content='7496bf2686970bfa' name='yandex-verification'/>

Thursday, June 18, 2015

HELLo Guys again, i wanna share my 2nd day, when i got vacation in Netherland. Dihari kedua ini kami berencana màu mengunjungi Zaanse Schans dan desa nelayan Volendam. 

Zaanse Schans 

Untuk berkunjung ke Zaanse Schans ada 2 cara, bisa menggunakan kereta maupun bus dari Amsterdam Central Sation.  Kebetulan kami menuju kesana menggunakan kereta api, menuju ke Stasiun Koog Zaandijk, lama perjalanannya kurang lebih 17 menit. Apabila menggunakan bis, anda bisa naik bis jalur 391 (warna merah) dari Amsterdam Central, perjalananya kurang lebih 45 menit. Bus ke Zaanse Schans bisa anda temukan dibelakang gedung Stasiun Amsterdam Centraal, jika anda masuk dari pintu utama Amsterdam Central , maka anda lurus saja ke belakang hingga menemukan deretan bus.

Begitu sampai di stasiun Koog Zaandijk, cuaca sangat cerah matahari bersinar tetapi tidak menyengat jadi tetap aja dingin untuk ukuran aku ( hehehehe) . Dari stasiun Koog Zaandijk, kami masih harus jalan sekitar 20 menit menuju area desa wisatanya. Sepanjang jalan menuju lokasi, banyak terpasang informasi seputar sejarah Zaanse Schaans, dalam bahasa Inggris dan bahasa Belanda. Jalan lurus saja nantinya anda akan menemukan sebuah vending machine berisi free map, terus berjalan sampai anda menemukan pertigaan dan berbelok kearah kiri.
Aroma wangi coklat  tercium dari suatu pabrik coklat yang juga sudah berumur ratusan tahun. Terus berjalan lurus, anda akan menemukan windmill yang sangat besar, tepat dipinggir jalan. kincir angin ini dikenal dengan  De Bleeke Dood MeelMoelen, yang memiliki fungsi untuk mengolah tepung


De Bleeke Dood Meel Moelen

Setelah melewati windmill pertama, kami menyeberang jalan, belok kearah kanan menuju kesebuah jembatan besar yang begitu megah (Julianabrug). Saat menyusuri jembatan inilah sebelum tiba di kawasan wisata Zaanse Schans kami melewati pemukiman yang sebagian besar rumahnya masih berasitektur kuno Rumah-rumah tua khas Belanda yang terbuat dari Kayu, yang sebagian besar dindingnya berwarna hijau dan merupakan ciri khas rumah warga di wilayah Zaandstad. Kalo lagi beruntung, kita bisa melihat prosesi jembatan diangkat untuk memberikan jalan bagi kapal besar yang lewat di bawahnya (sayangnya kami tidak mendapatkan kesempatan itu).


Dari atas jembatan , pemandangan indah
zaanse schans sudah bisa dinikmati
Rumah cantik berdinding hijau
dari tepi jembatan



View windmills dari tepi jembatan                 
Pose at Julianabrug

Setelah menyeberangi jembatan, sampailah kami di pintu masuk Zaan Schans. Untuk masuk kearea ini tidak dikenakan biaya alias free, kecuali ketempat2 tertentu. Rumah-rumah kayu berdinding warna hijau, sangat unik dan terlihat cantik, seperti rumah-rumah  di negeri dongeng. Yang menarik di kawasan wisata Zaanse Schans kita bisa melihat produk traditional Belanda, yaitu pabrik pembuatan keju sekaligus toko penjualan keju, dan pabrik pembuatan sepatu kayu bakiak atau klompen (the Wooden Shoe Workshop the Zaanse Schans) yang tidak dipungut biaya masuk.



Memasuki gerbang Zaanse Schans, kita akan disambut
dengan rumah2 cantik bak negeri dongeng



Sebenarnya aku tidak begitu tertarik pergi ke museum, tetapi karena pergi ke museum dan mempelajari hal history adalah hobby silvio, akhirnya ikut jugalah menemani masuk. Untuk masuk ke museum Zaans pengunjung dikenakan biaya 10 euro perorang, kami diberikan alat yang digunakan sebagai panduan untuk menjelaskan segala isi yang terdapat di museum. Ada pilihan beberapa bahasa yang bisa dijadikan pilihan. Museum Zaans menyimpan koleksi artefak dan lukisan mengenai kehidupan orang Belanda ratusan tahun yang lalu. Meseum perusahaan-perusahaan ternama yang awalnya berdiri di Zaandam, seperti Verkade Paviljoen (produsen makanan coklat dan kue). Ada pula museum dari supermarket tertua dan terbesar di Belanda saat ini, yaitu Alberthijn yang berdiri pada tahun 1887. Lalu ada Bakkerij museum (museum pembuatan roti dan kue). Disini kita bisa melihat proses pembuatan kue dan cokelat,  beserta peralatan yang digunakan pertama kali oleh pabrik. Dipintu masuk museum dijual cokelat yang menurutku enak dan cukup murah 1 euro, wuah sayang cuma beli 2 pcs tau gitu beli banyak untuk oleh2 ditanah air. So not too bad lagh ikut masuk kedalam.

Selain museum tersedia pula toko-toko cinderamata, restoran dengan interior dan makanan khas Belanda. Tetapi waktu itu kami memilih menikmati outdoor,  dengan membeli sepotong chocolate cake dan apple pie plus hot coffee....wuahhhh pas banget makannya sambil menikmati indahnya atmosfer Zaanse Schans. Suasananya begitu tenang dan damai wuihhhh jarang-jarang banget dapetin moment seperti ini di Jakarta yang sangat bising dan semrawut.

Wisatawan bersantai dengan latar belakang
windmills
Suasana disekitar museum Zaans
sangat indah seperti lukisan
Padang rumput hijau yang teratur dan rapi,
Air yang jernih dan udara yang bersih
Beauty and fascinating of Zaanse Schans       
The environment  Soothe of soul
Wisatawan yang berkunjung ke kawasan ini dari berbagai penjuru dunia. Mereka mengakui kincir angin merupakan bangunan tradisional yang bentuknya sangat unik sehingga terlihat mempesona. Mereka juga menjadi lebih kagum karena ternyata kincir angin itu mempunyai fungsi yang sangat berarti bagi kehidupan orang Belanda dahulu dan sekarang. Saat ini kincir angin sudah menjadi obyek wisata yang sangat menarik. Jika kita ingin lebih mengenalnya bersama dengan warisan budaya lainnya, Zaanse schans menjadi salah satu tempat yang menarik untuk dikunjungi. Semoga postingan ini bermanfaat untuk anda semua. Next aku akan menceritakan jalan-jalan kami selanjutnya di Volendam.

 Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.

Grüße

Saturday, June 6, 2015

Bulan mei ini aku dan silvio berencana ingin berkunjung ke Belanda. Kami berangkat dari Jerman dari stadium Leipzig, menggunakan kereta api ICE. Tiket sudah diorder silvio Sejak 2 bulan yang lalu. Kalau teman-teman mau bepergian menggunakan kereta cepat Jerman, bisa diorder di link berikut: Untuk mendapatkan tiket murah kita bisa order dari jauh hari 2 atau 3 bulan sebelum berangkat,kebetulan aku dan silvio juga mendapatkan tuket pulang pergi yang lumayan murah, 2 juta berdua.

Walaupun keberangkatan kami ke Belanda terganggu dengan incident masinis ICE yang melakukan strike,membuat kami harus membuang waktu kami, karena menunggu lama di stasiun, dan yang menyedihkan harus stranding di stasiun Frankfurt. Kami terpaksa harus tidur di gerbong kereta, dan melanjutkan perjalanan kami ke Belanda jam 4 subuh...(my God malam ini harusnya aku sudah menikmati malam di Belanda). Tapi ya sudahlah itulah seninya jalan-jalan Kadang tidak semuanya mulus. Karena strike membuat perjalananku kacau balau, aku minta silvio untuk bicara ke petugas agar perjalanan pulangku bisa diundur, and hoyreeeee permintaan kami diapproved, kami bisa pulang ditanggal 9 mei. 

Menggunakan ICE Bahn
Kami tiba di Amaterdam Central jam 10 pagi, kedatangan kami disambut dengan udara dingin Belanda brrrrrrrrrrrr, dan banyak sekali turis yang berkunjung saat itu. Didepan stasiun Amsterdam Central banyak polisi yang standby untuk berjaga-jaga, bahkan mereka siap untuk membantu para turis yang membutuhkan pertolongan, dan kita juga bisa membeli tiket metro ke mereka langsung , tetapi pembayarannya harus menggunakan credit card. 

Transportasi public di Belanda sangat nyaman ada kereta, metro, tram, dan bus. Kami tinggal di Amsterdam Zuid-Oost, kami tinggal di rumah penduduk asli Belanda, menggunakan jasa Airbnb. Kami sengaja tinggal dengan penduduk lokal because, I wanna feel Holand atmosphere and to be dutch during live in there. Karena kami tinggal di dearah pinggiran Amsterdam, kami menggunakan transportasi metro. Untuk pembelian tiketnya bisa sekali jalan, tiket 24 jam atau 48 jam. 

Kami mulai explore Amsterdam pukul 3 sore karena begitu tiba kami langsung tidur, setelah semalaman tidur tidak nyenyak didalam kereta. Start dari Amsterdam Central Sation jalan lurus menyusuri jalan Damrak disisi sebelah kanan banyak sekali toko souvenir bertebaran tapi harganya cukup mahal disini, saranku jangan disini kalo mau belanja souvenir. Sepanjang jalan ini banyak juga bertebaran pertokoan, hotel,dan restoran. 

Amsterdam Central Station
Amsterdam Central Station at night
Dam Square
Beberapa saat menyusuri jalan Damrak kami tiba di Dam Square. Dam Square, adalah alun-alun kota di Amsterdam ibukota Belanda. Suatu lokasi yang banyak memiliki bangunan penting dan merupakan salah satu lokasi yang paling terkenal dan penting di kota. Sore itu Dam Square sangat ramai dengan turis,. Di sekitar Dam Square juga banyak terdapat burung merpati yang jinak. Lokasi ini juga ramai dengan hilir mudik transportasi kereta kuda, mobil dan motor hingga sepeda, bahkan becak-becak khas disana pun banyak berseliweran disana. Dekat Dam Square terdapat bangunan Koninklijk Paleis (Royal Palace) Nationaal Monument, De Nieuwe Kerk (New Church) Tiketnya7,5euro , Museum Madame Tussaud, tiket masuknya sekitar 20 euro, namun karena antrian pengunjung sangat panjang sehingga rencana untuk masuk kami urungkan. 

Ada tiga museum wajib dikunjungi bagi penikmat seni yaitu the Rijksmuseum, the Stedelijk (modern art) dan the Van Gogh yang berada di sekitar the Museumplein. Rijksmuseum,adalah museum terbesar yang memuat lukisan dari abad ke-17 karya Rembrandt, Vermeer and Van Hals. Tapi untuk masuk ke berbagai museum ini kita merogoh kocek agak dalam sekitar 9 Euro.

Dam Square in the crowd afternoon 
Dam Square when silent


Madame Tussaud Museum



Canal-Canal Cantik di Amsterdam 

Menyusuri canal-canal cantik diamsterdam, sungguh memikat. Air yang jernih, tata ruang yang teratur, semuanya meninggalkan decak kagum akan keindahan kota ini. Berjam jam berjalan tidak membuat aku kelelahan untuk mengexplore setiap sudut kota Amsterdam. 

Beauty Canal of Amsterdam




One of floating house
Floating Market *Bloemenmarkt* 

Lokasi ini terletak di tepi kanal Singel dan diapit oleh jalan Muntplein dan Koningsplein. Kawasan Bloemenmarkt menjadi salah satu pasar bunga terapung yang terkenal di dunia. Di Bloemenmarkt, kita bisa menemukan berbagai jenis tanaman yang dijual, mulai dari bibit tanaman, bunga-bunga dan tanaman segar beraneka warna, hingga aneka souvenir menarik lainnya. Ada berbagai jenis souvenir khas Belanda yang dijual. Yang menjadi ciri khas tentu sepatu kayu / klompen khas Belanda, hiasan berbentuk bunga tulip, aneka mug, gantungan kunci, piring dan tatakan. Kalaplah aku disini, hahaha karena banyak souvenir yang lucu2. Untuk gantungan kunci harganya 2 euro bahkan bila beli 3 kita cukup Bayar 5 euro, recomended banget untuk beli souvenir untuk kerabat dan teman di tanah air. 

Lokasi Floating Market ini berada ditepi kanal yang cantik
Floating Market, surganya belanja souvenir dan aneka tanaman bunga
Red Light District

Untuk menuju ke kawasan red light sebenarnya tidak terlalu sulit. Lokasinya di selatan stasiun Amsterdam Central dan di sebelah timur Damrak street. Keluar dari stasiun ke arah kiri, lalu menyeberang dan susuri jalan Damrak. Jalan ini terdapat canal di sebelah kiri, susuri hingga menemukan belokan ke kiri, ikuti saja keramaian orang di sini hingga jalan Zeedijk. 

Red light district di Amsterdam, justru menjadi salah satu icon dan menjadi tujuan utama para wisatawan. Termasuk aku yang sangat penasaran dengan tempat ini, prostitusi yang diharamkan di banyak negara justru legal disini, dan menjadi pemasukan utama negara. Para pramunikmat tersebut harus membayar pajak yang cukup besar kepada negara. 

Hal biasa orang datang jalan-jalan dan melihat-lihat saja, melewati kawasan penuh jendela-jendela berwarna merah, baik di kanan maupun kiri jalan, berjajar rumah-rumah prostitusi pemuas nafsu. Mereka ditempatkan di dalam ruangan kaca di rumah tersebut. Mereka menjajakan diri seperti dagangan di sebuah etalase kaca toko. Layaknya ikan hias dalam sebuah akuarium. Untuk menarik perhatian, mereka tampil nyaris telanjang hanya berbalut bra dan celana dalam untuk menutupi tubuh mereka. 

Sama sekali tidak perlu takut diganggu atau bahaya kriminal karena polisi (walaupun tidak kelihatan) berjaga penuh. Area ini juga terdapat beberapa sexshop, peep show, bar, hingga restoran 24 jam.Kawasan ini mulai ramai mulai pukul 8 malam, dan mulai jam itu sudah banyak etalase2 atau tirai merah yang mulai terbuka. 

Kawasan Red Light District
Situasi disepanjang kawasan Red Light
Pose seperti dietalase toko, berdiri sambil menunggu pelanggan
Hemmmmm lelah berjalan2 menyusuri Amsterdam kami sempat duduk dipinggir canal, didepan Stasiun Amsterdam Central. Huihhhhh udara yang dingin dibalut dengan nikmatnya secangkir hot milk, lumayan untuk menghangatkan badan sambil menikmati beauty of Amsterdam bathed in light at night. 

suasana dipinggir canal Amsterdam
bathed in light

Demikian ceritaku dihari pertama kunjungan kami di Netherland, mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk kamu semua yang punya rencana untuk explore Amsterdam. Kalian bisa mengikuti ceritaku  berikutnya:

  • Menikmati cantiknya kincir angin di Zaanse Schan Klik Disini
  • Menikmati desa nelayan Volendam Klik Disini
  • Menikmati keindahan tulip sambil bersepeda santai Klik Disini
Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku. 

Mei 2015 
L O V E

Wednesday, June 3, 2015

Rencananya bulan mei nanti Aku mau mengunjungi keluarga Silvio di Jerman. 3 bulan sebelum keberangkatan, aku sudah  mulai melengkapi semua persyaratan yang di minta pihak Kedutaan. Pembuatan Visa Schengen berlaku untuk perjalanan sampai dengan 90 hari ke Jerman, dan negara lainnya di wilayah Schengen untuk tujuan turis, kunjungan ke saudara dan kerabat, bisnis / pameran dan kunjungan lainnya yang tidak untuk bekerja. Anda bisa Melihat web Kedutaan Jerman berikut :
Sedangkan untuk persyaratannya sbb :

* Visa Turis
  • Reservasi tiket pesawat yang belum dibayar, 1 lembar FC
  • Jadwal perjalanan di dalam wilayah Schengen,1 lembar FC. (contohnya reservasi tiket pesawat, kereta atau perjalanan menggunakan bis)
  • Tempat penginapan (konfirmasi dari hotel &  penyedia jika menginap di penginapan pribadi) 
  • Kartu kredit yang berlaku secara internasional (AmEx, VISA, MasterCard) , 1 lembar FC 
  • Rekening koran tiga bulan terakhir atau buku tabungan, Asli Dan 1 lembar FC 
    Apabila perjalanannya tidak dibiayai oleh pemohon sendiri, melainkan oleh orangtua atau anggota keluarga lainnya maka hubungan keluarganya harus dibuktikan, melampirkan akte kelahiran atau kartu keluarga. 
    Surat keterangan kerja dari perusahaan teraktual dengan keterangan gaji, Asli dan 1 lembar FC. Bagi yang masih kuliah: surat keterangan masih kuliah dari universitas.

* Visa kunjungan 

Jenis Visa yang Aku ajukan adalah Visa kunjungan
  • Reservasi tiket pesawat yang belum dibayar, 1 lembar FC (Aku sempet galau apakah mau beli tiket dulu, atau mengajukan visa terlebih dahulu. Aku sempet membaca dibeberapa postingan bahwa pengajuan Visa Jerman termasuk sulit.  Maka supaya uangnya tidak terbuang, aku minta tolong kenalan staff di salah satu tour travel,  untuk membuatkan tiket dumy. Tiket dumy ( tiket sementara ) ini hanya berlaku Kurang  lebih satu minggu, dan pihak  Kedutaan nanti akan mengecek apakah tiket masih berlaku jadi jangan sampai tiketmu kadar luarsa pada saat wawancara). 
  • Undangan tertulis yang ditandatangani oleh pengundang, dan 1 lembar FC paspor atau kartu identitas pengundang. Apabila pengundangnya adalah warga negara asing, maka sertakan juga fotokopi kartu izin tinggalnya di Jerman.
    • Kunjungan keluarga: Bukti  hubungan keluarga (  akte kelahiran /akte nikah, kartu keluarga)
    • Kunjungan kerabat: petunjuk mengenai hubungan kekerabatan (bukti surat menyurat antara pemohon dengan pengundang, mengenai hubungan dan lamanya pertemanan seperti juga panggilan telepon, kunjungan sampai saat ini, 1 lembar FC (Selama ini Aku berkomunikasi dengan Silvio menggunakan Skype, jadi aku print beberapa percakapan melalui Skype, Informasi berapa lama pertemanan kami, dan aku print kan juga stempel imigrasi Indonesia, saat Silvio mengunjungi aku ke Indonesia) 
  • Jika pemohon membiayai perjalanannya sendiri, kredit yang berlaku secara  internasional,  Asli dan 1 lembar FC 
  • Rekening koran 3 bulan terakhir atau buku tabungan. Apabila perjalanannya tidak dibiayai oleh pemohon sendiri, melainkan oleh orangtua atau anggota keluarga, maka hubungan keluarganya harus dibuktikan, dengan melampirkan akte kelahiran atau kartu keluarga. 
    Jika bekerja: Surat keterangan kerja dari perusahaan teraktual dengan keterangan gaji. Bagi yang masih kuliah: surat keterangan masih kuliah dari universitas. (Kelihatannya sepele, tetapi surat keterangan kerja ini penting, untuk meyakinkan pihak Kedutaan bahwa kita pasti akan kembali ke tanah air, dengan jaminan surat referensi kerja tadi. Mereka  hanya menjaga kedatangan kita kesana untuk tinggal secara legal  dan tidak menjadi masalah  sosial dinegara mereka) 
    • jika ada: bukti-bukti kepemilikan rumah / aset 
    • Jika perjalanannya dibiayai oleh pengundang, pengundangnya harus menyertakan Verpflichtungserklärung  surat jaminan resmi, bikin suratnya di Rathaus di wilayah setempat. Atau bisa dilihat dibawahini        http://www.jakarta.diplo.de/contentblob/3451430/Daten/2091588/Kopie_von_verpflichtungserklrung.pdf      

(Pada saat pembuatan dokumen ini, silvio menyiapkan data dirinya yaitu: FC Paspor, koran 3 bulan terakhir, FC  Slip  gaji 3 bulan terakhir, FC  Surat kontrak  kerja,  FC Surat kontrak   Rumah/sertifikat rumah, dan Silvio juga  membawa data diriku berupa FC paspor yang berlaku. 

Berkas yang Silvio Kirim  lama banget, lebih dari 2 minggu,  Silvio  Kirim melalui kantor pos biayanya 6 euro dikirim dengan pos tercatat (Einschreiben), seharusnya kita bisa cek statusnya sampai dimana, tapi agak sulit untuk melacak keberadaan suratku melalui web site  Pos Indonesia. Jadi terpaksa setelah 2 minggu belum sampai juga, aku langsung mengecek ke petugas kantor pos tedekat. Beruntung pelayanan mereka sangat membantu, inget sekali waktu itu hari sabtu jam kerja pendek, dan panik melanda  karena senin siang jadwalku interview, dan surat belum ditangan, akhirnya sampailah Verpflichtungserklärung dengan selamat  ditanganku. 

Berkas  yang disiapkan pihak pengundang ini dibawa, ketika wawancara membuat visa, asli dan 1 lembar FC. Pendaftaran untuk interview hanya bisa melalui online,  dan kalau berhalangan datang pada tanggal yang ditentukan, sebaiknya    cancel      saja   supaya  yang  lain   bisa daftar. Untuk cancel email balasan dari kedutaaan ada linknya)

     
Interview Visa ke Kedutaan 

Setelah mendapat  balasan dari kedutaan, email  di print nanti ditunjukkan dipintu masuk kedutaan. Datang sesuai jam yang ditentukan, jangan sampai terlambat, karena jika terlambat tidak akan diijinkan masuk.  Lokasi Kedutaan Jerman berada disamping Hotel Mandarin Oriental (bunderan HI) di jalan M Thamrin, Hotel yang ada gambar  kipas besar. Datang sesuai jam yang diminta, biasanya tidak perlu mengantri langsung kedepan menuju ke pak satpam. Karena kalau anda melihat ada antrian, biasanya itu antrian untuk mengambil visa yang sudah jadi. 

Saat di pintu gerbang pak satpam akan mengecek, apakah lembar undangan (email yang diprint), sesuai dengan schedule. Lokasi interview ada dilantai 2,  sebelum naik ke lantai  2 kita melewati proses check body ,dan tidak diperbolehkan  membawa barang-barang ke lantai 2 (tas, gadget) harus dititipkan di deposit counter,  hanya doc yang diperbolehkan dibawa. Setelah itu kita bisa naik ke lantai 2, disana ada petugas didekat pintu masuk yang akan mengecek nama kita, apakah sesuai dengan tanggal dan waktu interview. Kita nantinya akan diarahkan dicounter mana kita harus menunggu untuk mengantri interview. Ada beberapa counter yang melayani interview,  aku pernah baca postingan bahwa siinterviewer jutek2, horor juga sih ngedengernya tapi ya sudahlah berdoa supaya ga grogi.  

Proses interview berlangsung tatap muka langsung, hanya dibatasi dengan sekat kaca, memang pada saat interview pengunjung yang lain bisa mendengar percakapan kita, tetapi kalau ada sesuatu yang sangat  personal, kita diminta menggunakan telpon, dan percakapan kita tidak bisa didengarkan orang lain. Itupun terjadi denganku, setelah sebelumya semua docs ku dicek aku diminta  menggunakan telpon yang ada didepanku (my God kenapa ya  dalam hati),  sedikit horor karena yang lain ga diminta berbicara memalui telpon. Ternyata si emba interviewer nanya tentang hubunganku dengan Silvio, kapan bertemu pertama kali, berapa lama sudah menjalin hub, dll (memang personal bingid pertanyaannya). Ternyata walaupun sudah ada penjamin langsung di Jerman, tetep aja aku ditanya jelimet, aku mengajukan liburan selama 2 minggu, ditanyalah kenapa bisa mengambil cuti 15 hari, padahal jatah cutiku hanya 12 hari,  aku bilang karena di bulan mei ada 2 tanggal merah, 2 off di sabtu, dan 2 hari off  di minggu, jadi 6 hari free dan cuti 9 hari.

Selain itu rekeningku juga dipertanyakan, kemarin aku memberikan rek tabunganku yang tidak pernah aku ambil. Ternyata itu dipertanyakan juga, aku pikir mereka hanya akan melihat, berapa  besar saldo yang aku punya direkeningku. Ternyata besarnya uang tidak menjamin aman, mereka tetap mempertanyakan rek gajiku. Aku info di rek gaji hanya ada sedikit saldo kurang dari 5 juta, aku berfikir lebih baik rek tabungan yang aku laporkan. Ternyata mereka tetap harus memastikan bahwa aku bekerja.

Akhirnya setelah proses tanya jawab selesai aku diminta membayar secara cash, sesuai rate saat itu. Kurang lebih 800.000- 900.000, setelah itu aku diminta menunggu selama 1 minggu untuk mengambil Visa. Setelah menunggu satu minggu akupun datang  lagi kekedutaan Jerman untuk pengambilan visa, aku berharap visaku akan diapprove. Setelah sampai disana akupun langsung masuk ke dalam antrian, satu persatu kami masuk dengan menunjukan doc pengambilan Visa. Pengambilan Visa dilakukan dibawah dekat pos security.Tibalah giliranku petugas mengembalikan pasporku, dan hoyreeeee Visaku diapprove. Thanks My Lord finally I will go to Germany   with your bless....


Note:  Mengurus Visa dikedutaan Jerman sendiri, tanpa bantuan pihak agency tidaklah sulit seperti yang dibayangkan. Semuanya lancar apabila mengikuti persyaratan yang diminta, bersikap tenang, Jangan grogi, dan jujur saat menjawab pertanyaan. Mudah-mudahan tulisan ini bisa bermanfaat bagi teman-teman yang ingin mengajukan Visa dikedutaan Jerman. Good luck .....


Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.
 
Jakarta, June 1st 2015
postingan ini bisa berguna untuk tema