasi bagaimana cara memperpanjang Aufenthalstitel di Jerman dan persyaratannya.

Jika tulisan ini bermanfaat bagi teman-teman, jangan lupa untuk meninggalkan komentar bagi kemajuan penulis. jika ada pertanyaan teman-teman dapat sampaikan melalui email. Sungguh senang dapat berbagi dan saling membantu.   

Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.

GRÜß E



Friday, September 2, 2016

HALLO readers saat ini aku mau berbagi tentang pernikahanku di Jerman. Setelah kemarin aku cerita tentang pernikahanku di Indonesia, berikut ini aku mau berbagi kebahagiaanku menikah di Jerman. Aku tiba di Jerman tanggal 17 Juni 2016, kurang lebih satu minggu sebelum pernikahan kami di laksanakan di Jerman. Waktu ini aku pakai untuk istirahat setelah penerbangan 27 jam Jakarta - Dresden, kenapa bisa selama itu, panjang ceritanya hehehe. 


Kami menikah di Standesamt Jerman tanggal 25 Juni 2016. Hari itu kami pilih untuk melegalkan pernikahan kami secara hukum negara, di Standesamt Kota Königsbrück. Untuk tahapan dan dokumen apa saja yang harus dipersiapkan, teman-teman bisa membaca ditulisanku sebelumnya klik disini. Tidak banyak persiapan yang aku lakukan di Jerman, karena semua dokumen sudah lengkap di urus oleh Silvio. Saran aku untuk kalian, apabila ingin menikah di Kantor Catatan Sipil Jerman (Standesamt), dalam pengurusan dokumen lebih baik diurus 6 bulan sebelum tanggal dan hari H. 

Happy Couple
Sungguh harus diperlukan waktu dan kesabaran yang extra untuk menyelesaikan semuanya satu persatu. Perkawinan yang diakui di Jerman adalah perkawinan yang dilakukan di Catatan Sipil yang dinamakan Standesamt. 

Seorang warga Jerman bisa menikah dengan bangsa apapun atau dengan yang beragama apapun. Syaratnya hanya harus ada bukti bawa seseorang yang mau kawin itu tidak beristri atau bersuami, karena Poligami atau Poliandri di Jerman tidak diperbolehkan. 


Der Eingang vom Standesmat
Kedua mempelai tidak akan ditanya tentang agamanya, karena perkawinan di Standesamt Jerman tidak berdasarkan satu peraturan agama. Biasanya pasangan yang sudah resmi menikah di Standesamt melanjutkan upaca pernikahan secara keagamaannya di tempat beribadahnya mereka, tetapi ini hanya keinginan dari kedua mempelai sendiri, dari pihak negara tidak ada keharusan. 

Informasi dari beberapa teman sebelum tanggal pernikahan dia, dia dipanggil pihak Catatan Sipil untuk penanda tanganan dokumen dan interview mengenai kesiapan dan keseriusan kita untuk menikah, masalah agama, penyakit, penambahan nama setelah menikah, adakah rencana pindah kewarganegaraan dan hal lain-lain yang dapat memicu terjadinya perceraian. 

Tempat Upacara Pernikahan
Interview ini menggunakan bahasa Jerman. Tetapi kalau ditempat ku sendiri di Sachsen, aku sama sekali tidak diwajibkan datang atau harus menjalankan interview di kantor Catatan Sipil Königsbrück seperti yang temanku jalani. 

Mungkin kebijakan dimasing-masing Standesamt berbeda disetiap daerah, dan aku beruntung tidak harus melewati itu. Waktu yang ditunggu tiba juga, pagi-pagi sudah datang perias yang akan merias aku. Ada 2 orang yang satu wanita masih muda yang menangani make up, dan yang lain wanita cukup umur yang menangani hairstyleku, untuk urusan makeup aku pasrahkan ke ibu mertuaku beliau yang mencarikan periasnya. Aku akan menggunakan kebaya warna pink yang sebelumnya aku pakai sebagai seragam pernikahan adikku, 2 tahun yang lalu.


Rencananya rambutku akan disanggul modern biar match dengan baju kebaya yang aku pakai. Hehehe waktu merias periasnya nanya make up nya soft atau thick, otomatis aku jawab soft karena ga mau keliatan medok. Tetapi ternyata ukuran soft untuk disini tidak seperti di Indonesia, ternyata softnya itu betul-betul soft dan lipsticknya pun terlihat tidak cocok dengan warna kulitku yang gelap. 

Membacakan nasihat perkawinan

Akhirnya aku minta untuk dipoles agak tebal sedikit dan lebih baik pakai lipstick properti sendiri yang kebetulan juga match dengan bajunya. Hehehe maklum memang ternyata kalau di Jerman itu berdandan benar-benar sangat tipis, berbeda dengan kita yang di Indonesia sedikit menor terutama pada saat pesta. 

Untuk tatanan rambut sendiri kein problem, alles gut begitu kata orang Jerman. Aku suka sanggulnya digelung tidak terlalu tinggi. Pernikahan di Standesamt akan diadakan jam 1 siang, setelah semua selesai kami siap-siap untuk berangkat. Thanks Vatter lent your gut Auto for our wedding and as our driver. 

Bersama mutter dan kerabat Silvio kami mulai berangkat menuju Standesamt. Pada saat tiba diStandesamt sudah banyak kerabat kami yang datang, seorang wanita cantik menyambut kami dipintu. 

Beliau nanti yang akan memandu jalannya pernikahan kami. Dan pada saat itu tidak semua kerabat bisa masuk kedalam, bingung juga kenapa yang bisa masuk hanya mutter, vatter, kakak Silvio dan kerabatnya. Ternyata menurut Silvio kalau mau mengikuti upacara pernikahan di Standesamt harus menggunakan sepatu dan berpakaian formal, dan memang pada waktu itu masih banyak tamu yang belum berkostum formal.


Our Wedding Ring
Upacara Pernikahan dimulai dengan, petugas dari Standesamt membacakan terlebih dahulu Nasihat Perkawinan dan Pernyataan Perkawinan, beberapa pertanyaan yang harus kita jawab mengenai kesanggupan dan niat tulus kita, untuk membina rumah tangga bersama. 

Semuanya disampaikan dalam bahasa Jerman. Oh iya karena yang menikah adalah warga negara Jerman dan warga negara asing, maka diwajibkan menyediakan penterjemah untuk metranslate apa yang disampaikan petugas saat upacara. 

Penyematan Cincin Kawin



Untuk penterjemah kami, ada kerabat Silvio yang bekerja sebagai guru, thanks Ute untuk bantuanya. Tetapi bila tidak ada penterjemah komunikasikan dengan petugas bahwa kamu tidak ada penterjemah, nanti mereka yang akan menyarikan penterjemah. Biasanya mereka akan meminta bantuan guru untuk membantu sebagai penterjemah, tentunya ada fee yang harus dikeluarkan sebagai ucapan terima kasih.
Penandatanganan Akte Pernikahan
 
Setelah itu acara dilanjutkan dengan Penyematan Cincin Pernikahan, dan terakhir adalah penanda tanganan berkas perkawinan.  Upacaranya sendiri tidak berlangsung lama hanya 30 sampai dengan 45 menit sampai selesai. Setelah Upacara selesai kita tinggal menerima ucapan selamat dari petugas Standesamt dan kerabat.


You and Me
Endlich Alles Gut


Keluarga Inti
 
Jangan lupa setelah ini ada administrasi yang harus dilengkapi, membayar biaya pernikahan di Standesamt sebesar 120 Euro, dan dapat dibayarkan sesegera mungkin. Ada beberapa document yang akan Kamu terima : Eheurkunde dan Marriage registration, yang mana pernikahan Kalian sudah resmi tercatat secara legal Dan diakui Oleh negara. 


Demikian ceritaku, semoga bisa bermanfaat untuk pembaca. Kebahagiaan ini selalu akan kubagi, sebagai ucapan syukur dari Penciptaku yang menghadirkan dia dalam hidupku.

Kalian Bisa mengikuti ceritaku berikutnya mengenai pernikahanku di Jerman, dengan mengklik dibawah ini:

https://www.bojonesilviostorylife.com/2016/08/pernikahanku-dengan-warga-negara-asing.html

 https://www.bojonesilviostorylife.com/2017/12/resepsi-pernikahan-kami-di-jerman.html

Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.
 



L O V E

Monday, August 15, 2016

TUHAN menjadikan segala sesuatunya indah pada waktunya, 14 Juni 2016 That Our  Memorable Special Moment For us. Setelah disibukkan dengan segala kerumitan dan lika-liku yang harus kami jalani selama persiapan pernikahan, mulai dari mengurus segala docs untuk persyaratan menikah di Indonesia dan Jerman, baik urusan docs gereja, maupun dikantor Catatan Sipil Jerman (Standesamt), survei gedung, mencari vendor untuk catering dan EO, mengurus undangan, mencari souvenir, dan masih banyak lagi tentunya, akhirnya hari bahagia itupun tiba. 

Kami menikah di Jerman dan Indonesia. Pemberkatan secara katolik di Gereja St Fransisxus Xaverius Tanjung Priuk Jakarta Utara, dan pendaftaran perkawinan di Catatan Sipil Jerman, serta resepsi untuk keluarga Silvio di Jerman. Sebelumnya aku sempat galau menunggu  doc single statement yang harus dikirim Silvio dari Jerman. 

Doc ini untuk menyatakan bahwa silvio tidak terikat dengan pernikahan. Gereja Katolik membutuhkan pernyataan tertulis dari pemerintah Jerman untuk kepastian statusnya. Untuk di Indonesia sendiri membuat surat ini hanya membutuhkan waktu 1 minggu sudah kelar, tapi di Jerman membutuhkan waktu 7 minggu untuk kelarnya. 

Aku sempat menghadap pastur bagaimana   bila docs belum juga datang padahal pernikahan tinggal seminggu lagi. Sebenernya tidak mepet ya  waktu membuat doc ini, tapi aku tidak menyangka prosesnya harus lama seperti itu. Apabila tidak datang dalam minggu ini, berarti tidak diumumkan digereja walaupun tetap diberkati di Gereja. Karena Paling tidak harus diumumkan 3 minggu berturut-turut sebelum due date. 

Akhirnya tepat hari rabu suratnya selesai, bisa dikirim by email saja sudah cukup. Aku langsung menyerahkan semuanya kegereja, dan tepat dimisa hari sabtu nama kami diumumkan di pernikahan gereja. Salah satu keajaiban dari Tuhan, yang sebelumnya hampir saja membuatku frustasi.

Special Thanks untuk Romo Mariyanto CM yang sudah membantu pemberkatan kami. Terimakasih juga romo Abie untuk kanoniknya in Deutsch Sprechen. Uniknya pada waktu pemberkatan pernikahan, Romo Mariyanto mengundang peserta khusus pernikahan  2016 untuk turut menyaksikan acara pemberkatan kami. 

Puji Tuhan bisa dibayangkan saat itu gereja full dengan  banyak umat yang mendoakan untuk kebahagiaan kami kelak. Acara Pemberkatan di Gereja berlangsung sakral dan berjalan lancar. Karena pengantinnya WNA, maka pemberkatannya dilakukan dalam 2 bahasa, Indonesia dan Inggris.


Menuju Altar Suci
Sungkeman (pertama kali dilakukan silvio meminta restu dri ortu)
Umat yang mendoakan kami
kerabat Silvio
Kami berdua dengan orang tuaku
Happy Mothers
Brother & sista & my cute nephew

Malam harinya kami mengadakan resepsi di Anjungan Yogyakarta, Taman Mini Indonesia Indah. tamu yang kami undang tidak banyak sekitar 150 undangan. Ada beberapa tempat yang sebelumnya aku survei,  di Taman Jasmine, Anjungan Jawa Tengah dan Anjungan Yogyakarta. Karena calon pengantin prianya tinggal di luar negeri, terpaksa segala urusan pernikahan kami diurus oleh aku sendiri. 

Huuuhhhhhhh sangat rumit dan melelahkan, tetapi dinikmati saja. Sebenernya aku jatuh cinta dengan Anjungan Jawa Tengah, interiornya jawani banget. Bukan hanya itu bagian luarnyapun rapi, dengan taman rumput hijau yang tertata rapi. Belum lagi ada miniatur candi Borobudur dan pendopo kecil yang biasa  digunakan untuk pergelaran sendratari Ramayana. Tapi karena tamuku hanya 300 undangan terlalu besar untuk kami, karena di tempat ini bisa menampung 1000 undangan. Untuk Teman-teman yang mau menikah ditempat ini, sewa gedungnya sebesar 10 juta rupiah untuk tahun 2016.

Akhirnya pilihan aku dan keluarga jatuh di Anjungan Yogyakarta. Dengan pertimbangan tamu yang tidak banyak, akhirnya kami memilih ditempat ini. Jujur Kalau untuk tempat memang jauh dari kesan mewah seperti di Anjungan Jawa Tengah. Anjungan Yogyakarta lebih kecil dengan gedung semi outdoor, kapasitas untuk tamu 300 sampai dengan 600 undangan. Terdapat satu pendopo utama dengan 2 patung arca besar didepan pintu masuk. 

Untuk halamannya sendiri dikelilingi Oleh konblok dengan parkiran yang luas. Memang untuk halamannya jauh dari kesan rapi, tidak ada hamparan rumput hijau bahkan terkesan kurang rapi, dan agak kumuh karena ada kandang ayam diarea dekat andong. Anjungan Yogyakarta baru saja selesai direnovasi di bagian luar, tepatnya area samping yang biasa dipakai untuk rias bagi keluarga pengantin. Dari informasi yang aku peroleh tahun 2017 nanti mereka akan renovasi total area pendopo. Jadi mereka close untuk tempat resepsi di tahun 2017 nanti. 

Untuk Biaya sewa gedung sebesar 7 juta, termasuk fan besar dan Kursi. Tetapi perlu diperhitungkan juga apabila teman-teman Ingin menikah di tempat ini, karena harus memperhitungkan dengan tiket masuk. Tiket masuk TMII dikenakan biaya 10.000 rupiah per orang dan tiket mobil Rp. 10.000, mereka memberikan diskon 50 % bagi tamu undangan . Jadi untuk satu undangan berlaku untuk 2 orang tiket masuknya Rp. 10.000.
  
Anjungan Yogyakarta dimalam hari (becek karena habis hujan)
Dekorasi Entrance
Dekorasi Buku Tamu
Pergola pintu masuk, dengan 2 lukisan kami
menuju pelaminan

Bila Kalian akan menikah ditempat ini Kalian harus menggunakan catering rekanan gedung yang dimonopoli Oleh Pasar Minggu Catering. Bahkan pada saat saya booking tempat, pegawainya pun masih kekeh tidak boleh pakai Catering dari luar. Tetapi Setelah beberapa bulan keputusan mereka berubah, penyewa gedung boleh menggunakan catering dari luar tapi tetap dengan kekeh dekorasi harus dari gedung. 

Ternyata mengapa harus dekorasi dari gedung juga, karena ada salah satu pegawai mereka yang punya usaha dekorasi pelaminan dan gedung, jadi suka tidak suka harus menggunakan jasa mereka (loh kok jadi terkesan memanfaatkan ya, padahal belum tentu kita sreg dengan dekorasinya).  Beruntung karena sebulan sebelum hari H, aku bisa menggunakan dekorasi dari luar gedung. Walaupun tidak glamour tapi better dari dekorasi standart bawaan Anjungan Yogyakarta. Kok bisa dari luar padahalkan awalnya mereka kekeh, hemmm panjang ceritanya. Masih ada charge lain-lain, apabila teman-teman bawa catering dari luar.


Dekorasi meja VIP
Decoration dessert table
Decoration Buffe
Decoration gubukan
Pelaminan kami

Karena boleh Catering dari luar untuk Cateringnya aku menggunakan jasa Sawargi Service, marketingnya dengan teteh wulan. Sudah tahukan rekomendasinya tentang catering ini, sudah banyak yang menggunakan jasa mereka dan data-rata puas. Saya ambil paket all termasuk dekorasi kecuali periasnya saya contact sendiri dengan Putri Nawangsari. 

Untuk makanannya enak menurut tamu, aku pake organ tunggal dengan pilihan lagu mayoritas barat, singers nya ada 2 orang salah satunya mbak helen. Untuk MC nya bagus banget jawani den, dengan Bapak Jayadi. CP nya 08129990831. Pengalaman Waktu pernikahan kerabat yang menggunakan adat Yogyakarta, tetapi pada saat Kirab MC nya tidak fasih bahasa Jawa kromo, alias Jowo KW. Sehingga pada waktu Kirab jauh dari Kesan sakral. 

Tapi pak Jayadi top kok, jowo tulen dan suaranya bagus lho pak, suwun sudah menyumbangkan lagu di pernikahan kami. Untuk foto studio aku pakai jasa Rientop's photo HP: 08129341487. Untuk undangan aku pake jasa Mangunwerdoyo di Yogyakarta, HP. 085643224679 bisa by email lho undangannya banyak yang bagus, enggak pasaran dan harganya competitive. Untuk souvenir aku hunting dipasar Asemka.


Our Master of ceremony
Our Singer and Organ tunggal
Aku ada sedikit kekecewaan dengan Putri Nawangsari, bukan pertama kali keluarga kami menggunakan jasa perias ini. Karena jujur riasannya sangat jawani dan bagus hasilnya. Kami sudah 3 kali menggunakan jasa Perias Putri Nawangsari pimpinan tante Naning. Sudah paham bagi kami apabila mau menggunakan jasa beliau maka kami harus booking dari 1/2 tahun sebelumnya, dan DP Rp. 500.000 dengan harapan kami bisa menggunakan jasa beliau. 

Untuk survei baju pengantin dan fitting baju bisa dengan pegawai beliau mba nur, orangnya sabar dan helpful. Kami sudah membooking jasa tante Naning dihari special kami, dan tolong diingatkan pada saat saya menikah beliau yang rias. Karena di Putri Nawangsari ada 2 perias tante Naning dan Mas Atmo. Terakhir aku fitting baju dengan Silvio info dari Mba Nur beliau akan merias untuk Pemberkatan, dan pada saat di gedung akan dirias Oleh Mas Atmo. Ibuku sudah panik mendengarnya kok bisa padahal kami sudah booking jasa beliau 1/2 tahun sebelumnya artinya beliau akan menemani aku sampai Kirab digedung, dan memang seperti itu biasanya.

Tetapi alasan mereka karena pemberkatannku siang jam 12 mereka merias aku dari pagi dan jeda acara dari Pemberkatan ke resepsi cukup lama jadi beliau ambil riasan ditempat lain. Walaupun untuk riasan di gedung hanya tinggal touch up saja, tinggal meneruskan riasan pakem yang sudah dikerjakan oleh beliau sebelumnya, tetapikan sebagai costumer mereka saya mau ya beliau bisa menemani saya sampai kirab seperti biasanya, dan beliau juga yang memberikan touch up kesaya. 

Hemmmm aku Cuma bisa menahan diri dan berusaha untuk tidak marah. Informasinya beliau menerima job di hari yang sama karena malamnya ditempat yang satu ada acara panggih, yang mana beliau harus memandu. Tetapi kan tidak bisa seperti itu. Saya sempat mengirimkan WA ke beliau menanyakan perihal tersebut, dan jawabannya jangan kuatir mba karena Mas Atmo riasannya pun bagus dan saya jamin. 

Sebagai calon pengantin orang tuaku mengingatkan aku untuk pasrah dan lebih baik berdoa untuk kelancaran pada saat hari H nanti. Walaupun agak kecewa berusaha untuk menghibur diri dan terus berpikiran positif. Semoga kedepannya Putri nawangsari bisa lebih mengutamakan komitmen dan service total ke costumer, jika komitmen dengan salah satu costomer harus diselesaikan sampai tuntas.


Cucuk Lampah
Kirab  Manten
Kirab Manten
Our Parents
Wedding Kisses
My Family
Sista & Brother
Among Tamu
Hebrink kan gayanya
My guest book girls
Jawani kece badai

Dan Puji Tuhan pada saat hari H itu semuanya bisa berjalan dengan lancar. Mulai dari acara siraman, malam midodareni dengan acara doa di rumah kami, Pemberkatan, dan acara resepsi digedung. Langit Sangat cerah pada saat acara berlangsung walaupun sorenya Taman Mini sempat diguyur hujan. Tetapi berkat doa dari semuanya kami bisa menyelesaikan semua acara dengan selamat. 

Kesan dari tamu yang hadir juga meninggalkan kesan yang baik, selain mungkin juga penasaran karena pengantin lelakinya bule yang menggenakan pakaian Adat  Pengantin Basahan Yogyakarta. All Guests wanna take the picture with bridegroom (mungkin jarang-jarang ada pengantin bule). Dan aku sebagai orang Indonesia bangga memperkenalkan budayaku kepada suamiku dan keluarganya. 

Thanks untuk Mas Atmo yang sudah membuat aku tetap cantik dihari H saat resepsi, walaupun hanya meneruskan riasan sebelumnya. Thanks untuk teteh Wulan dan sawargi, dan panitia, teman2 semua, kerabat yang tidak bisa kusebutkan diblog ini. Thanks Jesus for everything for all peoples arround me.


You and Me
See yaa and Thanks
kalian bisa mengikuti ceritaku berikutnya mengenai pernikahanku di Jerman, dengan mengklik dibawah ini ;

https://www.bojonesilviostorylife.com/2016/09/menikah-di-catatan-sipil.html

 https://www.bojonesilviostorylife.com/2017/12/resepsi-pernikahan-kami-di-jerman.html

Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.
 
Efin And Silvio