content='7496bf2686970bfa' name='yandex-verification'/>

Wednesday, September 19, 2018

Ditengah kelelahan yang sangat karena mengurus buah hatiku yang lagi aktif-aktifnya, susah sekali untuk mengumpulkan tenaga sekedar untuk menulis di malam hari mengenai kehidupan di Jerman. Karena terus terang energiku bener-bener sudah terkuras dari siang hari untuk Kathleen.

Beruntung akhir-akhir ini Kathleen bobonya cepat, jadi momynya masih punya tenaga untuk menulis beberapa artikel untuk sahabat blogger. Kali ini aku mau share ke temen-temen blogger mgengenai salah satu kebiasaan masyarakat jerman saat melakukan transaksi pembayaran saat berbelanja.  

Masyarakat di setiap negara memang memiliki cirinya masing-masing, terutama dalam melakukan transaksi pembayaran dari pembelian suatu barang atau jasa. Ketika banyak negara mulai menerapkan sistem pembayaran dengan metode online, salah satu negara maju di Eropa yaitu Jerman, masih tetap setia melakukan pembayaran dengan sistem tunai. 

Selama aku tinggal di Jerman aku jadi sangat paham kebiasaan masyarakat Jerman dalam melakukan pembayaran. Budaya masyarakat Jerman dalam melakukan pembelian memang berbeda, kalau masyarakat Amerika, terbiasa membayar dengan menggunakan kartu kredit, baik menggunakan AmEx, MasterCard, atau Visa, tetapi tidak demikian dengan masyarakat Jerman.  

Kebanyakan orang Jerman lebih memilih buat bayar tunai ketimbang kredit. Mereka tidak menyukai menggunakn kartu kredit atau bahkan menggunakan pembayaran dengan cek. The Bundesbank, bank Central Jerman, baru-baru ini memperkirakan bahwa 79 % dari transaksi keuangan di Jerman adalah menggunakan pembayaran tunai bahkan untuk transaksi dalam skala besar, sementara di Inggris dan Amerika Serikat angka itu di bawah 50 %. Cara orang Jerman menangani uang memang sangat berbeda dari cara orang Amerika  dalam menggunakan uang. 
 
Sistem perbankan Jerman menawarkan sistem suberb untuk mentransfer uang, melalui Geldüberweisung dari satu akun ke akun lainnya. Pilihan pembayaran lain yang populer adalah kartu debit, yang sering digunakan untuk membeli sesuatu di toko atau bisnis. Kartu EC (Electronic Cash), juga disebut GeldKarte, atau dikenal sebagai kartu Maestro.

Seperti kartu debit pada umumnya, uang ditransfer langsung dari akun pemegang kartu EC ke akun penjual. Tidak seperti kartu debit yang biasa digunakan di negara AS, kartu EC ini tidak berfungsi ganda sebagai kartu kredit. Kalian harus memiliki akun bank Jerman atau Eropa untuk mendapatkan dan menggunakan kartu EC, dan kalian tidak bisa mendapatkan rekening bank kecuali kalian adalah penduduk terdaftar. 

Membeli sesuatu secara tunai untuk sebagian besar transaksi tampaknya sangat tertanam dalam jiwa masyarakat Jerman. Sejak kecil anak-anak dibiasakan tumbuh dalam budaya melakukan pembayaran secara tunai. Orang Jerman memiliki anggapan bahwa dengan menggunakan uang tunai, mereka bisa mengontrol dan mudah melacak uang dan pengeluaran mereka dan menghindari risiko utang.  

Memang ada benarnya juga, saat kamu membayar cash, kamu pasti langsung lihat berapa pengeluaran kamu. Sementara dengan kartu kredit, kamu merasa masih punya banyak uang padahal utang kita  bertambah. Tabungan kita memang tidak berkurang, tetapi di akhir bulan kita menerima tagihan yang mengejutkan.

Tingkat utang konsumen di Jerman memang rendah. Keengganan masyarakat Jerman terhadap utang hipotek merupakan bagian dari alasan mengapa negara ini memiliki beberapa tingkat kepemilikan rumah terendah di negara maju, selain memang karena harga rumah di Jerman juga sangat mahal.

Kebanyakan orang Jerman juga dikenal suka menabung, mereka memang terbiasa untuk hidup hemat. Meskipun suku bunga di negara Jerman cukup rendah, kebanyakan orang Jerman lebih milih buat nabung dibandingkan ngutang. Sudah sejak lama, masyarakat Jerman ‘didoktrin’ soal betapa pentingnya menabung. 

Salah satu pendorongnya adalah sejarah masa lalu, di mana masyarakat Jerman berada di masa-masa sulit, terutama di saat Perang Dunia ke-2. Selain untuk mempersiapkan masa depan, menabung dinilai penting sebagai kontribusi buat negara yang butuh biaya perang. Apapun tujuannya, sejarah Jerman tersebut membentuk kebiasaan turun-temurun orang Jerman buat rajin menabung dalam keadaan apapun.

Hal ini juga berlaku untukku dan suami, suamiku sendiri memang terbiasa untuk membeli segala keperluan kami secara cash atau tunai. Entah itu peralatan elektronik, membeli peralatan rumah tangga, mebel, atau mobil sekalipun harus bisa dibeli secara tunai. Ya kalau tidak punya uang ditahan dulu keinginannya, harus menabung supaya tidak terlalu banyak memikirkan utang yang harus dibayarkan. 

Begitulah prinsip kami berdua, kecuali untuk membeli rumah entah kapan dan bagaimana impian kami ini akan terwujud, mengingat harga rumah yang sangat mahal di Jerman. Kalaupun meminjam ke bank, pemasukan hanya dari  suami itu juga yang menjadi kendala pihak bank dalam memberikan pinjaman.

Ya sudah semoga harapan ini suatu saat bisa terwujud melalui kerja keras dan usaha berdua. Nah sekarang yang terpenting hidup berhemat, membeli segala sesuatu yang betul-betul dibutuhkan, dan yang terpenting jangan memaksakan diri, harus seusai kemampuan dan usahakan untuk tidak berhutang kalau hanya untuk memenuhi hasrat konsumtif .


Bagaimana dengan kalian, kalian lebih banyak berbelanja secara cash atau kredit?

Demikian shareku kali ini mengenai kebiasaan masyarakat Jerman dalam mnggunakan uangnya untuk berbelanja.

Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.

Grüße 
 



Monday, September 10, 2018

Satu lagi resep favorit suamiku, yang mau aku share ke kalian. Chili con Carne adalah hidangan cabai yang terinspirasi dari Texas, tetapi ada juga yang mengatakan berasal dari Mexico. 

Dari resep aslinya memang pedas dengan menggunakan cabai, tetapi karena suamiku bukan penyuka pedas, dan banyak orang Jerman yang tidak suka masakan pedas, jadi dibuatlah resep yang rasanya disesuaikan dengan selera orang Eropa yang bukan penyuka pedas.

Cili con carne yang sempurna harus memiliki rasa yang kuat, kacang merah dan jagung dan daging giling, biasanya disantap dengan nasi. 
  
Bahan-Bahan yang diperlukan :
  • 800 g daging cincang ( Hackfleisch, Rind oder schwein)
  • 1 buah bawang bombay (Zwiebel) 
  • 2 buah bawang putih (Knoblauch)
  • 2 sdm minyak (Öl, zum Braten)
  • 1 buah  Paprikaschote
  • 1/2 sdt jinten (kreuzkümmel)
  • 3 EL Tomatenmark
  • 1 kemasan kotak tomat (Tomate(n) Dose)
  • 1 kemasan kacang merah (Kidneybohnen Dose, (480g))
  • 1 Kemasan Jagung pipil ( Mais Dose , (200g))
  • 500 ml kaldu (Brühe)
  • 1 sdt Cayennepfeffer 
  • 1 sdt Paprikapulver 
  • Chilipulver 
  • Pfeffer 
  • 1 sdt oregano
  • Salz 
  • 1 1/2 sdm gula merah (brauner Zucker)
  • Tabasco
    Cara Membuat :

    • Kupas bawang, potong dadu . Panaskan wajan dengan butter, dan tumis hingga keemasan.
    • Tambahkan daging cincang, Aduk sampai berubah warna menjadi kecoklatan.
    • Tambahkan pasta tomat  
    • Tambahkan dan rempah-rempah lainnya (gula, garam, merica,oregano, paprika, dan Tabasco).  
    • Tuangkan kaldu dan masak dengan api sedang 
    • Masak dengan api sedang selama sekitar 10 menit. Setelah 10 menit, tambahkan jagung, dan kacang merah masak lagi kurang lebih 15 menit.
    • Setelah matang, segera angkat dan sajikan selagi panas dengan nasi atau Baguette.

    Chili Con Carne

    Untuk rasanya sudah pasti enak dan sudah diuji didapur momy Kathleen. Semoga kalian suka dan cocok dengan resep ini. 

    kalian juga bisa mencoba resep masakan Jerman lainnya:




    ayam-saus-putih-huhnerfrikassee

    Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.

    Grüße 
     



    Thursday, August 30, 2018

    Hallo sudah lama sekali aku vakum dari tulis menulis blog, karena bulan Mei sampai Juli lalu, aku disibukan karena kami mendapat kunjungan tamu istimewa dari Indonesia. Yep meine Eltenr haben uns besuchen im Deutschland. 

    So seluruh waktu habis untuk kangen-kangenan dengan kedua orang tuaku, jalan-jalan dan liburan bersama, and mengurusi My baby Kathleen yang sudah ga baby lagi aber jetzt als kleines Mädchen. 

    Kali ini aku mau share cara membuat  Rindergulasch atau Gulaschsuppe, salah satu masakan yang biasa menjadi menu sehari-hari bagi masyarakat Jerman. Sebenernya masakan ini sudah ada di Eropa sejak lama, menyebar di daratan Eropa bagian tengah, dan dikenal dengan Goulash . Variasi makanan ini pun macam-macam, ada yang dikasih paprika dan ada yang hanya daging saja tanpa sayuran.

    Resep asli masakan ini, pertama kali berasal dari Hungaria yang berisi makanan berkuah dengan isian daging dan sayuran. Masyarakat Jerman biasa menggunakan bahan dasar daging sapi muda. Resep aslinya, rindergulasch dimasak dengan menggunakan tungku api sehingga memberikan aroma yang khas.

    Penasaran dengan  rasanya, dan kepingin sekali menikmati rindergulasch ini di rumah?. Cara membuatnya cukup mudah, berikut ini  daftar bahan yang diperlukan serta tahapan proses pembuatan rindergulasch, sehingga kalian bisa mencoba untuk membuatnya sendiri di rumah dan tidak perlu pergi jauh-jauh ke Jerman jika  ingin menikmatinya.

    Bahan- bahan yang diperlukan:

    • 1 Kilogramm Rindergulasch 
    • 1 buah bawang bombay (Zwiebeln)
    • 1 buah Paprika merah
    • 2 buah bawang putih (Knoblauchzehen)
    • 200 Ml air kaldu (Gemüsefond)
    • 200 Ml anggur merah (Rotwein), bisa di skip dan hanya menggunakan 400 ml kaldu
    • 3 sdm Tomatenmark, bisa diganti dnegan 300gr tomatyang dihaluskan
    • 2 sdm Paprikapulver (edelsüß)
    • 1 sdt Paprikapulver (rosenscharf) atau Cayennepfeffer
    • Butter atau Butterschmalz, untuk menumis
    • garam (Salz) 
    • Merica (Pfeffer) 
    • 1 sdt mustard

    Cara membuat:

    • Potong daging berbentuk dadu
    • Tumis bawang bombay dan bawang putih, masukkan daging dan air kaldu, dimasak hingga empuk. 
    • Masukkan Tomatenmark atau bisa diganti dengan tomat, garam, merica, penyedap rasa secukupnya, mustard dan paprika bubuk. 
    • Terakhir masukkan potongan paprika dan anggur merah.
    • Masak sampai daging benar-benar lunak .
    • Setelah matang, angkat dan siap dihidangkan.   
    Biasanya hidangan ini disajikan dengan makaroni atau nudel. 
    Selamat menikmati, semoga suka dan cocok dengan resep ini. 

    Rindergulasch
    Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.

    Grüße 
      

    Wednesday, August 8, 2018

    Sejak awal aku memang menerapkan pola pengasuhan mix untuk Kathleenku, dengan pengasuhan pola barat dan pengasuhan pola Indonesia. Begitupun pada saat mau tidur, dari bayi kami sudah membiasakan Kathleen untuk tidur sendiri di kamarnya. 

    Di Indonesia sebagian besar pasangan muda masih tinggal bersama dengan orang tua atau keluarga besar. Tidak jarang satu rumah dihuni oleh beberapa keluarga, kemudian berbagi kamar bahkan tempat tidur, termasuk bayi dan orang tuanya. Mereka lebih memilih untuk tidur di ranjang yang sama dengan bayinya dengan alasan ingin membangun kedekatan. 

    Dibarat kebanyakan orang tua memilih untuk tidur terpisah dari anak-anak mereka sejak masih bayi. Bayi tidur di tempat tidur bahkan di kamar sendiri, dengan alasan agar bayi menjadi lebih mandiri dan mampu membangun pola tidur yang baik. Kalau di Indonesia, menidurkan bayi dengan digendong atau ditimang-timang adalah lazim, tidak demikian halnya negara-negara barat, termasuk di Jerman, negara tempat tinggal kami saat ini. 

    Sebelum tertidur kathleen sering kali menangis. Berbagai cara sudah kami lakukan, mulai dari menimang, menyanyikan lagu tidur, bahkan terkadang akupun melakukan yang biasa dilakukan oleh ibu-ibu di Indonesia, menggendong dengan kain  untuk membuatnya nyaman sebelum tidur. Terkadang dia sudah kelihatan lelap di pangkuanku, begitu diletakkan di boksnya, menangis dan bangun lagi. 

    Memasuki usia tiga bulan, frekuensi menangis sebelum tidurnya mulai berkurang sedikit demi sedikit dan kathleen bisa tertidur kembali setelah selesai menyusui. Kami juga mulai mencoba menerapkan sleep training untuk bayi kami dengan harapan ia dapat belajar tidur tanpa harus selalu digendong. 

    Kenapa membiasakan anak tidur sendiri sejak dini itu penting? 

    Kebanyakan orangtua mengalami perubahan yang drastis dalam hidupnya begitu memiliki anak, kata orang “welcome to sleepless night”. Bayi memang membutuhkan perhatian ekstra dari ibu maupun ayah, terutama bagi si ibu tidak hanya menyesuaikan diri dengan kondisi tubuh, dan perubahan hormonal pasca melahirkan, melainkan juga pengasuhan bayi yang total. Pastinya kondisi ini sangat melelahkan mengingat pola tidur bayi baru lahir yang begitu singkat. 

    Bagi kami yang tinggal di luar negeri, segala pekerjaan rumah maupun pengasuhan anak dilakukan sendiri, alias tanpa bantuan keluarga apalagi pembantu. Tidak hanya bayi yang membutuhkan waktu istirahat yang memadai, orang tuapun membutuhkan waktu istirahat dan waktu tidur yang cukup, agar tidak kelelahan dan kemudian menjadi stress hingga depresi, dan mengalami konflik dengan diri maupun pasangan. 

    Intinya ayah dan ibu pun membutuhkan waktu untuk quality time bersama, relaxe utuk membangun suasana dan mood yang menyenangkan. Kalau ayah dan ibu memiliki pikiran yang relaxe tentunya hal ini sangat baik pula bagi perkembangan bayi.  

    Terlalu lama tidur dengan orangtua juga kurang bagus, akan membuat bayi menjadi tergantung terus menerus pada kita. Selain itu, kebiasaan bayi tidur satu ranjang akan sulit dilepaskan ketika usia mereka bertambah. 

    Kapan Waktu yang tepat untuk membiasakan anak tidur sendiri? 

    Saat lahir Kathleen memang masih tidur sekamar dengan kami tetapi diranjang terpisah, Kathleen tidur di box bayinya. Pola Tidur bayi yang baru dilahirkan hingga usia 3 bulan, memiliki kebutuhan tidur hingga 18 jam sehari. 


    Mereka bangun setiap 3-4 jam untuk minum susu. Kondisi ini cukup menyulitkan bagiku bila mengasuh bayi dari kamar berbeda, karena harus menyusui setiap 3-4 jam sekali. 

    Kathleen's Room
    Selain itu aku juga berusaha memperhatikan faktor keamanan bayi. Kathleen tidur tanpa menggunakan bantal dan selimut, tetapi hanya menggunakan sclafsack. Di Jerman para bayi diharuskan untuk tidur menggunakan sclafsack saja tanpa selimut. 

    Play on the Comfort Carpet

    Hal ini sangat penting, untuk menghindari kejadian kematian pada bayi karena tertutup selimutnya sendiri, orang tua tidak menanggapi bayinya menangis, menganggap mereka rewel, padahal mereka kesulitan bernafas karena tertutup selimut. 


    Aku mulai memisahkan Kathleen tidur dikamarnya sendiri sejak usia 4 bulan. Bayi usia 4-12 bulan, memiliki pola tidur yang lebih regular dan panjang. Dengan waktu tidur-bangun yang lebih panjang, akan lebih memungkinkan bagi para bayi untuk tidur sendiri di ranjang mereka di kamar terpisah. Malam hari Kathleen hanya minta susu hanya 1-2 kali, sehingga tidak terlalu kesulitan untukku untuk bangun dan menyusuinya di saat jam tidur sedang lelap-lelapnya. 

    Semakin mudah melatih anak untuk tidur sendiri sejak dini, karena setelah usia bayi lebih dari 4 bulan, otak mereka sudah semakin aktif, banyak gerak, sehingga tak lagi bisa menenangkan diri secara alamiah. Pada akhirnya, hal ini akan memengaruhi pola waktu tidur kita dan bayi. 

    Menidurkan bayi di boxnya sendiri tanpa banyak digendong,  

    Kalian bisa mulai untuk sleep training ini pada saat akhir pekan. Tujuannya agar mama dan papa, sama-sama memiliki banyak waktu untuk saling membantu mengajarkan anak belajar mandiri semenjak usia dini. Kamar bayi sebisa mungkin berdekatan dengan kamar orang tua, atau memiliki pintu penghubung. 

    Atur suasana tidur yang nyaman, dengan suasana dan dekorasi kamar bayi  yang menenangkan. Atur penerangan lampu dalam kondisi temaram agar bayi cepat mengantuk, dan tidak perlu menggunakan pewangi ruangan. 15 menit sebelum jam tidurnya, aku sudah membawa kathleen kekamarnya. Cara ini untuk beradaptasi dan mengenali sekelilingnya sebelum bayi tertidur. 

    Wickeltisch for Changing Diapers

    Pastikan popok bayi dalam kondisi kering, bayi tidak demam, dalam keadaan kenyang dan tidak kepanasan/kedinginan. Setelah selesai disusui, dalam keadaan mengantuk namun masih sadar, taruh bayi di boksnya. Kami usahakan selalu meletakkan bayi di box pada saat dia terlihat mengantuk. 

    Tanda-tanda bayi mulai mengantuk ketika ia menguap sambil mendesah dan bersuara, mulai menggosok mata, menangis keras, bayi menjadi gelisah dan menarik-narik telinganya, menaruh kepalanya pada bahu kita. 

    Saat meletakkan bayi, umumnya mereka pasti akan menangis. Hal inipun terjadi denganku, ketika aku pergi kathleen pasti histeris walaupun semakin hari semakin berkurang. Dan orangtua baru yang belum berpengalaman, biasanya paling tidak tahan mendengar si kecil menangis keras sebelum tidur.  

    Tunggulah selama 5 menit, jangan terburu-buru untuk menggendongnya kembali. Tenangkan bayi tanpa perlu mengangkatnya. Kathleen biasanya aku elus, dan bilang "Alles gut Kathleen, Morgen spielen wir wieder", memperbaiki selimutnya berkali-kali, mengusap-usap kepalanya sambil bersenandung, setelah itu tinggalkan

    Bila masih menangis, datangi 5 menit kemudian dan biasanya aku bilang bahwa ia bisa tidur sendiri dan papa dan momy ada di dekat dia, kemudian tinggalkan lagi. Bila masih menangis terus, datangi 10 menit kemudian, kalau masih menangis juga, datangi 15 menit kemudian dan lakukan hal yang sama. Dengan cara ini, perlahan bayi kami akan tertidur kemudian.  

    Wall Deco
    Tentu meskipun begitu, tidak selalu setiap malam berjalan mulus, ada kalanya drama tangisan panjang tidak berhenti menangis, biasanya kami akan mengambilnya dari box dan menimangnya sampai tertidur. Bayi akan dapat tidur dengan pola yang reguler dan panjang seiring dengan bertambahnya usia mereka. Bahkan mereka sejak dini sudah mampu membangun kenyamanan dalam kamarnya. 

    Manfaat memisahkan anak tidur dikamar sendiri sedini mungkin, 

    Memisahkan anak di dalam kamar sendiri memiliki banyak manfaat, salah satnya untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada anak. Dengan terbiasa tidur sendiri, mereka tumbuh menjadi anak yang percaya diri, lebih berani dan lebih tidak bergantung pada orangtua.

    Ada beberapa pendapat ketika bayi menangis meminta susu di malam hari, orangtua tidak perlu datang untuk memberikan susunya. Cara ini  untuk membuat bayi kembali tidur, dan menyamakan siklus tidur dengan orangtua. Selain itu juga untuk melatih anak disiplin, dan orangtua tidak dibuat letih menghadapi anak di tengah malam dan menghadapi pekerjaan di siang hari.  

    Bagi aku sendiri, aku tidak sependapat dengan pola pengasuhan seperti ini. Aku sendiri menerapkan pola pengasuhan, ketika Kathleen bangun dan menangis karena lapar saat tengah malam atau dini hari, aku akan datang kekamar dan menyusuinya.  

    Loundry box and Cupboard

    Kami berusaha untuk tidak langsung mengambilnya begitu mendengar suaranya.  Si kecil terbangun biasanya karena haus/basah, apabila ia haus, ia akan terus menangis, tapi seringkali ia terbangun, berceloteh/menangis beberapa saat, dan jatuh tertidur kembali.

    Mengapa bayi menangis?, karena bagi seorang bayi, semua yang mereka lihat, dan dengar  terasa asing. Mereka belum tahu apa-apa, mereka membutuhkan keamanan dan kenyamanan. Mengapa bayi yang menangis akan terdiam saat dipeluk oleh papa/mama?. Karena di saat bayi, degup jantung adalah satu-satunya suara, yang bayi kenal sejak dari dalam kandungan. Degup jantung, dan pelukan adalah dua hal yang memberikan mereka rasa aman. 

    Aku tidak ingin  saat anakku  menangis di malam hari, tidak ada orangtua yang datang untuk menenangkannya. Jangan sampai tumbuh  persepsi  pada anakku  jika ia menangis, tidak ada yang menolongnya. Aku ingin ketika Kathleen tidur  diiringi kehangatan pelukan orangtuanya. Memberikan kehangatan yang mengantarkan rasa aman dan kenyamanan bagi anak, melalui pelukan orangtua. 

    Pelukan yang kita berikan di saat bayi tidur, memberikan keyakinan, dan rasa aman pada anak bahwa ia berada di dalam lindungan orangtua. Sangat penting untuk memberikan anak kita keyakinan bahwa kita meyayanginya dari awal, dan sampai kapan pun.

    Aku ingin kathleen tumbuh dengan karakter anak yang  Percaya Diri bukan *terlihat* percaya diri. Aku tidak ingin anakku memiliki kepercayaan diri yang semu. Percaya diri, hanya karena ingin mendapat pengakuan dari orang lain melalui pujian. Butuh orang lain untuk terus memuji dan mengatakan  kalau ia hebat berani tidur sendiri. 

    Maka dari itu untuk menumbuhkan rasa percaya diri yang tumbuh dalam dirinya, aku berusaha agar anakku tumbuh dengan limpahan kehangatan dari orangtuanya. Ini semua adalah modal awal baginya untuk percaya pada dirinya sendiri. 

    Hasil dari sebuah usaha dan kesabaran

    Keberhasilan sleep training pada setiap bayi berbeda-beda. Kami menerapkan latihan ini, kurang lebih  sebulan secara konsisten, baru menampakkan hasil yang signifikan. Adakalanya kami flexibel, kami membawanya kekamar tidur kami, dan bercanda bersama sebelum tertidur. Setelah tertidur, kami memindahkannya kekamarnya sendiri. 

    Saat sekarang usianya sudah 1 tahun, dan Puji Tuhan tidak ada kesulitan untuk tidur sendiri. Sebelum pergi tidur aku dan papanya membiasakan Kathleen untuk merapikan mainanya terlebih dahulu (aufräumen). Setelah itu aku mulai menyusui Kathleen sebelum tidur, sampai ia merasa kenyang. 

    Kathleen Sleep Comfort in her Baby bed
    Setelah itu giliran papanya yang membawanya ketempat tidur, dan biasanya sebelum tertidur papanya akan membacakan dongeng. Setelah papanya selesai membacakan dongeng, mencium Kathleen dan mengucapkan Gute Nacht. Biasanya Kathleen akan terlelap, walaupun kadang masih ada drama-drama tangisan, tetapi hanya sebentar saja karena dia sudah paham bahwa sekarang waktunya tidur. 

    Dibutuhkan kesabaran dan penerapan disiplin walaupun sianak masih bayi. Untuk mewujudkannya harus yakin kalau anak kita pasti bisa, percaya kalau bayi kamu pintar. Tidak sedikit yang gagal melakukan Sleep Training ini dikarenakan mereka tidak tega melihat anaknya menangis dan akhirnya mengakhiri training ini. 

    Intinya adalah, training ini memang tidak mudah. Ibu mana yang tega melihat anaknya menangis dengan histeris. Namun kalau kita sabar dan konsisten, training ini dapat memberikan hasil yang baik. Dan jangan lupa komunikasikan semua keputusan dengan pasangan kalian, karena malam-malam saat sleep training sangat melelahkan. 

    Demikian sharingku kali ini, semoga bermanfaat buat kalian semua, super papa and mama. Bagaimana pengalaman seru kalian saat melatih anak untuk berani tidur sendiri?, boleh di share di kolom komentar dibawah ini. 

    Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku. 

    Grüße

    Monday, July 2, 2018

    Hallo blogger, masih dengan hidangan yang hangat-hangat untuk cuaca yang dingin, rasanya nikmat sekali. Kali ini aku mau share resep Rindersuppe atau sop daging yang biasa dihidangkan dan menjadi resep dikeluarga suamiku. 

    Pertama kali makan, rasanya sangat  unik, ada rasa asam dari Gewurze Gürken dan dari ketchup (saos tomat). Langsung dech aku tanya resep dan cara pembuatannya ke ibu mertuaku. Biasanya kami menyantap hidangan ini bersama dengan baguette yang sudah di oven terlebih dahulu.  

    Berikut  aku share bahan dan cara pembuatannya.

    Bahan:
    • 400 gr daging sapi (Rindfleisch)
    • 1 bawang bombay, dirajang  (Zwiebel)
    • Acar timun (Gewürze gurken), lihat pict
    • Delikatesse sauce, aku pakai merek kania, lihat pict
    • Lada (Pfeffer)
    • Garam (Salz)
    • Ketchup (saos tomat)
    • Cayenne pfeffer
    • Butter
    Cara Membuat:
    • Rebus daging sapi sampai empuk, kurang lebih 45 menit-1 jam
    • Panaskan wajan, masukan butter dan Tumis bawang bombay hingga harum
    • Setelah harum masukkan bawang bombay tumis ke panci rebusan daging yang sudah melunak.
    • Masukkan gewürze gurken, dan tambahkan ketchup atau saos tomat sesuai selera kadar asamnya.
    • Masukkan Delikatesse sauce
    • Tambahkan garam, merica bubuk dan cayenne pfeffer secukupnya
    • Rindersuppe siap disantap selagi hangat-hangat

    Rindersuppe
    Delikatesse sauce & gewürze gurken
    Mudahkan cara pembuatannya, dijamin hidangan yang satu ini sangat lezat dengan rasa yang unik. Semoga kalian suka dan cocok dengan resep ini.

    kalian juga bisa mendapatkan resep masakan jerman lainnya, di link dibawah ini :

    https://www.bojonesilviostorylife.com/2018/01/sup-krim-kacang-polong-erbsensuppe.html, atau

    https://www.bojonesilviostorylife.com/2017/10/ayam-saus-putih-huhnerfrikassee.html

    Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.

    Grüße

    Thursday, June 28, 2018

    Summer Holiday was over, dan liburan kali ini terasa istimewa karena orang tuaku datang mengunjungi kami ke Jerman. Sesuai rencana dari awal, kami memang berencana ingin menghabiskan liburan summer tahun ini ke Budapest Hungary. Berhubung kami berlibur dengan membawa pasukan, bayi dan orang tuaku yang sudah lanjut usia, otomatis kami harus memperhatikan kenyamanan untuk mereka semua. 

    Selama tinggal di Budapest, seperti biasa kami menggunakan jasa Airbnb untuk memesan apartemen yang berlokasi di pusat kota Budapest. Biaya permalam untuk sewa apartemen dengan 2 kamar tidur sebesar 40 euro per malam. Sedangkan untuk transportasi dari Jerman menuju ke Budapest, kami menggunakan kereta api Deutsch Banh. Tiketnya perorang sebesar 100 Euro untuk pulang pergi. 

    Kami berangkat menuju Budapest melalui stasiun Dresden Hauptbahnhof  dan transit di Praha. Perjalanan dari Jerman ke Praha kurang lebih selama 2 jam. Dan dilanjutkan perjalanan dari Praha menuju ke Budapest selama 6 jam.  Sore hari kami tiba di stasiun kereta Nyugati pályaudvar, dan melanjutkan perjalanan dengan bus kurang lebih sekitar 15 menit, menuju apartemen kami dikawasan Nádor utca, Budapest. 

    Mata uang hungary adalah Forint, dan nilai tukar untuk 1 euro sebesar 310 Forint. Kalian bisa menukar di money changer atau mengambil uang melalui ATM, karena  nilai tukar yang cukup baik dibanding dengan penukaran di money changer bandara. DiBudapest kalian tetap bisa melakukan transaksi menggunakan Euro terutama untuk makan direstorant atau berbelanja disupermarket.

    Kami berencana akan menghabiskan malam di Budapest selama 4 hari 3 malam, sebelum kami melanjutkan liburan kami selanjutnya ke Balaton Lake. Dikenal sebagai “Paris kecil di Eropa Tengah”, ada juga yang menyebutnya permata di Eropa Tengah. Ibukota Hungaria Budapest adalah salah satu tujuan terbaik di Eropa, terkenal akan arsitekturnya yang menakjubkan, sejarah, pemandian, dan kehidupan malam. 

    Buda Castle at Afternoon
    Kota ini terdiri dari dua sisi yang berbeda, Buda dan Pest di kedua sisi Sungai Danube. Di kawasan Buda terdapat jalan-jalan abad pertengahan dan rumah-rumah, beberapa museum dan reruntuhan Romawi , benteng, bangunan pemerintahan, dan atmosfir yang lebih mewah. Sedangkan Pest yang lebih dinamis bagian tersibuk di kota, yang dipenuhi dengan promenade, kafe. Kalian juga dapat mengunjungi Quarter Yahudi, dan pasar makanan yang terkenal.
     
    1 st day 

    Kami tiba di Budapest pada sore hari. Setelah check in di Apartemen kami di tengah pusat kota, mandi dan siap untuk mengexplore Budapest sambil mencari makan direstoran dekat apartemen kami.  Setelah selesai dinner tempat pertama yang kami kunjungi adalah:

    St. Stephens Basilica (Szent István-bazilika) 

    Lokasinya berada ditengah-tengah dan berdekatan dengan lokasi restoran-restoran, hanya 10 menit berjalan kaki dari Jembatan Rantai Széchenyi dan Parlemen Hungaria. Nama Basilika diambil dari nama Santo Stefanus I dari Hungaria, dan dianggap sebagai bangunan gereja paling penting di Hungaria.

    Stephens Basilica
    Interior Altar

    Interior Langit-langit
    Basilica berdiri setinggi 96m di atas kubahnya, bangunan menara lonceng yang mencolok, hingga interiornya benar-benar indah, dan kubahnya sangat mempesona. Interior Basilika Santo Stefanus berinterior emas, karya seni yang rumit dengan hasil akhir yang terlihat indah. Tiang terbuat dari  dari marmer merah dan lengkungan dihiasi dengan emas dan berkilau ketika matahari bersinar. Seluruh interior berwarna sangat cerah dan sangat indah dipandang.




    Danube River

    setelah makan malam dan berkunjung ke Stephens Basilica, kami melanjutkan perjalanan menuju ke Danube River. Danube adalah sungai kedua terpanjang di Eropa, dan tepiannya di Budapest adalah bagian dari situs Warisan Dunia Unesco. Sungai Danube memisahkan kawasan "Buda" dan "Pest". Jangan lewatkan untuk menikmati keindahan disekitar sungai Danube, terutama saat malam hari. Ketika Budapest mulai bermandikan cahaya, duduk dibench ditepi sungai Danube, sambil menikmati gedung Parlemen, jembatan Chain atau Buda Castle bermandikan cahaya Lampu.

    Danube River at Night
    Sambil berjalan di sepanjang kawasan pejalan kaki ditepi sungai Danube, kalian akan menemukan patung sepatu-sepatu di pinggir sungai. Sepatu-sepatu di Danube adalah sebuah patung karya Gyula Pauer dari Hungaria, memberikan penghormatan kepada orang-orang Yahudi yang terbunuh di tepi sungai pada tahun 1944-1945

    Danube River with Margaret Island Bridge
    Sepatu-sepatu di tepi sungai Danube, menggambarkan kisah perang yang mengerikan, dimana banyak orang Yahudi dipaksa untuk telanjang di tepi sungai Danube dan menghadap ke sungai. Sebuah regu tembak kemudian menembak para tahanan dari jarak dekat di belakang sehingga mereka jatuh ke sungai dan  hanyut.  Sepatu itu merupakan penghargaan bagi semua orang yang kehilangan nyawa mereka, tetapi juga mengingatkan kita dari sebuah peristiwa yang sangat menyedihkan.

    Patung Sepatu di tepi Sungai Danube

    Hungary Parlement
    Setelah menyusuri sungai Danube,  kami lalu  mengunjungi Parlemen Hungary yang megah, gedung parlemen terbesar ketiga di dunia. Tur masuk ke Parlemen adalah kegiatan yang sangat populer dan diminati banyak turis. Kalian bisa membeli tiketnya di pintu gerbang utama, dan waktu tur untuk  keliling Parlemen, selama 45-50 menit setiap harinya. 

    Parlemen at Afternoon

    Parlement from infront
    Sebagai ikon Budapest, gedung Parlemen Hungaria pantas untuk dilihat. Kubah besar di atas gedung merupakan arsitektur era Renaissance. Ada 10 halaman tengah, banyak kamar dan aula, dan menara berdekorasi rumit. Fasad dihiasi dengan 88 patung penguasa Hongaria, beberapa gargoyle dan lengkungan. 

    We are with Parlemen background
    Bagian dalamnya juga dihiasi lukisan, lukisan dinding, dan ornamen emas. The Holy Crown of Hungary (mahkota penobatan) dan lambang kerajaan dipajang di Copula Hall, yang juga memiliki langit-langit yang indah. Pada malam hari adalah waktu yang tepat, duduk ditepi sungai Danube, untuk mengagumi keindahan gedung ini saat bermandikan cahaya lampu.


    Kami mengakhiri mengexplore menikmati malam di Budapest dihari pertama di Parlemen Hungary, dan kembali menuju apartemen kami untuk beristirahat, yang lokasinya hanya 20 menit dari gedung parlemen ini.

    2nd Day

    Dihari kedua kami melanjutkan kunjungan kami menuju alun-alun Heroes Square dan mengunjungi Taman kota Budapest yang cantik. Untuk menuju ke Heroes Square kalian dapat menyusuri  Andrássy Avenue. Andrássy Avenue adalah boulevard ikon yang berasal dari tahun 1872, dan salah satu jalan paling penting di Budapest

    Selama menyusuri jalan ini, kalian akan disuguhi butik-butik mewah dan rumah-rumah tua yang artistik. Tepat disebelah kiri jalan terdapat gedung Opera Hungaria, begitu juga museum House of Terror. House of Terror adalah peringatan bagi para korban rezim komunis dan fasis abad ke-20. Dan di ujung Andrássy Avenue, kalian akan tiba di Heroes Square.

    Opera House Budapest
    House of Teror Museum

    Hösök tere atau Heroes Square 

    adalah alun-alun utama Budapest. Alun-alun ini adalah Situs Warisan Dunia UNESCO. Terletak di depan Taman Kota, di ujung Jalan Andrássy.

    Heroes Square, saat acara Concert Music
    Heroes Square merupakan Monumen millenial, yang dibangun pada tahun 1896 untuk memperingati ulang tahun ke 1000, kedatangan orang Hungaria di Cekungan Carpathian. Monumen ini terdiri dari dua lingkaran kecil di bagian atas yang simbol-simbol perang dan perdamaian, pekerjaan dan kesejahteraan, pengetahuan dan kemuliaan. 

    My Parents with Heroes Square Background

    Monumen Milenium
    Di tengah-tengah Heroes square berdiri tiang korintus setinggi 36 meter, dengan patung malaikat Gabriel di atasnya memegang Mahkota Suci Hungaria. Di belakangnya ada dua deretan melengkung setengah lingkaran, membentuk Monumen Milenium yang menampilkan patung-patung raja, gubernur dan tokoh-tokoh terkenal dari sejarah Hungaria. 


    City Park

    Dibelakang Heroes Square, terdapat salah satu area hijau terbesar di Budapest. Ditaman ini banyak terdapat pohon oak yang berusia ratusan tahun, dan jalur untuk berjalan santai. Kami sangat menikmati berada di taman ini, karena selain luas dengan hamparan rumput hijaunya, sangat cocok bagi kami yang membawa anak untuk bebas bermain dan bersantai diatas rumput. Diarea City Park ini, juga terdapat beberapa bangunan Castle dan gereja.

    City Park Budapest
    We are Family
    My Parents' smile
    Atraksi parade mobil full of people drinks beer

    Vajdahunyad Castle 

    Vajdahunyad Castle, merupakan replika kastil Transylvania, dibangun pada tahun 1896, dengan berbagai gaya arsitektur yang ditemukan di Hungaria, bergaya Romanesque, Gothic, Renaissance, dan Baroque. Daerah ini awalnya berupa rawa, milik raja-raja Hungaria dan digunakan sebagai tempat berburu.

    Vajdahunyad Castle


    Meskipun puri ini tampak cukup tua, bangunan ini dibangun sebagai penghargaan atas penaklukan Hungaria atas lembah Carpathian seribu tahun yang lalu. Kalian dapat menaiki salah satu menara kastil, untuk menikmati pemandangan taman yang sangat indah, dan mengunjungi museum tentang pertanian Hungaria di dalam kompleks kastil.  


    Gate Vajdahunyad Castle
    Anonymus Stature
    Kastil ini dikelilingi oleh danau buatan yang digunakan untuk berperahu di musim panas, dan berubah menjadi gelanggang es skating yang mengesankan di musim dingin. Di bagian halaman terdapat patung Anonymus, penulis sejarah abad pertengahan tanpa nama untuk Raja Béla, wajahnya tersembunyi oleh tudung.  

    Lake for boating in summer
    Lake for boating in summer

    The Romanesque Chapel of Jak 

    Di dalam kompleks kastil adalah salah satu chapel paling populer untuk pernikahan di Budapest, bergaya abad pertengahan yang indah dan motif dekoratif yang detail. Awalnya dibangun sebagai chapel dari biara Benediktin. Baik di luar maupun di dalam chapel dihiasi dengan patung-patung yang unik.

    Church of Jak



    Tips: Dibutuhkan waktu 2.5 s/d 3 jam untuk menuju ke Hero Square, Taman Kota dan Vajdahunyad Castle dengan berjalan kaki santai sambil menyusuri Andrássy Avenue. Jika terlalu jauh menurut ukuran kalian, kamu bisa menggunakan metro melalui jalur metro M1. Ada beberapa halte metro di sekitar Basilika, terutama Bajczy Zsilinszky dan Deak Ferenc ter. Transportasi menggunakan metro menjadi pilihan utama karena selain cepat juga cukup murah.

    3rd Day

    Kami memulai perjalanan hari ke 3 kami dengan berjalan kaki menyebrangi jembatan Chain yang terkenal, sebelum menuju ke kompleks Buda Castle.
     

    Chain Szechenyi

    Buda dan Pest dipisahkan oleh sungai Danube, dan tidak kurang dari delapan jembatan menghubungkan dua bagian kota. Yang paling terkenal dari jembatan ini adalah Jembatan Rantai Széchenyi. Chain Bridge adalah jembatan gantung terpanjang di Eropa dan jembatan permanen pertama untuk menyeberangi Sungai Danube.

    Chain Bridge with Lion Stature
    Jembatan gantung ini dirancang oleh insinyur Inggris William Clark, yang juga mendesain jembatan gantung Marlow yang melintasi Sungai Thames di Inggris. The Chain Bridge hampir sepenuhnya dihancurkan dalam Perang Dunia II dan hanya pilar-pilar yang tetap berdiri, jembatan ini dibangun kembali dan dibuka kembali pada tahun 1949. Yang menjadi ciri khas jembatan ini adalah, dua singa batu yang berdiri di kedua sisi jembatan. 

    Chain Bridge with Buda Castle Background
    Aku sangat menikmati berjalan di jembatan bersejarah ini, sambil melihat pemandangan terbaik dari Landmark Budapest yang sangat bagus dari tepi jembatan. Diatas jembatan ini adalah Buda Castle, rumah bagi bangsawan Hungaria di ibu kota Budapest. Jembatan ini juga layak untuk dilihat setelah matahari terbenam ketika, lampu mulai bersinar dengan semua kemegahannya.
      
    Buda Castle Hill

    Buda Castle melambangkan yang terbaik dari Budapest dan merupakan kompleks yang mengesankan. Kastil ini merupakan bagian dari Distrik Istana, yang memiliki beberapa rumah abad pertengahan dan Baroque, gereja dan bangunan lainnya.

    Buda Castle at night from side of Danube River
    Untuk transportasi ke kompleks Buda castle kalian bisa menggunakan metro, Szell Kalman ter adalah stasiun metro terdekat yang terletak di jalur M2. Jika menggunakan bus kalian bisa naik bus nomer 16 atau 16A,  dan langsung menuju ke puncak komplek Buda Castle. 

    Station mengantri funicular
    Sebagian besar turis biasanya pergi ke Castle Hill dengan menyeberangi Chain Bridge dan kemudian naik ke puncak Buda Castle dengan menggunakan furnicular, biayanya sebesar 6 euro per orang. Perjalanan menaiki puncak dengan furnicular sangat menyenangkan, tetapi memang cukup mahal. 

    Pemandangan saat menaiki funicular

    Berhubung pasukanku banyak baby dengan buggy dan 2 orang tua lansia, so furnicular menjadi alternatif pilihan jauh dari kelelahan fisik. Buat yang muda-muda lebih baik berjalan sehat menaiki bukit, karena katanya hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit dan juga tidak melelahkan secara fisik.

    Apa saja yang bisa kalian explore saat kalian berada di komplek Buda Castle :

    Sandor Palace

    Begitu keluar dari furnicular, dari sisi sebelah kanan kalian akan melihat Istana Sandor. Istana sandor adalah kediaman resmi Perdana Menteri sampai 1944 dan sekarang adalah rumah bagi presiden Republik. Bangunan neoklasik ini dijuluki Gedung Putihnya Hungaria.


    Royal Palace 

    Istana Kerajaan, pernah menjadi kediaman Raja-raja Hungaria. Dibangun kembali beberapa kali karena kehancuran perang, dan terus dibangun ulang. Bangunan istana  ini merupakan perpaduan berbagai gaya arsitektur. Sekarang bangunan ini tidak lagi menjadi tempat tinggal raja, tetapi kini menjadi  museum sejarah Budapest dan Galeri Nasional Hongaria. Galeri ini memiliki koleksi besar lukisan, gambar, dan patung Hungaria. 

    Habsburg Gate- Entrance to the Royal Palace

    Royal Palace
    Fisherman's Bastion (The Halászbástya

    Benteng Nelayan Fisherman's Bastion adalah teras dengan arsitektur gaya neo-Gothic dan neo-Romanesque yang terletak di bukit Castle. Bertengger 48 meter di atas Danube dan terlihat cantik di atas Várhegy (Castel Hill).

    Menara berbentuk kerucut

    Sisi depan teras

    Fisherman's Bastion dirancang dan dibangun pada akhir 1800-an, dan memiliki 7 menara berbentuk kerucut,  yang mewakili 7 suku Magyar yang mendirikan Hungaria saat ini.

    Tangga-tangga menuju fisherman's
    Selain dari tujuh menara yang mengesankan, dari tempat ini kalian akan disuguhi untuk menikmati pemandangan terbaik di Budapest. Kalian dapat melihat Sungai Danube, Jembatan Rantai Széchenyi dan Gedung Parlemen Hungaria yang sangat mengesankan dari tempat ini. 

    My Parents

    Matthias Church

    Gereja Matthias The Church of Our Lady lebih dikenal sebagai Matthias Church dengan atap yang penuh warna terletak tepat di sebelah Fisherman's Bastion. Gereja berusia lebih dari 700 tahun, beratap genteng keramik terbuat dari ubin Zsonay dan inilah yang membuat gereja ini begitu unik. 

    Gereja ini diambil dari nama Raja Matthias Corvinus, gereja Matthias telah menyelenggarakan banyak penobatan sejak dibangun pada abad ke-13, menjadikannya salah satu gereja terpenting di Hungaria. Penobatan raja Austria Franz Joseph dan istrinya Elizabeth,  dimahkotai di sini yang menandai pembentukan Kekaisaran Austro-Hungaria pada tahun 1867. Begitu juga dengan Habsburg dan terakhir, Karl IV dan Zita juga dinobatkan di gereja ini. 

    Matthias Church
    Beratap keramik Zsonay

    Trinity Square 

    Trinity square pada dasarnya adalah bagian utama dari Kota Tua. Di tengah alun-alun tepat didepan gereja, adalah tiang Trinity untuk memperingati akhir wabah epidemi. Tiang ini dihiasi dengan patung-patung malaikat kecil dan patung-patung orang kudus yang lebih besar, diakhiri oleh sebuah patung yang mewakili Tritunggal Mahakudus. Alun-alun ini dikelilingi oleh Arsip Pusat, Gereja Matthias dan Balai Kota Tua. 

    My parent with trinity background

    Maria Magdalena Tower 

    Terletak di ujung utara Castle Hill, Maria Magdalena Tower adalah satu-satunya gereja yang diizinkan untuk tetap menjadi Kristen selama pemerintahan Turki. Sayangnya sebagian besar gereja hancur dalam Perang Dunia II dan hanya sebagian kecil dari itu telah dibangun kembali. Bagian  yang telah direkonstruksi adalah menara dan satu jendela Gothic. Di ujung halaman di depan gereja, ada struktur tinggi yang terlihat seperti jendela gereja. 




    Margaret Island

    Dari Buda Castle kami melanjutkan perjalanan ke Margaret Island dengan berjalan kaki menyusuri Danube river. Margaret Island merupakan  pulau alami di tengah Danube di pusat Budapest, dan merupakan tempat yang bagus untuk menghindari kebisingan dan hiruk pikuk pusat kota. 

    Fountain Musical
    Kalian bisa masuk ke Pulau ini melalui jembatan Margaret atau jembatan Árpád. Seluruh area adalah taman besar, area rekreasi paling populer di kota dengan banyak fasilitas olahraga, taman air, taman bunga, taman Jepang, kebun binatang kecil, air mancur musik, menara air, teater terbuka dan beberapa reruntuhan abad pertengahan.

    Fountain Musical at night

    Di tengah pulau berdiri sebuah Water Tower, menara ini juga menawarkan pemandangan panorama yang indah dari teras di bagian atas. Salah satu atraksi terbaik di tempat ini adalah Air Mancur Musikal. Air mancur musical ini sangat populer dan jadi atraksi favorit kami, saat atraksi air mancur ini dimulai, sambil diiringi iringan musik.


    Malam di margaret island adalah hari terakhir kami di kota cantik ini. Budapest kota yang menarik dengan kultur Eropa Tengah yang unik dan jauh berbeda dengan negara-negara Eropa Barat. Demikian blogger ceritaku kali ini, segera dech pesen tiket untuk mengunjungi kota yang satu ini, dan sudah pasti ga akan menyesal.

    Update terus ya ceritaku lainnya masih di Hungaria, ketika kami menghabiskan liburan kami di Lake Balaton. Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.

    Grüße