content='7496bf2686970bfa' name='yandex-verification'/>

Wednesday, June 3, 2015

Rencananya bulan mei nanti Aku mau mengunjungi keluarga Silvio di Jerman. 3 bulan sebelum keberangkatan, aku sudah  mulai melengkapi semua persyaratan yang di minta pihak Kedutaan. Pembuatan Visa Schengen berlaku untuk perjalanan sampai dengan 90 hari ke Jerman, dan negara lainnya di wilayah Schengen untuk tujuan turis, kunjungan ke saudara dan kerabat, bisnis / pameran dan kunjungan lainnya yang tidak untuk bekerja. Anda bisa Melihat web Kedutaan Jerman berikut :
Sedangkan untuk persyaratannya sbb :

* Visa Turis
  • Reservasi tiket pesawat yang belum dibayar, 1 lembar FC
  • Jadwal perjalanan di dalam wilayah Schengen,1 lembar FC. (contohnya reservasi tiket pesawat, kereta atau perjalanan menggunakan bis)
  • Tempat penginapan (konfirmasi dari hotel &  penyedia jika menginap di penginapan pribadi) 
  • Kartu kredit yang berlaku secara internasional (AmEx, VISA, MasterCard) , 1 lembar FC 
  • Rekening koran tiga bulan terakhir atau buku tabungan, Asli Dan 1 lembar FC 
    Apabila perjalanannya tidak dibiayai oleh pemohon sendiri, melainkan oleh orangtua atau anggota keluarga lainnya maka hubungan keluarganya harus dibuktikan, melampirkan akte kelahiran atau kartu keluarga. 
    Surat keterangan kerja dari perusahaan teraktual dengan keterangan gaji, Asli dan 1 lembar FC. Bagi yang masih kuliah: surat keterangan masih kuliah dari universitas.

* Visa kunjungan 

Jenis Visa yang Aku ajukan adalah Visa kunjungan
  • Reservasi tiket pesawat yang belum dibayar, 1 lembar FC (Aku sempet galau apakah mau beli tiket dulu, atau mengajukan visa terlebih dahulu. Aku sempet membaca dibeberapa postingan bahwa pengajuan Visa Jerman termasuk sulit.  Maka supaya uangnya tidak terbuang, aku minta tolong kenalan staff di salah satu tour travel,  untuk membuatkan tiket dumy. Tiket dumy ( tiket sementara ) ini hanya berlaku Kurang  lebih satu minggu, dan pihak  Kedutaan nanti akan mengecek apakah tiket masih berlaku jadi jangan sampai tiketmu kadar luarsa pada saat wawancara). 
  • Undangan tertulis yang ditandatangani oleh pengundang, dan 1 lembar FC paspor atau kartu identitas pengundang. Apabila pengundangnya adalah warga negara asing, maka sertakan juga fotokopi kartu izin tinggalnya di Jerman.
    • Kunjungan keluarga: Bukti  hubungan keluarga (  akte kelahiran /akte nikah, kartu keluarga)
    • Kunjungan kerabat: petunjuk mengenai hubungan kekerabatan (bukti surat menyurat antara pemohon dengan pengundang, mengenai hubungan dan lamanya pertemanan seperti juga panggilan telepon, kunjungan sampai saat ini, 1 lembar FC (Selama ini Aku berkomunikasi dengan Silvio menggunakan Skype, jadi aku print beberapa percakapan melalui Skype, Informasi berapa lama pertemanan kami, dan aku print kan juga stempel imigrasi Indonesia, saat Silvio mengunjungi aku ke Indonesia) 
  • Jika pemohon membiayai perjalanannya sendiri, kredit yang berlaku secara  internasional,  Asli dan 1 lembar FC 
  • Rekening koran 3 bulan terakhir atau buku tabungan. Apabila perjalanannya tidak dibiayai oleh pemohon sendiri, melainkan oleh orangtua atau anggota keluarga, maka hubungan keluarganya harus dibuktikan, dengan melampirkan akte kelahiran atau kartu keluarga. 
    Jika bekerja: Surat keterangan kerja dari perusahaan teraktual dengan keterangan gaji. Bagi yang masih kuliah: surat keterangan masih kuliah dari universitas. (Kelihatannya sepele, tetapi surat keterangan kerja ini penting, untuk meyakinkan pihak Kedutaan bahwa kita pasti akan kembali ke tanah air, dengan jaminan surat referensi kerja tadi. Mereka  hanya menjaga kedatangan kita kesana untuk tinggal secara legal  dan tidak menjadi masalah  sosial dinegara mereka) 
    • jika ada: bukti-bukti kepemilikan rumah / aset 
    • Jika perjalanannya dibiayai oleh pengundang, pengundangnya harus menyertakan Verpflichtungserklärung  surat jaminan resmi, bikin suratnya di Rathaus di wilayah setempat. Atau bisa dilihat dibawahini        http://www.jakarta.diplo.de/contentblob/3451430/Daten/2091588/Kopie_von_verpflichtungserklrung.pdf      

(Pada saat pembuatan dokumen ini, silvio menyiapkan data dirinya yaitu: FC Paspor, koran 3 bulan terakhir, FC  Slip  gaji 3 bulan terakhir, FC  Surat kontrak  kerja,  FC Surat kontrak   Rumah/sertifikat rumah, dan Silvio juga  membawa data diriku berupa FC paspor yang berlaku. 

Berkas yang Silvio Kirim  lama banget, lebih dari 2 minggu,  Silvio  Kirim melalui kantor pos biayanya 6 euro dikirim dengan pos tercatat (Einschreiben), seharusnya kita bisa cek statusnya sampai dimana, tapi agak sulit untuk melacak keberadaan suratku melalui web site  Pos Indonesia. Jadi terpaksa setelah 2 minggu belum sampai juga, aku langsung mengecek ke petugas kantor pos tedekat. Beruntung pelayanan mereka sangat membantu, inget sekali waktu itu hari sabtu jam kerja pendek, dan panik melanda  karena senin siang jadwalku interview, dan surat belum ditangan, akhirnya sampailah Verpflichtungserklärung dengan selamat  ditanganku. 

Berkas  yang disiapkan pihak pengundang ini dibawa, ketika wawancara membuat visa, asli dan 1 lembar FC. Pendaftaran untuk interview hanya bisa melalui online,  dan kalau berhalangan datang pada tanggal yang ditentukan, sebaiknya    cancel      saja   supaya  yang  lain   bisa daftar. Untuk cancel email balasan dari kedutaaan ada linknya)

     
Interview Visa ke Kedutaan 

Setelah mendapat  balasan dari kedutaan, email  di print nanti ditunjukkan dipintu masuk kedutaan. Datang sesuai jam yang ditentukan, jangan sampai terlambat, karena jika terlambat tidak akan diijinkan masuk.  Lokasi Kedutaan Jerman berada disamping Hotel Mandarin Oriental (bunderan HI) di jalan M Thamrin, Hotel yang ada gambar  kipas besar. Datang sesuai jam yang diminta, biasanya tidak perlu mengantri langsung kedepan menuju ke pak satpam. Karena kalau anda melihat ada antrian, biasanya itu antrian untuk mengambil visa yang sudah jadi. 

Saat di pintu gerbang pak satpam akan mengecek, apakah lembar undangan (email yang diprint), sesuai dengan schedule. Lokasi interview ada dilantai 2,  sebelum naik ke lantai  2 kita melewati proses check body ,dan tidak diperbolehkan  membawa barang-barang ke lantai 2 (tas, gadget) harus dititipkan di deposit counter,  hanya doc yang diperbolehkan dibawa. Setelah itu kita bisa naik ke lantai 2, disana ada petugas didekat pintu masuk yang akan mengecek nama kita, apakah sesuai dengan tanggal dan waktu interview. Kita nantinya akan diarahkan dicounter mana kita harus menunggu untuk mengantri interview. Ada beberapa counter yang melayani interview,  aku pernah baca postingan bahwa siinterviewer jutek2, horor juga sih ngedengernya tapi ya sudahlah berdoa supaya ga grogi.  

Proses interview berlangsung tatap muka langsung, hanya dibatasi dengan sekat kaca, memang pada saat interview pengunjung yang lain bisa mendengar percakapan kita, tetapi kalau ada sesuatu yang sangat  personal, kita diminta menggunakan telpon, dan percakapan kita tidak bisa didengarkan orang lain. Itupun terjadi denganku, setelah sebelumya semua docs ku dicek aku diminta  menggunakan telpon yang ada didepanku (my God kenapa ya  dalam hati),  sedikit horor karena yang lain ga diminta berbicara memalui telpon. Ternyata si emba interviewer nanya tentang hubunganku dengan Silvio, kapan bertemu pertama kali, berapa lama sudah menjalin hub, dll (memang personal bingid pertanyaannya). Ternyata walaupun sudah ada penjamin langsung di Jerman, tetep aja aku ditanya jelimet, aku mengajukan liburan selama 2 minggu, ditanyalah kenapa bisa mengambil cuti 15 hari, padahal jatah cutiku hanya 12 hari,  aku bilang karena di bulan mei ada 2 tanggal merah, 2 off di sabtu, dan 2 hari off  di minggu, jadi 6 hari free dan cuti 9 hari.

Selain itu rekeningku juga dipertanyakan, kemarin aku memberikan rek tabunganku yang tidak pernah aku ambil. Ternyata itu dipertanyakan juga, aku pikir mereka hanya akan melihat, berapa  besar saldo yang aku punya direkeningku. Ternyata besarnya uang tidak menjamin aman, mereka tetap mempertanyakan rek gajiku. Aku info di rek gaji hanya ada sedikit saldo kurang dari 5 juta, aku berfikir lebih baik rek tabungan yang aku laporkan. Ternyata mereka tetap harus memastikan bahwa aku bekerja.

Akhirnya setelah proses tanya jawab selesai aku diminta membayar secara cash, sesuai rate saat itu. Kurang lebih 800.000- 900.000, setelah itu aku diminta menunggu selama 1 minggu untuk mengambil Visa. Setelah menunggu satu minggu akupun datang  lagi kekedutaan Jerman untuk pengambilan visa, aku berharap visaku akan diapprove. Setelah sampai disana akupun langsung masuk ke dalam antrian, satu persatu kami masuk dengan menunjukan doc pengambilan Visa. Pengambilan Visa dilakukan dibawah dekat pos security.Tibalah giliranku petugas mengembalikan pasporku, dan hoyreeeee Visaku diapprove. Thanks My Lord finally I will go to Germany   with your bless....


Note:  Mengurus Visa dikedutaan Jerman sendiri, tanpa bantuan pihak agency tidaklah sulit seperti yang dibayangkan. Semuanya lancar apabila mengikuti persyaratan yang diminta, bersikap tenang, Jangan grogi, dan jujur saat menjawab pertanyaan. Mudah-mudahan tulisan ini bisa bermanfaat bagi teman-teman yang ingin mengajukan Visa dikedutaan Jerman. Good luck .....


Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.
 
Jakarta, June 1st 2015
postingan ini bisa berguna untuk tema
Reaksi:
Posted in

6 comments:

  1. halo mbak, mau tanya untuk formulir harus videx ya? kl saya pake formulir manual masih bisa ga ya? mbak waktu itu pake formulir manual atau videx ?
    Terima kasih

    ReplyDelete
  2. Hallo, waktu itu saya pakai formulir manual. Saya print dan saya isi menggunakan tulisan tangan. Semoga bisa menjawab pertanyaan kamu. Grüße

    ReplyDelete
  3. mbak, jadwal perjalanan itu seperti apa ya? apakah kita buat sendiri atau ada format khusus nya? Thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadwal perjalanan menggunakan Format Form kedutaan. Coba dicek Lagi Form dari kedutaan Yang Kamu Print. Perjalanan Selama Kamu mengajukan Visa Schengen , Selain Jerman Negara Mama Lagi Yang akan Kamu kunjungi berikut tanggalnya. Kalau Hanya mengunjungi Jerman saja Kamu tulis dari Tgl berapa dan Sampai kapan. Demikian penjelasan saya. Grüße

      Delete
  4. Hi mba.. baru nemu blog ini..kebetulan lg cari2 info untuk buat visa pakai sponsor dri pacar di Jerman.
    Untuk bukti data hubungan spt bukti percakapan, mba lampirka brpa banyak screen shoot percakapan ya? Berarti screen shotnya kepotong2 gitu ya dri tanggal yg berbeda? Kemudian informasi lama pertemanan diinfokan spt apa ya? (Buat cerita gitu apa gimana format nya? Apakah perlu melampirkan foto juga?
    Mohon infonya yaaa..many thankss

    ReplyDelete
    Replies
    1. hallo,

      thanks udah berkunjung ke blogku. untuk lampiran screen schoot nya ga usah banyak2. Waktu itu berhubung pertama kali percakapan pake skype aku screen schoot pertama kali contact. tapi kalau pun ga ada sebenernya dilampirkan aja by ketikan semacam cerita pendek kapan ketemu pertama dan sudah menjalin hubungan berapa lama. nanti lebih banyak detail ditanya lisan mengenai hubungan kamu.Ga perlu melampirkan foto, intinya itu hanya sekilas saja sejauh mana kamu menjalin hubungan dengan si pengundang. Semoga menjawab ya.

      Grüße

      Delete