content='7496bf2686970bfa' name='yandex-verification'/>

Thursday, June 18, 2015

HELLo Guys again, i wanna share my 2nd day, when i got vacation in Netherland. Dihari kedua ini kami berencana màu mengunjungi Zaanse Schans dan desa nelayan Volendam. 

Zaanse Schans 

Untuk berkunjung ke Zaanse Schans ada 2 cara, bisa menggunakan kereta maupun bus dari Amsterdam Central Sation.  Kebetulan kami menuju kesana menggunakan kereta api, menuju ke Stasiun Koog Zaandijk, lama perjalanannya kurang lebih 17 menit. Apabila menggunakan bis, anda bisa naik bis jalur 391 (warna merah) dari Amsterdam Central, perjalananya kurang lebih 45 menit. Bus ke Zaanse Schans bisa anda temukan dibelakang gedung Stasiun Amsterdam Centraal, jika anda masuk dari pintu utama Amsterdam Central , maka anda lurus saja ke belakang hingga menemukan deretan bus.

Begitu sampai di stasiun Koog Zaandijk, cuaca sangat cerah matahari bersinar tetapi tidak menyengat jadi tetap aja dingin untuk ukuran aku ( hehehehe) . Dari stasiun Koog Zaandijk, kami masih harus jalan sekitar 20 menit menuju area desa wisatanya. Sepanjang jalan menuju lokasi, banyak terpasang informasi seputar sejarah Zaanse Schaans, dalam bahasa Inggris dan bahasa Belanda. Jalan lurus saja nantinya anda akan menemukan sebuah vending machine berisi free map, terus berjalan sampai anda menemukan pertigaan dan berbelok kearah kiri.
Aroma wangi coklat  tercium dari suatu pabrik coklat yang juga sudah berumur ratusan tahun. Terus berjalan lurus, anda akan menemukan windmill yang sangat besar, tepat dipinggir jalan. kincir angin ini dikenal dengan  De Bleeke Dood MeelMoelen, yang memiliki fungsi untuk mengolah tepung


De Bleeke Dood Meel Moelen

Setelah melewati windmill pertama, kami menyeberang jalan, belok kearah kanan menuju kesebuah jembatan besar yang begitu megah (Julianabrug). Saat menyusuri jembatan inilah sebelum tiba di kawasan wisata Zaanse Schans kami melewati pemukiman yang sebagian besar rumahnya masih berasitektur kuno Rumah-rumah tua khas Belanda yang terbuat dari Kayu, yang sebagian besar dindingnya berwarna hijau dan merupakan ciri khas rumah warga di wilayah Zaandstad. Kalo lagi beruntung, kita bisa melihat prosesi jembatan diangkat untuk memberikan jalan bagi kapal besar yang lewat di bawahnya (sayangnya kami tidak mendapatkan kesempatan itu).


Dari atas jembatan , pemandangan indah
zaanse schans sudah bisa dinikmati
Rumah cantik berdinding hijau
dari tepi jembatan



View windmills dari tepi jembatan                 
Pose at Julianabrug

Setelah menyeberangi jembatan, sampailah kami di pintu masuk Zaan Schans. Untuk masuk kearea ini tidak dikenakan biaya alias free, kecuali ketempat2 tertentu. Rumah-rumah kayu berdinding warna hijau, sangat unik dan terlihat cantik, seperti rumah-rumah  di negeri dongeng. Yang menarik di kawasan wisata Zaanse Schans kita bisa melihat produk traditional Belanda, yaitu pabrik pembuatan keju sekaligus toko penjualan keju, dan pabrik pembuatan sepatu kayu bakiak atau klompen (the Wooden Shoe Workshop the Zaanse Schans) yang tidak dipungut biaya masuk.



Memasuki gerbang Zaanse Schans, kita akan disambut
dengan rumah2 cantik bak negeri dongeng



Sebenarnya aku tidak begitu tertarik pergi ke museum, tetapi karena pergi ke museum dan mempelajari hal history adalah hobby silvio, akhirnya ikut jugalah menemani masuk. Untuk masuk ke museum Zaans pengunjung dikenakan biaya 10 euro perorang, kami diberikan alat yang digunakan sebagai panduan untuk menjelaskan segala isi yang terdapat di museum. Ada pilihan beberapa bahasa yang bisa dijadikan pilihan. Museum Zaans menyimpan koleksi artefak dan lukisan mengenai kehidupan orang Belanda ratusan tahun yang lalu. Meseum perusahaan-perusahaan ternama yang awalnya berdiri di Zaandam, seperti Verkade Paviljoen (produsen makanan coklat dan kue). Ada pula museum dari supermarket tertua dan terbesar di Belanda saat ini, yaitu Alberthijn yang berdiri pada tahun 1887. Lalu ada Bakkerij museum (museum pembuatan roti dan kue). Disini kita bisa melihat proses pembuatan kue dan cokelat,  beserta peralatan yang digunakan pertama kali oleh pabrik. Dipintu masuk museum dijual cokelat yang menurutku enak dan cukup murah 1 euro, wuah sayang cuma beli 2 pcs tau gitu beli banyak untuk oleh2 ditanah air. So not too bad lagh ikut masuk kedalam.

Selain museum tersedia pula toko-toko cinderamata, restoran dengan interior dan makanan khas Belanda. Tetapi waktu itu kami memilih menikmati outdoor,  dengan membeli sepotong chocolate cake dan apple pie plus hot coffee....wuahhhh pas banget makannya sambil menikmati indahnya atmosfer Zaanse Schans. Suasananya begitu tenang dan damai wuihhhh jarang-jarang banget dapetin moment seperti ini di Jakarta yang sangat bising dan semrawut.

Wisatawan bersantai dengan latar belakang
windmills
Suasana disekitar museum Zaans
sangat indah seperti lukisan
Padang rumput hijau yang teratur dan rapi,
Air yang jernih dan udara yang bersih
Beauty and fascinating of Zaanse Schans       
The environment  Soothe of soul
Wisatawan yang berkunjung ke kawasan ini dari berbagai penjuru dunia. Mereka mengakui kincir angin merupakan bangunan tradisional yang bentuknya sangat unik sehingga terlihat mempesona. Mereka juga menjadi lebih kagum karena ternyata kincir angin itu mempunyai fungsi yang sangat berarti bagi kehidupan orang Belanda dahulu dan sekarang. Saat ini kincir angin sudah menjadi obyek wisata yang sangat menarik. Jika kita ingin lebih mengenalnya bersama dengan warisan budaya lainnya, Zaanse schans menjadi salah satu tempat yang menarik untuk dikunjungi. Semoga postingan ini bermanfaat untuk anda semua. Next aku akan menceritakan jalan-jalan kami selanjutnya di Volendam.

 Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.

Grüße
Reaksi:
Posted in

0 komentar:

Post a Comment