content='7496bf2686970bfa' name='yandex-verification'/>

Saturday, 6 June 2015

Bulan mei ini aku dan silvio berencana ingin berkunjung ke Belanda. Kami berangkat dari Jerman dari stadium Leipzig, menggunakan kereta api ICE. Tiket sudah diorder silvio Sejak 2 bulan yang lalu. Kalau teman-teman mau bepergian menggunakan kereta cepat Jerman, bisa diorder di link berikut: Untuk mendapatkan tiket murah kita bisa order dari jauh hari 2 atau 3 bulan sebelum berangkat,kebetulan aku dan silvio juga mendapatkan tuket pulang pergi yang lumayan murah, 2 juta berdua.

Walaupun keberangkatan kami ke Belanda terganggu dengan incident masinis ICE yang melakukan strike,membuat kami harus membuang waktu kami, karena menunggu lama di stasiun, dan yang menyedihkan harus stranding di stasiun Frankfurt. Kami terpaksa harus tidur di gerbong kereta, dan melanjutkan perjalanan kami ke Belanda jam 4 subuh...(my God malam ini harusnya aku sudah menikmati malam di Belanda). Tapi ya sudahlah itulah seninya jalan-jalan Kadang tidak semuanya mulus. Karena strike membuat perjalananku kacau balau, aku minta silvio untuk bicara ke petugas agar perjalanan pulangku bisa diundur, and hoyreeeee permintaan kami diapproved, kami bisa pulang ditanggal 9 mei. 

Menggunakan ICE Bahn
Kami tiba di Amaterdam Central jam 10 pagi, kedatangan kami disambut dengan udara dingin Belanda brrrrrrrrrrrr, dan banyak sekali turis yang berkunjung saat itu. Didepan stasiun Amsterdam Central banyak polisi yang standby untuk berjaga-jaga, bahkan mereka siap untuk membantu para turis yang membutuhkan pertolongan, dan kita juga bisa membeli tiket metro ke mereka langsung , tetapi pembayarannya harus menggunakan credit card. 

Transportasi public di Belanda sangat nyaman ada kereta, metro, tram, dan bus. Kami tinggal di Amsterdam Zuid-Oost, kami tinggal di rumah penduduk asli Belanda, menggunakan jasa Airbnb. Kami sengaja tinggal dengan penduduk lokal because, I wanna feel Holand atmosphere and to be dutch during live in there. Karena kami tinggal di dearah pinggiran Amsterdam, kami menggunakan transportasi metro. Untuk pembelian tiketnya bisa sekali jalan, tiket 24 jam atau 48 jam. 

Kami mulai explore Amsterdam pukul 3 sore karena begitu tiba kami langsung tidur, setelah semalaman tidur tidak nyenyak didalam kereta. Start dari Amsterdam Central Sation jalan lurus menyusuri jalan Damrak disisi sebelah kanan banyak sekali toko souvenir bertebaran tapi harganya cukup mahal disini, saranku jangan disini kalo mau belanja souvenir. Sepanjang jalan ini banyak juga bertebaran pertokoan, hotel,dan restoran. 

Amsterdam Central Station
Amsterdam Central Station at night
Dam Square
Beberapa saat menyusuri jalan Damrak kami tiba di Dam Square. Dam Square, adalah alun-alun kota di Amsterdam ibukota Belanda. Suatu lokasi yang banyak memiliki bangunan penting dan merupakan salah satu lokasi yang paling terkenal dan penting di kota. Sore itu Dam Square sangat ramai dengan turis,. Di sekitar Dam Square juga banyak terdapat burung merpati yang jinak. Lokasi ini juga ramai dengan hilir mudik transportasi kereta kuda, mobil dan motor hingga sepeda, bahkan becak-becak khas disana pun banyak berseliweran disana. Dekat Dam Square terdapat bangunan Koninklijk Paleis (Royal Palace) Nationaal Monument, De Nieuwe Kerk (New Church) Tiketnya7,5euro , Museum Madame Tussaud, tiket masuknya sekitar 20 euro, namun karena antrian pengunjung sangat panjang sehingga rencana untuk masuk kami urungkan. 

Ada tiga museum wajib dikunjungi bagi penikmat seni yaitu the Rijksmuseum, the Stedelijk (modern art) dan the Van Gogh yang berada di sekitar the Museumplein. Rijksmuseum,adalah museum terbesar yang memuat lukisan dari abad ke-17 karya Rembrandt, Vermeer and Van Hals. Tapi untuk masuk ke berbagai museum ini kita merogoh kocek agak dalam sekitar 9 Euro.

Dam Square in the crowd afternoon 
Dam Square when silent


Madame Tussaud Museum



Canal-Canal Cantik di Amsterdam 

Menyusuri canal-canal cantik diamsterdam, sungguh memikat. Air yang jernih, tata ruang yang teratur, semuanya meninggalkan decak kagum akan keindahan kota ini. Berjam jam berjalan tidak membuat aku kelelahan untuk mengexplore setiap sudut kota Amsterdam. 

Beauty Canal of Amsterdam




One of floating house
Floating Market *Bloemenmarkt* 

Lokasi ini terletak di tepi kanal Singel dan diapit oleh jalan Muntplein dan Koningsplein. Kawasan Bloemenmarkt menjadi salah satu pasar bunga terapung yang terkenal di dunia. Di Bloemenmarkt, kita bisa menemukan berbagai jenis tanaman yang dijual, mulai dari bibit tanaman, bunga-bunga dan tanaman segar beraneka warna, hingga aneka souvenir menarik lainnya. Ada berbagai jenis souvenir khas Belanda yang dijual. Yang menjadi ciri khas tentu sepatu kayu / klompen khas Belanda, hiasan berbentuk bunga tulip, aneka mug, gantungan kunci, piring dan tatakan. Kalaplah aku disini, hahaha karena banyak souvenir yang lucu2. Untuk gantungan kunci harganya 2 euro bahkan bila beli 3 kita cukup Bayar 5 euro, recomended banget untuk beli souvenir untuk kerabat dan teman di tanah air. 

Lokasi Floating Market ini berada ditepi kanal yang cantik
Floating Market, surganya belanja souvenir dan aneka tanaman bunga
Red Light District

Untuk menuju ke kawasan red light sebenarnya tidak terlalu sulit. Lokasinya di selatan stasiun Amsterdam Central dan di sebelah timur Damrak street. Keluar dari stasiun ke arah kiri, lalu menyeberang dan susuri jalan Damrak. Jalan ini terdapat canal di sebelah kiri, susuri hingga menemukan belokan ke kiri, ikuti saja keramaian orang di sini hingga jalan Zeedijk. 

Red light district di Amsterdam, justru menjadi salah satu icon dan menjadi tujuan utama para wisatawan. Termasuk aku yang sangat penasaran dengan tempat ini, prostitusi yang diharamkan di banyak negara justru legal disini, dan menjadi pemasukan utama negara. Para pramunikmat tersebut harus membayar pajak yang cukup besar kepada negara. 

Hal biasa orang datang jalan-jalan dan melihat-lihat saja, melewati kawasan penuh jendela-jendela berwarna merah, baik di kanan maupun kiri jalan, berjajar rumah-rumah prostitusi pemuas nafsu. Mereka ditempatkan di dalam ruangan kaca di rumah tersebut. Mereka menjajakan diri seperti dagangan di sebuah etalase kaca toko. Layaknya ikan hias dalam sebuah akuarium. Untuk menarik perhatian, mereka tampil nyaris telanjang hanya berbalut bra dan celana dalam untuk menutupi tubuh mereka. 

Sama sekali tidak perlu takut diganggu atau bahaya kriminal karena polisi (walaupun tidak kelihatan) berjaga penuh. Area ini juga terdapat beberapa sexshop, peep show, bar, hingga restoran 24 jam.Kawasan ini mulai ramai mulai pukul 8 malam, dan mulai jam itu sudah banyak etalase2 atau tirai merah yang mulai terbuka. 

Kawasan Red Light District
Situasi disepanjang kawasan Red Light
Pose seperti dietalase toko, berdiri sambil menunggu pelanggan
Hemmmmm lelah berjalan2 menyusuri Amsterdam kami sempat duduk dipinggir canal, didepan Stasiun Amsterdam Central. Huihhhhh udara yang dingin dibalut dengan nikmatnya secangkir hot milk, lumayan untuk menghangatkan badan sambil menikmati beauty of Amsterdam bathed in light at night. 

suasana dipinggir canal Amsterdam
bathed in light

Demikian ceritaku dihari pertama kunjungan kami di Netherland, mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk kamu semua yang punya rencana untuk explore Amsterdam. Kalian bisa mengikuti ceritaku  berikutnya:

  • Menikmati cantiknya kincir angin di Zaanse Schan Klik Disini
  • Menikmati desa nelayan Volendam Klik Disini
  • Menikmati keindahan tulip sambil bersepeda santai Klik Disini
Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku. 

Mei 2015 
L O V E
Posted in

0 komentar:

Post a Comment