content='7496bf2686970bfa' name='yandex-verification'/>

Blog jerman,kehidupan,baby,resep masakan jerman,budaya jerman,pergaulan hidup

Thursday, 10 May 2018

Der Frühlingsanfang, atau musim semi telah tiba. Tahun ini adalah musim semi ketiga untukku. Setelah musim dingin yang panjang, masyarakat Jerman menyambut permulaan musim hangat dengan perayaan Paskah dan banyak festival musim semi lainnya. 

Frühlingzeit
Setelah beberapa bulan melihat warna putih polos dan langit kelam, tiba-tiba semua menjadi cerah, tentu orang-orang pun menjadi semangat setiap kali ingin keluar rumah. Bunga yang berwarna-warni, daun yang hijau segar dan langit yang biru cerah memberikan semangat yang luar biasa. 

Frühlingzeit
Orang-orang sudah jarang menggunakan atribut musim dingin baik jaket tebal, mantel, syal, mütze (topi), sepatu boots, atau sarung tangan. Sebagian besar sudah mulai menggunakan jaket tipis atau cardigan warna-warni, bahkan beberapa mulai ada yang menggunakan baju tanpa lengan ataupun bercelana pendek ria. 

Ketika masuk musim semi, sebagai penanda resmi maka waktu pun ikut berubah. Kalau saat masuk musim gugur, di Jerman menggunakan Winter Time, di mana waktu diperlambat satu jam. Saat masuk musim semi pada hari minggu terakhir di bulan Maret dimulai pada jam 2:00, menggunakan Summer Time. 

Raps Pflanzen dimusim semi
Kalau musim winter kami merubah jam dinding mundur 1 jam dari biasanya, dan saat musim semi tiba kami merubahnya kembali maju 1 jam lebih awal. Jadi enggak heran ya, biasanya mulai bulan April sampai dengan September perbedaan waktu Indonesia dan Jerman selisih 5 Jam. Sementara bulan Oktober sampai dengan maret selisihnya 6 jam. 

Cuaca Musim Semi di Jerman 

Puji Tuhan akhirnya bisa melewati musim dingin dengan selamat. Beruntung bagi aku dan keluarga yang tinggal di wilayah Sachsen, karena disini salju jarang turun, kami hanya dapet dinginnya saja tanpa harus kerepotan dengan salju. Walaupun begitu, memang tidak banyak yang bisa dilakukan kalau cuaca sedang dingin, selain menghibur diri sendiri dengan Kaffee und Kuchen (kue) untuk penghangat badan. 

Cuaca di Jerman tidak bisa diprediksi, kadang-kadang sudah musim semi tapi masih bisa turun salju pada bulan Maret, dan cuaca di bulan April dapat berubah dari matahari ke hujan dalam beberapa jam. 

Bermain aman diatas rumput

Jadi enggak heran walaupun matahari sudah muncul, tetapi masih banyak orang yang menggunakan jaket dan syal, karena memang wlaupun ada matahari tetapi tetap dingin. Jangan heran pula melihat orang menggunakan syal, sambil makan es krim saat matahari bersinar. 

Bermain aman diatas rumput

Aku sangat senang sekali melihat suhu mulai menghangat, malam hari jadi lebih terang dan langit biru dan Blumen (bunga-bunga) mulai bermekaran dan daun-daun mulai hijau, membawa warna dan kehidupan yang menyenangkan. 

Aktivitas Masyarakat Jerman di Musim Semi 

Setelah sinar matahari pertama keluar (meskipun masih dingin), kebanyakan masyarakat Jerman menghabiskan waktu di luar rumah. Apa saja sih aktivitas yang biasa dilakukan masyarakat Jerman saat musim semi tiba ?, untuk  menikmati awal musim hangat yang ditunggu-tunggu. 

1. Santai di taman

Di semua taman kota dipenuhi dengan bunga-bunga yang bermekaran dan berwarna-warni. Taman-taman dikunjungi, orang-orang berpiknik dan berjemur dibawah sinar matahari sambil tiduran dan membaca buku. 

Bersantai di Taman
Berbaring dirumput yg nyaman
Bagiku dan suami saat musim panas seperti ini, adalah saatnya untuk angon bocah sambil menikmati hamparan rumput taman yang bersih dan luas. Karena saat ini Kathleen sedang merangkak dan belajar jalan, setiap hari kami mengajaknya untuk bersantai ditaman. 

Angon bocah

Aku sengaja membiarkan kathleen untuk bermain dan merasakan langsung sensasi berjalan diatas rumput tanpa alas kaki. Aku juga mengijinkan anakku untuk merangkak diatas rumput, kesana kemari bermain sesuka hatinya. Senang sekali momong bocah di tempat terbuka seperti ini, selain udaranya bersih dan segar, sangat aman bagi keamanan anak-anak dan tentunya tidak membosankan. 

Bebas merangkak

Tentunya kesempatan seperti ini sangat langka di Indonesia, apalagi di Jakarta untuk menemukan taman kota yang menyenangkan. Dalam hati tentunya aku merasa sangat bersyukur, karena mendapatkan kesempatan menikmati fasilitas yang baik dinegara maju.


2. Berkebun 

Saat musim semi tiba, saatnya juga bagi masyarakat Jerman untuk berkebun. Tidak hanya orang tua, yang muda-mudapun mulai sibuk untuk mempercantik balkon apartemen atau taman rumah dengan aneka tanaman dan bunga-bunga yang indah. 

Bunga khas musim semi
Tidak heran kalau diakhir musim dingin toko-toko bunga mulai menjual aneka macam alat-alat berkebun, tanah dan fertilizer, bibit untuk berkebun, mulai dari bunga-bunga yang cantik beraneka warna, sayuran, dan tanaman lainnya. 

Akupun enggak ketinggalan untuk kegiatan yang satu ini, walaupun enggak punya balkon, tetep aja sibuk mengganti tanah di pot dengan tanah baru dan tambahan pupuk supaya tanamannya subur. Tanaman yang ada di Wohnung kami cukup banyak, karena aku memang suka tanaman walaupun dengan segala keterbatasan lahan. Koleksiku memang lebih banyak tanaman hijau dibanding bunga warna-warni. 

Cherry blossom

Kathleen paling sering bikin momynya senewen, karena kalau lewat didepan tanamanku, pasti selalu mau mencabut atau merusak tanaman momynya. Otomatis pasti selalu momynya tarik menjauh menuju tumpukan buku papanya. Hahaha dan papanya pun protes sambil komentar, yaya kalau tanaman tidak boleh dirobek tapi buku papa.....hemmmmm. 


3. Menikmati Bir, kopi dan kue, serta ice cream 

Biasanya orang Jerman banyak yang menghabiskan waktu di luar rumah, bersama teman-teman di akhir pekan pergi ke Biergarten (tempat minum bir yang berada di tempat terbuka seperti taman). 

Saat musim semi tiba, biergartens akan dibuka dan bangku-bangku mulai di tata diluar. Bir menjadi minuman favorit di Jerman, bulan apa pun, selalu minum bir. Kafe, bistro dan tempat menjual es krim, juga menyediakan tempat tempat duduk dan meja di luar. 
Biergarten
Tidak jarang kalau pas kebetulan hari sabtu atau minggu dan suhu menghangat, membuat antrian panjang di kedai es krim yang ada di kota kami. Hahaha karena kami tinggal di Zentrum otomatis, makan Eis nya dihari biasa aja supaya ga perlu mengantri lama. Semua sangat suka menikmati eis cream, baik orang tua anak-anak maupun orang dewasa.

Terkadang harus mengantri, terutama di hari Sabtu & Minggu
Semua menyambut musim semi yang hangat, sambil berbincang dengan teman atau kerabat menikmati suhu udara yang menghangat di teras cafe, sambil menikmati secangkir kopi atau teh bersama kue-kue yang dijamin enak dan menggugah selera. 


4. Spargelzeit 

Makanan pilihan selama Fruhlingszeit adalah Spargel. Sejenis asparagus tapi bukan varietas hijau pada umumnya. Spargel adalah sejenis asparagus putih (tumbuh di bawah tanah sehingga tidak pernah mendapat sinar matahari). 

Umumnya untuk mencoba sayuran yang sangat enak ini, tersedia bulan April hingga 24 Juni (akhir resmi Spargelzeit). Saat musim semi banyak restaurant menghidangkan menu dengan hidangan asparagus putih di dalamnya. 

Spargel dengan saus Hollandaise

Spargel sedikit lebih berkayu, sehingga saat kita mau menyantapnya perlu mengupas lapisan luar, memotong bagian bawah dan mendidihkannya sampai benar-benar empuk.  Silvio suka memakan spargel yang empuk jadi masaknya agak lama kurang lebih di rebus selama 30 menit.

Cara menghidangkan spargel yang paling sederhana, hanya menambahkan glasir saus hollandaise atau mentega, kemudian sajikan dengan kentang dan Schnitzel hingga Spargel Suppe. Bahkan ada makanan penutup (dish) spargel, spargel dalam mousse cokelat, spargel crumble, es krim spargel. 


5. Grillen atau barbequean 

Juga menjadi salah satu kegiatan favorit yang dilakukan orang-orang di Jerman ketika musim semi. Kegiatan ini biasanya dilakukan di taman kota ataupun teras rumah bersama keluarga maupun kerabat lainnya. 

Biasanya Mereka akan membakar wurst atau sosis Jerman, dan daging Rinder (sapi) atau schwein (ham). Tidak lupa juga ada menu kartofell salad atau nudddle salad, dan bir sebagai minumannya. 

Kami mendapat undangan untuk barbequean di rumah temanku yang menikah dengan pria Jerman. Teman saat kami sama-sama belajar di VHS, seorang wanita warga negara Peru. Aghhhh senangnya sambil ngerumpi macem-macem, dan para suami sibuk membakar daging dan wurst yang nantinya akan kami santap.

Meine Freundin und ihr Mann

6. Bersepeda atau Jalan Santai

Orang Jerman memang sangat senang berjalan kaki atau spazieren gehen. Setiap har mulai dari bayi, anak-anak dan orang dewasa pasti menyempatkan diri mereka untuk menikamti udara fresh di luar rumah. Musim tidak menjadi halangan bagi mereka untuk menyempatkan diri melakukan olahraga sehat dan murah ini. Apalagi saat suhu menghangat, keluar rumah sambil berjalan santai adalah wajib. 

Bersepeda santai dengan pemandangan indah
Selain jalan santai, orang Jerman suka melakukan kegiatan bersepeda terutama di saat musim panas. Ada yang beraktifitas dari satu tempat ke tempat lain menggunakan sepeda, ada juga yang memang berniat olahraga bersama keluarga terutama disaat hari libur. 

Pejalan kaki dan pengendara sepeda akan merasa aman tanpa terganggu takut diserempet oleh kendaraan bermotor seperti di Indonesia. Karena disini, bagi pejalan kaki dan pengendara sepeda disediakan jalur khusus untuk mereka. 

Pemandangan  khas musim semi dari sisi jalan raya
Pejalan kaki dan pengendara sepeda adalah raja, saat akan menyeberang biasanya mobil atau kendaraan beroda lainnya akan memberi kesempatan bagi pejalan kaki dan pengendara sepeda untuk lewat terlebih dahulu. Apalagi kalau kalian membawa anak-anak dengan kinderwagen atau stroler, sudah pasti didahulukan dan itu suatu keharusan.

Semuanya sangat menyenangkan, karena banyak yang bisa dilakukan diluar rumah kalau cuaca hangat dan menyenangkan seperti ini. Gimana cerita kalian menikmati musim semi di negara lain?, atau pernah punya pengalaman menarik menghabiskan musim semi?, share ya dikolom komentar dibawah ini. 

Jika ingin mengikuti update tulisanku, kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku. 

Grüße

Tuesday, 10 April 2018

CINCIN pernikahan merupakan suatu simbol cinta yang melambangkan bentuk dari rasa cinta yang mendalam antara pasangan yang telah melakukan pernikahan. Begitu juga bagi kami berdua, kami sangat paham arti penting cincin kawin yang menjadi simbol terikatnya komitmen cinta kami dalam sebuah pernikahan. 

Sedihnya kehilangan cincin kawin 

Hari ini aku mau share ke blogger saat kami merasa sedih sekali waktu kehilangan cincin pernikahan kami. Masih inget banget waktu itu kejadiannya beberapa hari sebelum hari Natal, tepatnya 22 Desember 2017. Jadi cerita bermula waktu suamiku mau mengadakan acara reunian bersama temen-temen masa kecilnya yang biasa dilakukan setahun sekali menjelang Natal. Suamiku minta ijin untuk dateng, dan rencananya akan menginap dirumah mertuaku. Aku dan Kathleen memang tidak ikut papanya, karena tanggal 24 Dec kami rencananya mau menghabiskan liburan Natal dirumah mertuaku. 

Jadilah papanya kathleen menginap sendiri tanpa kami berdua. Biasanya kalau acara reunian seperti ini, pasti ngobrol ngalur ngidul sampai tengah malam, dan tidak mungkin bagi suamiku kembali ke Oschatz yang jaraknya 1 jam dari kota kelahirannya dalam keadaan menyetir dalam pengaruh alkohol. Tau sendirikan orang Jerman itu senang minum bir ataupun wine terutama saat acara kumpul-kumpul seperti ini. 

Winter 2017 ini jarang turun salju. Salju hanya turun 1 minggu diawal bulan desember, dan diakhir maret. Suamiku berencana kerumah temannya menggunakan sepeda dan meninggalkan mobilnya di Wohnung mamanya. Begitu tiba dan memarkir mobil diparkiran, Silvio langsung menuju kebelakang Wohnung untuk mengambil sepeda dan langsung menuju rumah temannya. Dia belum menyadari kehilangan cincin kawin kami, baru setelah hampir sampai dirumah temannya, sadar cincinnya sudah hilang. 

Waktu sadar kehilangan cincin kawin, dia kembali lagi menyusuri perjalanan ke apartemen mamanya, tapi tetep tidak ketemu. Beruntung salju tidak turun, masih cukup mudah untuk melihat ketanah, tapi setelah ditelusuri tetep juga tidak ketemu. Tidak mudah memang untuk mencarinya, karena malam, gelap, dan jalan sepeda di kota suamiku kanan kirinya rumput yang cukup tinggi. 

Pagi harinya bersama mertuaku Silvio kembali ke lokasi dekat Gästhaus tempat ia sadar kehilangan cincin kawin. Dari situ dia berjalan sendiri menyusuri jalan mencari cincin kawin kami yang jatuh, tapi tetep juga tidak ketemu. Sore hari suamiku sampai dirumah ngomong kalau dia kehilangan cincin kawin. Kaget campur sebel banget, dapet kabar seperti ini. Kami baru menikah 1,5 tahun dan kehilangan cincin kawin. 

Mitos yang beredar dimasyarakat, jika kehilangan cincin kawin 

Mulailah drama korea tayang, (hahaha) sambil ngomel dan adegan nangis bombay. Pastinya kecewa banget donkkk, plus juga adegan ngambek sama suamiku. Yang bikin sebel suamiku keliatan santai aja, hahaha maunya gimana donk?. Mauku dia ikutan setres seperti aku yang semaleman itu nangis sambil ngedumel, bercampur dengan segala pikiran yang tidak-tidak. 

Ya terus terang aku mulai berfikiran negatif, kepikiran mitos-mitos yang beredar di masyarakat kita, kalau kehilangan cincin nikah atau cincin kawin itu pertanda awal dari keretakan keluarga, hadehhhh jadi horor kan. Suamiku berusaha menenangkan aku yang malam itu terus menangis, dan dia berusaha meyakinkan aku untuk mencarinya bersama-sama, saat kami menginap dirumah mutter. 

Aku berusaha untuk mengendalikan emosiku, dan berusaha untuk tidak khawatir dengan semua itu, membuang jauh-jauh pikiran bahwa keluarga yang retak bukan hanya gara-gara cincin kawin yang hilang. Dalam keadaan masih jengkel maksimal dan gelisah, aku berusaha menenangkan diri dengan berdoa. Pertama yang aku mohon semoga Tuhan menjaga rumah tangga kami, dan semoga semua yang aku takutkan dalam nama Tuhan Yesus tetap baik adanya. 

Kedua minta diberi keiklasan, kalau memang cincin itu masih rejeki kami pasti akan kembali kalau bukan rejeki kami, diberi perasaan ikhlas. Pagi harinya aku menelfon ibu dan adikku. Kaget juga mereka mendengar kabar ini, ibuku berusaha menghibur untuk tidak berfikir hal yang aneh-aneh. Dan ibuku juga cerita dulu bapakku juga kehilangan cincin kawin mereka, dan sampai sekarangpun Puji Tuhan mereka baik-baik saja. 

Adikku pun berusaha menghibur bahwa cincin hanya berupa simbol tali pengikat cinta dalam pernikahan, dan pengikat yang lebih berharga adalah kehadiran anak yang sehat dalam rumah tangga kami, so plisss jadi harus buang jauh-jauh pikiran yang aneh-aneh itu. 

Persiapan Natal 2017 

Aku berusaha Ikhlas menerima kenyataan, dan berusaha happy untuk menyambut natal yang tinggal kurang 2 hari lagi. Tanggal 24 Dec 2017, aku menginap dirumah mertuaku. Malam harinya kami berencana akan misa di kota tempat tinggal mertuaku. Siang harinya aku dan Silvio menyusuri kembali jalan yang dilalui Silvio, dalam keadaan udara dingin saat winter kami berdua berjalan sambil menunduk ketanah dan mencari di aspal dan rerumputan. 

Cukup jauh kami berjalan dari rumah mertua sampai ke Gästhaus tempat Silvio sadar kehilangan cincin. Hemm walaupun sudah bolak balik kami tetap tidak menemukan cincin itu. Ya sudah aku sudah ikhlas, aku berusaha mendengar nasehat keluargaku, karena yang terpenting saat ini kami semua sehat. Aku sudah membuang kesedihanku untuk menyambut sukacita Natal 2017 bersama keluarga kecilku. 

Saat kehilangan cincin, mertuaku memang menghubungi Gästhaus lokasi tempat suamiku sadar kehilangan cincin kawin. Beliau menginformasikan jika anaknya kehilangan cincin kawin, jika ada warga atau tamu disekitar Gästhaus ada yang menemukan, mohon untuk dikonfirmasi ke beliau sambil meninggalkan nomor telefon yang bisa dihubungi. kami memang tidak lapor kepolisi karena di kota suamiku tidak ada kantor polisi. Mertuaku juga memberitahu beberapa tetangga disekitar Wohnung, jika ada yang menemukan cincin mohon dikonfirmasi ke beliau. 

Kalau rejeki tidak akan kemana, pasti akan kembali 

Waktu sudah berlalu lebih dari 3 bulan, sudah ikhlas dengan kehilangan cincin kawin kami, walaupun dalam doa masih berharap jika masih rejeki, kami bisa menemukan cincin kawin kami lagi. Akhir maret mertuaku telfon, mengabari bahwa tetangga di Wohnung tempat tinggal mertua kami, ada yang menemukan cincin. Lalu mertuaku menanyakan ciri-ciri cincin kawin kami. 

Silvio bilang bahwa dicincin itu, ada namaku bukan Yosefin tapi hanya efin. Lalu beliau menelfon ketetangganya tentang ciri-ciri cincin kami yang hilang, dan memang betul itu adalah cincin kawin kami yang hilang, ciri-cirinya persis seperti yang kami sebutkan, dan ada nama efin di cincin itu. Wahh hepi dan ga nyangka banget kalau kami bisa menemukan cincin itu lagi. 

Cincin itu hilang menjelang Natal dan ditemukan lagi sebelum Paskah. Kami merayakan Paskah dirumah mertuaku, saat itu tidak lupa kami juga membeli Geschenk atau gift sebagai ucapan terimakasih bagi yang sudah menemukan cincin kami. Siang hari kami meluncur ketetangga Wohnung mertuaku, sambil membawa sekrak bir untuk hadiah. 

Ternyata yang menemukan adalah seorang pria sebaya suamiku, dia bercerita sambil agak mengingat kejadiannya lagi karena lupa. Waktu itu menjelang Natal, setelah memarkir mobil didepan Wohnung diparkiran si mas bule menemukan cincin, lalu dibawanya cincin itu dan diinformasikan ke seine Frao kalau dia menemukan cincin. Tetapi karena tidak tahu itu cincin siapa hanya diletakkan begitu saja dimeja, dan kemudian terlupakan tidak dibahas lagi. 

Selang beberapa bulan si mas bule lalu teringat dengan cincin ini, singkatnya ia cerita ke tetangga Wohnung kalau menemukan cincin. Dan dari tetangga itu ada yang tau bahwa Frao hübner's Sohn hatte seinen Ehering verloren (kehilangan cincin kawin). Dan akhirnya tetangga mertuaku langsung menginformasikan ke mertuaku, dan akhirnya kami bisa menemukan kembali cincin kami yang hilang. 

Wahhh amaze banget dengan semuanya ini, cincin kami bener-bener bisa kembali kekami lagi. Ternyata awalnya kami mengira cincin itu jatuh di dekat lokasi Gästhaus ternyata jatuh di tempat parkir di Wohnung mertuaku. So bukan seperti perkiraan suamiku jatuh saat suamiku mengerem saat berkendara sepeda. Tetapi mungkin jatuhnya karena memang cincin itu longgar dijari manis suamiku, saat itu memang hectic, suamiku buru-buru, menyambar tas dan bawaan lainnya, dan karena longgar akhirnya jatuh. 

Belajar kejujuran dari orang barat 

Buat aku memang ajaib, aku terbayang kalau cincin ini hilang di Indonesia kemungkinan besar tidak akan kembali. Apalagi jika ditemukan sesorang, pasti hanya sebagian kecil, yang mempunyai niat untuk mengembalikan cincin ini. Biasanya pasti akan jadi milik entah dipakai sendiri atau malah dijual ketoko emas dengan harga murah. Aku memang belajar, meniru segala hal yang baik dari perilaku masyarakat barat, jika mereka menemukan sesuatu pasti akan dikembalikan, atau diberikan kepetugas security. 

Sangat jarang bagi mereka jika menemukan sesuatu malah jadi milik. Moral seperti ini memang sudah dididik dan ditanamkan sejak dini kepada setiap anak, sehingga tidak heran setelah dewasa mereka sudah sangat paham tentang hal ini.

Cincin kawin menandakan status seseorang

Memang terus terang, aku bangga jika kami bisa memakai cincin kawin kami. Selain cincin kawin memiliki makna bukti cinta tanpa akhir dan komitmen pada pasangan, dengan mengenakan cincin pernikahan menunjukkan status atau bukti bahwa mereka telah menikah. 

Di jerman tidak banyak pasangan yang menikah, hanya tinggal bersama tanpa pernikahan. Disaat suamiku juga memakai cincin kawin, sudah pasti bangga karena pria yang disampingku ini adalah suami sah yang terikat dalam komitmen pernikahan bersamaku. 

Positif, positif dan positif 

Kalau kalian mengalami kejadian yang sama dengan ceritaku, saranku gak perlu gelisah dengan pikiran yang aneh-aneh seperti pikiranku, karena mitos seperti itu tidak benar adanya. Ambil hikmahnya saja saat kehilangan cincin, untuk berfikir dengan rasional, atau berfikir jernih, agar kita menjadi orang yang matang dalam berkeluarga, serta dapat memahami alasan pasangan kita, dan tak perlu marah-marah karena kelalaian pasangan kita. 

Siapapun yang menghilangkan cincin itu, dituntut untuk menjadi orang yang bisa berkomunikasi yang baik dengan pasangan, jelaskan apa adanya kejadian tanpa perlu ditambahi atau di dramatisir sehingga malah nantinya menjadi tidak baik. Jadi sekali lagi kita tak perlu khawatir jika kehilangan cincin kawin. Yakinlah kalau memang masih rejeki kita pasti bisa kembali lagi. 

Dan seandainya tetap tidak ditemukan juga, lebih baik mengiklaskan dan lebih memikirkan kebahagian kita saat ini dan masa yang akan datang. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa kehidupan pernikahan tidak selamanya mulus, kadang ada masa yang sangat membahagiakan, kadang ada juga masa yang cukup sulit untuk dilalui bersama. Namun, semua itu memang harus dihadapi bersama apapun itu tantangannya. 

Mari kita memahami dengan bijak, adanya keretakan rumah tangga itu berawal dari masalah kedua belah pihak yang tidak bisa dipecahkan bersama, dan mengharuskan keduanya berpisah. Perkawinan abadi hanya bisa ditentukan oleh keteguhan pasangan yang bersangkutan, untuk menjaga komitmen masing-masing, sedangkan keawetan cincin kawin sangat tergantung pada cara pemggunaan, penyimpanan, dan perawatan yang dilakukan. 

Cincin yang sempit akan mengganggu kelancaran aliran darah, sedangkan cincin yang longgar akan mudah terlepas dari jari tangan, seperti punya suamiku ini. 

I wanna growing old with you

Bagaimana dengan kalian?, apa punya pengalaman yang sama denganku?. kalian bisa mensharenya di kolom komentar dibawah ini. 

Jika ingin mengikuti update tulisanku, kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku. 

Grüße

Thursday, 22 March 2018

MASIH ingat rasanya ketika pertamakali, aku membawa pulang bayi mungilku dari rumah sakit. Dengan berjalannya waktu, bayi yang dulu mungil itu Puji Tuhan saat ini tumbuh sehat dan aktif. 

Diusia 7 – 9 bulan, tahap perkembangan motorik kasar pada anak ditandai dengan kemampuan untuk mulai merangkak, berdiri dan berjalan. Sedangkan untuk motorik halusnya ditandai dengan kemampuan anak untuk meraih, menggenggam dan menjatuhkan sesuatu. Kali ini aku mau share tentang milestone Kathleen diusia 7-9 bulan. 

Usia 7 bulan 

Diusia 7 bulan ketika diajak jalan-jalan menggunakan strolernya (kinderwagen), kathleen sudah tidak mau lagi dibaringkan. Ketika dibaringkan dia akan mengangkat kepalanya, minta diposisikan duduk. 

Kathleen senang sekali waktu pertama kali di dudukkan di stroler, selama jalan-jalan matanya sibuk liat kesana kemari. Sepertinya dia enggak mau melewatkan pengalaman baru ini, dengan tidur distroler seperti sebelumnya, alhasil begitu sampai dirumah baru tertidur pulas karena kecapekan. 


Kathleen juga sedang memasuki fase mengambil, dan memasukan apa saja ke mulutnya. Dia juga sudah dapat memegang dua benda yang berbeda pada waktu bersamaan, dan juga sudah dapat menjatuhkan mainannya berulang-ulang. Diusia ini dia sudah dapat mengontrol kepalanya tegak, dan dapat duduk sendiri tanpa ditopang. 

Kathleen sudah mengerti dan hafal siapa-siapa orang yang dekat dengannya dan siapa yang tidak. Kalau momynya menghilang sebentar dia akan menangis, maunya terus menempel ke momynya. Pokoknya harus ada salah satu yang dia kenal, baru dia akan tenang dan enggak cemas. Bayi akan bereaksi negatif jika bertemu dengan orang asing. Biasanya dia akan rewel, berulah, atau bahkan menangis jika bertemu dengan orang-orang yang tidak dikenalnya. 

Di usia 7 bulan Kathleen sudah mulai senang mengangkat dan menurunkan bokong serta pungungnya. Kathleen juga sudah mulai mengerti arti bahasa, dia sudah mulai merespon ketika aku berkata “nein”, walaupun kadang-kadang belum tentu mengikuti laranganku. Dia juga memberi respon membalikkan kepalanya waktu aku memanggil namanya. 

Kathleen sudah bisa berekspresi dengan wajahnya tersenyum lebar atau cemberut. Bayiku juga sudah bisa berkomunikasi secara vokal dengan membuat berbagai suara berbed - beda, tertawa, berceloteh “da da da” menggunakan bahasa bayi. Aku juga mengajarkan Kathleen untuk bersalaman dan bertepuk tangan. Berlatih tepuk tangan sambil mendengar lagu anak-anak, dapat memberikan rangsangan untuk menguatkan otot-otot lengan dan jari-jari bayi. Kalau digendong momy atau papanya, Kathleen akan meloncat-loncatkan kakinya. 

Aku sudah memberikan kathleen makanan tambahan asi sejak usia 5 bulan. Biasanya aku membuat puree untuk menu pagi dan sore hari, dengan menambahkan räpsöl sebanyak 1 sdt. Makanan tambahan yang aku berikan ke Kathleen mencakup 4 sehat 5 sempurna. 

Untuk kabohirat biasanya aku menggunakan kentang atau ubi (sußkartofeln). Untuk protein hewani biasanya aku campur dengan memilih salah satu baik ayam, daging, atau salmon. Protein nabati atau sayurannya biasanya aku menggunakan kembang kol, brokoli, kacang polong, wortel, buncis, atau kapri. Nah aku juga menambahkan buah seperti apel, pisang, pir, alpukat, atau melon. 

Semuanya aku rebus (±) 15 menit dan aku blender menggunakan hand mixer. Ahhh praktis deh,cepat mengolahnya, dan yang pasti sehat dan si bocah lahap setiap makan. Memang enak sih karena manis dari ubi nya, aku memang jarang menggunakan campuran kentang lebih banyak menggunakan ubi. 

Tidak perlu menambahkan garam, karena bayi 0 – 12 bulan, indera perasa asinnya pun belum berfungsi. Dari yang aku baca juga, reaksi bayi terhadap garam sangat sensitif. Begitu dia menerima garam dari makanannya, tekanan darahnya akan melonjak tinggi. Hal ini dapat berdampak jangka panjang. 

Satu tahun pertama, usahakan makanan yang diberikan pada bayi tidak diberikan garam sama sekali. Dalam ASI, sayuran, kacang-kacangan dan daging sebenarnya sudah terdapat kandungan garam alami yang mencukupi kebutuhan bayi. 

Usia 8 Bulan 

Beberapa bayi dari usia 7 bulan sudah mulai merangkak, walaupun pada umumnya kemampuan merangkak dapat dilakukan bayi di usia 8-10 bulan. Di usia 8 bulan ini, Kathleenku belum mau merangkak, aku baru tersadar saat ibuku bertanya apakah Kathleen sudah mulai merangkak diusia 8 bulan ini. Kesalahan kami, selama ini kami kebanyakan mendudukan kathleen disofa bersama kami, sehingga tidak ada kesempatan untuk belajar merangkak di space yang luas. 

Akhirnya kami mulai banyak meletakkan kathleen di lantai beralaskan karpet, setiap aku pancing dengan mainannya dia akan melipat kakinya seperti mau merangkak, tetapi tidak mau mengangkat pantatnya. Kalau diajarkan merangkak dengan mengangkat pantatnya dia malah menagis (hadehhh). 

Dia sudah bisa mengungkapkan kekesalannya dengan bilang hhhhhhh, setiap dijejer mainan kesukaannya dia akan mencoba meraih, otomatis sama momynya langsung dijauhkan secara perlahan, dan anaknya pun jadi mangkel trus menangis. Sepertinya Kathleen tidak tertarik merangkak, tetapi dia akan senang sekali kalau diberdirikan sambil berpegangan pada kursi atau meja. 

Dari yang aku baca, tidak semua bayi melalui tahapan kemampuan merangkak karena merangkak bukan suatu kepandaian dan keharusan dalam suatu proses tumbuh kembang bayi. Bayi yang tidak melewati tahapan ini mungkin kemampuannya langsung meningkat ke tahapan berdiri dan berjalan. Melihat hal ini aku memberikan rangsangan bagi Kathleen, untuk duduk sehingga dapat memperkuat punggung dan bahu. 

Kathleen sangat senang jika diberi buku, terutama buku bacaan bergambar. Kami sering membaca atau melihat buku berwarna bersama, dan membiarkan Kathleen untuk membolak-balikkan halaman. Dia juga sudah mengenal gambar binatang, dan bus yang ada di kamarnya. Dia bisa meninjukkan jika ditanya yang mana singa (ein löwe), jerapah (eine Giraffe), monyet (ein Affe), maupun buaya (ein Krokodil). Dia selalu tertarik untuk mencabut semua wall sticker didinding ataupun deco yang ada kamarnya.  

Kathleen juga sudah mulai meniru perilaku orang di sekitarnya, dia paling suka diajak main ciluk ba. Dari usia 3 bulan kathleen memang suka bermain ciluk baa, dan ia akan tertawa terbahak-bahak. Diusia 8 bulan ini dia tidak hanya tertawa kalau diajak bermain cilukba, tetapi sudah ada tambahan kata mengucapkan baaa sambil membuka tanganku atau menarik sesuatu yang menutupi wajahku. 

kathleen juga sudah dapat makan biskuit finger food sendiri. Aku membiasakan Kathleen untuk duduk sendiri sambil mengambil dan memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Rangsangan ini selain bermanfaat untuk memperkuat otot punggung dan bahunya, juga berguna untuk melatih keterampilannya dalam menjumput dan menggenggam, di saat masa tumbuh gigi (teething). 

Kathleen mulai tumbuh gigi diusia 8 bulan. Gigi susu pertama biasanya dimulai dengan gigi seri pada rahang bawah dan disusul dengan gigi seri pada rahang atas. Yeay.....yang ditunggu akhirnya muncul juga, ya akhirnya Kathleenku mulai tumbuh gigi. Belum kelihatan tetapi akarnya sudah muncul. Agak susah untuk melihat apakah gigi anakku mulai tumbuh, karena dia selalu menutupinya dengan lidah. Tidak sengaja maminya meraba gusi, dan taraaaa. 

Menurut yang aku baca, setelah gigi mulai tumbuh, mulailah membersihkan gigi dengan menggunakan kain yang lembut dan lembab. Bersihkan setiap permukaan gigi dan batas antara gigi dan gusi secara seksama namun lembut. Kita juga dapat juga membersihkannya dengan menggunakan sikat gigi khusus bayi/anak yang memiliki bulu yang lembut dan kepala sikat yang kecil. 

Tidak perlu menggunakan pasta gigi pada saat ini, tetapi basahilah dengan menggunakan air matang. Bersihkanlah gigi 2x/hari. Tetap jangan biarkan bayi tidur sambil minum susu menggunakan botol susunya. Hal ini akan menyebabkan kerusakan pada gigi anak. 

Usia 9 Bulan 

Di usia ini aku mulai memperkenalkan Kathleen dengan cangkir minuman plastik berwarna yang memiliki dua gagang. Aku membiarkannya untuk menggenggam dan belajar minum sendiri. tapi hati-hati ya, jangan tinggalkan bayi sendirian, jaga jangan sampai bayi tersedak dan bantu apabila si kecil menjatuhkan cangkir minumnya. 

Akhirnya blogger, diusia 9 bulan ini Kathleen mulai memperlihatkan kemampuannya untuk merangkak. kalau dibulan sebelum-sebelumnya, kami harus sedikit memaksa dia untuk belajar merangkak, tapi kali ini secara alami dia menunjukan kemampuan itu. 

Jadi ceritanya Kathleen mulai tertarik memegang kabel dan kotak listrik. Mulailah dia merangkak pelan untuk memegang kabel dan kotak listrik. Woowww otomatis momynya langsung sigap melarang, menjauhkan si bocah dari kotak listrik. Tapi justru malah membuat Kathleen semakin penasaran, biarpun dijauhkan sejauh-jauhnya, secara natural merangkak mendekat ke kabel dan kontak listrik. 

Mulai dari situ anakku mulai pintar merangkak. Hahaha lucu juga kalau dipikir, supaya momynya senang dan diijinkan main dengan kabel dan kontak listrik, mulai show off krabbeln (merangkak). Karena kathleen sudah mulai menjelajah kesemua sudut rumah, papanya mulai melakukan beberapa pengamanan termasuk yang berhubungan dengan listrik. 

Yang paling mengasyikkan saat ini bagi kathleen, ia sudah bisa diajak bermain permainan yang ada di taman. Ayunan khusus bayi, kuda-kudaan adalah favoritenya saat ini. Walaupun masih winter, udara dingin ataupun salju bukan halangan bagi kathleen untuk tidak bermain di taman. Terkadang disaat matahari muncul aku ajak dia untuk duduk-duduk dirumput taman. 

Diusia 9 bulan ini kami melakukan kunjungan ke dokter untuk imunisasi. Kathleen sudah mendapatkan suntikan Hepatitis B untuk ke3 kalinya. Dokter juga memberikan tablet Fluoretten untuk pertumbuhan giginya. Senangnya melihat buah hati kami tumbuh sehat dan aktif. Dan yang membuat kami bahagia, kami bisa melewati musim winter ini, puji Tuhan dalam keadaan sehat.

Demikian shareku kali ini mengenai buah hati kami, bagaimana dengan pengalaman kalian sebagai papa dan mama muda?. Kalian bisa share pengalaman kalian di kolom komentar. 

kalian juga bisa mengikuti ceritaku mengenai milestone babyku di cerita sebelumnya:

https://www.bojonesilviostorylife.com/2017/10/merawat-bayi-0-3-bulan.html

https://www.bojonesilviostorylife.com/2018/01/merawat-bayi-4-6-bulan.html

Jika ingin mengikuti update tulisanku, kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.

Grüße

Thursday, 1 March 2018

Tidak terasa sudah hampir 2 tahun tinggal di Jerman, tidak sedikit teman, kerabat, dan kenalan yang berkomentar, "Enak ya tinggal di Eropa". Wajar sebenernya kalau berfikiran seperti itu, tinggal di negara maju dengan fasilitas yang baik dan terjamin, mulai dari pendidikan, kesehatan, tunjangan hidup, dan pensiun hari tua. Jawabannya tentunya ada enak dan ngga enaknya juga, walaupun tentunya aku akui, lebih banyak enaknya ketimbang enggak enaknya. Ya sudah pastilah enak Yang pasti tentunya happy banget, tinggal di negara orang dengan keluarga yang kamu cintai dan mencintai kamu juga, jadi kamu tidak merasa kesepian dan nelangsa karena berjauhan dari keluarga di Indonesia.
 
um die Welt ist mein Traum

Dari semua yang menyenangkan itu, tetap bagaimanapun juga ada plus dan minusnya. Aku akan membahas hal-hal yang menyenangkan sampai yang tidak menyenangkan selama aku tinggal di luar negeri. Tetapi untuk bahasan diawal akan aku mulai dengan hal-hal yang susah alias bagian yang tidak menyenangkan ketika tinggal di luar negeri. Lalu seperti apa sebenarnya rasanya tinggal di Eropa, benua yang jaraknya belasan ribu kilometer dari rumah nyamanku bersama keluarga di Indonesia?. Apa sih dukanya tinggal di Luar negeri (Eropa) ?,  aku coba membahasnya satu persatu: 

  • Kendala bahasa, kebetulan aku tinggal di Jerman Timur, di sebuah kota kecil bernama Oschatz. Tantangan pertama ketika tiba dan tinggal di sini jelas mempelajari bahasanya. Bagi kalian yang tinggal di kota besar seperti Berlin, Frankfurt, Hamburg, dan kota besar lainnya, tentunya tidak begitu sesusah aku, kenapa?. Karena ditempatku mayoritas adalah penduduk asli yang hampir tidak pernah berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Dikota-kota besar tentunya kita masih menjumpai banyaknya imigrant dari Indonesia atau negara lain yang bekerja atau study, sehingga bahasa Inggris masih digunakan untuk berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Tetapi tinggal dikota kecil, tantangan dan kesulitannya jauh lebih besar,  kemampuan menggunakan bahasa Jerman secara mandiri ist Must!. Jangan dikira bahasa Jerman ini gampang dikuasai, karena buatku gramatikal bahasa Jerman ini susahnya ampun-ampun, selain itu orang Jerman juga banyak yang tidak terlalu suka menggunakan bahasa Inggris meskipun mereka bisa. Mereka seperti masyarakat Perancis yang bangga menggunakan bahasa ibu, dalam berkomunikasi sehari-hari termasuk dengan orang asing. Karena tinggal di negara berbahasa Jerman, aku jelas harus bisa (dan berupaya) memahami dan mengerti bahasa Jerman untuk bisa survive hidup di sini, tidak bergantung dengan suamiku yang memang native. Setiap hari Deutsch sprechen with native alias dengan suami, walaupun masih terbata-bata pengucapannya karena pakai lama mikir gramatik dan vocabularynya. Makanya salah satu syarat untuk menetap di Eropa adalah harus lulus tes bahasa nasional mereka, supaya bisa berbaur dan beradaptasi dengan masyarakat lokal. Untuk syarat yang satu ini, aku sangat mendukung karena memang sangat-sangat dibutuhkan dan berguna sekali  untuk komunikasi dasar.
  • Perbedaan budaya dan adat istiadat. Ini sudah pasti, dimanapun kita menetap kita harus mengikuti adat dan budaya ditempat tinggal kita. Meskipun aku berasal dari negara dengan budaya timur, tapi aku juga harus belajar dan menghargai budaya di  tempat dimana aku tinggal sekarang. Hal pertama yang aku pelajari tentunya tentang kebiasaan masyarakat Jerman pada umumnya, apa yang boleh dan tidak boleh aku lakukan selama tinggal di Jerman. Sebagai pendatang,  jelas aku harus menghargai dan menghormati budaya mereka terutama toleransi, dan tenggang rasa, akan hak pribadi setiap orang. Jangan pernah menganggap dirimu paling benar atau suci semenatara orang lain itu buruk. Contoh : *. Hidup bersama sampai punya anak tetapi tidak menikah di Jerman bukanlah sesuatu yang taboo, hal ini sangat normal untuk budaya mereka. Jangan pernah mengatakan perilaku mereka tidak memiliki moral, hal seperti ini haruslah dihormati, seandainya untuk kita buruk, tidak perlu ditiru dan diikuti. * Masyarakat Jerman banyak yang tidak beragama atau tidak mengenal Tuhan, ada juga yang beragama kristen tetapi tidak pergi kegereja. jangan pernah kamu merasa dirimu paling suci, sementara menjudge mereka kafir seperti yang sering terjadi di Indonesia. Untuk hal semacam ini kalian bisa dijebloskan kepenjara karena melanggar hak asasi manusia. Walaupun mereka tidak beragama, pada kenyataannya perilaku dan moral mereka jauh lebih baik dari mereka yang mengaku beragama di Indonesia, yang kadang kata-katanya keluar makian dan sumpah serapah mengkafirkan orang lain.
  • Masalah hukum, Setiap negara memiliki aturan hukum yang berlaku, Sesuatu yang biasanya di Indonesia normal, tetapi tidak bisa kamu terapkan disini. Contohnya jangan harap kamu bisa setel Music kenceng-kenceng dirumah, kalau tetanggamu merasa terganggu dan dia lapor polisi, urusannya bisa sampai dipenjara. Jangan harap juga bisa bawa mobil kebut-kebutan walaupun hanya melintas di jalan kampung, apalagi di jalan Tol. Dibeberapa tempat ada aturan yang harus kamu taati saat berkendara. kalau dilanggar kamera di jalan siap merekam pelanggaran yang kamu lakukan, dan siap-siap menerima surat tilang yang biayanya tidak sedikit.
  • Sulit  bersosialisasi, Jelas sosialisasi sangat diperlukan. Kehidupan bersosialisasi orang Jerman tidak sama dengan kehidupan bersosialisasi orang Indonesia. Orang Jerman jarang yang bisa diajak ngerumpi, curhat-curhatan atau ngobrol ngalor ngidul, kongkow kemana-mana. Mereka ini orang-orang yang sangat  produktif tiap harinya. Mau ngajak jalan atau berkunjung harus buat janji dari jauh-jauh hari. Kita tidak bisa tiba-tiba nongol dirumah mereka (sambil bilang surprise..) tanpa membuat janji,  hal ini dipandang aneh dan sangat tidak sopan untuk mereka. Sungguh untuk yang satu ini, aku masih mengalami kesulitan untuk bersosialisasi, dan belum punya teman warga jerman yang bisa asyik aku ajak ngobrol. Salah satu cara untuk berbaur dengan masyarakat Jerman adalah dengan mengikuti Club sesuai hobby, tetapi terus terang karena masih punya baby, jadi waktuku masih banyak untuk my baby Kathleen. Semoga setelah Kathleen 2 tahun dan pergi sekolah, momy nya bisa ikut salah satu Club supaya bisa berbaur dan punya teman Jermandes.
  • Susah mencari makan, (Restaurant hanya berpusat di Zentrum). Di Luar negeri berbeda dengan di Indonesia yang banyak warung makan, atau penjual makanan lewat depan rumah. Beruntung karena sekarang aku tinggal di Pusat Kota (Zentrum), otomatis tidak kesulitan mencari tempat makan/Imbiss, (tempat menjual makanan tetapi lebih kecil dari restaurant) atau bakerei dan Restaurant. Tinggal keluar sebentar sudah banyak imbiss dengan pilihan makanan yang bervariasi. Repot kalau kamu tinggal tidak dipusat kota, karena pasti mau beli makan saja butuh transportasi, jadi ga boleh males masak. Kalau males masak pilihannya ya kelaperan karena ga ada tukang bakso sampai tukang siomay lewat depan apartemen.
  • Toko-toko tutup di hari minggu dan tanggal merah, Berbeda dengan di Indonesia, jangan harap hari minggu bisa jalan-jalan ke Mall, seperti yang biasa dilakukan masyarakat Indonesia. Aturan di Jerman pada hari minggu dan hari libur lainnya toko-toko harus tutup. Di hari biasa Supermarket buka dari pagi jam 07 s/d jam 20.00, begitu juga dengan hari sabtu tetap melayani pelanggan secara jam normal. Tetapi untuk toko lain seperti Bakerei atau toko-toko private, buka dari jam 10 pagi s/d jam 5 sore, dan pada hari sabtu hanya buka sampai jam 12 siang. Tidak ada toko yang buka 24 jam. Hari minggu atau tanggal merah digunakan untuk quality time bersama keluarga, biasanya melakukan aktifitas bersama baik di rumah, pergi ke taman, atau pergi ke Museum.
  • Gaji pekerja rumah tangga di sana tidak murah, selain sangat mahal juga sulit mencarinya. Pembantu, baby sitter, tukang setrika, atau tukang masak, bahkan supir sangat mahal. Setiap warga Jerman melakukan semuanya sendiri, tanpa ada bantuan assistant,  tidak ada yang pakai pembantu. Kalau pun ada biasanya mereka pakai pembantu yang datang seminggu sekali dan bayarannya dihitung per jam. So if you Mom and wife, and also career woman, you do all your task by your self, so you must cooperation with your husband and your kiddos to do your home work together.
  • Kalau  tinggal di luar negeri di daerah kota besar, untuk transportasinya sangat lengkap baik bus, tram, atau kereta. Tapi kalau tinggal di kota kecil seperti aku, kamu harus bisa dan mau nyetir sendiri, bahkan kadang harus rela jalan kaki. Kalau di Indonesia mobil cuma dimiliki oleh orang-orang berkecukupan, beda dengan di Eropa. Di sana semua orang punya mobil, karena satu-satunya transportasi ya mobil pribadi, karena kalaupun mau naik Taxi, ongkosnya mahal. Di sana juga jarang sekali ada motor, masih lebih banyak sepeda genjot. Setiap bis berangkat sesuai jadwal, kalau jam sibuk jadwalnya biasanya setiap 30 menit sekali, tetapi kalau jam normal tiap 1 jam sekali. Di luar negeri ketinggalan bis itu sengsara, mesti menunggu  tiga puluh menit, bahkan satu jam kemudian. Apalagi kalau pas winter, dan harus menunggu karena ketinggalan Bus dengan cuaca yang dinginnya extrim sampai minus. Disetiap halte ada jadwal keberangkatan bus, difoto time schedullenya supaya bisa menyesuaikan saat harus menunggu dihalte. Jangan sampai telat karena semua bis datang on time. Dulu waktu belum tinggal di Zentrum, aku biasanya menggunakan bus untuk pergi ke VHS untuk kursus Bahasa Jerman, dan saat itu liburan anak sekolahan, sampai di VHS ternyata guruku sakit sehingga tidak datang mengajar. Dari pada bengong dirumah, aku mampir untuk berbelanja makanan di Supermarket, setelah membawa 2 kantong besar belanjaan, ternyata karena libur sekolah, bis nya tidak operasi tiap 1 jam tetapi bis berikutnya akan datang 2 jam lagi. Karena aku tidak mau menunggu lama terpaksa aku pulang kerumah yang jaraknya cukup jauh, jalan sambil membawa 2 kantong belanjaan yang cukup berat, ketambahan saat itu aku lagi hamil besar. Ya Tuhan sambil jalan aku berdoa, agar tidak terjadi apa-apa denganku. Beberapa kali aku harus berhenti untuk beristirahat karena tidak mau sesuatu yang serius terjadi pada kandunganku. Puji Tuhan sampai rumah juga dengan perjuangan yang ekstra, begitulah repotnya kalau tidak punya mobil sendiri, (karena mobil kami hanya satu dan dipakai suamiku kerja), karena harus tergantung dengan bis.
  • Cuaca dan musim, Temen-temenku paling banyak bilang ke aku, "Wah enak ya, bisa  main salju.". Oh nooooo nòo serius deh, salju itu cuma enak dilihat tapi ogah banget berlama-lama diluar menggigil kedinginan saat winter, apalagi aku ini masuk kategori manusia tropis. Salju yang cantik itu begitu meleleh jadi jorok, licin, membahayakan, pokoknya ngerepotin. Repotnya dimana?, kalau mau pergi pasti ribet, lima belas menit sendiri buat make baju dan atribut macam sarung tangan, syal, tutup kepala, atau bahkan longjohn kalau dinginnya ekstrem banget. Pakai baju saat musim dingin itu mesti berlapis-lapis, akibatnya badan jadi menggelembung. Mau pakai baju yang lebih santai juga gak mungkin, salah pakai baju bisa menggigil kedinginan karena dinginnya bisa sampai minus 15°C. Jalan dengan badan menggelembung dan harus melawan angin itu susah, berat Friends.. berat….begitu keluar, salju tinggi banget sampai buat jalan aja, kamu butuh energi super dan ekstra hati-hati karena jalanan sangat licin. Sebenernya kalau berjalan saat salju itu sebenernya aman, yang membahayakan kalau hujan lalu membeku dan menjadi es, inilah yang sering menyebapkan kecelakaan atau terpeleset bagi pejalan kaki. Biasanya dijalan ditaburi kerikil atau semacam garam untuk menghindari terpeleset. Kerepotan lainnya saat winter itu, kalau punya mobil tetapi tidak punya garasi dan mesti parkir di luar rumah. Tiap malam mesti nginget-nginget dimana terakhir kamu memarkir mobil, begitu mau bepergian datang harus bawa shovel untuk bersihin salju. masih mudah kalau tidak membeku, kalau sudah membeku dan jadi es, es yang terdapat dikaca depan harus dikerik sambil berharap enggak kepleset. Winter depresi dan perubahan mood di musim dingin karena tubuh kurang cahaya matahari. Ada beberapa kasus bunuh diri saat winter, karena memang winter ini membuat depresi karena mau apa-apa sangat sulit, serba menyebalkan karena dimana-mana lembap.
  • Biaya hidup yang sangat tinggi, Apa-apa di sini itu mahal. kalian harus punya pekerjaan sekalipun kalian adalah mahasiswa. Makanan, pakaian, tempat tinggal baik rumah atau sewa sangat mahal, jadi memang harus berhemat. Boro-boro bisa tiap bulan belanja baju atau sepatu atau tas, seperti waktu di Indonesia, beli baju kalo ga butuh-butuh banget nunggu pas diskon (hahaha prinsip emak2 banget). kamu harus pandai-pandai menggunakan uangmu, supaya punya tabungan untuk kebutuhan lainnya, seperti pergi traveling ke negara eropa lainnya atau planning beli rumah suatu hari nanti. Prinsipnya usahakan agar jangan sampai kehidupan kita itu besar pasak daripada tiang.
  • Jauh dari Keluarga, Meskipun ada yang berfikir tidak terlalu dekat dengan keluarga, percayalah ada saat-saat kita merindukan keluarga.  Kalau di Eropa? enggak mungkin bisa mudik sering-sering. Selain kelelahan karena jarak tempuh yang jauh, kita harus memikirkan uang dan waktu juga. Gak mungkin kan ke Indonesia cuma semalam lalu balik lagi ke Eropa?. Sekali perjalanan dari Jerman ke jakarta dibutuhkan waktu tempuh 17 s/d 19 jam, ini aku estimasi sampai airport terdekat dikotaku yaitu Dresden. Dan untuk biayanya sendiri tergantung pesawatnya ratenya 800 s/d 1.000 euro (mak 15 juta) PP. Apalagi kalau peserta mudiknya banyak, so jadi kalau mau mudik harus nabung dulu dari jauh-jauh hari.
Begitulah duka atau susahnya tinggal di LN, aku yakin masing-masing orang punya kesulitanya sendiri saat berada di negara orang. Dibalik semua itu tentunya harus tetap disyukuri, karena semua suka dan duka memberikan warna buat kehidupan masing-masing. Jangan takut buat tinggal di Eropa, karena kepuasan, dan pengalaman hidup yang didapat di sana juga bakal imbang dengan sedihnya tinggal jauh dari keluarga dan sahabat di tanah air.  Raihlah mimpimu, jangan jadikan jarak yang jauh menjadi alasan untuk berhenti bermimpi. Pergilah sejauh mungkin untuk meraih cita-citamu jika itu memang yang kamu yakini, dan nanti ketika kamu kembali, kamu memiliki pengalaman yang sangat berharga dan belum tentu dimiliki orang lain.

Terus kalau sudah dibahas kesulitan yang biasanya dialami di LN, bagaimana dengan sukanya atau hal-hal yang menyenangkan?. Aku akan membahas di tulisanku berikutnya, gimana dengan kalian, ada yang berminat juga untuk suatu saat tingggal di luar negeri?. Atau ada yang punya pengalaman yang lebih asyik dari pengalamanku, silahkan dishare di kolom komentar.

Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.

Grüße

Tuesday, 30 January 2018

Hallo Blogger, di Jerman mudah sekali untuk mendapatkan daging kalkun. Harganya pun termasuk tidak mahal, sama seperti harga daging ayam. Selama ini biasanya aku memasak daging kalkun dengan menu kalkun panggang. Tapi kali ini aku coba varian lain dengan memasak kari kalkun dengan paprika. Ternyata menu ini enak banget, dan aku referensikan Masakan Jerman Puten Paprika Curry ini untuk menu kalian bersantap bersama keluarga.  Kami biasa makan menu ini dengan nuddle atau nasi putih.  
Berikut aku share bahan dan cara pembuatannya.

Bahan Puten Paprika Curry:

  • 1 buah paprika (iris memanjang)
  • 500 gr daging kalkun (Puten) (iris memanjang)
  • 1 buah apel (potong dadu)
  • 1 buah bawang bombay, rajang (Zwiebel)
  • 1 buah bawang putih, geprek  (Knoblauch)
  • 200 Ml santan (Kokosmilch)
  • 1 sdm bubuk kare (Curry Pulver), sesuai selera
  • 1 sdt Paprika bubuk
  • Garam (Salz), secukupnya
  • Merica bubuk (Pfeffer), secukupnya
  • 150 ml air 
  • Butter untuk menumis

Cara Membuat :
  • Panaskan butter.
  • Tumis bawang bombay hingga harum, lalu masukkan bawang putih tumis hingga harum.
  • Masukan daging kalkun, tumis hingga berubah warna
  • Bumbui dengan garam, merica bubuk,dan  paprika bubuk.
  • Masukkan 150ml air, masak sampai daging matang
  • Lalu masukkan paprika dan aduk-aduk agar merata.
  • Masukan bubuk kari (Curry pulver), aduk hingga merata.
  • Masukan santan, dan tambahkan bumbu kari lagi sesuai selera
  • Terakhir masukan potongan apel, aduk dan masak kurang lebih 20 menit
Kari kalkun paprika siap dihidangkan.


Puten Paprika Curry (Kari kalkun paprika)

Untuk temen-temen yang inggin mendapatkan resep masakan Jerman lainnya, kalian bisa klik disini
https://www.bojonesilviostorylife.com/2017/10/ayam-saus-putih-huhnerfrikassee.html

Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.

Grüße

Sunday, 28 January 2018

Peraturan tertib lalu lintas di negara eropa sangatlah tegas, begitu juga dinegara tempat aku tinggal yaitu Jerman. Tidak ada kompromi antara aparat maupun pengendara kendaraan baik mobil ataupun motor, mereka yang melakukan pelanggaran akan ditindak secara tegas. Kali ini aku akan share pengalamanku dan suamiku menerima sangsi tegas karena pelanggaran berlalu lintas. 

Sebenernya pengalaman yang aku share ini adalah pengalaman suamiku, of course karena aku tidak punya SIM otomatis tidak bisa melakukan aktifitas berkendara selama di Jerman, alias duduk manis disamping pak supir. Menggunakan mobil, bus, ataupun motor di Jerman sangatlah nyaman dan aman, hampir bebas macet kecuali ada kecelakaan atau perbaikan. Setiap kota dihubungkan dengan jalan tol yang memiliki sistem free toll (tidak perlu bayar) atau disini disebut Autobahn. Autobahn ini merupakan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah Jerman bagi setiap warganya. masyarakat jerman memang sangat jujur dan taat membayar pajak, sehingga dari pajak ini digunakan untuk membangun fasilitas publik yang membawa kemakmuran bersama, salah satunya dengan penyediaan jalan toll gratis. 

Semua jalan  dan jalan tol yang ada di Jerman  mulus karena selalu diperbaiki, jalannya lebar, sering tanpa hambatan kecuali jika ada kecelakaan dan Baustelle / perbaikan jalan. Di jalan tol tidak ada loket yang menyebapkan antrian panjang dan memerlukan tambahan tenaga kerja dan biaya operasional yang tinggi. Pemeritah Jerman menetapkan sangsi yang sangat tegas bagi pelanggar lalu lintas. Pengendara tidak bisa bertindak semena-mena saat berkendara, apabila tidak tertib saat kalian berkendara di jalan raya sudah pasti sangsi tegas akan diterima berupa denda yang jumlahnya tidak sedikit. 

Berikut ini jenis-jenis pelanggaran saat berkendara di jalan raya: 
  • Pelanggaran kecepatan maximum, batas kecepatan berkendaraan di Jerman tergantung lokasi. Di dalam kota batas kecepatannya biasa 50 km/jam, di beberapa daerah dalam kota, seperti perumahan atau dekat sekolah bisa jadi batas kecepataannya 30 km/jam. Di Landstrasse, jalan yang menghubungkan kota dengan kota, batas kecepatan maksimal 70 – 100 km/jam. Apabila melebihi batas max yang diijinkan, akan dikenakan denda setiap kelebihan km/jam nya. 
  • Saat belok atau pindah jalur tetapi tidak menyalakan lampu sen. 
  • Menerobos pintu lintasan kereta api.  
  • Parkir sembarangan, ada aturan jam-jam tertentu kapan boleh parkir, dan jam-jam kapan harus bayar parkir dan kapan gratis. Setiap lokasi memiliki aturan masing-masing, tergantung apakah lokasinya berada di pusat kota, di perumahan, di kawasan wisata, dan lain sebagainya.
  • Pengemudi dan penumpang tidak menggunakan sabuk pengaman. Setiap pengemudi dan penumpang wajib menggunakan sabuk pengaman. Begitu juga bagi penumpang lain termasuk bayi dan anak-anak, diwajibkan menggunakan sabuk pengaman. Bagi baby biasanya mereka harus duduk sendiri di baby schale, begitu juga anak dibawah 7 tahun harus duduk di car seat lengkap dengan sabuk pengaman. Orang tua tidak boleh memangku baby atau pun anak-anak, mereka harus duduk sendiri dengan pengaman yang memadai saat dijalan raya. 
  • Berkendara dalam pengaruh alkohol. 
  • Pelanggaran berkendara di Autobahn ( Jalan Tol), di jalan tol batas kecepatannya dari 100 km/jam sampai tidak terhingga. Jadi kalo tidak ada tanda apa-apa di jalan tol, artinya bisa berkendaraan secepat mungkin, tetapi tentunya harus memperhatikan kendaraan-kendaraan lain
  • Penggunaan telepon saat berkendara Pelanggaran lampu lalu lintas .
Untuk lebih lengkapnya berapa denda yang harus dibayar, yang diliris per 1 april 2013, kalian bisa cek disini www.howtogermany.com/pages/traffic-violations.html 

Blitzer
Di Jerman Polisi  lalu lintas hampir tidak pernah nampak, tidak seperti di Indonesia yang sering ada di setiap perempatan jalan. Disini biasanya polisi berseragam hijau dan biru yang kadang melakukan patroli di jalan raya. Kesalahan berlalu lintas tidak dipantau oleh polisi melainkan dipantau oleh kamera-kamera yang dipasang di sepanjang jalan terutama di perempatan. Pelanggaran lampu merah, begitu juga dengan pelanggaran batas kecepatan, bisa langsung terdeteksi oleh sensor di kamera, klik dan pelaku langsung terpotret dan tercatat melakukan pelanggaran. 

Di sepanjang jalan di tempat-tempat tersembunyi terdapat kamera, yang seketika dapat mengeluarkan kilatan cahaya (blitz) untuk memotret pengendara yang ngebut. Sensor kamera pelanggaran di Jerman canggih, dan memiliki ketajaman untuk menjepret wajah dibalik kemudi dalam mobil sekalipun dalam keadaan gelap dimalam hari. Pelaku yang melakukan pelanggaran wajahnya akan terpotret dengan jelas berikut dengan nomer plat mobilnya. 

Blitzer (kamera  yang memantau pelanggaran)
Selanjutnya datang surat tagihan tilang dari Flensburg (kota tempat pusat administrasi penagihan denda tilang nasional), lengkap dengan gambar (kecil, agak gelap tapi masih bisa dikenali) dari pengendara yang telah melakukan pelanggaran lalu lintas tersebut. Setiap kesalahan berlalu lintas di jalan raya akan tercatat di sistem informasi komputer mereka, dan denda langsung dikirimkan ke alamat pelanggar lalu lintas, berikut dengan keterangan pelanggaran, tagihan pembayaran tilang yang harus dibayarkan berikut no rek bank yang dituju melalui transfer. 

Dengan sistem ini Polisi tidak harus stand by di jalan raya. Mereka lebih bisa konsentrasi untuk mengungkap perkara kriminal dan pelaku kejahatan lainnya. Kamera dan sistem yang ada juga tidak bisa diajak kompromi, denda ditempat tanpa surat, uang rakyat secara aman tersetor ke negara. 

Contoh wajah yang terekam blitzer
Selama hampir 2 tahun di Jerman, sudah 5 kali suamiku kena denda karena pelanggaran lalu lintas. Satu kali tahun 2016 dan yang paling parah di tahun 2017, empat kali silvio harus membayar denda karena pelanggaran lalu lintas. Yang keseringan denda menyetir dengan kecepatan yang melewati batas yang ditentukan, jangan salah walaupun hanya kelebihan 10 km/jam tetap dikenakan denda juga. 

Blitzer di Autobahn

Berikut ini contoh beberapa pelanggaran yang kami lakukan:
  • Jadi waktu itu tahun 2016, kami mau menuju ke Landratsamt untuk mengurus kedatanganku di Jerman. Lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal kami, ceritanya karena mengejar jam buka landratsamt, suamiku agak ngebut di jalan. Dan rupanya ternyata tumben-tumben ada mobil polisi yang sedang parkir dengan posisi yang tidak terlihat (agak ngumpet). Dan ya suamiku tertangkap kamera pelanggaran lalu lintas, kecepatan mobilnya kelebihan 15 km/jam dari batas maximum yang diijinkan untuk melintas didaerah tersebut. Pak polisi melakukan pengecekan sim dan kelengkapan surat lainnya, dan kami harus membayar denda sebesar 15 euro atau sebesar Rp. 225,000.
  • Juli 2017, yang ini dendanya nyesek sekali, banyak sodara-sodara. Ceritanya suamiku harus mengunjungi kota di Jerman barat dikota Ulm yang jaraknya dari rumah kami sekitar 5 jam dengan perjalanan mobil. Karena tidak tahu jalan menuju kesana kami menggunakan panduan Google map, untuk menuju lokasi yang kami tuju. Dan selama dalam perjalanan kami melewati Autobahn atau jalan tol Jerman, memang semua kendaraan diperbolehkan untuk melaju kencang selama berada di Autobahn, tetapi entah karena signal internet yang koneksinya tidak bagus, google map menginformasikan untuk exit secara mendadak. Karena suamiku mengambil bahu kanan secara mendadak (tidak dari jarak jauh sebelumnya) dan kami melakukan pelanggaran dan otomatis tertangkap kamera di jalan tol. Dan denda di Autobahn ini enggak kira-kira mahal sekali, kami harus membayar denda sebesar 122 euro atau sekitar Rp. 1,830,000. Itulah kenapa aku bilang nyesek, oalahhhhh kalau ini nyeselnya banget-banget. Suamiku sadar dari awal kalau dia melakukan pelanggaran, tapi waktu itu kami hanya berfikir paling denda 15 euro, tapi ternyata.......eng..ing....engggg. Suamiku memang baru pertama kali melakukan pelanggaran di Autobahn dan enggak lagi-lagi dech, kapok bayar tagihannya. Memang kalau melakukan pelanggaran di Autobahn ternyata dendanya memang mahal sekali, so harus konsentrasi penuh saat melintas di jalan ini. 
  • Sept 2017, saat kami mau ke gereja, kebetulan gereja kami dulunya adalah sebuah kastil yang saat ini menjadi semacam cagar budaya. Biasanya kami memarkirkan mobil tidak begitu jauh dari lokasi kompleks gereja, tetapi hari itu ada larangan tidak boleh parkir ditempat biasa kami parkir. Otomatis suamiku parkir di sekitar pintu gerbang. Pulang dari gereja dikaca depan mobil kami mendapat surat cinta, denda alias tilang karena kami parkir di kawasan yang termasuk masih Zona kawasan konservasi. Tidak hanya mobil kami, kebetulan banyak mobil lain yang kena tilang juga. Karena memang disekitar gerbang tidak ada larangan tidak boleh parkir, ya mana kami tahu kalau disekitar gerbang masih masuk kawasan zona konservasi, sehingga tidak boleh parkir disana. Dan 2 minggu kemudian datang surat tilang dengan denda yang harus dibayarkan sebesar 15 euro. 
  • Dec 2017, hemmm lagi-lagi ini di kota kami di Oschatz, padahal sudah biasa lewat dan hafal kalau kecepatan yang biasa diperbolehkan adalah 50 km/jam, tapi suamiku melintas dengan kecepatan 61 km/jam. Suamiku lupa kalau ada kamera dan tidak membaca plang, karena keasyikan ngobrol denganku. Karena kelebihan berkendara 11km/jam kami harus membayar denda 15 euro. 
  • Dec 2017, kejadiannya selang seminggu. Ceritanya kami waktu itu kami habis mengunjungi pasar malam natal atau Weihnachtsmarkt di Dresden. Kondisinya waktu itu gelap karena memang sudah malam, dan lampu penerangan jalanpun minim. kami melintas di jalan yang tanpa kami sadari ada plang kecepatan max 50 km/jam. Silvio mengendarai mobil dengan kecepatan 57 km/jam, tiba-tiba lampu blitz menyala ditengah kegelapan malam. Oww owww denda lagi dech, walaupun cuma kelebihan berkendara 7 km/jam kami tetap dikenakan sangsi dan harus membayar 10 euro. 
Berikut ini contoh jenis pelanggaran berikut denda yang harus kamu bayarkan: 

Speeding
ViolationFine (€)PointsLicense Suspension
Exceeding Speed LimitWithin/outside city limitsWithin/outside city limitsWithin/outside city limits
Up to 10 km/h15/10

11-15 km/h25/20

16-20 km/h35/30

21-25 km/h80/701
26-30 km/h100/801
31-40 km/h160/12011 month (within city limits)
41-50 km/h200/16021 month
51-60 km/h280/24022 months/1 month
61-70 km/h480/44023 months/2 months
over 70 km/h680/60023 months

Kalau ditotal sudah banyak sekali kan denda yang harus kami bayarkan. Cukup tobat dan jangan terulang lagi. Biasanya pelanggaran yang sering terjadi adalah pelanggaran yang berhubungan dengan kecepatan. Terkadang karena jalan yang sepi dan mulus kita tidak sadar kalau berkendara melebihi kecapatan yang diijinkan. Kecepatan max ini memang berlaku di daerah pemukiman penduduk, tetapi kalau kita jarang atau tidak pernah lewat daerah itu, sehingga jadi tidak sadar ada kamera dan plang kec max. Tau-tau ada blitz yang menyala, yeay you got caught jangan lupa senyum ya. 

Autobahn and Highways
ViolationFine (€)PointsLicense Suspension
Turning around/reversing on exit/on ramp751
Turning around/reversing on shoulder1301
Turning/reversing/driving in wrong direction20021 month
Parking on autobahn or highways702

Hati-hati juga buat kalian yang sering kena tilang atau denda, karena setiap kesalahan yang dibuat akan diberikan point, (Punkte Flensburg) dan poin itu akan diperhitungkan. Contoh perhitungan point: Silvio sudah melakukan beberapa kali pelanggaran yang berhubungan dengan kecepatan, tetapi kelebihan kecepatan yang ia langgar masih dianggap wajar (lihat di tabel bag point) dan tidak dihitung point. Tetapi kalau kalian berkendara bak mosnter kecepatan melaju kelebihan 20 km/jam keatas tentu mendapat point dan ini diperhitungkan. 

Jangan karena jalan di Jerman itu sepi dan mulus lalu menjadi seolah-olah sedang berkendara di race area, dont to be *monster kecepatan*, karena kalau ini terjadi bersiaplah untuk beberapa masalah. Semakin besar bahaya akibat pelanggaran yang terjadi, semakin banyak poin yang akan dicatat di Flensburger Konto. Jika pelaku lalu lintas mengumpulkan 8 poin dalam periode satu tahun dan 18 dalam periode dua tahun. Setelah 8 poin, lisensi kamu otomatis ditangguhkan selama 6 bulan, kamu harus menyerahkan SIM secara permanen. 

Repot pastinya kalau harus membuat Sim lagi, selain menyita waktu, biaya pembuatan sim di Jerman sangat mahal 2.000 Euro atau sekitar 30 juta rupiah. Hemm buat pelajaran juga bagi suami dan aku karena walaupun pelanggaran yang Silvio lakukan hanya dihitung 1 point ( pelanggaran di Autobahn, yang mengambil bahu kanan cesara tiba-tiba), dan akan hangus jika dalam setahun itu tidak terjadi pelanggaran lagi, tetapi tetap harus hati-hati dan berkonsentrasi saat berkendara.  

Jadi kalau sedang melenggang santai di jalan ataupun di Autobahn, dan tiba-tiba ada blitz menyala jangan menduga paparazi ya,  bisa jadi kamera pengintai sedang memotret kendaraan kalian jika melakukan pelanggaran. Memang kamera itu hanya berfungsi sebagai pengingat untuk melihat kecepatan kita, tetapi yang terpenting adalah keselamatan si pengendara dan semua orang yang ada disekitarnya. 

Demikian shareku kali ini, semoga bisa menjadikan pengalaman dan menambah wawasan  buat kalian. Selalu konsentrasi saat berkendara, karena keselamatan sangat berharga sekali. Apa kalian punya pengalaman yang sama seperti kami, silahkan dishare di kolom komentar. 

Jika ingin mengikuti update tulisanku kalian bisa klik dikolom Ikuti atau mensubcribe email kalian pada tampilan HOME diblogku.