content='7496bf2686970bfa' name='yandex-verification'/>

Saturday, July 4, 2015

SEBENARNYA aku dan silvio ingin berwisata juga ke Marken, Edam dan Volendam. Tetapi karena kami menyiapkan rekreasi ke 4 tempat dalam waktu satu hari tentu tidaklah cukup. Dari Zaanse Schaans kami harus kembali lagi ke Amsterdam Central Station untuk melanjutkan perjalanan ke Volendam, tetapi  karena terlalu lama berwisata di Zaanse Schaans terpaksalah tujuan kami hanya Volendam, dan  wisata kami ke Marken dan Edam menjadi batal. Saran saya untuk anda siapkan satu hari penuh untuk mengunjungi 3 tempat ini karena lokasinya sangat berdekatan, dan pisahkan dihari lain untuk mengunjungi Zaanse Schaans. Walaupun saya belum mengunjungi Marken dan Edam, mudah-mudahan informasi ini bisa menjadi referensi untuk anda semua.  

Anda dapat mengunjungi beberapa tempat yang saling berdekatan ini, start dari Marken anda dapat menggunakan bis no 111 dari Amsterdam Central Station. Setelah mengunjungi desa Marken anda dapat melanjutkan perjalanan by boat menuju ke Volendam. Dan setelah anda puas mengexplore Volendam anda dapat melanjutkan perjalanan menuju Edam. Dari Volendam ke Edam anda dapat menggunakan bis no 106/110/118. Dan Dari Edam anda dapat kembali ke Amsterdam Central menggunakan bus no 116 . Anda dapat merubah rute ini pula bila inggin memulai perjalanan Dari Edam~ Volendam ~ Marken.


VOLENDAM
Karena aku tidak punya waktu mampir ke Marken dan Edam, aku belum bisa menceritakan cantiknya kedua kota ini kepada anda. Aku akan menceritakan kepada anda mengenai pengalamanku menikmati sore di Volendam. Dari Amsterdam central Station kami menggunakan bus line 361 menuju ke Volendam. Waktu tempuh menuju Volendam sekitar 30 menit, dengan tiket bis sebesar 10 euro untuk round trip ticket. Anda bisa membeli tiket ini di atas bis langsung ke drivernya. Jangan lupa tiketnya disentuhkan ke box ticket begitupun pada saat turun.

Setelah turun dari bus kami masih harus berjalan sambil melewati pertokoan, cafe & restaurant , dan rumah-rumah cantik yang arsitekturnya seragam, berdinding batu bata conblock  berwarna coklat dan beratap runcing, dengan genteng berwarna merah. Atap runcing ini katanya, berguna untuk memecah hempasan angin kencang dari laut. Jendelanya berukuran besar, setiap jendela yang tanpa teralis ini, diberi korden dengan design klasik bergaya modern. Orang Belanda sangat menyukai berkebun, disetiap rumah yang saya lewati memiliki halaman dengan taman yang rapi dan terawat dengan aneka macam tanaman dan bunga yang cantik.



Rumah nelayan Volendam,dengan arsitektur rumah  yang seragam
Taman cantik didepan rumah yang selalu terawat
Rumah nelayan Volendam

Sebelumnya masyarakat Volendam bermata pencaharian sebagai nelayan, tetapi setelah banjir besar pada 1953, dilakukan upaya pencegahan dengan membangun bendungan, sehingga amukan air laut tidak sampai ke daratan lagi. Tetapi usaha pencegahan ini malah membuat ikan-ikan menjadi berkurang, sehingga banyak penduduk yang merubah mata pencaharian mereka, dari nelayan menjadi penjual jasa dan souvenir.

kami hanya memiliki waktu yang sangat singkat karena datang terlalu sore. Saya sarankan anda mengunjungi tempat ini jangan kesorean seperti kami, karena mulai jam 5 sore sudah banyak toko-toko yang mulai tutup. Sebelum sampai di laut, sepanjang jalan banyak terdapat rumah nelayan, toko souvenir, restaurant, cafe serta tempat menginap untuk wisatawan. Bagi anda yang  ingin memiliki kenang-kenangan menggunakan kostum tradisional Volendam, anda dapat berfoto menggunakan pakaian tradisional khas Volendam, yang ditawarkan oleh studio-studio foto biayanya 20 euro untuk 2 orang (katanya sih tempat yang direkomendasikan untuk foto yang dekat dengan cheese factory), selain propertinya bersih nunggu hasil fotonya juga ga lama n yang paling penting bisa poto sepuasnya menggunakan kamera sendiri.

Souvenir di tempat ini juga lebih murah, dibandingkan  di Amsterdam bahkan ada satu toko aku lupa namanya,  menjual aneka souvenir yang cukup murah menurutku, wowwwwww special price Aku dapet souvenir murah windmill Belanda dari ceramic berukuran besar seharga 6 euro, padahal harga normalnya 11 euro hehehe.....beli 3 lah untuk gift walaupun musti hati-hati membawa pulang ke Indonesia.  Karena sudah banyak toko yang mulai tutup, kami menyantap makan siang kami yang telat di turki restaurant, yaaaahh kebab.....Tapi untuk teman-teman yang mau mencoba bisa datang ke restaurant De Lunch dengan menu fish & chipnya yang enak, ikannya garing diluar dan lembut didalam dengan salad yang enakk ( referensi teman yang  pernah  makan ditempat ini,  hikkkk restaurant nya udah  tutup ).

Salah satu sudut Restaurant, Hotel dan Souvenir  Shop

kami berjalan menyusuri pinggir pantai yang sudah dibendung, suasananya sangat romantis menikmati indahnya laut disore hari. Anda juga bisa bersantai sambil menikmati suasana laut menggunakan sepeda, atau duduk di tepi pantai karena di pinggir pantai disediakan tempat duduk untuk memandangi laut. Di dermaga kecil berjejer kapal kapal yang bisa disewa untuk berlayar. Di pelabuhan kapal-kapal nelayan tradisional dengan tiang-tiangnya yang tinggi sedang ditambat. Walaupun namanya desa nelayan, tetapi keadaannya sangat bertolak belakang dengan kesan bau amis, becek dan kumuh, tetapi disana suasananya sangat rapi dan teratur.


Dermaga Volendam, kapal-kapal bersandar untuk disewakan
Kampung nelayan yang bersih dan teratur rapi
Kapal-kapal ini siap mengantar anda untuk berlabuh
Enjoy the romanticism of  Volendam

Hemmmm suasananya memang keren, sangat tenang dan relax membuat siapapun betah berlama-lama disana. Demikian cerita ku menikmati sore yang indah di Volendam, mudah-mudahan aku bisa berkunjung kembali ke tempat ini, terutama masih penasaran dengan menikmati indahnya desa Marken dan suasana Edam. Lain waktu menggunakan boat dari Volendam ke Marken,  dan menikmati suasana sensasi keju di Edam......Semoga.





Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.

July 1st 2015
Efin~silvio